Thursday, September 15, 2016

REKRUTMEN MEMPENGARUHI KESUKSESAN ORGANISASI



REKRUTMEN
PENGARUH  REKRUTMEN TERHADAP ORGANISASI


Revita Nigia PR
41616110130

I PENDAHULUAN
Rekrutmen biasanya dilakukan di awal proses terbentuknya suatu organisasi atau sebagai kebutuhan perusahaan dalam perkembangan sumber daya. Dasar perekrutan calon karyawan harus ditetapkan agar para pelamar yang memasukkan lamarannya sesuai dengan pekerjaan atau jabatan yang akan dilamar. Spesifikasi pekerjaan harus diuraikan secara terinci dan jelas agar para pelamar dapat mengetahui kualifikasi yang dituntut oleh lowongan pekerjaan tersebut. Rekrutmen yang sukses dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan demi berkembangnya suatu organisasi.
1.1  Rumusan Masalah
Mengapa perusahaan perlu melakukan rekrutmen?
Apa yang membuat seseorang tertarik untuk melamar dan mengikuti proses rekrutmen?


II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rekrutmen
Rekrutmen adalah usaha yang dilakukan untuk mencari dan menarik tenaga kerja agar melamar lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan. Perusahaan akan melakukan seleksi dari rekrutmen yang dilakukan. Seleksi adalah usaha pertama yang harus dilakukan perusahaan untuk memastikan bahwa calon karyawannya memiliki kualifikasi yang diinginkan.

2.2 Metode Rekrutmen
a. rekrutmen internal
rekrutmen yang dilakukan pada karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut, dengan cara penempatan pekerjaan, penawaran, dan rekomendasi karyawan.
b. rekrutmen eksternal
rekrutmen yang dilakukan pada calon karyawan di luar perusahaan, bisa dengan cara job fair, iklan, dll.

Gambar 2.1 Metode Rekrutmen

2.3 Proses Seleksi
      Mangkuprawira (2011) menggambarkan secara umum proses penyeleksian sebagai berikut:

Gambar 2.2 Proses Seleksi

2.4 Orientasi dan Pelatihan
      Orientasi merupakan alat sosialisasi yang efektif untuk mensosialisasikan tata nilai perusahaan kepada karyawan baru sehingga dapat berkontribusi produktif bagi perusahaan sesuai tata nilai perusahaan.
2.4.1 Jenis Orientasi
Orientasi dibagi menjadi dua jenis menurut Robbins dan Coulter (2005), yaitu:
a.       Orientasi unit kerja, bertujuan untuk:
- mensosialisasikan tujuan unit kerja
- menjelaskan bagaimana kontribusi pekerja baru pada tujuan unit kerja tersebut
- mengenalkan karyawan baru dengan rekan kerja sejawat (co-worker).
b.      Orientasi organisasi, bertujuan untuk:
- menginformasikan kepada karyawan baru mengenai sejarah, filosofi, tata nilai, prosedur, dan peraturan yang berlaku pada suatu perusahaan
- mengenalkan fasilitas-fasilitas yang diperoleh oleh para karyawan yang baru seperti program pension, asuransi, cuti, dll.
2.4.2 Jenis Pelatihan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), pelatihan adalah proses, cara belajar, dan membiasakan diri agar mampu melakukan sesuatu.
Mangkuprawira (2011) menyatakan bahwa ekonom ketenagakerjaan membagi program pelatihan menjadi dua, yaitu:
a.       Program pelatihan umum, dimana karyawan memperoleh keterampilan yang dapat dipakai di hamper semua jenis pekerjaan.
b.      Program pelatihan spesifik, dimana karyawan memperoleh informasi dan keterampilan yang sudah siap pakai, khususnya pada bidang pekerjaannya.

CASE 2 : PROSES REKRUTMEN DIBALIK KESUKSESAN BANK MANDIRI
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia. Bank Mandiri meraih sejumlah penghargaan antara lain sebagai bank terbaik di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan, yaitu Finance Asia, Asiamoney dan The Banker. Selain itu, Bank Mandiri juga berhasil mempertahankan predikat Best Bank in Service Excellence dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan Majalah SWA delapan tahun berturut-turut serta predikat Most Trusted Companies selama delapan tahun berturut-turut dari International Institute for Corporate Governance (IICG).
Prestasi baik yang diperoleh Bank Mandiri tidak lepas dari peranan seluruh anggota termasuk karyawan atau pegawai di dalamnya serta perekrutan yang dilakukan secara optimal menghasilkan tim karyawan yang mampu bekerja secara tim membawa nama baik perusahaan.
Secara umum proses perekrutan yang dilakukan sama dengan yang digambarkan oleh Mangkupraja (2011), namun Bank Mandiri membagi tahapan-tahapan tersebut ke dalam 4 tahapan program (Jumpstart) yang dijelaskan dalam gambaran berikut ini:

Gambar 3.1 Mandiri Jumpstart

III KESIMPULAN
            Perusahaan dikategorikan tumbuh dan berhasil jika mampu mengembangkan sumber daya yang dimiliki salah satunya sumber daya manusia. Perekrutan perlu dilakukan untuk mere-organisasi perusahaan untuk menghasilkan ide-ide baru dan terus berinovasi serta perkembangan karir karyawan agar terus meningkat, menumbuhkan tunas-tunas baru untuk melanjutkan kontribusi perusahaan bagi perekonomian negara.
Rekrutmen menjadi menarik apabila perusahaan menjelaskan secara rinci informasi mengenai lowongan yang dibuka untuk calon karyawan. Informasi dapat berupa jenis pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, serta keuntungan bergabung dengan perusahaan tersebut. Kualifikasi diantaranya adalah batas usia, pendidikan, jenis kelamin, kesehatan, dal lain sebagainya.




DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T Hanni. 1992. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia Edisi 2
cetakan kelima. Yogyakarta. BPFE

Mangkuprawira, Tb Sjafri. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik Edisi ke 2. Ghalia Indonesia
Robbins, Stephen P dan Mary Coulter. 2005. Manajemen. Jakarta. PT Indeks Kelompok Gramedia
Jono M Munandar, dkk. 2014. Pengantar Manajemen Panduan Komprehensif Pengelolaan Organisasi. Bogor: IPB Press.

No comments:

Post a Comment