Tuesday, June 15, 2021

Komunikasi dalam Organisasi



Adrian Rahadi (rahadiadrian@gmail.com)

1.                  Pengertian Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi merupakan bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada dalam organisasi tertentu. Organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

Komunikasi organisasi melibatkan manusia sebagai subyek yang terlibat dalam proses menerima, menafsirkan, dan bertindak atas informasi. Menurut Wiryanto, Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

Komunikasi organisasi serupa dengan komunikasi internal. Pengertian dari komunikasi internal adalah pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan dapat berjalan.

Komunikasi Organisasi juga dapat dipakai dalam mencapai visi dan misi sebuah organisasi, sehingga organisasi dapat berjalan sesuai dengan peraturan organisasi.

 

2.                  Pengaruh Komunikasi terhadap Perilaku Organisasi

Komunikasi organisasi dilihat sebagai sebagai derajat atau tingkat informasi tentang pekerjaan yang dikirimkan organisasi untuk anggota dan diantara anggota organisasi (Price, 1997). Tujuan komunikasi dalam organisasi adalah untuk membentuk saling pengertian (mutual understanding) sehingga terjadi kesetaraan kerangka referensi (frame of references) dan kesamaan pengalaman (field of experience) diantara anggota organisasi. Komunikasi organisasi harus dilihat dari berbagai sisi yaitu pertama komunikasi antara atasan kepada bawahan, kedua antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain, ketiga adalah antara karyawan kepada atasan.

Hubungan komunikasi antara atasan dan bawahan juga tidak bisa dilepaskan dari budaya paternalistik yaitu atasan jarang sekali atau tidak pernah memberikan kepada bawahannya untuk bertindak sendiri, untuk mengambil inisiatif dan mengambil keputusan. Hal ini disebabkan karena komunikasi yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan bersifat formal dimana adanya struktur organisasi yang jauh antara atasan dengan bawahan. Sehingga konsekuensi dari perilaku ini bahwa para bawahannya tidak dimanfaatkan sebagai sumber informasi, ide, dan saran.

 

Komunikasi memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar (Robbins, 2002).

3.                  Dimensi Komunikasi dalam Kehidupan Organisasi

Dimensi-dimensi komunikasi dalam kehidupan organisasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Komunikasi internal didefinisikan oleh Lawrence D. Brenman Onong Uchjana Effendy, 1997:122-129 sebagai pertukaran gagasan diantara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan yang menyebabkan terwujudnya perusahaan tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas organisasi dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertical didalam perusahaan yang menyebabkan pekerjaan berlangsung operasi dan manajemen. Sedangkan komunikasi eksternal ialah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak diluar organisasi. Komunikasi internal itu sendiri dapat dibagi menjadi dua dimensi yaitu komunikasi vertical dan komunikasi horizontal.

Komunikasi vertical yaitu komunikasi dari atas kebawah downward communication dan dari bawah keatas upward communication yaitu komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbale balik two way traffic communication. Sedangkan komunikasi horizontal ialah komunikaisi secara mendatar antara anggota staf dengan anggota staf, karyawan sesama karyawan, dan sebagainya. Selain itu komunikasi internal juga meliputi berbagai cara yang dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu komunikasi persona personal communication dan komunikasi kelompok group communication. Komunikasi persona ialah komunikasi antara dua orang yang dapat berlangsung dengan dua cara yaitu komunikasi tatap muka face to face communication dan komunikasi bermedia mediated communication adalah komunikasi antara seseorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka. Lain halnya dengan komunikasi internal, komunikasi eksternal terdiri atas dua jalur secara timbal balik yaitu komunikasi dari organisasi kepada khalayak dan dari khalayak kepada organisasi.

Komunikasi dari organisasi kepada khalayak pada umumnya bersifat informatif yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada hubungan batin. Sedangkan komunikasi dari khalayak kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Untuk membedakan komunikasi organisasi dengan komunikasi yang ada diluar organisasi adalah struktur hirarki yang merupakan karakteristik dari setiap organisasi. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikatakan oleh Everett Rogers Miftah Thoha, 1996:163, suatu alasan yang penting untuk mempelajari komunikasi organisasi ialah bahwa komunikasi tersebut terjadinya sangat tergantung pada struktur. Suatu struktur organisasi cenderung untuk mempengaruhi proses komunikasi, dengan demikian komunikasi dari bawahan kepada pimpinan sangat berbeda dengan komunikasi antara sesamanya.

Secara tradisional, struktur organisasi dipandang sebagai suatu jaringan tempat mengalirnya informasi. Oleh karena itu dalam hubungannya dengan suatu jaringan maka isi komunikasi akan terdiri dari hal-hal berikut ini. a Instruksi dan perintah untuk dikerjakan atau tidak untuk dikerjakan selalu dikomunikasikan kebawah melalui rantai komando dari seseorang kepada orang yang berada dibawah hirarkinya langsung. b Laporan, pertanyaan, permohonan, selalu dikomunikasikan keatas melalui rantai komando dari seseorang kepada atasannya langsung Miftah Thoha, 1996:163. Kalau dalam organisasi dikenal adanya susunan organisasi formal dan informal maka komunikasinya pun dikenal komunikasi formal dan informal. Komunikasi organisasi formal mengikuti jalur hubungan formal yang terjadi dalam susunan atau struktur organisasi. Adapun komunikasi organisasi informal arus informasinya sesuai dengan kepentingan dan kehendak masing-masing pribadi yang ada dalam organisasi tersebut. Proses hubungan komunikasi informal tidak mengikuti jalur structural formal.

Komunikasi didalam organisasi penting sekali dan dapat dipakai untuk melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut. a Fungsi kontrol, yaitu untuk mengontrol atau mengendalikan perilaku anggota organisasi dalam berbagai cara. b Fungsi motivasi, yaitu dipakai sebagai cara menjelaskan bagaimana pekerjaan seharusnya bekerja agar dapat meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. c Fungsi informasi, yaitu menyediakan informasi yang berguna bagi individu atau kelompok untuk membuat keputusan yang dikehendaki. Ketiga fungsi tersebut sama pentingnya bagi organisasi. Tidak ada satu fungsi pun yang dapat dikatakan lebih penting dari yang lainnya. Sebab untuk dapat menghasilkan kinerja yang efektif, kelompok atau organisasi perlu mengontrol perilaku anggotanya, memotivasi, mewadahi ekspresi perasaan anggota dan membuat keputusan Umar Nimran, 1997:30.

4

5.      Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_organisasi

https://www.universitaspsikologi.com/2018/06/pengaruh-dan-fungsi-komunikasi-dalam-organisasi.html

https://text-id.123dok.com/document/ozlred7rz-dimensi-dimensi-komunikasi-dalam-kehidupan-organisasi.html

 

5 comments:

  1. 33_Fikri

    1. Teknik Penulisan : Secara keseluruhan masih kurang dikarenakan tidak dilengkapi dengan abstrack, pendahuluan, permasalahan, dll.
    2. Review Konten Artikel : Isi materi cukup
    3. Nilai : 80

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  2. 30_Yoga
    1. teknik penulisan : kurang lengkap dan kurang rapih
    2. isi konten : minmap yang dibuat dengan warna yang sama menyebabkan tulisan sulit dibaca
    3. nilai: 80

    ReplyDelete
  3. 47_Satria
    Saya kira artikel yang dibuat oleh saudara Adrian sudah cukup bagus, mind map yang dibuat juga menarik dan mudah dipahami.

    Nilai : 82

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. 18_Andi

    Teknik Penulisan: Setalah saya membaca artikel ini menurut saya teknik penulisan dari atikel ini sudah cukup baik dan lengkap, serta batang tubuh dari artikel ini juga sudah sesuai.

    Review Konten Artikel: Secara keselurhan arikel yang disajikan ini sudah baik dan lengkap. Dari segi estetika pada mind map yang ada pada artikel ini juga sudah baik dan menarik

    Nilai: 82

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.