Monday, October 17, 2016

DESIGN PEKERJAAN

BAB I. PENDAHULUAN

Menurut Sulipan (2000:34), desain pekerjaan dapat didefinisikan sebagai fungsi penetapan kegiatan-kegiatan kerja seorangi individu atau kelompok secara organisasional.
Tujuannya adalah untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi dan teknologi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pribadi dan individual para pemegang jabatan. Pengertian istilah pekerjaan dan bagian-bagian kegiatan lainnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Gerak-mikro (micro-motion), kegiatan-kegiatan kerja terkecil, mencakup gerakan-gerakan elementer seperti meraih, mengenggam, atau meletakkan suatu obyek.
 2. Elemen, suatu agregasi dua atau lebih gerak-mikro, biasanya dianggap lebih kurang sebagai kesatuan gerak yang lengkap, seperti mengambil, mengangkut, dan mengatur barang.
3. Tugas (task), suatu agregasi dua atau lebih elemen menjadi kegiatan yang lengkap, seperti menyapu lantai, memotong pohon, atau memasang kabel telephone.
4. Pekerjaan (job), serangkaian tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang karyawan tertentu. Suatu pekerjaan dapat terdiri dari beberapa tugas seperti pengetikan, pengarsipan dan pembuatan konsep surat, dalam pekerjaan sekretariat, atau hanya terdiri atas tugas tunggal seperti pemasangan roda mobil dalam perakitan mobil.
Menurut Nawawi (2005:79), di lingkungan organisasi atau perusahaan yang sehat/baik, yang memiliki analisis pekerjaan/jabatan perlu diatur cara melaksanakan tugas-tugas dan ditetapkan desain pekerjaan agar pekerjaan sebagai suatu pola tugas-tugas dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
 Dalam pengimplementasiannya desain pekerjaan dipengaruhi oleh 3 unsur (elemen) organisasi, lingkungan, dan perilaku. Desain pekerjaan berdasarkan unsur/elemen organisasi terdiri dari sebagai berikut:
a. Pendekatan Mekanistik.
b. Pendekatan Aliran Kerja.
 c. Pendekatan Cara Pelaksanaan Pekerjaan.
 d. Pendekatan Ergonomic.
Bahwa penggunaan unsur/elemen organisasi dalam desain pekerjaan bermaksud untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja yang berpengaruh pada produktivitas kerja. Dengan demikian berarti penggunaan desain pekerjaan ini sejalan dengan kegiatan PO (pengembangan organisasi), yang bermaksud mengadaptasi perubahan dalam mewujudkan pekerjaan agar berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk itu kegiatan PO harus dilakukan dengan mengimplementasikan peningkatan keterampilan/keahliannya setelah mengikuti kegiatan PO, agar memperoleh rasa senang dan puas dalam bekerja.
Unsur/elemen lingkungan yang berpengaruh terhadap desain pekerjaan terdiri dari sebagai berikut:
a.     Karyawan yang dimiliki.
b.    Harapan sosial dan kebudayaan meliputi kondisi sosial, dan keragaman budaya.
Unsur/elemen perilaku, desain pekerjaan ini dalam usaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kerja bagi karyawan, karena sangat besar pengaruhnya pada motivasi dan disiplin kerja. Unsur ini terdiri dari sebagai berikut:
a. Desain pekerjaan otonomi.
b. Desain pekerjaan bervariasi.
c. Desain pekerjaan berdasarkan identitas tugas.
d. Desain pekerjaan berdasarkan tingkat pentingnya suatu tugas.

BAB II. PEMBAHASAN
Desain pekerjaan adalah proses pengaturan kerja (atau penataan ulang) yang bertujuan untuk mengurangi atau mengatasi ketidakpuasan kerja dan tingkat stress karyawan yang timbul dari tugas – tugas yang berulang – ulang dan bersifat mekanistik. Melalui desain pekerjaan, organisani mencoba untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan menawarkan imbalan non materi, seperti seperti kesempatan untuk mendapatkan kepuasan yang lebih besar dan rasa pencapaian pribadi dalam memenuhi tantangan dan tanggung jawab kerja.
Tujuan desain pekerjaan secara umum adalah untuk penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan perusahaan, teknologi dan perilaku. Dengan demikian dari sudut pandang personalia, desain pekerjaan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja, dimana hal ini tercermin pada kepuasan kerja para karyawan yang memegang jabatan tersebut.
Ruang lingkup dari desain pekerjaan antara lain :
1.       Identitas Pekerjaan
Adalah jabatan pekerjaan yang berisi nama pekerjaan. Form identitas pekerjaan antara lain: kode jabatan dan unit kerja, nama jabatan/ pekerjaan, nama unit kerja,satuan kerja/instansi, nama jabatan atasan langsung dan lokasi kerja.



2.       Hubungan Tugas dan Tanggung Jawab
Merupakan perincian tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara terpisah agar jelas diketahui. Rumusan hubungan hendaknya menunjukkan hubungan antara pelaku organisasi.
3.       Standar Wewenang dan Pekerjaan
Standar wewenangan dan standard pekerjaan yang harus dicapai oleh setiap pejabat harus jelas. Pekerjaan – pekerjaan yang memberikan kepada para karyawan wewenangan untuk mengambil keputusan – keputusan, berarti menambah tanggung jawab. Hal ini akan cenderung meningkatkan perasaan dipercaya dan dihargai.
4.       Syarat Kerja
Dalam hal ini syarat kerja harus diuraikan dengan jelas, seperti alat – alat, mesin, dan bahan baku yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
5.       Ringkasan Pekerjaan atau Jabatan
Keberadaan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi – fungsi dan aktivitas utamanya.
6.       Penjelasan Tentang Jabatan
Penjelasan tentang di bawah dan atasnya. Dalam hal ini perlu diberikan penjelasan dari jabatan mana seorang karyawan dipromosikan dan ke jabatan mana yang dipromosikan.
Teori dasar dari desain pekerjaan adalah teori organisasi yang dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu:
1.       Teori  Klasik
Teori klasik berdasarkan setiap organisasi mencapai efisiensi melalui divisi kerja. Manajer mengidentifikasi tujuan organisasi secara menyeluruh, kemudian membagi tujuan keseluruhan ini ke dalam pekerjaan masing – masing secara rasional. Pekerjaan pada gilirannya dikelompokkan untuk membuat kelompok kerja, divisi dan departemen. Akhirnya masing – masing kelompok diberikan seorang supervisor yang bertanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan bawahan dan melaporkan hasilnya kepada atasan.
2.       Teori Perilaku
Tidak seperti teori klasik tersebut, teori perilaku kurang begitu memperhatikan pengalokasikan tugas khusus untuk pekerjaan tertentu, namun lebih memastikan kewenangan sesuai posisi dan kemudian mencoba untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi melalui spesialisasi tenaga kerja.
3.       Teori Situasional
Berbeda dengan teori klasik dan teori perilaku. Teori ini menekankan pengaruh lingkungan eksternal pada tanggung jawab dan tugas – tugas organisasi, kelompok dan pekerjaan itu sendiri. Mengalokasikan tanggung jawab dan tugas – tugas berarti menciptakan struktur. Struktur yang tepat tergantung pada perkembangan teknologi, pasar, produksi, penelitian dan informasi.

BAB III. KESIMPULAN
Desain pekerjaan dapat didefinisikan sebagai fungsi penetapan kegiatan-kegiatan kerja seorangi individu atau kelompok secara organisasional. Tujuan desain pekerjaan secara umum adalah untuk penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan perusahaan, teknologi dan perilaku. Dengan demikian dari sudut pandang personalia, desain pekerjaan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja, dimana hal ini tercermin pada kepuasan kerja para karyawan yang memegang jabatan tersebut. Ruang lingkup desain pekerjaan antara lain identifikasi pekerjaan, hubungan tugas dan tanggung jawab, standard wewenang dan pekerjaan, syarat kerja, ringkasan pekerjaan dan penjelasan tentang jabatan. Dan teori desain pekerjaan adalah teori klasik, teori perilaku, teori situasional.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Sulipan. 2000. Manajemen Karyawan. Tugu. Yogyakarta
2.       Nawawi, Hadari. H. 2005. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan Dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan. Cetakan ketiga. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

3.       Anonim. 2013. Job Design. BusinessDictionary.com. Dalam : http://www.businessdictionary.com/

1 comment:

  1. Galang Abid Hermawan 41117110050
    Hal ini sangat bermanfaat sekali, karena penugasan yang sesuai dengan skill karyawannya sehingga terciptalah suasana kegiatan bekerja yang baik dan berimbas pada hasil pekerjaan pun juga memuaskan.

    ReplyDelete