Friday, October 14, 2016

Perkembangan Manajemen Karir


A.    Pengertian
Karir didefinisikan sebagai serangkaian pekerjaan yang dimiliki seseorang selama masih mampu aktif melakukan pekerjaan (Mondy and Noe, 1993). Untuk memperoleh karir yang baik di organisasi tanpa batas, semua orang harus melakukan manajemen karir pada dirinya dengan baik. Disamping itu pihak manajer juga harus memberlakukan manajemen karir yang baik untuk bawahannya. Manajemen karir adalah suatu proses untuk membuat yakin bahwa organisasi akan mempunyai orang yang tepat dengan ketrampilan (skill) yang tepat pada waktu yang tepat, dan semua anggota organisasi saling membantu untuk mencapai sesuatu yang dianggap tepat (Mayo, Andrew. 1992).
Orang-orang didalam organisasi  harus menyadari bahwa kompetensi seseorang sangat mempengaruhi prestasi kerja individu, bukan berdasar pada berapa macam tugas yang dia kerjakan. Dalam organisasi lama kompetensi seseorang akan muncul pada saat organisasi menjajikan atau menyediakan kompensasi tertentu. Dalam organisasi baru seseorang dituntut sadar dan mengenali kompetensi yang ada pada dirinya, dan begitu ada tugas yang diberikan dia akan segera mengerjakannya tanpa banyak memperhatikan posisi atau jabatan yang bisa dia terima. Orang-orang dalam organisasi sekarang juga dituntut untuk lebih bisa beradaptasi, fleksibel menghadapi perubahan lingkungan dengan tetap memperhatikan tujuan organisasi.

B.     Karakteristik Manajemen Karir Tradisional
Barner, Robert (1999) mengemukakan karakteristik-karakteristik model manajemen karir tradisional sebagai berikut :
1.      Berasumsi jalur karir ( career path) yang tetap, karena diasumsikan bahwa perubahan lingkungan bersifat gradual, incremental, dan dapat diprediksi.
2.      Kkeberhasilan karir diidentikan dengan  jumlah tropi atau penghargaan yang terkumpul.
3.      Berfokus pada tujuan jangka panjang yang tetap.
4.      Menciptakan suatu karir yang linear, yaitu kenaikan karir sesuai dengan tahapan jenjang jabatan dalam struktur organisasi
5.      Meyakini bahwa tujuan tergantung pada usia.
6.      Mengembangkan rencana yang kaku dengan pengembangan tujuan yang tidak pernah diuji ulang.
7.      Arah kemajuan melalui external career markers.
8.      Berasumsi bahwa organisasi akan merencanakan dan mengarahkan karir dan mereka menggantungkan karirnya pada perusahaan.
            Dengan karakteristik yang dimiliki oleh model manajemen karir tradisional, semua orang, manajer dan  karyawan  tidak dapat berkarir dengan baik karena perubahan-perubahan yang terjadi pada kegiatan bisnis sekarang ini tidak dapat diikuti oleh mereka yang meyakini dan melaksanakan model manajemen karir tradisional.

C.    Karakteristik Manajemen Karir Baru
Dalam manajemen karir baru, karyawan tidak hanya sebagai perencana karir saja, melainkan sebagai career strategist.  Barner, Robert (1999), mengemukakan karakteristik-karakteristik model manajemen karir baru yaitu :
1.      Menggambarkan jalur karir ( career path) yang terputus dan berubah, dengan perubahan lingkungan yang tidak dapat diprediksi, perusahaan tidak dapat menjamin stabilitas corporate career path atau security of job karyawan.
2.      Mengidentikkan keberhasilan karir dengan customer value.
3.      Berfokus pada tujuan ganda berjangka pendek dan panjang
4.      Mengembangkan rencana multidimensional, beberapa tujuan dikelompokan untuk memenuhi kebutuhan karir dalam hidup seseorang.
5.      Meyakini bahwa tujuan tidak tergantung pada usia, sehingga mereka bebas menjalankan cara-cara baru pada setiap langkah
6.      Menciptakan rencana yang fleksibel, dengan tujuan yang terus dikaji ulang dan memungkinkan adanya rencana situasional.
7.      Arah kemajuan disesuaikan dengan keputusan karir yang berfokus pada kebutuhan customer.
8.      Berasumsi bahwa mereka akan merencanakan dan mengarahkan karir sendiri, tidak menggantungkan diri terhadap perusahaan tempat mereka bekerja.

D.    Perencanaan Karir
Beberapa konsep dasar perencanaan karir menurut Umar (dalam Triton, 148:2010) dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
a)      Karir sebagai suatu urutan promosi atau transfer ke jabatan-jabatan yang lebih besar tanggungjawabnya atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik selama kehidupan kerja seseorang.
b)      Karir sebagai petunjuk pegawaian yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas (membentuk satu jalur karir).
c)      Karir sebagai sejarah pegawaian seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja

E.     Proses Manajemen Karir
1.      Career Exploration
Didasarkan pada tingkat exploration behavior dikembangkan oleh vocational psychologist. Exploraion behavior mental atau fisik aktifitas seseorang. Dalam hal ini diperlukan diperlukan informasi mengenai individu tersebut dalam lingkungan. Informasi digunakan untuk pengembangkan individu dan accupational concept.
2.      Development of Career Goal
Menurut goal setting theory, tujuan aka mempengaruhi perilaku melalui direct attentions, stimulating effort, serta facilitating the development strategies (Loke dan Lartham) kemampuan dan keahlian lewat pengalaman kerja. Jadi kemajuan karir diperoleh dalam pengabdian
3.       Political System
Terutama pada perusahaan yang quasimatrix, seperti perusahaan telekomunikasi, akuntansi dan projek-projek kompleks yang ada dalam organisasi. Oleh James Rosenbaum disebut sebagai metode allokasi turnamen.yakni bersaing untuk memperebutkan kesempatan

F.     Pengujian Manajemen Karir
Menurut Gomes (dalam Triton, 150;2010) dibutuhkan pengujian atas dua proses utama dalam memahami manajemen karir yang direncanakan dan diselenggarakan oleh suatu organisasi. Kedua proses utama tersebut adalah career planning (perencanaan karir) dan career management (manajemen karir), yang secara ringkas dapat diuraikan satu per satu sebagai berikut :
1.      Career planning atau perencanaan karir
Perencanaan karir berhubungan dengan bagaimana seseorang merencakan dan mewujudkan tujuan-tujuan karirnya sendiri. Ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh seseorag untuk menjadi lebih sadar dan tahu akan keterampilan sendiri. Disamping itu, diperlukan juga pningkatan kesadaran akan kepentingan, nilai-nilai, peluang, hambatan, pilihan, dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Proses perencanaan karir mencakup uapaya pengidentifikasian dan atau tujuan yang terkait dengan karir dan penetapan karir penetapan rencana untuk mewujudkan tujuan tersebut.
2.      Career management atau manajemen karir
Proses manajemen karir bereferensi pada bagaimana organisasi mendesain dan melaksanakan program-program manajemen karirnya. Proses manajemen karir bersifat formal, terorganisasi, dan terecana dalam rangka tuuannya untuk mencapai keseimbangan antara keinginan karir individu dengan persyaratan tenaga kerja organisasi. Manajemen karir dengan demikian merupakan suatu mekanisme untuk mewujudkan kebutuhan akan sumber daya manusia baik untuk masa kini maupun untuk masa yang akan datang.
Kompetensi manajemen karir seseorang dikatakan lurnayan bila ia berhasil mendifinisikan :
1.      Visi Karir (Career Vision)
Yaitu, kejelasan cita-cita profesionalisme dalam hal baru.
2.      Perencanaan Karir (Career Plan)
Yaitu, strategi atau langkah )ang perlu dilakukan untuk mencapai visi karir
3.      Jenjang Karir (Career Path)
Yaitu, kejelasan pilihan jalur karir yang sesuai dengan minat karir dan kompetensi yang dimiliki.


Daftar Pustaka
Kusumawati, Ratna. 2009. Manajemen Karir dan Pengembangan Karir Pada Organisasi Tanpa Batas. AKSES : Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 4 Nomor 7.
Barner, Robert, 1999, The New Career Strategist:”Career Management for the Year 2000 and Beyond”, The Futurist, september-october, 8-14 .
Mondy, R. Wayne and Robert M.Noe, 1993, Human Resource Managemnet, Fith Edition, Singapore:Allyn and Baccon
Mayo, Andrew, 1992, “A Framework for Career Management,” Personnel Management, Vol.23, 36-39







3 comments:

  1. @A38-khaerul Anwar

    isi artikel sudah cukup bagus dan sangat membantu bagi pembaca, terutama saya khususnya.

    dari Karakteristik manajemen karir yang anda jabarkan di artikel, menurut anda perusahaan anda mengadopsi karakteristik yang mana? apakah tradisional atau manejemen karir baru?

    ReplyDelete
  2. @A04-MAULANA

    Dari artikel yang Anda sajikan, Saya dapat melihat bahwa karakteristik antara manajemen karir tradisional dengan manajemen karir modern saling berlawanan. Dimana pada manajemen karir tradisional, karir lebih mengedepankan terhadap jumlah prestasi yang didapatkan serta sistem pengembangannya yang sudah direncanakan. Biasanya cara tradisional ini lebih mengedepankan senioritas karyawan.
    Sedangkan manajemen karir baru lebih cocok diterapkan pada kondisi sekarang karena sudah banyak karyawan dengan skill dan kompetensi yang kompleks, sehingga dapat memicu karyawan tersebut untuk berkontribusi lebih terhadap perusahaan, karena faktor keberhasilan karir ditentukan dari value karyawan tersebut dalam berkontribusi untuk mengembangkan perusahaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koreksi, manajemen karir modern adalah manajemen karir baru.

      Delete