Wednesday, June 14, 2023

KUIS 11: PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM SEBUAH ORGANISASI

 Oleh : Nopi Febriani @AA17-Nopi


ABSTRAK

Peran komunikasi organisasi dalam membangun pengembangan organisasi yang lebih baik. Komunikasi organisasi adalah proses penerimaan dan pengiriman pesan dalam jaringan hubungan yang saling tergantung. Dalam menjalankan roda manajemennya, pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar proses komunikasi dalam organisasi dapat berjalan dengan baik, yaitu komunikasi antara manajer dengan bawahannya atau sebaliknya. Dalam perannya, manajer harus menguasai komunikasi yang efektif dan juga membaca dengan cermat situasi dan keadaan terkini agar manajer mengetahui cara menyampaikan informasi dengan benar dan informasi tersebut diterima dengan baik oleh karyawan. 

Kata kunci: Komunikasi, organisasi dan manajemen.

 

ABSTRACT

The role of organizational communication in building a better organizational development. Organizational communication is the process of receiving and sending messages in a network of interdependent relationships. In carrying out its management, leaders must have good communication skills so that the communication process within the organization can run well, namely communication between managers and their subordinates or vice versa. In their role, managers must master effective communication and also carefully read the current situation and circumstances so that managers know how to convey information correctly and that information is well received by employees.

Keywords: Communication, organization and management.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia tidak lepas dari yang namanya komunikasi dalam aktivitas kesehariannya. Dalam cara kerjanya, komunikasi merupakan suatu wilayah untuk membentuk atau menjalin interaksi antara satu orang dengan orang lain.Seseorang harus dapat melakukan komunikasi yang menyenangkan dan terstruktur agar orang lain dapat mengambilnya dengan baik sehingga tidak mengarah pada konflik atau perselisihan. Karena jika seseorang tidak mampu mempraktekkan komunikasi yang baik dan menyenangkan, maka mengarah pada diskusi atau diskusi dalam kehidupan sehari-hari, dan sebaliknya jika seseorang mampu mempraktekkan komunikasi yang baik, maka mengarah pada hubungan yang baik dalam kehidupan sehingga it works Individu merasa tenang dan tenang 

Suatu  organisasi  harus  memiliki  individu  yang  tanguh,  loyalitas  tanpa  batas, menegemen yang jelas, aktif dan partisipatif, dan totalitas dalam bekerja melaksanakan tugas  serta  kewajibannya.  Pemimpin  haruslah  dapat mlihat  serta memaksimalkan kemampuan  anggota ataupun  keahlian  yang dimiliki  oleh  bawahannya  hal  tersebut ditentuhkan  oleh  bagaimana   menegemen  yang  baik  didalamnya.  Oleh  kareana   itu seirang   pemimpin   harus   dapat   membimbing   serta   memberikan   motivasi   kepada bawahannya   agardapat  menyelesaikan tuganyadengan   baik  dan   meng hasilkan prestasi kerja serta tujuan yang diinginkan. (Furqon, 2003).

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dari uraian pendahuluan di atas, antara lain:

1) Apa pengertian dari komunikasi organisasi menurut pendapat ahli dan secara umum?

2) Apa saja jenis-jenis teori mengenai komunikasi organisasi?

3) Apa saja fungsi dan manfaat komunikasi dalam suatu organisasi dalam dunia kerja?

4) Bagaimana konsep komunikasi dalam suatu organisasi?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan pada penulisan ini, antara lain:

1) Untuk mengetahui definisi dari komunikasi organisasi dalam suatu organisasi.

2) Untuk mengetahui jenis-jenis teori mengenai komunikasi organisasi. 

3) Untuk mengetahui fungsi dan manfaat komunikasi dalam suatu organisasi dalam dunia kerja.

4) Untuk mengetahui bagaimana konsep komunikasi dalam suatu organisasi.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Organisasi

        Komunikasi organisasi adalah proses yang melibatkan pertukaran informasi, ide, dan pemahaman antara anggota organisasi dengan tujuan mencapai tujuan bersama. Pendapat ahli dan pandangan umum mengenai komunikasi organisasi menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kolaboratif.

        Menurut beberapa ahli, komunikasi organisasi merupakan inti dari keberhasilan suatu organisasi. Peter Drucker, seorang manajemen ahli, menyatakan bahwa "komunikasi adalah hal yang penting dalam organisasi karena tanpa komunikasi yang efektif, manusia tidak dapat bekerja sama dengan baik dan organisasi tidak dapat berfungsi dengan baik."

        Pandangan umum juga mengakui pentingnya komunikasi organisasi. Dalam organisasi yang baik, komunikasi yang baik diperlukan untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan organisasi kepada seluruh anggota. Komunikasi yang efektif juga membantu dalam membangun hubungan yang sehat antara atasan dan bawahan, serta memfasilitasi kolaborasi dan inovasi di antara anggota tim.

        Komunikasi organisasi juga berperan penting dalam mengatasi konflik dan memperbaiki masalah yang mungkin muncul di dalam organisasi. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan transparan, anggota organisasi dapat mengungkapkan pendapat, memecahkan masalah, dan mencapai konsensus yang menguntungkan semua pihak.

     Secara keseluruhan, komunikasi organisasi adalah fondasi yang kuat bagi keberhasilan suatu organisasi. Dengan komunikasi yang efektif, organisasi dapat mencapai kinerja yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan membangun hubungan yang baik antara anggota tim. 

B. Jenis- jenis Teori dalam komunikasi Organisasi

        Dalam komunikasi organisasi, terdapat berbagai jenis teori yang digunakan untuk memahami dan menganalisis proses komunikasi di dalam suatu organisasi. Berikut adalah beberapa jenis teori yang umum dalam komunikasi organisasi.

1. Teori Sistem
Teori sistem melihat organisasi sebagai sistem yang kompleks yang terdiri dari subsistem yang saling terkait. Dalam teori ini, komunikasi dianggap sebagai aliran informasi dan interaksi antara subsistem organisasi, seperti departemen, tim, atau individu. Tujuan dari teori sistem adalah untuk memahami bagaimana komunikasi mempengaruhi interaksi dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

2. Teori Struktural

Teori struktural fokus pada pengaruh struktur organisasi terhadap komunikasi. Teori ini menekankan pentingnya hierarki, peran, dan saluran komunikasi dalam organisasi. Teori struktural mempelajari bagaimana pola komunikasi diatur oleh struktur organisasi, serta bagaimana struktur tersebut mempengaruhi aliran informasi dan pengambilan keputusan.

3. Teori Sosial

Teori sosial dalam komunikasi organisasi menyoroti hubungan sosial dan dinamika kelompok dalam organisasi. Teori ini menekankan pengaruh norma sosial, peran, kekuasaan, dan budaya organisasi terhadap komunikasi. Tujuan dari teori sosial adalah untuk memahami bagaimana interaksi sosial mempengaruhi komunikasi dan pembentukan identitas individu di dalam organisasi.

4. Teori Interaksional

Teori interaksional memandang komunikasi sebagai proses yang kompleks antara individu-individu dalam konteks organisasi. Teori ini mencakup aspek verbal dan nonverbal komunikasi, serta dinamika komunikasi antara atasan dan bawahan. Tujuan dari teori interaksional adalah untuk memahami bagaimana komunikasi individu mempengaruhi hubungan, kepuasan kerja, dan kinerja dalam organisasi.

5. Teori Komunikasi Simbolik

Teori komunikasi simbolik menekankan pentingnya simbol dan makna dalam komunikasi organisasi. Teori ini berfokus pada bagaimana simbol dan pesan dapat diinterpretasikan dan diberi makna oleh anggota organisasi. Teori komunikasi simbolik juga memperhatikan pengaruh budaya, nilai, dan identitas organisasi dalam komunikasi.

CFungsi dan Manfaat Komunikasi Organisasi Dalam Dunia Kerja

        Komunikasi organisasi memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting dalam dunia kerja. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat utama komunikasi organisasi dalam konteks pekerjaan:

  1. Pengiriman Informasi: Komunikasi organisasi berperan dalam mengirimkan informasi yang penting dan relevan kepada anggota organisasi. Hal ini termasuk pemberian arahan, kebijakan perusahaan, tujuan organisasi, tugas dan tanggung jawab individu, dan berbagai informasi lainnya yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan efektif.
  2. Koordinasi dan Kolaborasi: Komunikasi organisasi membantu dalam koordinasi dan kolaborasi antara individu, tim, dan departemen yang berbeda. Dengan saluran komunikasi yang baik, anggota organisasi dapat berbagi informasi, ide, dan sumber daya, serta bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
  3. Pengambilan Keputusan: Komunikasi organisasi memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan. Dengan komunikasi yang efektif, anggota organisasi dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi solusi, dan memilih keputusan yang tepat. Komunikasi yang terbuka juga memungkinkan partisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan, meningkatkan kualitas keputusan dan penerimaan terhadap keputusan tersebut.
  4. Pemecahan Masalah: Komunikasi organisasi membantu dalam pemecahan masalah di dalam organisasi. Dengan saluran komunikasi yang terbuka, anggota organisasi dapat berbagi masalah, mencari solusi bersama, dan memperoleh masukan dari berbagai perspektif. Komunikasi yang efektif juga memfasilitasi aliran informasi yang cepat, sehingga masalah dapat diidentifikasi dan ditangani dengan efisien.
  5. Motivasi dan Keterlibatan: Komunikasi organisasi berperan dalam memotivasi anggota organisasi dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan. Komunikasi yang jelas dan terbuka mengkomunikasikan harapan, tujuan, dan penghargaan kepada anggota organisasi. Hal ini dapat membangkitkan motivasi, meningkatkan rasa kepemilikan, dan menciptakan ikatan emosional antara individu dan organisasi.
  6. Membangun Budaya Organisasi: Komunikasi organisasi membantu dalam membangun dan memelihara budaya organisasi yang positif. Komunikasi yang teratur dan konsisten tentang nilai-nilai, norma, dan keyakinan organisasi mempengaruhi bagaimana anggota organisasi berperilaku, bekerja sama, dan berinteraksi satu sama lain. Komunikasi yang baik juga memfasilitasi pengakuan dan apresiasi terhadap kontribusi individu, memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan kepuasan kerja.

D. Konsep Komunikasi Dalam Organisasi

      Goldhaber (1993)  menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses untuk menciptakan serta saling menukar informasi maupun pesan dalam suatu jaringan yang bergantung antara satu sama lain. Goldhaber menjelaskan pula bahwa komunikasi organisasi memiliki tujuan untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah. Ia mengemukakan konsep organisasi menjadi tujuh konsep yang dijelaskan sebagai berikut:

1)    Pengirim dan Penerima: Komunikasi melibatkan pengirim yang mengirim pesan dan penerima yang menerima pesan tersebut. Pengirim adalah orang atau entitas yang ingin menyampaikan informasi, sedangkan penerima adalah pihak yang ditujukan untuk menerima dan memahami pesan tersebut. Kedua belah pihak memiliki peran penting dalam memastikan pesan disampaikan dengan jelas dan dipahami dengan benar.

2)    Pesan: Pesan adalah informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat berupa kata-kata lisan, tulisan, gambar, simbol, atau bentuk komunikasi lainnya. Penting untuk menyampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan relevan agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh penerima.

3)    Saluran Komunikasi: Saluran komunikasi merujuk pada medium atau cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi dapat berupa komunikasi lisan, tulisan, elektronik, atau kombinasi dari berbagai media. Pemilihan saluran komunikasi yang tepat penting untuk memastikan pesan sampai ke penerima dengan efektif dan efisien.

4)    Konteks Komunikasi: Konteks komunikasi mencakup kondisi, lingkungan, dan situasi di mana komunikasi terjadi. Konteks organisasi dapat mencakup struktur organisasi, budaya, peran, kekuasaan, dan norma-norma yang ada dalam organisasi. Memahami konteks komunikasi organisasi membantu dalam menyesuaikan gaya dan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan situasi yang ada.

5)    Gangguan atau Hambatan Komunikasi: Gangguan atau hambatan komunikasi adalah faktor-faktor yang menghalangi atau mengganggu proses komunikasi yang efektif. Hambatan komunikasi dapat berupa kebisingan fisik, perbedaan bahasa, kurangnya kejelasan pesan, perbedaan persepsi, atau ketidakmampuan mendengarkan secara aktif. Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan komunikasi penting untuk memastikan komunikasi yang efektif di dalam organisasi.

6)    Umpan Balik: Umpan balik adalah respons atau tanggapan yang diberikan oleh penerima terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik membantu pengirim memahami sejauh mana pesan telah dipahami dan apakah tujuan komunikasi telah tercapai. Umpan balik yang efektif dan konstruktif memungkinkan perbaikan dan penyesuaian dalam proses komunikasi.

7)    Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan bahasa, sedangkan komunikasi nonverbal melibatkan ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahasa tubuh, dan kontak mata. Keduanya berperan penting dalam komunikasi organisasi, dan pemahaman terhadap kedua aspek tersebut.

KESIMPULAN

Komunikasi adalah semangat kelangsungan organisasi. Suatu organisasi tidak dapat berfungsi tanpa komunikasi. Komunikasi organisasi sendiri merupakan jaringan komunikasi antara orang-orang yang saling bergantung dalam konteks organisasi. Komunikasi organisasi juga mencakup pengiriman dan penerimaan pesan, yang tujuannya adalah bekerja sama untuk mencapai hasil yang ditentukan oleh organisasi. Keberhasilan suatu organisasi tergantung pada bagaimana anggotanya menggunakan komunikasi yang baik. Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan suatu organisasi. Keberhasilan organisasi tergantung pada bagaimana individu telah mengembangkan komunikasi dalam organisasi. Semakin baik komunikasinya, semakin baik pula hasilnya. Jika komunikasi dalam organisasi kurang baik atau buruk, maka juga akan menjadi hambatan bagi kemajuan organisasi. Oleh karena itu, komunikasi yang terkelola harus dipersiapkan untuk membangun organisasi dan mencapai hasil yang diharapkan. 


DAFTAR PUSTAKA

Awang, M.   S.,   &   Abdullah, Z.   (2012).   Hubungan Antara   Pertimbangan   Pemimpin, Pertukaran  Komunikasi dan Komitmen  Organisasi. Jurnal Komunikasi= Malaysian Journal of Communication, 28(1), 121–136.

Faturahman, B. M. (2018). Kepemimpinan dalam Budaya Organisasi. Madani Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 10(1), 1–11

Furqon, C. (2003). Hakikat Komunikasi Organisasi. Hakikat Komunikasi Organisasi, 2(15), 1–9.


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.