Saturday, December 17, 2016

Mencapai Kepuasan Kerja

Pengertian

Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya.
Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisplinan, dan prestasi kerja. Sedangkan menurut Handoko (2000) adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan cara bagaimana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Fungsi kepuasan kerja menurut  Hani Handoko (1987) kepuasan kerja penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis dan akan menjadi frustasi yang menyebabkan karyawan akan senang melamun, mempunyai semangat kerja rendah, cepat lelah atau bosan, emosi tidak stabil, sering absen dan mengakibatkan turunnya kinerja karyawan dan sebaliknya. Oleh sebab itu kepuasan kerja mempunyai arti yang penting, baik bagi karyawan maupun perusahaan terutama karena menciptakan keadaan positif dalam lingkungan kerja.

Faktor-faktor kepuasan kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Anwar Prabu (2006)
1. Factor Intrinstik yaitu factor yang berasal dari dalam diri karyawan dan dibawa oleh setiap diri karyawan sejak mulai bekerja ditempat pekerjaannya.

2.  Factor Ekstrinstik yaitu yang menyangkut hal-hal yang berasal di luar karyawan, antara lain kondisi fisik lingkungan kerja, interaksinya dengan karyawan lain, dan system penggajian dan lain-lain.

Sementara menurut Marihot (2006) factor-faktor kepuasan kerja adalah sebagai berikut :
1.       Gaji. Jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksanaan kerja apakah sesuai dengan kebutuhan dan dirasakan adil.
2.       Pekerjaan. Isi pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah memiliki elemen yang memuaskan.
1.       Rekan kerja. Mereka adalah teman-teman kepada siapa seseorang senantiasa berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaan. Seseorang dapat merasakan rekan kerjanya sangat menyenangkan atau tidak menyenangkan.
2.       Atasan. Seseorang yang senantiasa memberi perintah atau petunjuk dalam pelaksanaan kerja. Cara-cara atasan dapat tidak menyenangkan bagi seseorang atau menyenangkan dan hal ini dapat mempengaruhi kepuasan kerja.
3.       Promosi. Yaitu kemungkinan seseorang dapat berkembang melalui kenaikan jabatan. Seseorang dapat merasakan adanya kemungkinan yang besar untuk naik jabatan atau tidak, proses kenaikan jabatan terbuka atai tidak terbuka. Ini juga dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang.
4.        Lingkungan kerja. Yaitu lingkungan fisik dan psikologis. Untuk meningkatkan kepuasan kerja, perusahaan harus merespon kebutuhan pegawai, dan hal ini secara tidak langsung telah dilakukan berbagai kegiatan manajemen sumber daya manusia.

Manfaat kepuasan kerja
Manfaat kepuasan kerja menurut penelitian Robinson dan Corners (2000), antara lain sebagai berikut :
a.       Menimbulkan peningkatan kebahagiaan hidup karyawan
b.      Peningkatan produktivitas dan prestasi kerja
c.       Mengurangi tingkat absensi
d.      Meningkatkan motivasi kerja
e.      Menimbulkan kematangan psikologis
f.        Menimbulkan sikap positif terhadap pekerjaannya

Efek Kepuasan kerja menurut Robbins (2001) :
1.       Penilaian untuk tetap bertahan dalam organisasi
2.       Tidak melakukan upaya menunggu baiknya kondisi organisasi secara pasif
3.       Tidak melakukan upaya aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi
4.       Tetap peduli dengan kondisi organisasi


  DAFTAR PUSTAKA














No comments:

Post a Comment