Thursday, September 29, 2016


PENGARUH PELATIHAN KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS & KUALITAS KERJA KARYAWAN DAN PERUSAHAAN

            1. PENDAHULUAN
Suatu perusahaan akan meningkat produktivitas kerja bila adanya kerja sama dan hubungan baik antara pimpinan dan karyawannya. Karena dengan meningkatkan produktivitas karyawan otomatis akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Produktivitas disamakan dengan hasil kerja dari seseorang karyawan, hasil produktivitas yang dicapai oleh seorang karyawan haruslah dapat memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan yang dilihat dari segi kualitas dan kuantitas yang dirasakan oleh perusahaan dan sangat besar manfaatnya bagi kepentingan perusahaan di masa sekarang dan yang akan datang. Didalam persaingan bisnis global saat ini, perusahaan harus memiliki kekuatan dalam menghadapi pesaing-pesaingnya. Salah satu yang dapat mendukung adalah aset sumber daya manusianya (SDM). SDM mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan. Walaupun didukung dengan sarana dan prasarana, serta sumber dana yang menjanjikan, tetapi tanpa dukungan SDM yang handal, kegiatan perusahaan tidak akan terselesaikan dengan baik. Dikarenakan dinamika lingkungan yang selalu berubah menuntut perusahaan untuk memperoleh SDM yang berkualitas.

2. PERMASALAHAN
Hampir di seluruh perusahaan yang bergerak di berbagai sektor mengadakan atau memberikan fasilitas bagi karyawannya berupa pelatihan (training) namun lain halnya di perusahaan tempat saya bekerja dimana perusahaan tidak mengadakan pelatihan bagi karyawannya berupa pelatihan akademis maupun pelatihan teknis di lapangan. Hanya saja setiap karyawan berhak untuk mengajukan pelatihan yang ingin ia ikuti. Melalui prosedur yang ada di perusahaan bahwa setiap karyawan mengajukan pelatihan (training) dan mengikutinya setelah mendapat persetujuan dari manajemen perusahaan sehingga kebanyakan karyawan seringkali merasa malas karena prosedur yang memakan waktu yang lama. Di samping itu, tidak adanya waktu dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang disebabkan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan atau dikesampingkan.
3.  PEMBAHASAN
Menurut Abdurrahmat Fathoni (2006), sumber daya manusia merupakan modal dan kekayaan yang terpenting dari setiap kegiatan manusia. Manusia sebagai unsur terpenting mutlak dianalisis dan dikembangkan. Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Simamora (2004 : 273-274) mengatakan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan prestasi kerja saat ini. Pelatihan diarahkan untuk membantu karyawan melaksanakan pekerjaan saat ini secara lebih baik. Selanjutnya pengertian pelatihan secara sederhana didefinisikan oleh Pramudyo (2007 : 16) sebagai : “Proses pembelajaran yang dirancang untuk mengubah kinerja orang dalam melakukan pekerjaannya”.
Adapun tujuan pelatihan menurut Mangkunegara (2006 : 52) antara lain :

1.      Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideology

2.      Meningkatkan produktivitas kerja

3.      Meningkatkan kualitas kerja

4.      Meningkatkan perencanaan sumber daya manusia

5.      Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja

6.      Meningkatkan rangsangan agar karyawan mampu berprestasi secara maksimal.

7.      Meningkatkan kesehatan dan keselamatan.

8.      Menghindarkan keseragaman

9.      Meningkatkan perkembangan pribadi karyawan

Sedangkan manfaat pelatihan kerja dibagi menjadi 3 (tiga) bagian :
a.    Manfaat bagi perusahaan
-       Meningkatkan efektivitas proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
-       Memperbaiki pengetahuan dan ketrampilan di seluruh level perusahaan
-       Membantu meningkatkan produktivitas atau kualitas kerja
-       Menciptakan iklim kerja yang tepat untuk pertumbuhan dan komunikasi
b.    Manfaat bagi karyawan
-       Membantu mendorong dan mencapai pengembangan diri sendiri dan kepercayaan diri
-       Meningkatkan kepuasan kerja dan pengakuan
-       Memberikan kepada peserta pelatihan kerja sebuah kesempatan untuk berkembang dan memberi pandangan tentang masa depan sendiri
-       Membantu seseorang meningkatkan ketrampilan berbicara, mendengar, dan kemampuan menulis
c.    Manfaat bagi sesama rekan kerja
-       Memberikan sarana komunikasi antar kelompok dan antar karyawan
-       Memberikan informasi dengan kesempatan yang sama dan tindakan penyesuaian
-       Meningkatkan ketrampilan hubungan antar pribadi.

Metode-metode yang digunakan dalam pelatihan umunya sebagai berikut :
a.    On the job training adalah para peserta latihan bekerja di tempat untuk belajar atau meniru suatu pekerjaan di bawah bimbingan seorang pengawas
b.    Job Instruction Training
c.     Simulation Training adalah situasi atau pekerjaan ditampilkan semirip mungkin dengan situasi sebenarnya tapi hanya merupakan tiruan saja
d.    Demonstration & Examples adalah metode latihan yang dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan bagaimana cara-cara mengerjakan sesuatu pekerjaan melalui contoh atau percobaan yang didemonstrasikan, di mana metode ini sangat efektif serta melihat sendiri teknik pengerjaannya, bahkan jika perlu boleh dipraktekkan.


  1. KESIMPULAN DAN SARAN
Seiring berkembangnya ilmu dan pengetahuan yang makin maju maka perusahaan dituntut untuk lebih dapat menjadikan karyawannya lebih terampil dan terlatih dalam mengerjakan tugasnya. Oleh karena itu perusahaan seharusnya berinisiatif untuk mengadakan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan, karena pelatihan dan pengembangan membuat mereka lebih percaya diri sehingga menimbulkan rasa puas dalam bekerja dan lebih dihargai, serta mampu berusaha untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dalam dunia kerja, pelatihan dan pengembangan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kerja yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalam pendidikan. Secara deskripsi tertentu potensi para pekerja mungkin sudah memenuhi syarat administrasi pada pekerjaanya, tapi secara aktual para pekerja harus mengikuti atau mengimbangi perkembangan perusahaan sesuai dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong perusahaan untuk memfasilitasi pelatihan dan pengembangan karir para tenaga kerja guna mendapatkan hasil kinerja yang baik, efektif dan efisien.        


DAFTAR PUSTAKA

Kandou, Erlin Emilia. 2013. Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Terhadap Produktivitas Karyawan (Studi Pada PT. Air Manado). Manado: Jurnal Acta Diurna

Christanto, Freddie Yeremia. 2014. Analisis Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di PT Wahana Kosmetika Indonesia. Surabaya: Agora

Tilon, Danny Albert. 2013. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Restoran A&W di City of Tomorrow Surabaya. Surabaya: Agora

Kambey, Fendy Levy. 2013. Pengaruh Pembinaa, Pelatihan dan Pengembangan, Pemberdayaan dan Partisipasi Terhadap Kinerja Karyawan. Semarang: Studi Manajemen dan Organisasi   

Ariya Fajar Baskoro, Muhaimin. 2012. Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Terhadap Produktivitas Kerja. Vol.1 No.1: Students Journal of Economic and Management




1 comment:

  1. @A16-Sari
    Setelah membaca artikel ini.
    artikel ini sudah bagus, dan terdapat penerapan study kasus di perusahaan sehinggga dapat berbagi pengalaman.
    saran : Untuk Tata penamaaan untuk daftar pustaka mohon di cek kembali .

    ReplyDelete