Friday, December 9, 2016

KEPUASAN KERJA


I.          PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Di era globalisasi ini  ditandai dengan perubahan-perubahan yang pesat pada kondisi perekonomian secara keseluruhan, hal ini telah menimbulkan suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh para pelaku ekonomi maupun industri.
Salah satunya adalah, bagaimana organisasi secara responsif menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan tidak hanya pada eksternal namun juga internal suatu perusahaan. Perubahan eksternal juga harus diikuti oleh perubahan internal perusahaan, salah satunya adalah tenaga kerja.
Optimalisasi tanggungjawab perusahaan dalam menghadapi tuntutan perkembangan di era globalisasi ini mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan secara matang kualitas sumber daya manusia. Ketersediaan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam suatu perusahaan, maka perlu adanya keterlibatan tenaga kerja  dalam menjalankan seluruh aktivitas perusahaan. Tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian perusahaan adalah kepuasan kerja para tenaga kerja. Tenaga kerja yang dalam bekerja tidak merasakan kenyamanan, kurang dihargai, dan tidak bisa mengembangkan segala potensi yang mereka miliki, maka secara otomatis karyawan tidak dapat fokus dan berkonsentrasi secara penuh terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Kepuasan kerja tenaga kerja dapat dilihat tidak hanya saat melakukan pekerjaan, tetapi terkait juga dengan aspek lain seperti interaksi dengan rekan kerja, atasan, mengikuti peraturan, dan lingkungan kerja. Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para tenaga kerja  terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya yang dapat terlihat dari sikap tenaga kerja terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan pekerjaan.

I.2 Rumusan Masalah     
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diambil rumusan  masalah sebagai berikut:
1.     Apa pengertian Kepuasan Kerja ?
2.     Jelaskan  Teori Kepuasan Kerja ?
3.     Sebutkan Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Kerja ?
4.     Bagaimana Pengukuran Kepuasan Kerja ?

I.3 TUJUAN
1. Untuk memahami konsep Kepuasan Kerja
2. Untuk mengetahui dan memahami teori kepuasan kerja
3. Untuk mengetahui factor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kepuasan kerja
4. Untuk mengetahui cara pengukuran kepuasan kerja

II.            PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Kepuasan Kerja      
Menurut (Hani Handoko,2000) berpendapat bahwa “kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka”. Perasaan tersebut merupakan cermin dari penyesuaian antara apa yang diperoleh dengan apa yang diharapkan.
Menurut (Suwarno dan Donni Juni Priansa,2011) “kepuasan kerja adalah cara individu merasakan pekerjannya yang dihasilkan dari sikap individu tersebut terhadap berbagai aspek yang terkandung dalam pekerjaan”. Pemahaman serupa juga dikemukakan oleh (Wibowo,2011) yaitu “kepuasan kerja adalah derajat positif atau negatifnya perasaan seseorang mengenai berbagai segi tugas-tugas pekerjaan, tempat kerja dan hubungan dengan sesama pekerja”.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian kepuasan kerja, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah cara individu merasakan pekerjaan yang dihasilkan dari sikap individu tersebut terhadap berbagai aspek yang terkandung dalam pekerjaan.
              II.2 Teori Kepuasan Kerja
                  Teori kepuasan kerja mengungkapkan apa yang membuat sebagian orang lebih puas terhadap suatu pekerjaan daripada beberapa orang yang lain. Ada beberapa teori tentang kepuasan kerja. Menurut (Veithzal Rivai ,2010), teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yaitu:
1)     Teori ketidaksesuaian (Discrepancy theory)
Teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.

2)     Teori keadilan (Equity theory)
Teori ini mengemukakan bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung pada ada atau tidaknya keadilan (equity) dalam suatu situasi, khususnya situasi kerja.
3)     Teori dua faktor (Two factor theory)
Teori ini kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan hal yang berbeda. Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan itu bukan suatu variabel yang kontinu. Teori ini merumuskan karakteristik pekerjaan menjadi dua kelompok yaitu satisfies atau motivator dan dissatisfies. Satisfies ialah faktor-faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari: pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, ada kesempatan untuk berprestasi, kesempatan memperoleh penghargaan dan promosi. Dissatisfies (hygiene factors) adalah faktor-faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan, terdiri dari: gaji/upah, pengawasan, hubungan antarpribadi, kondisi kerja dan status
Pendapat lain mengenai teori kepuasan kerja dijelaskan menurut (Wibowo,2011)  sebagai berikut:
1.     Two-Factor Theory
Teori dua faktor merupakan teori kepuasan kerja yang menganjurkan bahwa satisfaction (kepuasan) dan dissatisfaction (ketidakpuasan) merupakan bagian dari kelompok variabel yang berbeda, yaitu motivators dan hygiene factors.
2.     Value Theory
Menurut konsep teori ini kepuasan kerja terjadi pada tingkatan dimana hasil pekerjaan diterima individu seperti diharapkan.

II.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Kerja

Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan kerja karyawan pada dasarnya secara praktis dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari diri pegawai dan dibawa oleh setiap pegawai sejak mulai bekerja ditempatnya bekerja. Sedangkan faktor ekstrinsik menyangkut hal-hal yang berasal dari luar diri pegawai antara lain kondisi fisik lingkungan kerja, interaksinya dengan pegawai lain, sistem penggajian dan lainnya.
Menurut pendapat Gilmer (Moch. As’ad ,1995) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut:
1.     Kesempatan untuk maju.
2.     Keamanan kerja.
3.     Gaji.
4.     Manajemen kerja.
5.     Kondisi kerja.
6.     Pengawasan (supervisi).
7.     Faktor intrinsik dari pekerjaan.
8.     Komunikasi.
9.     Aspek sosial dalam pekerjaan.
10.  Fasilitas.

II.4 Pengukuran Kepuasan Kerja
   
    Tingkat kepuasan kerja karyawan dapat diketahui dengan cara mengukur kepuasan kerja karyawan tersebut. Pengukuran kepuasan kerja dapat berguna sebagai penentuan kebijakan organisasi. Pengukuran faktor kepuasan kerja dapat digunakan Job Descriptive Index (JDI), menurut Luthans (Husein Umar ,2010) ada lima, yaitu:
1) Pembayaran, seperti gaji dan upah.
2) Pekerjaan itu sendiri.
3) Promosi Pekerjaan.
4) Kepenyeliaan (supervisi).
5) Rekan kerja

    Sementara itu, untuk mengukur kepuasan kerja seorang karyawan menurut (Veithzal Rivai,2010 ) adalah menggunakan:
1) Isi pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang actual dan sebagai kontrol terhadap pekerjaan
2) Supervisi
3) Organisasi dan manajemen
4) Kesempatan untuk maju
5) Gaji dan keuntungan dalam bidang financial lainnya seperti adanya insentif
6) Rekan kerja
7) Kondisi pekerjaan

III.        KESIMPULAN
Kepuasan kerja itu penting dipelajari dalam kajian perilaku organisasi, karena dengan mengetahui kepuasan kerja maka akan memudahkan bagi organisasi untuk mengembangkan organisasinya tersebut.
Kepuasan kerja merupakan sebentuk rasa senang terhadap apa yang telah dikerjakannya, namun kepuasan kerja bersifat subjektif. Kepuasan antara individu satu dengan individu lainnya cenderung berbeda, karena setiap individu mempunyai kriteria kepuasan tersendiri dalam mengukur tingkat kepuasan hidupnya, namun kepuasan pegaawai dalam bekerja dapat dilihat dari bagaimana kinerja pegawai tersebut namun hal tersebut tidak menjamin pegawai merasa puas karena pada hakikatnya manusia tidak mempunyai rasa puas.
Kepuasan kerja (job satisfaction) mengacu pada keseluruhan sikap yang akan terjadi pada diri setiap individu secara umum terhadap pekerjaannya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja di antaranya kondisi kerja/lingkungan kerja, peraturan atau budaya organisasi serta karakteristik organisasi, kompensasi yang memuaskan, efisiensi kerja dan partner kerja.

IV.        DAFTAR PUSTAKA
Hani ,Handoko. (2000). Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Husein Umar. (2010). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Moch As’ad. (1995).Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty        

Nurbahar,Ristyahana. 2015. Kepuasan Kerja Karyawan di PT. POS Indonesia (PERSERO) Cabang Kebumen .Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta (Jurnal diakses tanggal 11 Desember 2016 )

Suwarno & Donni Juni Priansa. (2011). Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Veithzal, Rivai. (2010).Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Wibowo. (2011). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajagrafindo Persada.






4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. @A19-Ramlan
    Point = 2

    Isi artikel cukup menarik namun disayangkan tidak dilengkapi dg mindmap, kdpan nya tolong d lengkapi ya dan di tambah lg referensi pendukung nya.

    Regards :
    Ramlan

    ReplyDelete
  3. @A08-priyagung
    Point 3
    Artikel cukup lengkap, lanjutkan terus berkarya

    ReplyDelete