Thursday, November 10, 2016

Manajemen Kinerja untuk Organisasi

Manajemen Kinerja untuk Organisasi





I PENDAHULUAN
Revolusi industri dari Inggris ke Amerika mampu men gubah system produksi yang awalnya hanya dibuat di rumah menjadi diproduksi di pabrik-pabrik.
Semakin banyak jumlah produksi berpengaruh pada cara kerja dan alat yang digunakan. Mesin-mesin menggantikan tenaga kerja manusia sehingga produksi dapat dilakukan secara massal dengan didukung oleh sumber daya manusia dan teknologi transportasi yang baik agar menjadi lebih hemat. Semakin berkembangnya suatu organisasi atau perusahaan tentu membutuhkan tenaga manajer yang mampu mengatur pekerjaan agar dapat dicapai dengan efektif dan efisien. 
1.1 Rumusan Masalah
1.      Seberapa pentingkah manajemen dalam kemajuan suatu organisasi?
2.      Mengapa perusahaan membutuhkan peran manajerial?
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen
Manajemen yaitu proses mengoordinasi kegiatan atau aktivitas kerja agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien  dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Efektif seringkali didefinisikan sebagai “doing the right things” yang berarti mengerjakan sesuatu dengan benar dan tepat sasaran sesuai dengan yang diinginkan. Efisien yakni mengerjakan sesuatu dengan benar secara hemat, menghasilkan output sebanyak mungkin dengan input yang seminimal mungkin. Selain efektif dan efisien, peranan manajer sangat berpengaruh terhadap masa depan suatu organisasi tersebut.
2.2 Klasifikasi Manajer
Tingkatan manajerial menurut Robbins (2007) terdiri dari:
a.       First line managers: manajer yang berada di tingkat terbawah dari suatu manajemen dan mengelola aktivitas kerja karyawan yang bukan bersifat manajerial.
b.      Middle managers: manajer yang mengelola aktivitas kerja manajer lini pertama.
c.       Top managers: manajer yang bertanggung jawab dalam membuat keputusan organisasi secara luas dan menetapkan rencana serta tujuan yang memengaruhi keseluruhan organisasi
2.3  Pendekatan Manajerial
Pendekatan Fungsional
Allen (1973) membedakan pendekatan manajerial menjadi empat, yaitu:
a.       planning (perencanaan): merumuskan tujuan, menetapkan strategi agar tujuan tersebut dapat dicapai.
b.      organizing (pengorganisasian): membuat struktur organisasi, pendelegasian, dan pengembangan hubungan.
c.       leading (kepemimpinan): membuat standar kinerja, pengukuran, pengevaluasian, dan perbaikan kinerja.
d.      controlling (pengawasan): mengawasi seluruh aspek pekerjaan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Pendekatan peran manajemen
Peran-peran dalam manajemen berpengaruh terhadap jalannya suatu organisasi. Menurut Ricky W Griffin (2004), peran-peran tersebut berkaitan dengan hubungan antar pribadi, informasi, dan pengambilan keputusan.
Pendekatan Keahlian
Pendekatan keahlian meliputi keahlian teknis, humanis, dan konsep. Keahlian teknis mencakup pengetahuan dan kecakapan khusus di suatu bidang. Keahlian humanis berarti kemampuan bekerja sama dengan orang lain, dan keahlian konsep mencakup kemampuan berpikir dalam membuat konsep tentang situasi yang rumit berkaitan dengan organisasi. (Robert L Katz, 1970)
CASE: DESAIN PRODUK SAJA TIDAK CUKUP UNTUK MEMPERTAHANKAN PERUSAHAAN
          
     PT XYZ adalah perusahaan swasta yang sudah berdiri kurang dari sepuluh tahun. Perusahaan ini memiliki karyawan sekitar 200 orang termasuk dengan pekerja subkontrak. Manajemen kinerja di perusahaan ini belum berjalan dengan baik karena tidak adanya tingkatan manajerial yang jelas. Tidak ada struktur organisasi yang membedakan peranan manajer dan nonmanajer. Perekrutan karyawan dilakukan tanpa melewati tahapan seleksi yang ketat dan tanpa melihat latar belakang keahlian pelamar. Pembagian tugas kerja yang tidak sesuai dengan keahlian berpengaruh terhadap kualitas yang dihasilkan karena tidak memiliki standar baku. Pada awalnya perusahaan memiliki kemajuan dan kenaikan omset dari tahun ke tahun dari pengembangan produknya, namun karena tidak didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni maka kualitas dan kuantitas tidak berjalan seirama. Akibat manajemen kinerja yang tidak berjalan dengan baik lambat laun mengurangi omset perusahaan dan menghambat tercapainya tujuan organisasi.
III KESIMPULAN DAN SOLUSI
3.1 Kesimpulan
Manajemen kinerja sangat penting untuk kelangsungan suatu perusahaan agar terus maju dan mencapai target yang diinginkan. Tanpa dilandasi dengan aturan baku dan diatur oleh manajerial yang baik suatu tujuan akan terhambat dan sulit dicapai.
3.2 Saran
Berikut ini adalah saran-saran yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan tersebut:
1.      merekrut karyawan sesuai dengan kebutuhan dan keahlian yang dimiliki
2.      buat struktur organisasi dan bentuk tingkatan manajerial dari non manajerial sampai top manajerial. Struktur organisasi diupayakan dapat membangun birokrasi seperti yang dikembangkan oleh Weber (1900) yang digambarkan pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Birokrasi  Weber (1900)
3.      buat standar baku dalam bekerja salah satunya standar operasional prosedur yang akan menjadi pedoman kerja



DAFTAR PUSTAKA
Robbins SP, dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jakarta: Salemba Empat
Griffin, 2004. Komitmen Organisasi, Terjemahan, Jakarta: Erlangga
Katz, Robert Lee. 1970. Management of the total enterprise. New Jersey: Prentice-Hall
Pincus, Allen dan Anne Minahan. 1973. Social Work Practice: Model And Method. Madison: F.E. Peacock Publishers, Inc.
Jono M Munandar, dkk. 2014. Pengantar Manajemen Panduan Komprehensif Pengelolaan Organisasi. Bogor: IPB Press.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.