Friday, April 29, 2016

Mind Map Analisis Pekerjaan


Artikel Analisis Pekerjaan

Analisis Pekerjaan di PT LAB IND

Oleh: Renward Panyel Siahaan

            Perusahaan akan berkembang apabila didukung dengan pekerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang tepat untuk mengisi pekerjaan tersebut. Pekerja yang tepat dapat diperoleh atau ditempatkan dengan melakukan analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan (job analysis) perlu dilakukan agar dapat mendesain organisasi serta menetapkan uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan.
          Analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan. Analisis pekerjaan akan memberikan informasi mengenai uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan bahkan dapat memperkirakan pengayaan atau perluasan pekerjaan dan penyederhanaan pekerjaan pada masa yang akan datang.
            Analisis pekerjaan menurut amstrong adalah sebuah teknik manajemen yang amat penting karena analisis pekerjaan akan menghasilkan informasi yang amat diperlukan untuk mendesain atau mengembangkan organisasi, rekrutmen, manajemen kinerja, pelatihan dan pengembangan, serta penggajian.  Manfaat analisis pekerjaan yaitu dapat menggolongkan pekerjaan untuk menentukan latihan apa yang diperlukan, untuk menetapkan upah atau gaji, menetapkan hubungan kerja sehingga mempermudah dalam menggariskan kebijaksanaan kenaikan pangkat, pemindahan dan pemberian tugas, mendapatkan fakta-fakta pekerjaan yang berisiko, penilaian pekerjaan, penetapan alat-alat yang diperlukan, merencanakan penerimaan pegawai. Tujuan analisis pekerjaan adalah Job Description, Job Classification, Job Evaluation, Job Design Restructuring, Personnel Requirement / Sepesification, Performance Appraisal, Worker Training, Worker Mobility, Efficienci, Safety, Human Resource Planning dan Legal.
1. Job Description. Berisi informasi identifikasi, riwayat, kewajiban-kewajiban, pertanggungjawaban, spesifikasi, atau standar-standar pekerjaan.
2. Job Classification. Pengelompokan, pengkelasan, dan jenis-jenis pekerjaan berdasar rencana sistematika tertentu.
3. Job Evaluation. Merupakan prosedur klasifikasi pekerjaan berdasarkan kegunaan di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.
4. Job Design Restructuring. Meliputi usaha-usaha untuk merelokasi dan merestrukturalisasi kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.
5. Personnel Requirement / Sepesification. Spesifikasi ini adalah kualifikasi minimal untuk suatu pekerjaan. Penyusunan persyaratan atau spesifikasi tertentu bagi suatu pekerjaan.
6. Performance Appraisal. Penilaian sistematis yang dilakukan oleh para supervisor terhadap performansi pekerjaan dari para pekerja. Tujuan penting dari penilaian performansi adalah mempengaruhi performansi para pekerja melalui keputusan-keputusan administrasi.
7. Worker Training. Dilakukan untuk tujuan-tujuan pelatihan, yaitu mengambangkan keterampilan-keterampilan tertentu, dan mempengaruhi perilaku dari individu-individu dalam organisasi sedemikian rupa sehingga perilaku individu-individu tersebut memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi.
8. Worker Mobility. Analisis pekerjaan diperlukan untuk mendukung mobilitas pekerja dalam karir, yang meliputi dinamika posisi-posisi, okupasi-okupasi, dan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
9. Efficienci. Suatu pekerjaan disebut efesien apabila mencakup integrasi proses kerja yang optimal dan didukung perencanaan yang baik dalam keamanan peralatan dari fasilitas fisik lainnya. Proses pengintegrasian pekerjaan perlu memperhatikan efesiensi tentang prosedur-prosedur kerja, susunan kerja, dan juga prosedur-prosedur kerja sebagai referensi tertentu pada aktivitas-aktivitas pekerjaan.
10. Safety. Fokus perhatian safety lebih dititikberatkan pada penghentian, mengeliminasi, atau menghindari kondisi-kondisi fisik, kondisi-kondisi lingkungan, dan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman.
11. Human Resource Planning. Perencanaan SDM akan selalu meliputi upaya perencanaan agar memperoleh the right mans in the right places and in the right times untuk mencapai kemanfaatan yang sebesar-besarnya atas keberadaan SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan.
12. Legal. Analisis pekerjaan juga diperlukan untuk menyusun regulasi-regulasi dan berbagai ketentuan organisasional.
            Deskripsi pekerjaan merupakan uraian pekerjaan yang menggambarkan tugas-tugas, tanggung jawab, syarat-syarat kerja dan kegiatan pekerjaan utama. Informasi yang didapat dari deskripsi pekerjaan yaitu identifikasi pekerjaan atau jabatan, hubungan tugas dan tanggung jawab, standar wewenang pekerjaan, syarat kerja diuraikan dengan jelas, ringkasan pekerjaan atau jabatan, dengan menguraikan bentuk umum pekerjaan dengan hanya mencantumkan fungsi-fungsi dan aktifitas utamanya, penjelasan jabatan dibawah dan diatasnya (Gunawan 2014). Deskripsi pekerjaan di PT. Lab IND untuk divisi RSL pada jabatan Engineer laboratorium berdasarkan analisis pekerjaan yaitu melakukan preparasi contoh uji, analisa contoh secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan alat instrumen yaitu GC-MS, HPLC-MS, ICP, ICP-OES, XRF, AAS. Kemudian membuat laporan hasil analisa yang akan dikirimkan kepada buyer. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh pekerja yang mempunyai latar pendidikan di bidang kimia, dan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan alat instrument. Informasi mengenai deskripsi pekerjaan untuk semua jabatan terdapat pada tujuan pekerjaan, wewenang, tugas dan tanggung jawab. Sedangkan informasi mengenai spesifikasi pekerjaan terdapat pada keahlian yang dibutuhkan, pendidikan yang dimiliki dan kemampuan dasar yang harus dimiliki.






Daftar Pustaka
Dessler, Gary. 2004. Human Resource Management. 2003. New Jersey: Pretince Hall Upper Saddle  
                        River.
Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Gunawan, Iwenas J.L. 2014. Analisa Pekerjan Dan Desain Pekerjaan di PTChandra Elc di                                        SidoarjoJurnal Agora Vol.2 No.1


Thursday, April 21, 2016

Manajemen Karir Kekinian

Abstrak
Ekstensi atau keberlangsungan organisasi di masa depan sangat bergantung pada SDM di dalamnya. SDM pada sebuah organisasi dapat mengalami kemunduran dan akhirnya tersisih karena ketidakmampuan menghadapi pesaing.

Sunday, April 17, 2016

5 Langkah Mudah Untuk Sukses dalam Manajemen Kinerja


5 Langkah Mudah Untuk Sukses dalam Manajemen Kinerja

Lima area kunci Manajemen Kinerja adalah perencanaan, pemantuan, pengembangan, penilaian, dan penghargaan karyawan .

Friday, April 15, 2016

Betti Alisjahbana: Succession Planning

Berikut tayangan dari Leadership Series dengan pembicara Betty Alisjahbana (pendiri Quantum Business International) :

Betty Alisjahbana (Tokoh Indonesia)
Betty Alisjahbana (Blogspot)
Betty Alisjahbana (Wikipedia) 



 

Job Analisis


Manajemen Karir

Upaya mencapai kesuksesan karir 

Semakin kompleks dan menantang pekerjaan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut menganggap karir bukan sebagai bagian dari hidupnya, tetapi sebagai hidupnya.

Analisa Pekerjaan

Analisa Jabatan (Job Analysis)
Jabatan atau pekerjaan merupakan hal yang penting dalam organisasi untuk mencapai tujuannya. MSDM membutuhkan informasi tentang keseluruhan jabatan yang ada di perusahaan dan jabatan perlu didesain agar dapat memotivasi kinerja para anggotanya.

Mind Maps : Manajemen Karir Kekinian


Mind Maps : Analisis Jabatan Yang Optimal


Analisis Jabatan yang Optimal

Abstrak
Mengutip kata-kata bijak dari Albert Einstein, bahwa “Hidup itu laksana naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, kamu harus tetap bergerak”.

Mind Map Analisis Jabatan


Analisa Pekerjaan

Salah satu alasan utama berdirinya suatu organisasi adalah untuk dapat mencapai suatu tujuan. Usaha untukmencapai tujuan tersebut dilaksanakan melalui pelaksanaan berbagai macam tugas. Sebagaimana elemen organisasi yg lain,

Pelatihan dan Pengembangan

Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas mulai mendapat sorotan dan perhatian khusus terutama bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan mendesak akan sumber daya manusia yang berkualitas.

Analisis Pekerjaan


Pemahaman Tentang Manajemen Karir

PENGERTIAN

Manajemen Karir adalah proses untuk membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih baik keahlian dan minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian da minat ini dengan cara yang paling efektif.