Friday, December 2, 2016

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Karyawan


Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti bergerak atau menggerakkan. Motivasi diartikan juga sebagai suatu kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku manusia. Motivasi sebagai upaya yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki, sedangkan motif sebagai daya gerak seseorang untuk berbuat. Karena perilaku seseorang cenderung berorientasi pada tujuan dan didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.
Pemberian motivasi merupakan salah satu tujuan agar karyawan yang diberi motivasi dapat bekerja sesuai dengan acuan kerja dan taggung jawab yang diberikan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Selain itu, juga terkandung unsur-unsur upaya, yaitu upaya yang berkualitas dan diarahkan serta konsisten dengan tujuan-tujuan organisasi yang ingin dicapai.


A. Pengertian Motivasi Kerja
Motivasi kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan (Hasibuan, 1999:95). Sedangkan menurut Samsudin (2005) motivasi merupakan proses mempengaruhi seseorang atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan suatu yang telah ditetapkan. Hasibuan (2003).

B.  Tujuan Motivasi Kerja
Motivasi dalam suatu organisasi mempunyai maksud dan tujuan dalam rangka pengembangan organisasi, antara lain :
a.    Meningkatkan gairah dan semangat kerja pegawai atau karyawan
b.   Meningkatkan kepuasan kerja karyawan
c.    Meningkatkan produktivitas dan kedisiplinan karyawan
d.   Meningkatkan loalitas dan integritas karyawan


C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Menurut Suwarto (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, yaitu:
1. Teknis organisasi
Bentuk susunan organisasi dimana para karyawan bekerja, memberi pengaruh yang sangat besar kepada semangat dan kepuasan kerja karyawan.
2. Struktur sosial
Struktur sosial suatu kelompok membawa pengaruh yang tidak kecil artinya bagi diri pribadi para anggota. Mereka lebih senang bekerja dalam suatu kelompok dimana terdapat pergaulan yang fleksibel.
3. Kemauan untuk menyelesaikan tugas
Produktivitas masing-masing karyawan sangat tergantung kepada kemauan mereka untuk bekerja keras.
4. Imbalan yang diterima dari bekerja
Imbalan yang diterima para karyawan baik imbalan instrinsik maupun imbalan ekstrinsik sangat berpengaruh terhadap semangat kerja mereka.
5. Dapat diterima karyawan sebagai anggota kelompok
Dapat diterimanya karyawan sebagai anggota kelompok, akan membawa pengaruh terhadap ketenangan kerja suatu kelompok atau karyawan itu sendiri.

Menurut Winardi 1983 (dalam Suwarto 2010) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut:
1.Kebutuhan-kebutuhan pribadi.
2.Tujuan-tujuan dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan.
3.Cara dengan apa kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut akan direalisasikan.

D. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Teori motivasi merupakan suatu pandangan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memberikan motivasi kepada orang-orang atau kelompok tertentu dalam suatu unit bisnis. Motivasi dapat menyebabkan seseorang untuk berperilaku baik, oleh karena itu motivasi karyawan yang tinggi berbanding lurus dengan kinerja perusahaan. Seorang karyawan yang termotivasi akan berisifat energik dan bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Sebaliknya para karyawan yang memiliki motivasi yang rendah akan sering menampilkan rasa tidak nyaman dan tidak senang terhadap pekerjaannya. Akibatnya kinerja mereka menjadi buruk dan tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Marjani (2005) mengemukakan bahwa ada hubungan positif antara motivasi dengan kinerja pegawai. Dalam penelitian tersebut ditemukan hasil bahwa tingginya kondisi motivasi kerja pegawai berhubungan dengan kecenderungan pencapaian tingkat kinerja pegawai yang cukup tinggi. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi, mereka akan berupaya untuk melakukan semaksimal mungkin tujuan yang ditetapkan oleh
Motivasi kerja juga berpengaruh pada kinerja karyawan. Rachmawati (2006) menyatakan bahwa antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari pegawai dengan motivasi kerja yang cenderung rendah mempunyai kinerja yang rendah pula. Windy dan Gunasti (2012) dalam pengujian hipotesisnya di perusahaan manufaktur Surabaya menyatakan bahawa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil pengujian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Rivai (2005) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan kinerja karyawan. Semakin besar motivasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan akan meningkatkan kinerja dari karyawan tersebut. 
            
E.  Hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas perusahaan
Karyawan tidak akan melakukan pekerjaan secara optimal apabila tidak mempunyai motivasi yang tinggi dari dalam dirinya sendiri untuk melalukan hal tersebut. Masalah motivasi pada perusahaan harus dijadikan perhatian yang serius dalam Manajemen Sumber Daya Manusianya. Perusahaan harus menjadikan karyawan sebagai aset bukan hanya sebagai alat produksi.
Untuk mencapai produktivitas yang tinggi pimpinan perusahaan harus memperhatikan semangat kerja dan disiplin kerja karyawannya. Semangat kerja merupakan sikap mental yang mampu memberikan dorongan bagi seseorang untuk dapat bekerja lebih giat, cepat, dan baik. Semangat kerja karyawan yang tinggi akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan efektivitas kerja. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan efektivitas tugas pekerjaan. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan akan dilakukan seefektif mungkin. Bilamana kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai secara efektif dan efisien. (Nitisemito, 1982 ). Perusahaan harus menjadikan karyawan sebagai aset bukan hanya sebagai alat produksi. Untuk itu perusahaan perlu menciptakan suatu kondisi yang kondusif yang dapat membuat karyawan merasa nyaman, terpenuhi kebutuhannya sehingga diharapkan motivasi tetap terjaga untuk bersama-sama mencapai visi dan misi perusahaan (Iskandar, 2013). 
Menurut Aini (2014) dalam penelitian Chawdhury 2007 (dalam Ekaningsih 2012) ditemukan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan kinerja karyawan. Untuk menciptakan suatu hasil kinerja pelayanan pegawai yang baik dan unggul perlu adanya motiovasi. Untuk memberikan motivasi kepada para karyawannya, terlebih dahulu seorang manajer harus mengetahui dorongan atau kebutuhan karyawannya agar mau melakukan aktivitas tertentu sehingga kinerja akan menjadi meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
Damayanti Agiel, Susilaningsih, Sumaryati Sri.2013.Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta. Jupe UNS. Vol, 2 No.1 Dalam : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=108138&val=4068&title=PENGARUH%20KOMPENSASI%20DAN%20MOTIVASI%20KERJA%20TERHADAP%20KINERJA%20KARYAWAN%20PERUSAHAAN%20DAERAH%20AIR%20MINUM%20(PDAM)%20SURAKARTA diakses tanggal 01 Desember 2016.

Mahardika, I Gusti., Ardana, Komang.2013.Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Serta Disiplin Terhadap Kinerja Karyawan Pada Koperasi Serba Usaha Bumi Mangupura Sejahtera Badung. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana. Vol,2 No.11 Dalam :

Aini, N.2014.Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan Pada PT. Pertamina Retail di Bright Surabaya Dalam : http://digilib.uinsby.ac.id/352/8/Bab%202.pdf diakses tanggal 01 Desember 2016.

Yusuf, Dr. Adie E.2008.Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kinerja Dalam :

Murty Windy, Hudiwinarsih Gunasti.2012.Pengaruh Kompensasi Motivasi Dan Komitmen Organisasional Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Surabaya. The Indonesian Accounting Review. Vol, 2 No.2 Dalam :

6 comments:

  1. @13-RANIE
    Point 3
    Jurnal dan mind map sudah oke

    ReplyDelete
  2. @17-Sri
    Point 3
    Siang Maulana, setelah saya baca artikel Anda sebenarnya sdh sangat baik hanya saja Anda tidak memberikan kesimpulan dari artikel yg Anda buat.

    ReplyDelete
  3. @A19-Ramlan
    Point : 3
    Artikel dan mindmap suda bagus, tetap semngat dan lanjutkan.

    Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  4. @A15-Like

    Materi sudah lengkap dan mudah dimengerti
    Point 3

    ReplyDelete
  5. @A11-Ari

    Point:3

    Artikel dan mindmap sangat bagus dan luar biasa

    ReplyDelete
  6. Materi dan mind mapp yang disajikan menarik, secara keseluruhan sudah ok. Sukses untuk maulana 😊
    Point mind mapp:3

    ReplyDelete