Friday, November 11, 2016

Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Produktifitas Perusahaan


I.                   PENDAHULUAN

Performance atau kinerja dalam kamus manajemen (Sugian,2006:166) didefinisikan pencapaian oleh individu, tim, organisasi atau proses. Pada dasarnya apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan.Kinerja dalam sehari-hari dapat diistilahkah dengan prestasi kerja. Prestasi kerja tidak serta merta dapat dicapai oleh seseorang, belum pernah kita dengar ada seseorang berprestasi dengan hanya berpangku tangan. Untuk menjadi orang berprestasi dalam diri seseorang paling tidak diperlukan dua syarat, yakni ada kemauan keras atau berupaya sungguh-sungguh dan memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan.
Persaingan bisnis yang semakin tajam mengharuskan manajemen memiliki daya “juang” yang tinggi yang tidak pernah merasa lelah dalam merencanakan, mengorganisasikan , mengarahkan, dan mengendalikan sumberdaya organisasinya. Setiap organiasasi mempunyai keterbatasan akan sumber daya manusia, uang dan fisik untuk mencapai tujuan organisasi, keberhasilan mencapai tujuan tergantung pada pemilihan tujuan yang akan dicapai dan cara menggunaka sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen menentukan keefektifan dan efisiensi kegiatan-kegiatan organisasi.
Menurut Robert Bacal (2001) manajemen ini meliputi upaya membangun harapan yang jelas serta pemahaman tentang:
1.      Fungsi kerja esensial yang diharapkan dari karyawan
2.      Seberapa besar kontribusi pekerjaan karyawan bagi pencapaian tujuan organisasi
3.      Apa arti konkretnya melakukan pekerjaan dengan baik
4.      Bagaimana karyawan dan penyelianya bekerja sama untuk mempertahankan, memperbaiki, maupun mengembangkan kinerja karyawan yang sudah ada sekarang
5.      Bagaimana prestasi kerja akan diukur
6.      Mengenali berbagai hambatan kinerja dan menyingkirkannya

II.                PEMBAHASAN

2.1              Urgensi Manajemen Kinerja
Menerapkan manajemen kinerja berarti melibatkan semua pihak yang terkait dalam aktivitas perusahaan, mulai dari manajer, karyawan, dan organisasi. Pentingnya manajermen karyawan, pada umumnya dilandasi dengan suatu pemikiran bahwa karyawan ini sering mengalami masalah-masalah yang dianggap sebagai penyebab rendahnya kinerja karyawan, antara lain :
a.       Karyawan hanya dianggap sebagai input yang sama dengan faktor-faktor produksi lainnya
b.       Karyawan tidak tahu apakah mereka sudah bekerja dengan baik dan benar atau belum
c.       Tidak tahu tingkat kewenangan yang dimiliki
d.      Tidak memperoleh penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik
e.       Tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan baru
f.        Tidak dapat mengambil keputusan sendiri
Manajemen kinerja dapat memecahkan keluhan-keluhan ini, karena manajemen kinerja menyediakan fasilitas untuk menjembatani masalah-masalah ini dengan :
I.       Manajemen kinerja menyediakan forum-forum terjadwal untuk mendiskusikan kemajuan kinerja, seperti Management Walkthrough yakni kunjungan manajemen ke lapangan untuk memantau kondisi kegiatan operasional, Coffee Morning dan doa bersama yang berisikan progress dan rencana kegiatan yang sudah maupun sedang berlangsung, rapat komite K3LL yang berisikan hasil pengecekan dari beberapa fungsi mengenai potensi-potensi bahaya dan hal-hal yang perlu di improve.
II.    Manajemem Kinerja dapat membantu karyawan mengerti apa yang seharusnya mereka kerjakan dan mengapa itu harus dikerjakan serta memberikan kewenangan atau kekuasaan untuk membuat keputusan. Adapun dalam hal ini fungsi management mengelompokkan target kinerja yang ingin dicapai dan mengkomunikasikannya kepada subordinatnya, kemudian selanjutnya subordinat akan mengumpulkan Sasaran Kerja yang akan dicapai beserta schedule rencana kerja dengan target yang lebih stretch untuk membantu management mencapai target kinerja perusahaan. Dalam pembuatan sasaran kerja haruslah menganut sistem SMART, yakni Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Bound. Dalam progress dan pelaksanaannya subordinat terus memberikan report dalam bentuk standard form yang disepakati kepada management untuk dievaluasi.

2.2              Faktor- Faktor yang Perlu Diperhatikan
Agar diperoleh perilaku atau kinerja karyawan yang sesuai dengan harapan atau keinginan perusahaan, diperlukan suatu sistem yang dapat memanajemeni kinerja secara efektif. Menurut Novirwan Trinanto, dalam Rosdiana (1999) ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yakni :
I.                   Dalam menilai kinerja karyawan sangatlah penting untuk mengkaitkan antara kinerja yang diinginkan dengan misi, visi, dan nilai yang dianut oleh perusahaan. Jika nilai yang dianut oleh perusahaan adalah ingin memberikan pelayanan terbaik kepada custommer, maka aspek yang digunakan dalam menilai kinerja adalah aspek yang dapat mendukung sasarang perusahaan, seperti responsif terhadap keinginan pelanggan, yang diikuti dengan sruvey kepuasan pelanggan dalam bentuk kuesioner sebagai bahan evaluasi
II.                Membiasakan karyawan untuk belajar terus menerus dalam upaya untuk meningkatkan kinerjanya. Dalam hal ini, manajemen selaku atasan perlu secara aktif melakukan pemantauan kinerja karyawan serta memberikan umpan baliknya, selain itu juga atasan diharapkan dapat melatih dan membina karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik seperti melakukan coaching.
III.             Penilaian 360 oC hal ini dimaksudkan agar penilaian kinerja tidak hanya dilakukan oleh atasan saja, tapi bisa melibatkan orang lain seperti jabatan yang sejajar maupun subordinat. Hal ini berguna untuk mengurngi unsur subjektifitas. Dalam pengukurannya pun haruslah berhubungan dengan nilai – nilai yang dianut oleh perusahaan yang dapat terukur.
Adapun langkah – langkah dalam melakukan Manajemen Kinerja yakni sebagai berikut :
  • ·         Membuat perencanaan kinerja
  • ·         Melakukan komunikasi yang berlangsung terus menerus
  • ·         Melakukan pengumpulan data, pengamatan, dan dokumentasi
  • ·         Melaksanakan evaluasi kinerja
  • ·         Melakukan diagnostik kinerja dan bimbingan, dst kembali ke tahapan perencanaan

III.             KESIMPULAN

Manajemen kinerja merupakan proses penataan secara menyeluruh yang secara operasional merupakan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasi, pengarahan, dan pengendalian terhadap pencapaian hasil kerja karyawan. dan sekaligus upaya manajemen untuk terus memacu kinerja karyawannya secara optimal. Dengan manajemen kinerja, aktivitas suatu organisasi yang menyangkut tujuan-tujuan organisasi, unit-unit kerja yang lebih kecil dan tanggung jawab kerja setiap karyawan terhubungkan. Oleh karena itu, agar kinerja karyawan sesuai dengan nilai – nilai yang dianut oleh perusahaan, maka perusahaan perlu menilai kembali apakah sistem yang telah dimilikinya sudah optimal dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Keterkaitan antara variabel kinerja memegang peranan penting dalam merancang sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi. Keterkaitan tersebut akan mengarahkan semua yang terlibat dan berkepentingan dalam pengukuran kinerja perusahaan pada satu arah yang sinkron, sehingga fokus perbaikan dapat saling mendukung antar berbagai level manajemen.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan melalui manajemen kinerja ini, diharapkan baik karyawan, manajer, dan pihak perusahaan akan mempunyai visi yang sama akan pentingnya mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja sehingga secara keseluruhan akan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan.

IV.             REFERENSI

Bacal, Robert. 2001. Alih Bahasa : Surya Dharma dan Yanuar Irawan. Performance Management. New-York : McGraw-Hill Companies, Inc.
Sugian, Syahu. 2006. Kamus Manajemen (Mutu). Gramedia Pustaka Utama
Trinanto, Novirwan. 2008. Manajemen Kinerja Sebagai Sebuah Sistem Dalam Meningkatkan Produktivitas Perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 Nomor 1

2 comments:

  1. @A02-Sylvana

    Poin: 3

    Selamat siang tito,
    Untuk artikelnya sudah cukup baik. Karena jelas dan lumayan lengkap. Tetapi sebaikny untuk daftar pustaka lebih diperbanyak dan diambil dari jurnal-jurnal ilmiah. Dan mind mapnya sudah cukup bagus. Terimakasih

    ReplyDelete
  2. @A04-MAULANA

    Poin 3

    Artikel yang disajikan cukup lengkap dan nyaman untuk dibaca.
    Mind map yang ditampilkan juga cukup komunikatif, sehingga pembaca dapat mengerti apa yang Anda sampaikan sebelum membaca artikelnya.
    Mungkin sebagai pelengkap, diberikan contoh kasus yang sejalan dengan tema artikel sehingga lebih sinkron dengan kondisi nyata.

    Terima Kasih.
    Wassalam.

    ReplyDelete