Thursday, October 13, 2016

PENTINGNYA ANALISIS PEKERJAAN DI SUATU PERUSAHAAN







I.           PENGERTIAN DAN TUJUAN ANALISIS PEKERJAAN
Analisis pekerjaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002:127).
Analisis pekerjaan dipakai untuk berbagai tujuan. Berikut ini tujuan dari analisis pekerjaan :

a.      Job description
Berisi informasi pengeidentifikasian pekerjaan, riwayat pekerjaan, kewajiban-kewajiban pekerjaan, dan pertanggungjawaban, spesifikasi pekerjaan atau informasi mengenai standar- standar pekerjaan.

b.      Job classification
Penyusunan pekerjaan-pekerjaan ke dalam kelas-kelas, kelompok-kelompok, atau jenis-jenis berdasarkan rencana sistematika tertentu. Rencana sistematika tradisional biasanya didasarkan pada garis kewenangan organisasi, isi tugas/pekerjaan yang didasrkan pada teknologi, dan tugas/pekerjaan ini pada gilirannya didasarkan pada perilaku manusia.

c.       Job evaluation
Suatu prosedur pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan kegunaan masing-masing di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.

d.      Job Desing Instructuring
Meliputi usaha-usaha untuk mengalokasi dan merestrukturalisasikan kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.

e.      Personal Requirement/Spesifications
Berupa penyusunan persyaratan-persyaratan atau spesifikasi-spesifikasi tertentu bagi suatu pekerjaan, seperti pengetahuan(knowledge), ketrampilan(skills), ketangkasan(aptitudes), sifat-sifat dan ciri-ciri(attributes and traits) yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan suatu pekerjaan.

f.        Performance Appraisal
Tujuan penting daripada penilaian performansi ini adalah dengan maksud untuk mempengaruhi dari para pekerja melalui keputusan-keputusan administrasi, seperti promosi, pemberhentian sementara (lay off), pemindahan(transfer), kenaikan gaji, memberi informasi kepada para pekerja tentang kemampuan-kemampuan dan kekurangan-kekurangan yang berkaitan dengan pekerjaannya masing-masing.

g.      Worker Training
Untuk tujuan-tujuan pelatihan.

h.      Worker Mobility
Untuk tujuan mobilitas pekerja(karir), yaitu dinamika masuk-keluarnya seseorang dalam posisi-posisi, pekerjaan-pekerjaan, dan okupasi-okupasi tertentu.

i.        Efficiency
Ini mencakup penggabungan proses kerja yang optimal dan rancangan keamanan dari peralatan dan fasilitas fisik lainnya dengan referensi tertentu pada kegiatan-kegiatan kerja, termasuk prosedu-prosedur kerja, susunan kerja dan standar-standar kerja.

j.        Safety
Sama dengan efisiensi, tapi perhatiannya lebih diarahkan pada identifikasi dan peniadaan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman, kondisi-kondisi lingkungan.

k.      Human Resource Planning
Ini meliputi kegiatan-kegiatan antisipatif dan reaktif melalui suatu organisasi untuk memastikan organisasi tersebut memiliki dan akan terus memiliki jumlah dan macam orang pada tempat yang tepat, waktu yang tepat.

l.        Legal/quasi legal requirements
Aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan dengan organisasi.

I.           MANFAAT ANALISIS PEKERJAAN
Manfaat  analisis pekerjaan mempunyai dalam suatu pengorganisasian, antara lain :
a.      Analisis susunan kepegawaian (Informasi pekerjaan)
b.      Desain Organisasi (menganalisis elemen, menyusun posisi organisasi)
c.       Redesain pekerjaan (untuk meningkatkan metode pekerja, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu, perbaikan kinerja)

II.         TAHAPAN ANALISIS PEKERJAAN

Terdapat dua langkah utama yang harus dilakukan dalam analisis pekerjaan yaitu 

(1) Penentuan Tugas-Tugas Utama, kegiatan-kegiatan, perilaku-perilaku atau kewajiban-kewajibanyang akan dilaksanakan dalam pekerjaan.
 (2) Penetapan pengetahuan (knowledge), kemampuan-kemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan (skills), dan beberapa karakteristik lainnya (faktor-faktor kepribadian, sikap, ketangkasan atau karakteristik fisik dan mental yang di perlukan bagi pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas.

IV.  METODE PENGUMPULAN INFORMASI ANALISIS PEKERJAAN

a.      Kuesioner
b.      Observasi
c.       Wawancara
d.      Catatan kerja(logbook)
e.      Kombinasi

Untuk memperolah informasi analisis pekerjaan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode yang umum digunakan dalam mengumpulkan informasi adalah observasi, wawancara, dan angket.

a.      Metode Observasi
Metode yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dengan mengamati individu yang melakukan pekerjaan itu dan mencatatnya untuk menguraikan tugas dan kewajiban yang dilakukannya. Metode observasi sangat tepat jika dilakukan pada jenis pekerjaan yang bersifat pengulangan. Penggunaan metode observasi memungkinkan analisis dilakukan dekat dengan suasana pekerjaan dilapangan. Walaupun sifatnya pengamatan, namun tidak seharusnya analis mengamati secara kontinyu perkembangan dari waktu ke waktu. Penggunaan work sampling dan employee diary/log.

b.      Metode Wawancara
Pekerja diseleksi dan diwawancara secara langsung ditempat pekerjaan meraka atau mereka yang terkait langsung dengan pekerjaan yang dianalisis. Tiga jenis wawancara dapat digunakan untuk mengumpulkan data analisis jabatan, yaitu wawancara individual, wawancara kelompok, dan wawancara penyelia (Dessler : 1997). 

c.       Metode Angket
Yang bersangkutan diminta untuk memberikan data-data mengenai jabatannya dangan kata-kata sendiri. Analis meminta karyawan mengisi kuisioner untuk menggambarkan tugas-tugas yang berkaitan dengan jabatan dan tanggung jawab mereka. Keuntungan utama dari metode kuisioner angket adalah informasi atas sejumlah pekerjaan dapat dikumpulkan secara murah dan dalam waktu yang relative singkat. Sebaliknya, metode angket memerlukan waktu yang lama untuk menguji kuisioner tersebut.

V.           DAFTAR PUSTAKA
Pasolina. 2010. Analisis pekerjaan dalam : http://pasolina.blog.uns.ac.id/2010/05/10/analisis-pekerjaan
 
Wenang. 2010. Pengertian analisis jabatan dalam : http://pemikirangado-gado.blogspot.com/2010/08/pengertian-analisis-jabatan.html 


4 comments:

  1. @A13-RANIE
    Materi yang disampaikan sudah cukup baik dan dapat memberikan gambaran mengenai design pekerjaan

    ReplyDelete
  2. @A18-NOVENA KARINA PUTRI
    Sebaiknya artikel menggunakan daftar pustaka yang lebih banyak maksimal 5 buku karya tulis dan jurnal sebagai refrensi .
    Thanks

    ReplyDelete
  3. @A10 Saiful Bahri

    Secara pengertian sudah cukup bagus

    saran
    perlu di tambahkan metode - metode yang di gunakan dalam analisa pekerjaan

    perlu Format penulisan yang baik

    terus semangat dalam menulis

    ReplyDelete
  4. @A12-TALITHA

    Komentar : Setelah membaca artikel yang anda publish, saya tertarik dengan pembahasan mengenai tujuan analisis pekerjaan poin legal requirements, namun menurut saya penjelasan yang anda cantumkan kurang spesifik atau masih secara umum. Saran saya : perlu ditambahkan lagi atau mencari referensi untuk tujuan analisis pekerjaan mengenai legal requirement

    ReplyDelete