Thursday, September 8, 2016

Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban didalam Perusahaan


            Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan dan kehidupan organisasi/perusahaan, oleh karena itu manusia menjadi perancang, pelaku, dan penentu tercapainya tujuan organisasi/perusahaan.
Disamping itu tujuan organisasi tidak mungkin tercapai tanpa peranan manusia, bagaimanapun canggihnya teknologi sekalipun faktor manusia dianggap asset yang sangat penting dalam suatu organisasi (1) . Seperti yang dikatakan oleh Hasibuan (2003, h 244) Pengertian Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.SDM terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia. Tegasnya kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya fikir dan daya fisiknya. SDM atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif SDM, tidak berarti apa-apa. Daya pikir adalah kecerdasan yang dibawa sejak lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan). Kecerdasan tolok ukurnya Intelegence Quotient (IQ) dan Emotion Quality (EQ) (2) .
            Penerapan manajemen sumber daya manusia sering kali masih belum sejalan dengan keinginan perusahaan, sedangkan keselarasan dalam mengelola sumber daya manusia menjadi faktor utama kesuksesan jalannya sebuah perusahaan. Pihak perusahaan sering mengesampingkan permasalahan yang paling hakiki yaitu usaha meningkatkan taraf hidup/kesejahteraan karyawan. Sehingga sering terjadi benturan antara kepentingan perusahaan di satu sisi dan kepentingan karyawan disisi lain. Kondisi ini mestinya harus seimbang, dalam arti kepentingan perusahaan harus tercapai namun kepentingan karyawan juga harus diutamakan, karena manusia merupakan sumber ekonomi yang paling penting dan dominan bagi perusahaan disamping sumber-sumber ekonomi lainnya(3). Sebagai contoh kasus yang terjadi pada salah satu perusahaan farmasi di Indonesia. Perusahaan farmasi ini hanya mengedepankan kepentingan perusahaan, sehingga kepentingan karyawan terabaikan. Hal seperti ini mengakibatkan karyawan tidak nyaman kemudian tidak bertahan lama untuk perusahaan tersebut. Permasalahan yang terjadi didalam perusahaan tersebut antara lain :
1.    Memposisikan karyawan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, misalnya latar belakang ekonomi manajemen menjual obat-obatan yang seharusnya orang sangat paham komposisi obat-obatan tersebut.
2.    Jika over time, perusahaan wajib membayar lembur untuk karyawan. Tetapi diperusahaan ini tidak ada biaya over time bagi karyawan. Walaupun diawal kontrak dijelaskan tetapi realisasinya tidak demikian.
3.    Ketika over time hingga pukul 23.00 bahkan pukul 24.00, perusahaan tidak ada fasilitas transportasi untuk karyawan pulang kerumah masing-masing.
4.    Hari-hari besar kalender atau tanggal merah karyawan diwajibkan masuk kerja seperti biasa, tidak ada perhitungan lembur atau uang tambahan.

5.    Setiap penerimaan gaji, karyawan selalu mendapatkan potongan-potongan tidak jelas, yang seharusnya ada tambahan yang terjadi malah pengurangan jumlah nominal.

Kesimpulan dan saran dari permasalahan tersebut adalah perusahaan harus seimbang antara mengutamakan kepentingan perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Karena dampaknya karyawan tidak akan loyal terhadap perusahaan, bahkan tidak akan bertahan untuk mengabdi kepada perusahaan tersebut. Sebaiknya perusahaan melakukan kewajibannya setelah karyawan memberi hak perusahaan dan sebaliknya karyawan juga melakukan kewajibannya setelah mendapatkan hak karyawan. Agar semua kepentingan terpenuhi.


DAFTAR PUSTAKA
1)      Purwanto. 2005. Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 2, No 2. Fakultas Ekonomi UNY.
2)      Hasibuan. 2013. Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli.
3)      Purwanto. 2005. Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 2, No 2. Fakultas Ekonomi UNY




2 comments:

  1. @02-SYLVANA
    Di perusahaan tempat saya bekerja, keseimbangan antara hak dan kewajiban kurang begitu bagus karena setiap pekerja memiliki tanggung jawab yang berbeda beda. Ada pekerja yang memiliki tanggung jawab yang besar tetapi hanya diberi hak/kompensasi yang rendah. Ada juga yang memiliki tanggung jawab yang ringan tetapi diberi hak/kompensasi yang tinggi. dan biasanya para 'senior' bersikap seenaknya karena tidak adanya ketegasan dari para atasan terhadap tanggung jawab dan hak yang diberikan.

    ReplyDelete
  2. @02-SYLVANA
    Di perusahaan tempat saya bekerja, keseimbangan antara hak dan kewajiban kurang begitu bagus karena setiap pekerja memiliki tanggung jawab yang berbeda beda. Ada pekerja yang memiliki tanggung jawab yang besar tetapi hanya diberi hak/kompensasi yang rendah. Ada juga yang memiliki tanggung jawab yang ringan tetapi diberi hak/kompensasi yang tinggi. dan biasanya para 'senior' bersikap seenaknya karena tidak adanya ketegasan dari para atasan terhadap tanggung jawab dan hak yang diberikan.

    ReplyDelete