Tuesday, May 31, 2016

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Bagi Karyawan


Oleh: Adrina Wita Hilderia S

ABSTRAK

Menurut Baron & Byrne (1994) ada dua kelompok faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Faktor pertama yaitu faktor organisasi yang berisi kebijaksanaan perusahaan dan iklim kerja.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Bagi Karyawan


Monday, May 30, 2016

Manajemen Talenta


Manajemen Talenta

Oleh : Sylvia Della


A. Latar Belakang
Talenta adalah unsur terbesar yang membentuk kekuatan SDM, unsur lainnya adalah pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) 11 yang dapat diperoleh melalui proses pengembangan SDM. Dalam kamus bahasa Indonesia,  talenta adalah kecerdasan bawan sejak lahir.

Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja

Oleh : Sylvia Della



A. PENGERTIAN KEPUASAN KERJA

Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu.

PENGARUH MOTIVASI KERJA PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Pada Sekretariat Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan)



Disusun berdasarkan artikel ilmiah tulisan : Titien Maryati, Program Studi Kehutanan , Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat JL.A. Yani Km 36 Banjarbaru - 
Jurnal Hutan Tropis Volume 13 No. 1 Maret 2012 

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA AKUNTAN PEMERINTAH (STUDI EMPIRIS PADA AKUNTAN BPKP)

Oleh: Nadia Amira Hapsari


KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU PEMBIMBING PADA SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG


Sumber :


Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher: Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)




PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL, DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI BALAI PELAKSANA TEKNIS BINA MARGA WILAYAH MAGELANG


Jurnal ilmiah akutansi vol 1, No 3 (2010) : universitas kristen maranatha


Pengaruh Kompensasi, Motivasi, dan Kepemimpinan terhadap Efektivitas Kerja

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT MITSUBA INDONESIA PIPE PARTS DI BEKASI JAWA BARAT


PENGARUH PEMBINAAN BERKELANJUTAN, SUPERVISI PENGAWAS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI UPT DISDIKPORA KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA


Pengaruh Komitmen Organisasional, Disiplim Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja


Essence of Leadership and Sucession Planning (Mind Map)


Sunday, May 29, 2016

EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN

Journal TN Rini, HS Widiana-HUMANITAS (Journal Psikolog Indonesia), 2012.
HUMANITAS Vol.VIII No.1 Januari 2011

Saturday, May 28, 2016

Mind map Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja
Kepuasan dalam bekerja merupakan keinginan yang wajar bagi setiap karyawan. Secara sederhana kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaannya (Robbins 1996).

Peningkatan Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja (Mind Map)


Kepuasan Kerja (Artikel)

Definisi Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup, karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Berikut ini beberapa pengertian kepuasan kerja yang diambil dari beberapa sumber:

Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja - Salah satu sarana penting pada manjemen sumber daya manusia dalam sebuah orgaisasi adalah terciptanya kepuasan kerja para pegawai/ karyawan. Berikut pengertian-pengertian kepuasan kerja menutur beberapa pakar.

Manajemen Kinerja


Manajemen Karir


Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup, karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Berikut ini beberapa pengertian kepuasan kerja yang diambil dari beberapa sumber:

Kepuasan Kerja

1. Pengertian Kepuasan Kerja

    Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya (Robbins& Judge, 2008:107).

Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja dan Faktor yang Mempengaruhinya


Oleh: Sumaryono

Kepuasan kerja karyawan merupakan masalah penting yang diperhatikan dalam hubungannya dengan produktivitas kerja karyawan dan ketidakpuasan sering dikaitkan dengan tingkat tuntutan dan keluhan pekerjaan yang tinggi. Pekerja yang memiliki tingkat ketidakpuasan tinggi lebih memungkinkan untuk melakukan sabotase.

Kepuasan Kerja

    1.    Definisi Kepuasan Kerja
    ·       Newstrom : mengemukakan bahwa “job satisfaction is the favorableness or unfavorableness with employes view their work”.

Kepuasan Kerja


Friday, May 27, 2016

Motivasi Kerja

1.  Motivasi Kerja
Dalam sejarah teory motivasi berkembang di era tahun 1950-an, dimana proes dan formulasi telah terbentuk ketika itu.

Motivasi Kerja



Motivasi Kerja

Menurut Hasibuan (1999:95) menyebutkan bahwa motivasi kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja  seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.

Motivasi Kerja


Motivasi Kerja


Motivasi Kerja Para Karyawan

5 Jenis Motivasi Kerja Karyawan yang Harus Anda Ketahui

Ada puluhan juta karyawan di Indonesia. Mereka bekerja dengan beragam motivasi. Apa saja itu? Dari pengalaman saya bekerja sebagai karyawan setidaknya ada lima jenis motivasi kerja karyawan.

Motivasi Kerja


abstrak motivasi kerja




Definisi Motivasi Kerja - Kinerja
Kinerja adalah salah satu yang dilakukan oleh seseorang atau pegawai yang mengerjakan pekerjaannya hingga optimal atau juga prestasi yang digapai seorang pegawai. Selain itu, kinerja juga harus mempunyai kualitas kerja yang sangat baik. Dengan kualitas kinerja yang optimal, maka kinerja pegawai tersebut harus mendapatkan penilaian terhadap sejauh mana hasil yang dikerjakannya dari sisi ketelitiannya, kerapian kerja, dan keterampilan kerja.
Selain itu, dalam kinerja juga terdapat kuantitas kerja. Dengan kuantitas kerja ini, seorang pegawai dilihat dalam suatu pekerjaannya yang dinilai dan direspons sejauh mana proses kuantitas kerjanya dalam melaksanakan tugas suatu pekerjaan yang diberikan mendekati target yang telah ditentukan.
Dengan kita mempunyai kinerja dan kuantitas kerja yang baik, maka satu lagi yang harus Anda miliki adalah kemampuan kerja yang dinilai atau direspons untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam suatu pekerjaan untuk menghadapi tantangan dalam tugas yang diemban.
Ada hal yang paling utama dalam sebuah pekerjaan, yaitu suatu tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab ini dinilai sangat tinggi. Dengan adanya tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan, maka pegawai telah menjalankan tugas suatu pekerjaannya dengan baik.
Definisi motivasi kerja ini seringkali disebut dengan dorongan yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku. Di dalam suatu tingkah laku manusia ini, ada beberapa tujuan tertentu. Maka dalam setiap tindakan yang dibuat oleh manusia adalah suatu motivasi.
Sumber : anneahira.com diakses jumat 27 mei 2016 pukul 20:00 wib

Mind Map : Motivasi Kinerja Dengan Coaching


MIND MAP KEPUASAN KERJA


KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA DAN PRODUKTIVITAS



Menurut Koesmono (2005) Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja, untuk itu perusahaan harus berusaha menjamin agar faktor-faktor yang berkaitan dengan produktivitas tenaga kerja dapat dipenuhi secara maksimal. Kualitas sumber daya manusia akan terpenuhi apabila kepuasan kerja sebagai unsur yang berpengaruh terhadap kinerja dapat tercipta dengan sempurna. Salah satu sarana penting pada manjemen sumber daya manusia dalam sebuah orgaisasi adalah terciptanya kepuasan kerja para pegawai/ karyawan.  
http://4.bp.blogspot.com/-RcPBTszsFBk/Ugzd7taR1JI/AAAAAAAAAWg/APG85AG1sb8/s1600/i+love+my+job+mr+gyd.png
Membahas kepuasan kerja tidak akan terlepas dengan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang. Dalam perusahaan produktivitas individu maupun kelompok sangat mempengaruhi kinerja perusahaan hal ini disebabkan oleh adanya proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Mengingat permasalahannya sangat komplek sekali, maka pihak-pihak yang terlibat
dalam proses produksi harus cermat dalam mengamati sumber daya yang ada. Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja, sehingga pengusaha harus menjaga factor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja dapat terpenuhi secara maksimal.
Persoalan kepuasan kerja akan dapat terlaksana dan terpenuhi apabila beberapa variabel yang mempengaruhi mendukung sekali. Variabel yang dimaksud adalah Culture dan Motivation. Dapat dikatakan pula bahwa secara tidak langsung ketiga variabel tersebut mempengaruhi kinerja seseorang dan pada ujung-ujungnya kinerja perusahaan dapat tercapai dengan baik. Sehubungan dengan hal tersebut, agar karyawan selalu konsisten dengan kepuasannya maka setidak-tidaknya perusahaan selalu memperhatikan lingkungan di mana karyawan melaksanakan tugasnya misalnya rekan kerja, pimpinan, suasana kerja dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya.

1.    Pengertian Kepuasan Kerja
Menurut Koesmono (2005) Kepuasan kerja itu sendiri sebenarnya mempunyai makna apa bagi seorang pekerja ?, ada dua kata yaitu kepuasan dan kerja. Kepuasan adalah sesuatu perasaan yang dialami oleh seseorang, dimana apa yang diharapkan telah terpenuhi atau bahkan apa yang diterima melebihi apa yang diharapkan, sedangkan kerja merupakan usaha seseoranguntuk mencapai tujuan dengan memperoleh pendapatan atau kompensasi dari kontribusinya kepada tempat pekerjaannya.
Dole and Schroeder (2001) dalam Koesmono (2005); Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya, sedangkan menurut Testa (1999)dan Locke (1983); Kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan. Nasarudin (2001); Igalens and Roussel (1999); Job satisfaction may be as a pleasurable ar positive emotional state resulting from the appraisal of one’s job or job experiences. Dalam pernyataan tersebut mengandung makna bahwa kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi yang positif atau dapat menyenangkan yang dihasilkan dari suatu penilaan terhadap pekerjaan atau pengalaman-pengalaman kerja seseorang.
Ward and Sloane (1999) dalam Koesmono (2005); elemen of job satisfaction : (1) relationship with colleagues; (2) relationship with head of department;(3) ability and efficiency of head of department; (4) hours of work; (5) opportunity to use initiative; (6) Promotion prospects; (7) salary; (8); job security; (9) actual work undertaken; (10) overall job satisfaction. Penelitian Linz (2002); mengatakan bahwa secra positif  sikap terhadap kerja ada hubungan positif dengan kepuasan kerja. Pada dasarnya makin positif sikap kerja makin besar pula kepuasan kerja, untuk itu berbagai indikator dari kepuasan kerja perlu memperoleh perhatian khusus agar pekerja dapat meningkatkan kinerjanya. Pada umumnya seseorang merasa puas dengan pekerjaanya karena berhasil dan memperoleh penilaiaan yang adil dari pimpinannya.

2.    Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Faktor-faktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada karyawan bergantung pada  pribadi masing-masing karyawan (Sutrisno, 2009:82).
Faktor-faktor yang memberikan kepuasan menurut Blum (1956) dalam As'ad (1999) adalah:
  1. Faktor individual, meliputi umur, kesehatan, watak, dan harapan; 
  2. Faktor sosial, meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan bereaksi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan; 
  3. Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju.
Ada dua faktor yang mempengaruhui kepuasan kerja, yaitu faktor yang ada pada diri pegawai dan faktor pekerjaannya (Mangkunegara, 2009:120).
  1. Faktor pegawai, yaitu kecerdasan (IQ), kecerdasan khusus, umur, jenis kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian, emosi, cara berfikir, persepsi, dan sikap kerja. 
  2. Faktor pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat (golongan), kedudukan, mutu pengawasan, jaminan finansial, kesempatan promosi jabatan, interaksi sosial, dan hubungan kerja.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah (Sutrisno, 2009: 82-84):
  1. Kesempatan untuk maju. Dalam hal ini, ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama kerja.
  2. Keamanan kerja. Faktor ini disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi karyawan. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja.
  3. Gaji. Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
  4. Perusahaan dan manajemen. Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil.
  5. Pengawasan. Sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turnover.
  6. Faktor Intrinsik dari pekerjaan. Atribut yang ada dalam pekerjaan mensyaratkan keterampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas dapat meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
  7. Kondisi kerja. Termasuk di sini kondisi kerja tempat, ventilasi, penyiaran, kantin dan tempat parkir.
  8. Aspek sosial dalam pekerjaan. Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam bekerja.
  9. Komunikasi. Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.
  10. Fasilitas. Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.

Daftar Pustaka
Koesmono, Teman. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah Di Jawa Timur. dalam http.ced.petra.ac.id/index.php/man/article/view/16362 (diakses 27, April 2016: 03.00 pm)
Riadi, Muchlisin. 2015. Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja. Dalam http://www.kajianpustaka.com/2013/09/pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi-kepuasan-kerja.html (diakses 28 April 2016; 7:00 am)

MIND MAP MOTIVASI KERJA


MOTIVASI KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA

Menurut Mathis (2006) dalam Primajaya (2010) dalam Fauziah (2013) ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja, (1) kemampuan meliputi: bakat, minat, faktor kepribadian, (2) usaha yang dicurahkan meliputi : motivasi, etika kerja, kehadiran, rancangan tugas, (3) dukungan organisasi meliputi: pelatihan dan pengembangan, peralatan dan teknologi, standar kinerja, serta manajemen dan rekan kerja..
Menurut Fauzia (2013) Motivasi juga merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, karena jika ditinjau lebih lanjut, terdapat kecenderungan bahwa karyawan yang mempunyai motivasi tinggi mampu mencapai prestasi kerja yang tinggi, sebaliknya mereka yang mempunyai motivasi rendah kurang mampu dalam memenuhi target yang diterapkan perusahaan. 
 
1.      Pengertian Motivasi
Robbins (2006:213) dalam Fauziah (2013) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang ikut menentukan intensitas, arah dan ketekunan mahasiswa dalam usaha mencapai sasaran. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa motivasi mengandung tiga unsur kunci yaitu intensitas, arah dan berlangsung lama. Intensitas terkait dengan seberapa keras seseorang berusaha. Hal ini adalah unsur yang mendapat perhatian paling besar jika berbicara mengenai motivasi, akan tetapi intensitas yang tinggi kemungkinan tidak akan menghasilkan kinerja yang diinginkan jika upaya tersebut tidak disalurkan ke arah yang menguntungkan dan oleh karena itu perlu mempertimbangkan kualitas upaya tersebut maupun intensitasnya. Upaya yang diarahkan ke sasaran dan konsisten dengan sasaran yang ingin dicapai adalah hal yang harus dilakukan. Pada akhirnya, motivasi memiliki dimensi berlangsung lama.
Berdasarkan pengertian di atas menurut Fauziah (2013) dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud motivasi kerja adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan bekerja individu atau kelompok terhadap pekerjaan guna mencapai tujuan. Motivasi kerja karyawan  adalah kondisi yang membuat karyawan  mempunyai kemauan/kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu melalui pelaksanaan suatu tugas. Motivasi kerja karyawan  akan mensuplai energi untuk bekerja/mengarahkan aktivitas selama bekerja, dan menyebabkan seorang karyawan  mengetahui adanya tujuan yang relevan antara tujuan organisasi dengan tujuan pribadinya.

 
2.      Teori Motivasi Kerja
Maslow dalam Robbins (2006: 214) dalam Fauziah (2013) menyatakan bahwa dalam diri semua orang terdapat lima jenjang kebutuhan yaitu :
  • Psikologis, antara lain rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), seks dan kebutuhan jasmani lain. 
  • Keamanan, antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. 
  • Sosial, mencakup kasih sayang, rasa memiliki, diterima baik dan persahabatan. 
  • Penghargaan, mencakup faktor penghormatan diri seperti harga diri, otonomi dan prestasi serta penghormatan dari luar seperti misalnya status, pengakuan dan perhatian 
  • Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi seseorang/sesuatu sesuai ambisinya yang mencakup pertumbuhan, pencapaian potensi dan pemenuhan kebutuhan diri.
 Dari sudut pandang motivasi, teori tersebut diatas mengatakan bahwa meskipun tidak ada kebutuhan yang dapat dipenuhi sepenuhnya namun kebutuhan  tertentu yang telah dipuaskan secara substansial tidak lagi menjadi pendorong motivasi. Maslow dalam Robbins (2006:115) memisahkan kelima kebutuhan tersebut di atas sebagai tingkat tinggi dan tingkat rendah. Kebutuhan psikologis dan kebutuhan akan keamanan digambarkan sebagai kebutuhan tingkat rendah sementara kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri didudukkan ke dalam tingkat tinggi. Pembedaan antara kedua tingkat tersebut berdasarkan alasan bahwa kebutuhan tingkat tinggi dipenuhi secara internal (dalam diri orangtersebut) sedangkan kebutuhan tingkat rendah terutama dipenuhi secara eksternal (misalnya dengan upah, kontrak kerja dan masa kerja).


Motivasi kerja merupakan suatu dorongan untuk melakukan suatu pekerjaan. Motivasi kerja erat hubungannya dengan kinerja atau performansi seseorang. Pada dasarnya motivasi kerja seseorang itu berbeda-beda. Ada motivasi kerjanya tinggi dan ada motivasi kerjanya rendah, bila motivasi kerjanya tinggi maka akan berpengaruh pada kinerja yang tinggi dan sebaliknya jika motivasinya rendah maka akan menyebabkan kinerja yang dimiliki seseorang tersebut rendah. Jika karyawan  mempunyai motivasi kerja tinggi maka ia akan bekerja dengan keras, tekun, senang hati, dan dengan dedikasi tinggi sehingga hasilnya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Kinerja seorang karyawan akan baik apabila kebutuhannya untuk berprestasi (achievement), untuk mendapatkan kekuasaan (power) dan untuk  afiliasi (affilition) terpenuhi. Apabila kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi dalam diri seorang karyawan, maka karyawan akan menjadi termotivasi bekerja dan bersedia melaksanakan kegiatan kerja dengan kinerja yang baik. Seseorang yang sangat termotivasi, yaitu orang yang melaksanakan upaya optimal untuk mencapai kinerjanya. Seseorang yang tidak termotivasi, hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Bila sekelompok karyawan dan atasannya mempunyai kinerja yang baik, maka akan berdampak pada kinerja perusahaan yang baik pula (Robbins, 2006:117).

Daftar Pustaka