Friday, December 9, 2016

Kepuasan Kerja



Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja menurut Martoyo (1994 : 115), pada dasarnya keadaan emosional karyawan di mana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dari perusahaan / organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang menang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan. Kepuasan
sebenarnya merupakan keadaan yang sifatnya subyektif yang merupakan hasil kesimpulan yang didasarkan pada suatu perbandingan mengenai apa yang diterima pegawai dari pekerjaannya dibandingkan dengan yang diharapkan, diinginkan, dan dipikirkannya sebagai hal yang pantas atau berhak atasnya.

Sementara setiap karyawan / pegawai secara subyektif menentukan bagaimana
pekerjaan itu memuaskan Tiffin (2000:104) yang dikutip oleh Moch. As’ad ( 2004
: 104 ) berpendapat bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari
karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan
dengan karyawan. Sedangkan menurut Blum (1956) dalam bukunya Moch. As’ad
( 2004 : 104 ) mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap umum
yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor – faktor
pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan sosial individu diluar kerja.

Faktor-faktor Yang Dapat Menimbulkan Kepuasan Kerja. Sebagian
besar orang berpendapat bahwa gaji atau upah merupakan faktor utama untuk
dapat menimbulkan kepuasan kerja. Sampai taraf tertentu,hal ini memang bisa
diterima, terutama dalam negara yang sedang berkembang, dimana uang
merupakan kebutuhan yang sangat vital untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok
sehari – hari. Akan tetapi kalau masyarakat sudah bisa memenuhi kebutuhan
keluarganya secara wajar, maka gaji atau upah ini tidak menjadi faktor utama.
Sesuai dengan tingkatan motivasi manusia yang dikemukakan oleh Maslow, maka
upah atau gaji merupakan kebutuhan dasar. Sedangkan menurut pendapat Gilmer
(1966) dalam bukunya Moch. As’ad (2004 : 114 ) tentang faktor – faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut :
1) Kesempatan untuk maju. Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk
memperoleh kesempatan peningkatan pengalaman dan kemampuan kerja
selama bekerja.
2) Keamanan kerja. Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan
kerja, baik karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat
mempengarugi perasaan kerja karyawan selama bekerja.
3) Gaji. Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang
yang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang di
perolehnya.
4) Manajemen kerja. Manajemen kerja yang baik adalah yang memberikan
situasi dan kondisi kerja yang stabil, sehingga karyawan dapat bekerja
dengan nyaman.
5) Kondisi kerja. Dalam hal ini adalah tempat kerja, ventilasi, penyinaran,
kantin, dan tempat parkir.
6) Pengawasan (Supervisi). Bagi Karyawan, Supervisor dianggap sebagai
figur ayah dan sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat
absensi dan turn tover.
7) Faktor intrinsik dari pekerjaan. Atribut yang ada pada pekerjaan
mensyaratkan ketrampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan
akan tugas akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
Komunikasi. Komunikasi yang lancar antara karyawan dengan pimpinan
banyak dipakai untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya
kesediaan pihak pimpinan untuk mau mendengar, memahami dan
mengakui pendapat atau prestasi karyawannya sangat berperan dalam
menimbukan kepuasan kerja.
9) Aspek sosial dalam pekerjaan. Merupakan salah satu sikap yang sulit
digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau
tidak puas dalam kerja
10) Fasilitas. Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan
merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan
menimbulkan rasa puas.
FUNGSI DAN MANFAAT KEPUASAN KERJA

Fungsi Kepuasan Kerja :

Untuk meningkatkan disiplin karyawan dalam menjalankan tugasnya.Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.Menciptakan keadaan positif  dalam lingkungan kerja(Hani Handoko ).

Manfaat Kepuasan Kerja :

Memiliki kepedulian terhadap organisasi. Lebih Produktif. Memiliki Kemitraan Terhadap Organisasi

DAMPAK DARI KEPUASAN KERJA

Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dari sikap karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan kerjanya. Menurut Handoko (1998: 193), Menjadi kewajiban setiap pemimpin perusahaan untuk menciptakan kepuasan kerja bagi para karyawannya, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat mendorong dan mempengaruhi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan secara langsung akan mempengaruhi prestasi karyawan. Seorang manajer juga dituntut agar memberikan suasana kerja yang baik dan menyenangkan juga jaminan keselamatan kerja sehingga karyawan akan merasa terpuaskan.

Ketidakpuasan pegawai dapat dinyatakan dengan sejumlah cara. Terdapat 4 (empat) cara pegawai di dalam mengungkapkan ketidakpuasannya adalah :

Eksit, ketidakpuasan yang diungkapkan melalui prilaku yang mengarah untuk meninggalkan organisasi (mencari formasi baru atau berhenti).Suara, ketidakpuasan yang diungkapkan dengan usaha aktif dan kontruktifmencoba memperbaiki kondisi organisasi (mencakup saran perbaikan, membahas masalah dengan atasan dan beberapa bentuk kegiatan).Kesetiaan, ketidakpuasan yang diungkapkan secara pasif, menunggu membaiknya kondisi organisasi (berbicara membela organisasi menghadapi kritik luar dan mempercayai organisasi dan manajemen untuk melakukan hal yang tepat).Pengabaian, ketidakpuasan yang dinyatakan dengan membiarkan kondisi memburuk (termasuk kemangkiran atau datang terlambat secara kronis, upaya yang dikurangi dan tingkat kekeliruan yang meningkat).

Daftar Pustaka
As’ad, Mohamad. 2004. Psikologi Industri. Liberty: Yogyakarta.
Martoyo, Susilo. 1994, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 4, Yogyakarta, Penerbit
: BPFE.
Indy, Hendra. 2013. Hubungan Kepuasaan Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan Bank BTPN Madiun, Dalam
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-bisnis/article/download/1410/1269&ved=0ahUKEwjgl5LYl-fQAhVExrwKHQ_nBo0QFgg4MAI&usg=AFQjCNEcdj-cZAtpCm2OdXooGJVy1f_a8Q&sig2=T2XpW7ImfnqID_DwE5WN3g diakses pada tanggal 7 November 2016 pukul 21.00 wib.

1 comment:

  1. @A02-Sylvana

    Poin: 3

    Selamat siang mba sari,
    Untuk artikelnya sudah cukup baik. Karena jelas dan lumayan lengkap. Tetapi sebaikny untuk daftar pustaka lebih diperbanyak dan diambil dari jurnal-jurnal ilmiah. Dan lebih baik dibuat mind map agar lebih menarik. Terimakasih

    ReplyDelete