Thursday, November 24, 2016

MOTIVASI KERJA PADA PT ABC



I PENDAHULUAN
Efektivitas individu kelompok, dan organisasi selain dipengaruhi oleh perilaku dan proses organisasi juga dipengaruhi oleh struktur organisasi.
Sementara struktur organisasi memengaruhi perilaku kelompok dan perilaku individu.
Struktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai komponen dan bagian organisasi.Pada organisasi formal struktur direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif.Sementara pada organisasi informal, struktur organisasi merupakan aspek sistem yang tidak direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.

1.1  Rumusan Masalah
Bagaimana perusahaan melakukan peraturan dan kebijakan yang bisa memotivasi karyawan?





II PEMBAHASAN

2.1 Motivasi Kerja
   2.1.1 Pengertian Motivasi
Menurut Usman (dalam bukunya, 2008) motivasi ialah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif motif adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire), atau impuls. Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku.
2.1.2 Teori Motivasi
         Teori motivasi dibagi menjadi 2, yaitu:
1.      Teori Kepuasan (content theory)
Teori yang didasarkan pada kebutuhan insan dan kepuasannya. Teori ini didukung oleh para pakar diantaranya:
o Teori hierarki kebutuhan (Abraham Maslow), meliputi kebutuhan yang bersifat fisiologis atau lahiriah, kebutuhan akan keamanan dan keselamatan kerja, kebutuhan social, kebutuhan akan prestasi, dan kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja.
o Teori tiga motif social (David Clarence McClelland dalam “The Achieving Society”), diidentifikasi sebagai berikut:
-    Kebutuhan akan prestasi (n-ACH)
-    Kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow)
-    Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-Affil)
o Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)
   Menurut Hasibuan (1990:177) Frederick Herzberg mengemukakan teori motivasi berdasarkan teori dua factor yaitu hygiene dan motivator. Hezberg membagi kebutuhan Maslow menjadi dua bagian yaitu kebutuhan tingkat tinggi (prestise dan aktualisasi diri) dan kebutuhan tingkat rendah (fisik, rasa aman, social), serta mengemukakan bahwa cara terbaik untuk memotivasi individu adalah dengan cara memenuhi kebutuhan tingkat tingginya. Menurut Hezberg factor hygiene tidak akan mendorong minat para pegawai untuk berperforma baik, akan tetapi jika faktor-faktor ini dianggap tidak dapat memuaskan dalam berbagai hal seperti gaji tidak memadai, kondisi kerja tidak menyenangkan, faktor ini bias menjadi sumber ketidakpuasan potensial (Cushway & Lodge 1995).
   Sementara factor motivasi merupakan factor yang mendorong semangat guna mencapai kinerja yang lebih tinggi.Jadi pemuasan kebutuhan tingkat tinggi lebih memungkinkan seseorang untuk berperforma tinggi daripada pemuasan kebutuhan lebih rendah (Leidecker & Hall dalam Timpe 1999).
o Teori E-R-G (Clayton Alderfer)
Alderfer (1972) mengemukakan tiga kategori kebutuhan, yaitu:
-          Eksistence (E) atau Eksistensi: meliputi kebutuhan fisiologis seperti lapar, rasa haus, kebutuhan materi, dan lingkungan kerja yang menyenangkan.
-          Relatedness (R) atau Keterkaitan: menyangkut hubungan dengan orang-orang yang penting bagi kita, seperti anggota keluarga, sahabat, dan penyelia di tempat kerja.
-          Growth (G) atau Pertumbuhan: meliputi keinginan untuk produktif dan kreatif dengan mengerahkan segenap kesanggupan kita.


2.      Teori Motivasi Proses (Process Theory)
Teori ini berusaha agar pekerja giat sesuai dengan harapan organisasi perusahaan. Daya penggeraknya adalah harapan akan diperoleh si pekerja.
Teori motivasi proses yang dikenal adalah sebagai berikut:
o Teori harapan (expectancy theory), komponennya adalah harapan, nilai, dan pertautan. Dengan kata lain motivasi dalam teori harapan adalah keputusan untuk mencurahkan usaha.
o Teori keadilan (equity theory), didasarkan tindakan keadilan di seluruh lapisan serta objektif di dalam lingkungan perusahaannya, teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima.
o Teori pengukuhan (reinforcement theory), didasarkan pada hubungan sebab akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi.


CASE 5: DESAIN PEKERJAAN DI PT ABC
               Berdasarkan teori-teori yang sudah dijelaskan di atas, saya membandingkan teori tersebut dengan desain PT ABC yang bergerak di bidang perbankan dimana saya bekerja saat ini. Desain organisasi sentralisasi dan desentralisasi berjalan dengan baik sesuai dengan kewenangan masing-masing pegawai berdasarkan dengan ketentuan jobdesc yang diberikan. Spesialisasi pekerjaan pada PT ABC dapat dilihat dari pembagian kerja mulai dari pegawai frontliner hingga branch office manager. Frontliner bekerja dengan kecepatan dan mengambil kewenangan sesuai dengan batasannya sementara branch office manager melingkupi semua pekerjaan cabang sehingga cakupannya lebih luas. Dalam hal memotivasi pegawai PT ABC sangat peduli akan kesejahteraan pegawai dan mendukung setiap pegawai untuk selalu tumbuh lebih maju. Motivasi yang diberikan berupa penghargaan atas prestasi yang sudah diraih oleh pegawai sehingga pegawai merasa perlu untuk berprestasi. Dengan adanya prestasi dan penghargaan yang cukup memuaskan pegawai merasa nyaman dengan pekerjaan yang diberikan bahkan dapat melebihi target yang ditentukan.


III KESIMPULAN

            Pembagian kerja dalam suatu organisasi khususnya perusahaan sangat penting untuk membedakan dan mengukur sejauh mana wewenang seseorang dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya pembagian kerja berdasarkan tanggung jawab masing-masing divisi maka terjadi koordinasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama yaitu perusahaan.
            Selain pembagian kerja, perusahaan harus memberikan motivasi kepada pegawai agar memiliki semangat untuk senantiasa bertumbuh dan melakukan pekerjaan yang melampaui target agar tercapainya prestasi dan penghargaan akan diraih sehingga kepuasan tentu selalu dirasakan.
            Motivasi adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan dan memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan.



DAFTAR PUSTAKA


Cushway, Barry dan Derek Lodge. (1995). Organizational Behaviour and Design. Terjemahan. Jakarta: Elex Media Komputindo.

            David C. Mc Cleland (1997) Motif berprestasi dengan pencapaian kerja

Malayu SP. Hasibuan. 1990. Manajeman Sumber Daya Manusia, Dasar dan Kunci Keberhasilan. Jakarta: Toko Gunung Agung.

Moh. Uzer Usman, 2008, Strategi Pembelajaran, Jakarta : Erlangga

Timpe. 1999. Pengaruh Kepemimpinan dan Finansial Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan. Universitas Warmadewa Bali.

4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel sudah cukup bagus. Ditingkatkan lagi.

      Point:3

      Delete
  2. Isi materi sudah baik apalagi dengan ditambahkan case didalamnya, mind mapp menarik, sukses untuk revita 😊
    Point mind mapp:3

    ReplyDelete
  3. @A11-Ari

    Point:2

    Artikel terlalu simpel

    ReplyDelete