Friday, October 7, 2016

HUBUNGAN ANTARA DESIGN PEKERJAAN DENGAN GAIRAH KERJA KARYAWAN




             A.    Pendahuluan
Perusahaan merupakan suatu sistem yang diadakan dan dirancang untuk mencapai hal–hal yang tidak dapat dicapai individu-individu secara sendiri-sendiri. Karyawan- karyawan yang ada dalam organisasi tersebut memiliki tugasnya masing-masing, tugas yang dilakukan oleh setiap individu mendefinisikan suatu posisi. Perusahaan memerlukan tenaga yang terampil dan berkompeten untuk mendukung usaha perusahaan dalam melaksanakan berbagai tugas sehingga memudahkan pencapaian tujuan perusahaan. Pengelolaan yang baik dan professional merupakan suatu hal yang menjadi bagian dari siklus hidup perusahaan dalam mencapai tujuannya. Untuk itu dalam mencapai tujuan tersebut seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin termasuk sumber daya manusia sebagai alat utamanya. Tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam melakukan segala kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sangat bergantung kepada kemampuan sumber daya manusianya dalam menjalankan setiap aktifitas dan gairah kerja karyawan yang maksimal sangat diharapkan dalam proses pencapaian tujuan ini.
Gairah kerja adalah sebuah kondisi karyawan yang mengakibatkan karyawan dapat bekerja lebih terarah dan maksimal ( Nitisemito 1991 : 96  dalam tugas skripsi Vira Renata). Dengan adanya gairah kerja yang tinggi maka karyawan akan menghasilkan produktivitas yang tinggi. Tingkat gairah kerja karyawan dapat dilihat dari tingkat absensi karyawan, lamanya suatu pekerjaan dilakukan oleh karyawan, kegelisahan kerja, tingkat perpindahan, dan banyaknya tuntutan kerja karyawan. Setiap karyawan pada sebuah perusahaan pastilah akan menghadapi permasalahan- permasalahan yang mengakibatkan tekanan kerja yang tinggi. Hal inilah yang mengkondisikan karyawan sulit memiliki gairah dalam bekerja. Dengan dibuatnya desain pekerjaan organisasi yang terstruktur dan jelas akan membantu mempengaruhi secara positif kondisi kerja karyawan sehingga akan membantu membangkitkan gairah kerja pada karyawan.
Desain Pekerjaan adalah Spesifikasi isi, metode dan hubungan berbagai perkerjaan secara individu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pribadi pemegang pekerjaan secara individu maupun tim (Sunarto 2005 : 78). Desain pekerjaan akan memberikan ketegasan dan standar tugas yang harus dicapai oleh setiap karyawan, apabila desain pekerjaan yang diberikan kurang jelas akan mengakibatkan karyawan kurang mengetahui tugas dan tanggung jawabnya yang akan mempengaruhi gairah karyawan dalam bekerja, hal ini mengakibatkan pekerjaan tidak tercapai dengan baik. Desain pekerjaan mutlak diperlukan oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan, yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan atau sekelompok pekerjaan agar perkerjaan yang dilakukan menjadi terarah jelas dan pekerjaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Desain pekerjaan senantiasa mempengaruhi seluruh kondisi dasar perilaku individu-individu dalam perusahaan dengan menciptakan motivasi pada setiap karyawannya yaitu dengan cara membuat desain pekerjaan yang jelas signifikansi tugasnya, keberagaman tugas yang dikerjakan dan apakah pekerjaan yang dibuat dapat mengembangkan kemampuan karyawannya dan pemimpin adalah faktor dominan yang paling mempengaruhi bagaimana desain pekerjaan itu dibuat.
                 B.    Permasalahan
Tingkat kinerja pada setiap SDM berbeda-beda salah satunya dipengaruhi oleh kontribusi perusahaan terhadap pemenuhan hak dan kewajiban serta motivasi kerja yang diberikan meliputi :
Ø  Apa yang dimaksud dengan design pekerjaan
Ø  Bagaimana hubungan antara design pekerjaan dengan gairah karyawan
Ø  Konsep seperti apa saja yang ada pada design pekerjaan.

            C.     Pembahasan
1. Pengertian Gairah Kerja
Karyawan yang mempunyai gairah kerja yang tinggi mempunyai loyalitas yang tinggi juga terhadap atasan dan pekerjaanya dan menyelesaikan tugasnya sesuai dengan standar yang diberlakukan dan dalam skala waktu yang telah di tentukan. Gairah kerja yang tinggi hanya akan muncul ketika semua orang memiliki pengetahuan dan arah tujuan yang jelas dan sederhana. Merupakan tugas terpenting dari pemimpin untuk menjadi pembimbing dan penunjuk arah bagi perjalanan para karyawan dalam mencapai hasil kerja terbaik. Tanpa campur tangan pemimpin maka dapat dipastikan para karyawan hanya akan sibuk dengan pola kebiasaan atau rutinitas kerja yang bila dibiarkan terus hanya akan menghasilkan kebosanan dan penurunan gairah kerja secara drastis. Pemimpin harus memiliki kesadaran tentang pentingnya seorang pemimpin ditengah - tengah karyawannya sebagai penunjuk arah dan sekaligus sebagai motivator dalam upaya menjaga keutuhan gairah kerja untuk mencapai semua misi dan visi organisasi. Pengertian gairah kerja menurut para ahli :
a)     Menurut Nitisemito (1991 : 96 ) ” Gairah kerja adalah suatu kondisi rohani atau perilaku individu tenaga kerja dalam perusahaan dan hal tersebut mempunyai kecepatan maupun arah reaksi tenaga kerja terhadap berbagai macam kegiatan ” Menurut pernyataan diatas dengan adanya sebuah kondisi dari karyawan dimana kondisi tersebut mengakibatkan karyawan mempunyai fokus yang baik dalam melakukan pekerjaan nya.
b)    Menurut Hasibuan (1998 : 158 ) bahwa ” Kegairahan kerja adalah kemauan dan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan ” Hasibuan juga mengatakan dengan mengetahui perilaku manusia, apa sebabnya orang mau bekerja dan kepuas-puasan apa yang dinikmati maka manajer akan lebih mudah memotivasi karyawan perusahaan.
2. Cara Membangkitkan Gairah Kerja
Setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan gairah kerja para karyawannya semaksimal mungkin. Ada beberapa cara untuk membangkitkan gairah kerja karyawan.
1.     Gaji yang cukup, dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan para karyawan cendrung akan meningkatkan semangat dan gairah kerja.
2.     Pemberian fasilitas yang lengkap dan menunjang akan meningkatkan mutu dan kualitas kerja.
3.     Menempatkan karyawan pada posisi yang tepat. Hal ini menyebabkan karyawan merasa senang dalam bekerja sama sesuai dengan keahlian dan keterampilan dalam bidangnya masing-masing.
4.     Memberi kesempatan pada karyawan untuk maju. Dengan adanya kebijakan perusahaan untuk memberi kesempatan pada karyawan untuk maju membuat mereka semangat dan bergairah.
5.     Mengusahakan Karyawan pada posisi yang tepat. Hal ini membuat mereka merasa pihak perusahaan memperhatikan kepentingan dan kenyamanan mereka bekerja.
6.     Harga diri perlu diperhatikan. Dengan adanya perasaan diakui sebagai anggota keluarga besar organisasi dan perlakuan yang adil.
7.     Mengajak karyawan untuk berunding serta mengatasi pelaksanaan pada perusahaan. Dengan Mendorong karyawan untuk aktif berpartisipasi dalam seiap kegiatan organisasi membuat mereka merasa ikut bertanggung jawab terhadap hidup matinya organisasi.
8.     Memperhatikan rasa aman untuk menghadapi masa depan. Dengan memberikan kompensasi yang memadai berupa asuransi kepada karyawan dan pensiun dan lain-lain.
9.     Sesekali perlu menciptakan suasana santai. Misalnya perusahaan mengajak para karyawan dan seluruh staff untuk berlibur bersama-sama dalam rangka menjalin keakraban.
C. Desain Pekerjaan
1. Pengertian Desain Pekerjaan.
Desain pekerjaan atau Job design merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berkaitan dengan produktivitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan operasi perusahaan Desain pekerjaan adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan kepada karyawan oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang digunakan untuk menghadapi stress kerja yang terjadi pada karyawan.
Setiap organisasi atau perusahaan mempunyai cara tersendiri dalam membuat desain pekerjaan untuk setiap karyawannya sesuai dengan bagiannya masing-masing, dalam membuat desain pekerjaan komunikasi antara atasan dan bawahan harus diperhatikan karena desain pekerjaan dalam suatu organisasi dan proses komunikasi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan.
Inti dalam menyusun desain pekerjaan adalah bagaimana membuat semua pekerjaan yang ada disusun secara sistematis. Desain pekerjaan membantu dalam menjelaskan pekerjaan apa yang harus dikerjakan, bagimana mengerjakan pekerjaan tersebut, berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan bagaimana ketentuan yang harus dijalankan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan. Beberapa pengertian desain pekerjaan :
a.     Menurut Eddy Herjanto (2001:48) ”Desain Pekerjaan adalah rincian tugas dan cara pelaksanaan tugas atau kegiatan yang mencakup siapa yang mengerjakan tugas, bagaimana tugas itu dilaksanakan, dimana tugas dikerjakan dan hasil apa yang diharapkan.” Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa desain pekerjaan harus dapat memberikan detail-detail mengenai tugas yang diberikan yaitu bagaimana tugas dikerjakan dan apa-apa saja hasil yang diharapkan pada saat pekerjaan tersebut selesai dilaksanakan.
b.     Menurut Sulipan (2000:34) ”Desain Pekerjaan adalah fungsi penetapan kegiatan kerja seorang atau sekelompok karyawan secara organisasional. Tujuannya untuk mengatur penugasan kerja supaya dapat memenuhi kebutuhan organisasiDari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa desain pekerjaan dibuat oleh perusahaan untuk mengatur tugas-tugas yang tepat sasaran, memberikan tugas kepada orang dengan kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki untuk mengerjakan tugas tersebut demi mencapai sasaran dari perusahaan.
c.     Menurut Nurhidayati Dwiningsih (www.google.co.id) ”Desain pekerjaan adalah sebuah pendekatan yang menentukan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seorang atau sekelompok karyawan dalam suatu organisasi”. Dari definisi di atas desain pekerjaan dibutuhkan untuk menjelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh para karyawanya dan pendekatan-pendekatan bagaimana yang harus di lakukan oleh sang karyawan dalam menjalankan tugas nya tersebut.
Desain pekerjaan akan membantu perusahaan apabila menghadapi beberapa permasalahan umum berikut yakni:
1.     Pekerjaan yang melebihi batas maksimum..
2.     Pekerjaan yang berada dibawah batas minimum.
3.     Pekerjaan yang berulanag-ulang.
4.     Keterbatasan pengendalian terhadap pekerjaan yang berlebih.
5.     Isolasi pekerjaan.
6.     Shift kerja.
7.     Penundaan dalam mengisi posisi yang kosong.
8.     Keterbatasan dalam memahami keseluruhan proses kerja.
Desain Pekerjaan yang baik sehendaknya :
1.      Atasan menerima masukan dari karyawan. Karyawan sehendaknya dipersilahkan untuk memilih berbagai macam pekerjaan berdasarkan kebutuhan individu, kebiasaan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan.
2.     Berikan karyawan pendidikan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
3.     Pelatihan yang tepat akan sangat berguna bagi karyawan sehingga mengerti  bagaimana pekerjaan dilakukan dan cara melakukanya.
4.     Tambahkan jadwal untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan.
5.     Berikan timbal balik terhadap karyawan mengenai pekerjaan yang mereka lakukan.
6.     Minimalkan pengeluaran yang tidak perlu dan penekanan pada keperluan yang paling penting.
7.     Keseimbangan statistik dan kedinamisan kerja.
2.Dasar Desain Pekerjaan.
Permulaan yang harus dilakukan ketika mendesain pekerjaan adalah mengenai proses pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan, pastikan bahwa setiap desain pekerjaan yang dibuat bersifat mengikat untuk merealisasikan tujuan bisnis perusahaan. Jika desain pekerjaan yang dibuat merancu maka tujuan perusahaan sulit untuk tercapai. Beberapa hal penting dalam mendesain pekerjaan untuk karyawan :
1). Signifikansi Tugas.
Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mereka meyakini bahwa pekerjaan yang diberikan oleh atasan adalah pekerjaan yang cukup penting, berikan kepastian bahwa setiap pekerjaan yang mereka kerjakan akan membuat perusahaan semakin kuat.
2). Keberagaman Tugas.
Karyawan akan bekerja lebih baik dan bertahan pada pekerjaannya lebih lama apabila mereka diberikan pekerjaan yang beragam. Walaupun terkadang pekerjaan yang terlalu bermacam-macam akan mengarahkan pada ketidak efisienan dan stress pada karyawan.
3) Penggunaan dan Pengembangan Kemampuan.
Desain pekerjaan yang dibuat harus dapat menggambarkan penggunaan kemampuan dari karyawan tersebut dan bagaimana kemampuan mereka yang telah ada sebelumnya dapat berkembang secara berkala sesuai dengan minat dan bakat karyawan sehingga karyawan tidak cepat bosan dengan pekerjaan yang hanya membutuhkan kemampuan yang begitu-begitu saja.
Gejala yang menunjukkan menurunya gairah kerja, indikatornya yaitu :
1.Tingkat Absensi adalah frekuensi ketidakhadiran karyawan dengan alasan tidak
jelas.
2.Tingkat kegelisahan adalah Tingkat rasa terbebani karyawan terhadap pekerjaan,
senang atau tidaknya terhadap pekerjaan yang diberikan, puas tidaknya terhadap
hasil kerja yang dilakukan dan berapa lama pekerjaan itu dilakukan karyawan.
3.Tingkat Tuntutan Karyawan adalah perwujudan dari ketidakpuasan karyawan dimana pada tahap tertentu akan menimbulkan keberanian untuk mengajukan
tuntutan.
            D.   Kesimpulan
Ø  Desain pekerjaan atau Job design merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berkaitan dengan produktivitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan operasi perusahaan
Ø  Desain pekerjaan adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan kepada karyawan oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang digunakan untuk menghadapi stress kerja yang terjadi pada karyawan.
         E.    Daftar Pustaka
Hardjanto 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jurnal Manajemen
Hasibuan. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Salemba Empat. Jakarta
Nitisemito, Parulian.2010.Kompetensi Plus. Jakarta: PT. Gramedia Indonesia.
Sudan.2011.Managemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT. Gramedia Indonesia
Sunarto.2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Salemba Empat. Jakarta


2 comments:

  1. @A12-TALITHA

    Komentar : Saya tertarik dengan artikel yang anda publish mengenai desain pekerjaan dimana ada pembahasan mengenai gairah kerja. Namun apalah ada hubungan antara desain pekerjaan dengan gairah pekerjaan.

    Saran : Perlu diperjelas kembali hubungan antara desain pekerjaan dengan gairah pekerjaan

    ReplyDelete
  2. @A06-Juliana
    Cukup menarik artikel yang dibahas. Dan apakah desain pekerjaan dengan gairah pekerjaan ditempat anda bekerja sudah saling berhubungan? Dan seperti apakah hubungan tersebut

    ReplyDelete