Friday, September 30, 2016

Pelatihan Karyawan dalam MSDM







DEFINISI
Pelatihan menurut Mathis (2002:5) mendefinisikan pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit ataupun luas. Sedangkan menurut Sikula (Susilo Martoyo, 1996:55) pengertian pelatihan adalah suatu proses jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan teroganisir dimana para karyawan non-manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.

TUJUAN
Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kinerja dan perilaku individu, kelompok maupun organisasi. Oleh karena itu kegiatan pelatihan harus dirancang sedemikian rupa agar benar-benar memberikan manfaat sesuai pelaksanaannya.

JENIS PELATIHAN
Berdasarkan segi materi, Pelatihan dikelompokan menjadi dua jenis yaitu
1.    Pelatihan wacana (knowledge based training)
Sebuah pelatihan mengenai sebuah wacana baru yang harus disosialisasikan kepada peserta pelatihan dengan tujuan wacana baru tersebut dapat meningkatkan pencapaian tujuan seseorang, kelompok, organisasi atau lembaga
2.    Pelatihan keterampilan (skill based training)
Sebuah pelatihan mengenai pengenalan atau pendalaman keterampilan seseorang, kelompok, organisasi atau lembaga baik secara teknis (hard skill) maupun bersifat non teknis yang lebih bersifat pada pengembangan pribadi (soft skill)

SKEMA PELATIHAN
Ada tiga tahap dalam pelaksanaan proses pelatihan yang biasanya dilalui, dan ini menjadi sebuah alur yang membentuk suatu siklus dalam penyelenggaraan pelatihan. Tahap-tahap tersebut adalah:
1.    Pra pelatihan
Meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan pelatihan, merumuskan sasaran/tujuan pelatihan, mempersiapkan kurikulum dan materi
2.    Pelaksanaan pelatihan
Meliputi memilih dan menentukan metode pelatihan
3.    Pasca pelatihan
Meliputi evaluasi dan pengukuran efektifitas pelatihan

METODE PELATIHAN
Metode pelatihan dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja, memperbaiki kepuasan kerja, mengurangi absensi/ketidakhadiran, serta menumbuhkan motivasi untuk berkarier di organisasi hingga puncak. Metode pelatihan terbagi dua yaitu
1.    Metode presentasi informasi
Metode ini lebih menitikberatkan pada kualitas komunikasi satu atau dua arah dan pasif pada saat penerimaan materi oleh peserta. Konsep pembelajarannya seperti kuliah dan belajar pada umumnya.
2.    Metode praktis (on job training)
Aspek praktis ini dilakukan pada saat karyawan bekerja sambil mendapatkan pelatihan. Dua kegiatan yang dapat dilakukan secara bersamaan. Beberapa bentuk pelatihan on job training yaitu pelatihan orientasi, pendampingan, penyuluhan dan magang

EFEKTIVITAS PELATIHAN
Menurut Faustini Cardoso Gomes (2000:209) untuk mengukur efketivitas suatu program pelatihan dapat dievaluasi berdasarkan informasi yang diperoleh pada lima tingkatan:
1.    Reactions
Untu mengetahui opini dari peserta mengenai program pelatihan, dengan menggunakan kuesioner, pertanyaan langsung
2.    Learning
Untuk mengetahui seberapa jauh para peserta menguasai konsep-konsep, pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diberikan selama pelatihan
3.    Behaviors
Menilai dari para peserta sebelum dan sesudah pelatihan dapat dibandingkan guna mengetahui tingkat pengaruh pelatihan terhadap perubahan performansi mereka.
4.    Organizational result
Untuk menguji dampak pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan
5.    Cost effectivity
Untuk mengetahui besarnya biaya yang dihabiskan dalam program pelatihan dan apakah besarnya biaya untuk pelatihan tersebut dibandingkan biaya yang timbil dari permasalahan yang dialami organisasi.

KESIMPULAN
Pelatihan merupakan penciptaan suatu lingkungan dimana kalangan tenaga kerja dapat memperoleh dan mempelajari sikap, kemampuan, keahlian, pengetahuan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan. Pelatihan merupakaan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang individu.

DAFTAR PUSTAKA
Agustin Rozalena dan Sri Komala Dewi. Panduang praktis menyusun dan pelatihan karyawan pengembangan karier.
Dhita Ayu Meitaningrum, Imam Hardjanto, Siswidiyanto. Efektivitas pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Brawijaya
Novia Dwi. Kajian tentang Pelatihan dan pengembangan karyawan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Santoso, Budi. Skema dan Mekanisme Pelatihan: Panduang penyelenggaraan pelatihan. Yayasan Terumbu Karang Indonesia.
Staf Pengajar Binadarma. Lampiran Jurnal Psikologi Industri: Pelatihan dan Pengembangan SDM. http://eprints.binadarma.ac.id/1592/1/PSIKOLOGI%20INDUSTRI%20MATERI%202.pdf
 

No comments:

Post a Comment