Wednesday, January 11, 2017

Hubungan K3 dengan Produktivitas Kerja


Terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat membuat produktivitas kerja dari pekerja menurun. Tingkat absensi yang tinggi, intensitas kerja yang kurang, dan produksi kerja yang sedikit merupakan beberapa hal yang dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dan berujung pada kerugian bagi pihak kontraktor. Dengan adanya implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja diharapkan mampu meminimalisasikan resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kondisi pekerja yangsehat membuat produksi kerja yang baik dari pekerja itu sendiri. Semakin produktif pekerja maka produktivitas kerja pun dapat meningkat.

A.    Pengertian, Faktor Mencegah Kecelakaan Kerja, dan Faktor 3 E
Keselamatan kerja adalah membuat kondisi kerja yang aman dengan dilengkapi alat-alat pengaman, penerangan yang baik, menjaga lantai dan tangga bebas dari air, minyak, nyamuk dan memelihara fasilitas air yang baik (Agus, 1989). Keselamatan kerja menunjuk pada perlindungan kesejahteraan fisik dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera terkait dengan pekerjaan (Malthis dan Jackson, 2002).
Faktor yang dilakukan perusahaan untuk mencegah kecelakaan (Silalahi, 1995) adalah:
(a)    Faktor subtitusi yaitu penggantian bahan yang berbahaya
(b)   Pengendalian teknis termasuk ventilasi, penerangan dan perlengkapan
(c)    Penyempurnaan ergonomic (penyesuaian dengan bentuk alat dan bahan yang tersedia);
(d)   Pengawasan atas kebiasaan
(e)    Penyesuaian volume produksi dengan jam proses kerja dan adanya Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam perusahaan.
Diperlukan 3 E sebagai area untuk pencegahan kecelakaan kerja dalam pelaksanaan K3 yaitu :
1.      Perekayasaan (Engineering). Diperlukan perekayasaan keselamatan kerja ketika merancang peralatan kerja.
2.      Pendidikan (Education). Pelatihan tenaga kerja tentang prosedur keselamatan kerja dan bagaimana menampilkan keselamatan kerja dalam pekerjaan.
3.      Penegakan (Enforcement) peraturan. Peraturan dan kebijakan K3 harus dengan tegas dilaksanakan untuk mewujudkan tempat kerja yang aman.

B.     Faktor Penyebab Tingginya Kecelakaan Kerja di Indonesia
1.      Tidak adanya sanksi hukum yang berat bagi perusahaan yang melanggar standar K3 yang
ditetapkan oleh pemerintah.
2.      Sumber daya manusia pekerja yang kurang terampil mengoperasikan peralatan kerja.
3.      Sikap dan perilaku pekerja yang enggan menggunakan alat keselamatan kerja yang
disediakan perusahaan.
4.      Kapasitas, beban, dan lingkungan kerja yang tidak kondusif.
5.      Fasilitas K3 yang tidak memadai.
6.      Alat-alat atau fasilitas perlindungan kerja yang digunakan sudah tidak aman lagi atau
7.      kadaluarsa dan tidak memenuhi standar K3 nasional.
8.      Pemilik perusahaan masih terjebak pada paradigma berpikir yang salah, bahwa
pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja merupakan komponen biaya dan
bukan investasi.

C.    Hubungan K3 dengan Produktivitas dan Prestasi Kerja
Aspek produktivitas pekerja diukur dari kemauan kerja, kemampuan kerja, lingkungan kerja, kompensasi, jaminan sosial, dan hubungan kerja. Kemauan kerja dapat dilihat dari kesadaran para pekerja untuk meingkatkan produktivitas kerjanya dan mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan. Kemampuan kerja dapat dilihat dari kemampuan pekerja menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu. Lingkungan kerja dapat dilihat dari tingkat kepedulian perusahaan kepada pekerja seperti adanya tanda peringatan dan tanda bahaya yang berfungsi sehingga karyawan menjadi lebih diperhatikan yang berefek pada peningkatan motivasi kerja karyawan. Kompensasi dapat dilihat dari adanya balas jasa yang sesuai baik langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Jaminan sosial dapat memotivasi poduktifitas pekerja karena pekerja merasa lebih diperhatikan keselamatan dan kesehatannya ketika bekerja.
Untuk meningkatkan produktifitas pekerja perlu ditingkatkan aspek keselamatan dan kesehatan pekerja itu sendiri. Aspek K3 seperti program pelatihan keselamatan membuat pekerja menjadi lebih terlatih, terampil, dan berhati-hati dalam bekerja, program publikasi keselamatan kerja memotivasi karyawan untuk selalu bekerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatannya, program kontrol lingkungan kerja mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan, program pengawasan dan disiplin membuat pekerja selalu menampilkan performansi kerja yang baik, program kesadaran K3 dapat mencipatakan rasa aman dan tenang pekerja saat bekerja.  Apabila unsur-unsur K3 berhasil diterapkan, maka dapat memberikan pengaruh positif secara luas terutama dalam hal produktivitas kerja karyawan.
Secara umum, peranan K3 dalam produktivitas kerja adalah:
1.      Untuk menjamin bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
2.      Untuk menjamin bahwa setiap orang yang berada di tempat kerja perlu terjamin keamanannya.
3.      Untuk memastikan bahwa setiap sumber produksi dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
4.      Untuk mengurangi bahaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipatif dari perusahaan.

D.    Kesimpulan
Keselamatan kerja memang sangat penting dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif dalam menerapkan gaya hidup sehat. Dengan menerapkan aspek keselamatan kerja maka setidaknyakita dapat terhindar dari kecelakaan yang sangat merugikan kita. Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja.

E.     Daftar Pustaka
Lestari, T.; Trisyulianti, Erlin. 2009. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus: Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor). Jurnal Manajemen Vol 1, Nomor 1.
Paramitha, Catarina Cori Pradnya ; Wijayanto, Andi. 2012. Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. PLN (Persero) Apj Semarang. Jurnal Administrasi Bisnis Vol 1, Nomor 1.
http://www.pusatmakalah.com/p/kesimpulan-keselamatan-dan-kesehatan.html. Diakses tanggal 28 Desember 2016 Pukul 20.39 WIB.


No comments:

Post a Comment