Friday, December 23, 2016

KEPUASAN KERJA

 I.         PENDAHULUAN
Perusahaan adalah suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan untuk menyediakan barang dan jasa agar dapat melayani permintaan konsumen akan kebutuhan mereka. Dalam melaksanakan proses produksinya, suatu perusahaan membutuhkan factor - faktor produksi
yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Faktor-faktor tersebut adalah bahan baku, modal, dan manusia.Terkhusus pada faktor manusia, faktor ini memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan proses produksi. Oleh karena itu, pihak perusahaan harus selalu memperhatikan faktor manusia atau tenaga kerja yang dapat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Secanggih apapun peralatan yang dimiliki perusahaan, tidak akan bisa mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan jika peralatan tersebut tidak dioperasikan secara efektif dan efisien oleh sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

 II.      PEMBAHASAN
Menurut  Wexley  &  Yukl  (dalam  As’ad,  2002)  yang  disebut  kepuasan  kerja  ialah  perasaan  seseorang  terhadap  pekerjaanya.  Menurut  Hoppeck  (dalam Anoraga,  2001)  kepuasan  kerja  merupakan  penilaian  dari  karyawan  mengenai  seberapa   jauh   pekerjaannya   secara  keseluruhan   memuaskan   kebutuhannya.   Selanjutnya Tiffin (dalam Anoraga, 2001) menjelaskan tentang definisi kepuasan  kerja  sebagai  suatu  hal  yang  berhubungan  dengan  sikap  dari  karyawan  terhadap  pekerjaan  itu  sendiri.
Kepuasan kerja adalah faktor pendorong meningkatnya kinerja pegawai yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi kepada peningkatan kinerja organisasi (Gorda, 2004).Blum (As’a d, 1998) menya ta ka n bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari berbagai macam sikap yang terkait dengan pekerjaan dan faktor-faktor khusus seperti upah, supervisi,kesta bila  pekerjaan, ketentraman kerja ,kesempatan untuk maju, penilaian kerja yang adil, hubungan sosial di dalam pekerjaan, dan perlakuan atasan. Mathis dan Jackson (2001),mengemukakan kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang positif dari mengevaluasi pengalaman kerja seseorang. Strauss dan Sayles

Menurut Robbins (2006:231) mengemukakan pandapatnya tentang factor – factor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja adalah sebagai berikut:
1.      Kerja yang secara mental menantang
Karyawan cenderung lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan beragam tugas, kebebasan, dan umpan balik. Mengenai betapa baik mereka bekerja, karakteristik ini membuat kerja secara mental menantang.
2.      Ganjaran yang pantas
Para karyawan menginginkan system upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagia adil, tidak meragukan, dan segaris dengan pengharapan mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang didasarkan pada tuntutan pekerjaan tingkat ketrampilan individu dan standar pengupahan komunitas kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan.
3.      Kondisi kerja yang mendukung
Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk
memudahkan mengerjakan tugas yang baik. Karyawan lebih menyukai keadaan fisik
sekitar yang tidak berbahaya dan merepotkan.
4.      Rekan sekerja yang mendukung
Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang/prestasi yang berwujud dari pekerjaan mereka. Bagi kbanyakan karyawan kerja yang mengisi kebutuhan akan interaksi sosial, oleh karena itu tidaklah mengejutkan bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan mendukung menghantar ke kepuasan kerja yang meningkat.


Hasibuan (206:134) kepuasan kerja karyawan dipengaruhi factor - faktor sebagai berikut: a) Balas jasa yang adil dan layak, b) Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian, c) Berat ringannya pekerjaan, d) Suasana dan lingkungan pekerjaan, e) Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan, f) Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya, g) Sifat pekerjaan monoton/tidak (1).

Teori-teori kepuasan kerja. menurut Wexley & Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yaitu :
1.         Discrepancy theory
Teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
2.         Equity theory
Prinsip dari teori ini adalah bahwa orang akan merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity dan inequity atas suatu situasi. Ada tiga elemen dari teori
a)            Equity yaitu : Input adalah segala sesuatu yang berharga yang dirasakan karyawan sebagai sumbangan terhadap pekerjaan.
b)            Out comes adalah segala sesuatu yang berharga, yang dirasakan karyawan sebagai “hasil” dari Pekerjaannya.
c)            Comparison person adalah kepada orang lain dengan siapa karyawan membandingkan rasio input-out comesyang dimiliknya.
3.         Two factor theory
Menurut Herzberg (dalam Munandar, 2001) teori kepuasan kerja yang ia namakan teori dua faktor terdiri dari faktor hygiene dan faktor motivator.
Selanjutnya Robbins (1996) menjelaskan lagi beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja diantaranya :
a. Tantangan kerja
b. Sistem gaji yang adil
c. Kondisi kerja yang mendukung
d. Rekan kerja yang mendukung (2)

        (Handoko, 2001), mengemukakan bahwa kepuasan kerja juga penting untuk aktualisasi diri pegawai. Menurut Robbins (2003), kepuasan kerja adalah sikap umum seorang individu
terhadap pekerjaan dimana seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap
yang positif terhadap pekerjaan. Morse (Panggabean, 2004), menyebutkan bahwa pada
dasarnya kepuasan kerja tergantung kepada apa yang diinginkan seseorang dari pekerjaannya
dan apa yang diperoleh. Salah satu variabel yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi karyawan yang ditunjukkan dengan dukungan aktivitas yang mengarah pada tujuan (Sulistiyani dan Rosidah,2003). Motivasi dari dalam diri pegawai dapat berasal dari kebutuhan akan uang, penghargaan, kekuasaan, dan pengakuan. Motivasi dari luar dapat berasal dari keluarga, teman kerja maupun atasan. Pada garis besarnya motivasi yang diberikan bisa dibagi menjadi dua (Heidjr achman dan Husnan, 2002), yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah proses mempengaruhi orang dengan memberikan kemungkinan mendapatkan hadiah sementara motivasi negatif adalah proses mempengaruhi seseorang melalui kekuatan ketakutan seperti kehilangan pengakuan, uang atau jabatan. Menurut Nawawi (2000), ada dua bentuk motivasi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari dalam diri pekerja berupa kesadaran tentang makna pekerjaan yang dilaksanakan. Motivasi ekstrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari luar diri pekerja berupa suatu kondisi yang mengha ruskan melaksanakan pekerjaan secara maksimal (3).

 III.            KESIMPULAN
Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor : kerja yang menantang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, rekan kerja yang mendukung, kesesuaian pribadi dengan pekerjaan (Robbins, 2006). Menurut Luthan (2006) beberpa faktor utama yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja diantaranya pekerjaan itu sendiri, gaji, promosi, kondisi kerja yang kesemuanya itu ada di dalam pemberian motivasi.Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Bodur (2002). Matthews (2006), Borzaga (2006) bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
Pihak manajemen diharapkan perlu menyakinkan karyawan bahwa prosedur pendistribusian penghargaan yang diterima telah sesuai dengan kesulitan pekerjaan mereka dan seluruh keputusan dilakukan dengan konsisten kepada seluruh karyawan dan diharapkan memperhatikan setiap jenis pekerjaan yang dikerjakan para karyawan tersebut demi kemajuan perusahaan dan menjaga tingkat kepuasan kerja para karyawannya yang nantinya dapat meminimalisir keinginan keluar karyawan.


IV.               DAFTAR PUSTAKA
1.         Dian Mardiono, Jurnal Ilmu & Riset Manajemen Vol. 3 No. 3 (2014) PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN, https://ejournal.stiesia.ac.id/jirm/article/viewFile/471/448 diakses tgl 08 Nov’ 2016
2.         MOCHAMMAD SALANI, 2006,  KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. DYSTAR COLOURS INDONESIA, http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2006/Artikel_10501191.pdf diakses tgl 08 Nov’ 2016
3.         Anak Agung Ngurah Bagus Dhermawan, Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Vol. 6, No. 2 Agustus 2012, PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA, KOMPETENSI,DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJAPEGAWAI DI LINGKUNGAN KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI BALI, http://download.portalgaruda.org/article.php?article=14240&val=954&title=PENGARUH%20MOTIVASI,%20LINGKUNGAN%20KERJA,%20KOMPETENSI,%20DAN%20KOMPENSASI%20TERHADAP%20KEPUASAN%20KERJA%20DAN%20KINERJA%20PEGAWAI%20DI%20LINGKUNGAN%20KANTOR%20DINAS%20PEKERJAAN%20UMUM%20PROVINSI%20BALI diakses tgl 08 Nov’ 2016





No comments:

Post a Comment