Friday, September 23, 2016

Pengertian, Tujuan dan Proses dalam Seleksi

BAB I. PENDAHULUAN
A. DEFINISI
Seleksi adalah usaha pertama yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang kualifikasi dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan.
Menurut Para Ahli
1.     Dale Yoder (1981), seleksi adalah suatu proses ketika calon karyawan dibagi dua bagian, yaitu yang akan diterima atau yang ditolak.
2.     Malayu Hasibuan, seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang akan diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahan bersangkutan.
B. TUJUAN
Menurut Nitisemito (1996:36) tujuan dilaksanakan proses seleksi adalah untuk mendapatkan “The Right Man In The Right Place”. Didalam proses seleksi perusahaan harus mendapatkan tenaga kerja yang tepat di dalam posisi yang tepat pula.
Tujuan Seleksi tersebut diantaranya :
§  Menjamin perusahaan memiliki karyawan yang tepat untuk suatu jabatan/ pekerjaan.
§  Memastikan keuntungan investasi SDM perusahaan.
§  Mengevaluasi dalam mempekerjakan dan penempatan pelamar sesuai minat.
§  Memperlakukan pelamar secara adil dan meminimalkan deskriminasi.
§  Memperkecil munculnya tindakan buruk karyawan yang seharusnya tidak diterima.
C. METODE PENGADAAN SELEKSI
1.      Metode non ilmiah, yaitu seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan kepada kriteria, standar atau spesifikasi kebutuhan nyata pekerjaan, tetapi hanya didasarkan kepada perkiraan dan pengalaman saja. Seleksi ini tidak berpedoman kepada uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan dari jabatan yang akan diisi.
§  Unsur-unsur yang diseleksi biasanya meliputi; 1) surat lamaran, 2) ijazah terakhir dan transkrip nilai, 3) surat keterangan pekerjaan dan pengalaman, 4) referensi/rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya, 5) walk interview, 6) penampilan dan keadaan fisik, 7) keturuan dari pelamar dan 8) tulisan pelamar.
2.      Metode ilimah, yaitu pengembangan seleksi non ilmiah dengan mengadakan analisis cermat tentang unsur-unsur yang akan diseleksi supaya diperoleh karyawan yang kompeten dengan penempatan yang tepat.
§  Seleksi ilimah dilaksanakan dengan cara-cara berikut; 1) metode kerja yang jelas dan sistematis, 2) berorientasi kepada prestasi kerja, 3) berorientasi kepada kebutuhan riil karyawan, 4) berdasarkan kepada job analysis dan ilmu sosial lainnya dan 5) berpedoman kepada undang-undang perburuhan.

D. LANGKAH LANGKAH DALAM SELEKSI
1.      Seleksi Awal
Seleksi awal dari pelamar serin dilakukan dengan menetapkan standar minimum untuk pekerjaan itu. Adapun standar – standar pekerjaan tersebut perlu dikomunikasikan kepad karyawan yang ada dan perusahaan yang membantu dalam proses rekrutmen.
2.      Tes Pekerjaan
Salah satu cara untuk memastikan bahwa keputusan seleksi didasarkan pada data yang obyektif dengan menggunakan tes kerja. Melalui tes yang objektif bisa disusun peringkat kanditat berdasarkan nilai tes, hal ini memudahkan untuk memilih sampai peringkat mana saja yang akan dijaring.
3.      Seleksi Wawancara
Wawancara kerja dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang tingkat kesesuaian kanditat dengan jenis pekerjaan diinginkan, kemudian dipertimbangkan secara matang. Proses wawancara akan melalui hasil eliminasi, maka kanditat tidak dapat melanjutkan sesi berikutnya karena tidak memenuhi persyaratan untuk jenis pekerjaan tertentu.
4.      Verifikasi Referensi
Setiap pelamar menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan, berupa biodata, kartu tanda penduduk, ijazah, sertifikat pelatihan atau keahlian, surat kelakuan baik, dll.
5.      Evaluasi Medis
Evaluasi medis diperlukan untuk melihat sejauh mana kondisi kesehatan pelamar. Setiap jenis pekerjaan membutuhkan SDM dengan kondisi kesehatan tertentu. Selain itu masih ada yang disebut dengan Minnesota Multhiphasic Personality Inventory (MMPI), yaitu tes dengan menjawab ratusan format ya atau tidak seputar diri sendiri.
6.      Wawancara Superior
Setiap pekerja baru hasil perekrutan akan ditempatkan pada salah satu bagian di bawah seseorang supervisor atau kepala bagian. Karena atasan langsung pada akhirnya bertanggung jawab untuk pekerja baru, maka sudah selayaknya seorang supervisorharus turut memberikan masukan ke dalam keputusan perekrutan.
7.      Realisasi Pratinjau
Realisasi pratinjau pekerjaan antara lain dengan cara memperkenalkan calon pekerja dengan peraturan kerja, peralatan yang umum digunakan, dan calon rekan kerja. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pencegahan terjadinya ketidakpuasan kerja yang mungkin muncul pada awal masa kerja, selain itu calon pekerja menjadi mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja.
8.      Pengambilan Keputusan
Mempekerjakan pegawai baru secara resmi sebenarnya merupakan akhir dari proses seleksi. Pada tahap ini kandidat yang berhasil harus diberitahu tentang keputusan perusahaan. Untuk kandidat yang tidak lolos akan ditempatkan di bagian yang kosong, sedangkan untuk  yang lolos kandidat akan ditempakan sesuai dengan lamaran yang mereka lamar dan berkas tersebut akan disimpan dalam berkas personal karyawan.



BAB II. PEMBAHASAN


Dalam proses seleksi di dalam organisasi saya bekerja, berikut langkah/ prosesnya, diantara lain:

1.      Seleksi Awal
Didalam proses seleksi awal di tempat saya bekerja, para pelamar yang sudah mendaftarkan diri dan namanya sudah lolos dalam pengumuman mereka akan memilih jabatan kosong. Pengumuman nama yang lolos diberitahukan lewat website dan surat kabar dan yang lolos dapat dikategorikan sebagai CPNS (calon pegawai negeri sipil).
2.      Tes Awal
Setelah para CPNS memilih jabata yang kosong, akan diadakan tes/ ujian. Tes awal yang diberikan berupa tes tentang Ke-PU an dan pengetahuan umum lainnya. Karena untuk menjadi PNS maka CPNS tersebut minimal mengetahui tentang apa saja yang terdapat di dalam tempat kerja atau lingkungan kerja di tempat kerjanya nanti. Dan seteah itu diadakan tes TPA (Tes Potensial Akademik) dan Tes TPU (Tes Potensial Umum)
3.      Tes Wawancara
Setelah para CPNS lolos ditahap tes awal, mereka akan melewati tahap tes wawancara. Dimana tes wawancara itu para CPNS akan diwawancara mengenai dirinya, dimana bekerja sebelumnya dan lainnya.
4.      Tes Akhir
Setelah mengikuti tes wawancara, para CPNS akan dipanggil untuk mengikuti tes akhir berupa tes iq dan tes kesehatan.
5.      Penempatan
Para CPNS akan ditempatkan di tempat sementara selama 1 tahun. Selama penempatan tersebut para CPNS akan belajar dan berdaptasi dengan apa saja pekerjaan yang akan dikerjakan dan lingkungan sekitar.
6.      Prajabatan/ Diklat
Setelah CPNS sudah menempati tempat tersebut mereka juga harus mengikuti tahapan prajabatan. Prajabatan ini para CPNS akan melakukan diklat (Pendidikan Pelatihan) yang dimaksudkan agar para CPNS lebih siap dan matang. Di dalam diklat CPNs akan diberikan pelatihan berupa pelatihan kenegraan dan pelayanan prima. Maksud dari itu semua para CPNS dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
7.      Pengangkatan PNS
Setelah semua tahap lolos maka para CPNS mengikuti pelantikan. Pelantikan atau pengkatan menjadi PNS. Setelah resmi dilantik maka CPNS tersebut resmi menjadi PNS. Selain itu para PNS tersebut tidak lupa untuk melampirkan hasil tes awal hingga akhir, surat kesehatan, skck.



BAB III. KESIMPULAN
Definisi dari seleksi adalah usaha pertama yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang kualifikasi dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan. Tahapan atau proses seleksi di tempat saya bekerja antara lain berupa seleksi awal, tes awal, tes wawancara, tes akhir, penempatan, prajabatan/ diklat dan pengangkatan PNS. Semua kegiatan tersebut agar mendapatkan karyawan/ PNS yang terbaik dan tepat.


BAB IV. DAFTAR PUSTAKA
1.    Yoder, Dale. (1981). Personnel Management And Industrial Relation. New Delhi:
Prentice- Hall of India Private Limited.
2.    Hasibuan, Malayu S. P. 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi
: Jakarta. Bumi Aksara.
3.    Ike K. Rachmawati. 2008. Manajemen Sumberdaya Manusia. Penerbit Andi. Yogyakarta



4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. @A02-SYLVANA
    Diperusahaan tempat saya bekerja, proses seleksi yang dilakukan kurang baik karena hanya menyeleksi dari lulusan yang sama dengan para atasan, padahal kompetensinya kurang baik. mereka hanya melihat lulusan tanpa memepertimbangkan kualitas. menurut mbak nersi apakah hal tersebut baik? hal tersebut dapatkah membuat sumber daya manusia yang terpilih cenderung berkualitas? terimakasih.

    ReplyDelete
  3. @A37-REVITA, TUGAS P03
    berdasarkan isi artikel menurut saya semua pemaparan mengenai isi artikel sebaiknya dimasukkan pada BAB II dan ditambah studi kasus mengenai seleksi agar semakin menarik.

    ReplyDelete
  4. @A18- NOVENA KARINA PUTRI
    Studi kasusnya cukup menarik karene sesuai dengan pekrjaan anda . Saya ingin tahu, berapa lama proses tahap seleksi CPNS ?
    Thanks

    ReplyDelete