Thursday, November 24, 2016

MANAJEMEN KOMPENSASI

MANAJEMEN KOMPENSASI

I.             PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
     Pada umumnya tenaga kerja selalu berusaha dengan keras dalam melaksanakan aktivitas kerjanya untuk mencapai balas jasa yang diberikan oleh suatu perusahaan. Salah satu tujuan manusia bekerja dalam organisasi adalah untuk memperoleh kompensasi atau balas jasa. Balas jasa adalah gaji dan tunjangan yang diberikan pada para karyawan, yaitu mencakup gaji pokok dan tunjangan langsung maupun tidak langsung misalnya bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, makanan-minuman. Di setiap perusahaan, baik pada skala kecil, menengah dan besar imbalan balas jasa kepada karyawan selalu merupakan hal fundamental bagi karyawan perusahaan bersangkutan. Oleh karena itu pengendalian manajemen secara berkesinambungan berhubungan dengan masalah kompensasi. Dan di jaman serba modern ini ilmu pengetahuan, teknologi, organisasi, transportasi terus berkembang ditambah lagi dengan pemikiran kritis terhadap keadilan sosial dalam hubungan antarmanusia maka isu kompensasi makin menjadi kompleks. Karena itu dalam pengendalian manajemen, harus diterapkan sistem imbalan yang fair atau sesuai untuk karyawan atas kerja kerasnya.

I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diambil rumusan  masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Kompensasi ?
2. Apa tujuan pemberian kompensasi ?
3. Apa jenis-jenis kompensasi ?
4. Apa faktor-faktor yang berperan dalam penentuan kompensasi ?


I.3 Tujuan
1. Untuk memahami konsep kompensasi
2. Untuk memahami manfaat kompensasi
3. Untuk memahami jenis-jenis apa sajakah yang diterapkan dalam kompensasi
4. Untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berperan dalam menentukan kompensasi

II.           PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Kompensasi
      Menurut (Sihotang,2007) Kompensasi adalah pengaturan keseluruhan pemberian balas jasa begi pegawai dan para manajer baik berupa finansial maupun barang dan jasa pelayanan yang diterima oleh setiap orang karyawan. Sedangkan menurut (Rivai ,2004) mengemukakan bahwa Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan.
      Kompensasi merupakan hal yang kompleks dan sulit, karena didalamnya melibatkan dasar kelayakan, logika, rasional dan dapat dipertanggungjawabkan serta menyangkut faktor emosional dari aspek tenaga kerja. Komopensasi diberikan dengan tujuan memberikan rangsangan dan motivasi kepada tenaga kerja untuk menigkatkan prestasi kerja, serta efisisensi dan efektivitas produksi.

II.2 Tujuan dan Pentingnya Pemberian Kompensasi
Secara umum tujuan manajemen kompensasi adalah untuk membantu perusahaan mencapai tujuan keberhasilan strategi perusahaan dan menjamin terciptanya keadilan internal dan eksternal.
Berikut ini tujuan organisasi memberikan kompensasi pada karyawannya :
1.      Mendapatkan karyawan yang berkualitas
   Organisasi saling bersaing di pasar tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan memenuhi standar yang diminta organisasi. Oeleh karena itu, untuk menarik calon karyawan masuk dalam organisasi, organisasi harus merangsang calon-calon pelamar dengan tingkat komopensasi organanisasi lain.

2.     Mempertahankan karyawan yang sudah ada
   Dengan adanya kompensasi yang kompetitif, organisasi dapat mempertahankan karyawan yang potensial dan berkualitas untuk tetap bekerja. Hal ini untuk mencegah tingkat perputaran kerja karyawan yang tinggi dan kasus pembajakan karyawan oleh organisasi lain dengan iming-iming gaji yang tinggi.

3.     Adanya keadilan
   Adanya administrasi kompensasi menjamin terpenuhinya rasa keadilan pada hubungan antar manajemen dan karyawan. Denga pengikatan pekerjaan, sebagai balas jasa organisasi atas apa yang sudah diabdikan karyawan pada organisasi, maka keadilan dalam pemberioan kompensasi mutlak dipertimbangkan.

4.     Perubahan sikap dan perilaku
   Adanya kompensasi yang layak dan adil bagi karaywan hendaknya dapt memperbaiki sikap dan perilaku yang tidak menguntungkan serta memengaruhi produktivitas kerja. Perubahan-perubahan sikap dan perilaku ini tercermin dari rasa tanggung jawab, pengalaman kesetiaan pada perusahaan, serta memotivasi dan prestasi yang menigkat dalam bekerja.

5.     Efisiensi biaya
   Program komopensasi yang rasional membantu organisasi untuk mendapatakan dan memeprtahankan sumber daya manusia pada tingkat biaya yang layak. Dengan upah yang kompetitif, organisasi dapat memperoleh keseimbangan Dario etos kerja karyawan yang meningkat.

6.      Administrasi legalitas
   Dalam administrasi kompensasi juga terdapat batasan legalitas kerena diatur oleh pemerintah dalam sebuah undang-undang. Tujuannya agar organisasi tidak sewenang-wenang memperlakukan karyawan sebagai asset perusahaan-perusahaan.


II.3 Jenis-Jenis Kompensasi
Jenis-jenis Kompensasi tediri atas :
1. Kompensasi Finansial Langsung, yaitu:
a.   Upah
Menurut (Rivai ,2004 )mengartikan upah sebagai imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan.
b.  Gaji
      Menurut (Hariandja,2007) merupakan balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang pegawai yang memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi.
c.  Bonus
Menurut (Mathis dan Jackson,2002 ) mendefinisikan bonus sebagai pembayaran satu kali yang tidak menjadi bagian dari gaji pokok karyawan.
d.   Insentif
Insentif merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada karyawan karena kinerjanya melebihi standar yang ditentukan.

2.   Kompensasi Finansial Tidak Langsung/ Tunjangan, yaitu:
a.   Program Asuransi,
Menurut (Rivai ,2004 )jaminan asuransi yang dapat diberikan kepada karyawan antara lain adalah asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi karena ketidakmampuan fisik atau mental karyawan, dan jaminan asuransi lainnya.
b.  Program pensiun
Menurut (Rivai ,2004) program ini diberikan kepada karyawan yang telah bekerja pada perusahaan untuk masa tertentu, dan merupakan program dalam rangka memberikan jaminan keamanan finansial bagi karyawan yang sudah tidak produktif.
c.   Bayaran saat tidak masuk kerja
Menurut (Rivai ,2004)yang termasuk dalam kategori ini adalah istirahat selama jam kerja, cuti sakit, cuti dan liburan, bebas dari kehadiran, serta asuransi pengangguran.

II.4 Faktor-Faktor yang Berperan dalam Penentuan Kompensasi
     Menurut (Mangkunegara,2002) ada enam faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi, yaitu :
a.     Faktor Pemerintah
        Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan standar gaiji minimal, pajak penghasilan, penetapan harga bahan baku, biaya transportasi/angkutan, inflasi maupun devalusasi sengan mempengaruhi perusahaan dalam menetukan kebijakan kompensasi pegawai.
b.     Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Pegawai
        Kebijakan dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhi pula pada saat terjadinya tawar menawar mengenai besarnya upah yang harus diberikan oleh perusahaan kepada pegawainya. Hal ini terutama oleh perusahaan dalam merekrut pegawai yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu yng sangat dibutuhkan di perusahaan.
c.      Standar dan Biaya Hidup Pegawai
        Mempertimbangkan standar dan biaya hidup minimal pegawai perlu karena kebutuhan dasar pegawai harus terpenuhi. Terpenuhinya kebutuhan dasar pegawai dan keluarganya, maka pegawai akan merasa aman. Selain itu juga berdampak dengan termotivasinya pegawai untuk mencapai tujuan perusahaan. Ukuran Perbandingan Upah
d.      Ukuran Perbandingan Upah
        Kebijakan dalam menentukn kompensasi dipengaruhi pula oleh ukuran besar kecilanya perusahaan, tingkat pendidikan pegawai, masa kerja pegawai. Artinya, perbandingan tingkat upah pegawai perlu memperhatikan tingkat pendidikan, masa kerja, dan ukuran perusahaan.
e.      Permintaan dan Persediaan
        Menentukan kebijakan kompensasi pegaai perlu mempertimbangkan tingkat persediaan dan permintaan pasar. Artinya, kondisi pasar pada saat itu perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan tingkat upah pegawai.
f.   Kemampuan Membayar
        Perlu didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam membayar upah pegawai. Artinya, jangan sampai mentukan kebijakan kompensasi di luar batar kemampuan yang ada pada perusahaan.



                 


III.          KESIMPULAN
Untuk meningkatkan motivasi kerja setiap karyawanya tentu setiap perusahaan memiliki cara tersendiri, salah satunya ialah dengan manajemen kompensasi yang akan di berikan kepada karyawanya.
Tujuan manajemen kompensasi secara umum adalah untuk membentuk perusahaan mencapai tujuan keberhasilan strategi perusahaan dan menjamin terciptanya keadilan internal dan eksternal. Memiliki faktor faktor sebagai berikut:
a. Faktor Pemerintah
b. Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Pegawai
c. Standar dan Biaya Hidup Pegawai
d. Ukuran perbandingan upah
e. Permintaan dan Persediaan
f. Kemampuan Membayar
Adanya kompensasi diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja setiap karyawan hingga dapat memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial atau rasa memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.

IV.          DAFTAR PUSTAKA

Sihotang.A. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktek. Jakarta: Rajawali Pers
Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta : Grasindo

Mathis, Robert L. dan John H. Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama Salemba Empat. Jakarta

Anwar Prabu ,Mangkunegara. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya

5 comments:

  1. @A14-david
    Poin 2
    Lebih baik jika dilengkapi mind map

    ReplyDelete
  2. @A02-Sylvana

    Poin: 2

    Selamat siang novena,
    Untuk artikelnya sudah cukup baik. Karena jelas dan lumayan lengkap. Tetapi sebaikny untuk daftar pustaka lebih diperbanyak dan diambil dari jurnal-jurnal ilmiah. Dan sebaiknya dilengkapi dengan mindmap. Terimakasih

    ReplyDelete
  3. @A15-Like

    Materi sudah lengkap dan mudah dimengerti hanya saja kurang mindmap
    Point 2

    ReplyDelete
  4. @A04-MAULANA

    Poin 2

    Artikel yang disajikan cukup lengkap, mungkin perlu dirapihkan lagi agar pembaca dapat lebih nyaman dalam membaca artikelnya.

    Selain itu dikembangkan dengan mind map agar pembaca dapat mengetahui garis besar tentang apa yang Anda sampaikan pada artikel ini.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  5. @A19-RAMLAN

    Point=2
    Artikelnya sangat bagus , namun kurang lengkap mindmapnya.
    thanks

    ReplyDelete