Friday, November 25, 2016

PROSES PENENTUAN UPAH (KOMPENSASI)


Kompensasi adalah salah satu bentuk penghargaan suatu organisasi terhadap sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Manajemen kompensasi adalah salah satu fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia. Sistem kompensasi yang sesuai dan tepat dipercaya akan dapat meningkatkan motivasi, komitmen, dan kontribusi sumberdaya manusia dalam organisasi. Pandangan ini sesuai dengan pendapat Lockyer yang dikutip oleh Irianto (2001) yang menyatakan, “Sistem kompensasi merupakan bagian internal dalam hubungan industrial dan mempengaruhi efektivitas hubungan antara organisasi dan pekerja”. Kompensasi yang sesuai dan tepat dapat memberikan pemenuhan kebutuhan dasar karyawan untuk membeli makanan, minuman, perumahan yang didapat melalui gaji yang diterima seperti yang dijelaskan dalam teori Maslow tentang hierarki kebutuhan dasar manusia. Kompensasi juga menjadi pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam teori Herzberg meski dapat pula menjadi hygiene factor atau disatisfier , faktor yang dapat menyebabkan karyawan menjadi kehilangan motivasi atau demotivation apabila kompensasi tidak diberikan dengan tepat.

Igalens (1999) mengklasifikasikan kompensasi ke dalam dua bagian, yaitu fixed pay dan flexible pay. Fixed pay adalah kompensasi yang jumlah dan pembayarannya telah ditetapkan misalnya gaji pokok, bonus seniority, gaji ke- 13, dsb, sedangkan flexible pay meliputi variable pay dan deferred income, seperti sharing keuntungan, bonus, insentif, lembur, dan sebagainya.

Tujuan dan Fungsi Kompensasi
Secara umum kompensasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya:
1.    Memperoleh Personalia Yang Qualified
2.    Mempertahankan Para Karyawan Yang Ada Sekarang
3.    Menjamin Keadilan
4.    Mengendalikan Biaya-biaya
5.    Memenuhi peraturan-peraturan Legal
6.    Jaminan economic securitybagi karyawan.
Proses Penentuan Upah
1.    Analisis Pekerjaan
Menurut Dessler (2011, p. 116), analisi pekerjaan merupakan prosedur untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan keteramp ilan yang dibutuhkan dari pekerjaan dan jenis orang yang harus dipekerjakan untuk pekerjaan tersebut.Analisis pekerjaan ini akan berkaitan dengan jenis keahlian yang dibutuhkan, tingkat kompleksitas pekerjaan, resiko pekerjaan, perilaku/kepribadian yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.

2.    Deskripsi dan Spesifikasi Kerja
-          Deskripsi kerja adalah suatu catatan yang sistematis tentang tugas dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu, yang ditulis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Penyusunan uraian jabatan ini adalah sangat penting, terutama untuk menghindarkan terjadinya perbedaan pengertian, untuk menghindari terjadinya pekerjaan rangkap, serta untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab dan wewenang masing-masing jabatan (Daftar pekerjaan, Tanggung Jawab, Hubungan Pelaporan, dan Kondisi Pekerjaan)
-          Spesifikasi kerja adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan, agar ia dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik seperti Pendidikan/pengetahuan, Keahlian, Kepribadian, Pengalaman, Kondisi Fisik, Umur dan Jenis Kelamin

3.    Evaluasi Pekerjaan
Suatu metode dan proses penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan atau organisasi sesuai dengan standar kinerja atau tujuan yang ditetapkan lebih dahulu

4.    Survey Pengupahan dan Analisis Masalah-Masalah Organisasional yang Relevan
Melakukan survei “harga” pekerjaan sejenis pada organisasi lain.
Harga pekerjaan pada beberapa organisasi dapat dijadikan sebagai patokan dalam menetukan harga pekerjaan sekaligus sebagai ukuran kelayakan kompensasi. Jika harga pekerjaan yang diberikan lebih rendah dari organisasi lain, maka kecil kemungkinan organisasi tersebut mampu menarik atau mempertahankan karyawan yang qualified. Sebaliknya bila harga pekerjaan terebut lebih tinggi dari organisasi lainnya, maka organisasi tersebut akan lebih mudah menarik dan mempertahankan karyawan yang qualified.
5.    Struktur Upah
6.    Aturan-Aturan Adminstrasi
7.    Penilaian Prestasi Kerja Karyawan
8.    Pembayaran Upah

Kesimpulan
Suatu organisasi seyogyanya memberikan kompensasi melalui sistem balas jasa yang sesuai dan berkewajiban menciptakan suatu iklim di dalam organisasi yang mampu memberikan kepuasan kerja sehingga karyawan dapat termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerja masing-masing.
Daftar Pustaka
Sari, Elviera. 2009. Pengaruh Kompensasi dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja. University of Indonesia. Jakarta

2 comments:

  1. @13-RANIE
    Point 3
    Judul artikel dan isi sudah oke

    ReplyDelete
  2. @A04-MAULANA

    Poin 2

    Mind map yang disajikan cukup komunikatif.
    Namun artikelnya perlu dirapihkan lagi agar poin-poin yang ingin Anda sampaikan dapat terlihat dengan mudah oleh pembaca.

    Sebagai pelengkap artikel mungkin perlu ditambahkan referensi lain tentang kompensasi agar wawasan yang didapatkan lebih luas saat membaca artikel ini.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete