Saturday, July 1, 2023

KUIS 11 : Peran Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

 



ABSTRAK

Peran komunikasi organisasi dalam membangun pengembangan organisasi yang lebih baik. Komunikasi organisasi adalah proses penerimaan dan pengiriman pesan dalam jaringan hubungan yang saling tergantung. Dalam menjalankan roda manajemennya, pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar proses komunikasi dalam organisasi dapat berjalan dengan baik, yaitu komunikasi antara manajer dengan bawahannya atau sebaliknya. Dalam abstrak ini, akan dijelaskan mengapa komunikasi organisasi yang efektif penting, strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi organisasi, serta manfaat yang diperoleh dalam meningkatkan keterlibatan karyawan melalui komunikasi yang efektif. Oleh karena itu komunikasi dalam suatu organisasi harus dipahami dengan benar, diaplikasikan serta dikembangkan oleh siapapun baik perorangan, masyarakat dan organisasi. 

Kata Kunci : Komunikasi, Organisasi, Keterlibatan Karyawan

ABSTRACT

The role of organizational communication in building a better organizational development. Organizational communication is the process of receiving and sending messages in a network of interdependent relationships. In carrying out its management, leaders must have good communication skills so that the communication process within the organization can run well, namely communication between managers and their subordinates or vice versa. In this abstract, it will be explained why effective organizational communication is important, strategies that can be used to improve organizational communication, as well as the benefits obtained in increasing employee engagement through effective communication. Therefore, communication within an organization must be properly understood, applied and developed by anyone, both individuals, communities and organizations.

Keywords: Communication, Organization, Employee Involvement

PENDAHULUAN

Komunikasi merupakan suatu aktivitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam kehidupan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan manusia secara umum. Komunikasi merupakan hal yang esensial dan krusial dalam hidup kita. Cara kita berinteraksi dengan sesama adalah dengan komunikasi. komunikasi dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Keterlibatan karyawan yang tinggi merupakan faktor kunci dalam kesuksesan sebuah organisasi. Karyawan yang merasa terlibat secara aktif dalam pekerjaan mereka cenderung lebih berdedikasi, termotivasi, dan berkontribusi secara maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Namun, mencapai tingkat keterlibatan karyawan yang tinggi bukanlah tugas yang mudah. Salah satu faktor kunci yang dapat mempengaruhi tingkat keterlibatan karyawan adalah komunikasi organisasi yang efektif. Komunikasi organisasi yang efektif memainkan peran yang penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, terbuka, dan saling mendukung. Melalui komunikasi yang efektif, manajemen dapat memperjelas visi, misi, dan tujuan organisasi kepada seluruh karyawan. Hal ini memungkinkan karyawan untuk memahami peran mereka dalam mencapai tujuan tersebut, sehingga mereka merasa memiliki kontribusi yang berarti.

RUMUSAN MASALAH

  1.  Apa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi?
  2. Apa fungsi dari komunikasi organisasi ? 
  3. Bagaimana konsep komunikasi dalam suatu organisasi?
  4. Bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif?

TUJUAN

  1. Untuk mengetahui pengertian dari komunikasi organisasi
  2. Untuk mengetahui fungsi dari komunikasi organisasi. 
  3. Untuk mengetahui bagaimana konsep komunikasi dalam suatu organisasi.
  4. Untuk mengetahui cara membangun komunikasi yang efektif.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Organisasi

Menurut Mulawarman dan Yeni (2014), komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju kedepan. Pandangan umum juga mengakui pentingnya komunikasi organisasi. Dalam organisasi yang baik, komunikasi yang baik diperlukan untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan organisasi kepada seluruh anggota. Komunikasi yang efektif juga membantu dalam membangun hubungan yang sehat antara atasan dan bawahan, serta memfasilitasi kolaborasi dan inovasi di antara anggota tim.

Menurut pandangan Frank, interaksi antar anggota organisasi atau anggota dengan pemimpin organisasi bukan merupakan komunikasi organisasi, melainkan interaksi antar organisasi tersebut dengan sasaran komunikasi yang bukan bagian dari organisasi tersebut.

B. Fungsi Komunikasi Organisasi 

Dalam suatu organisasi komunikasi merupakan salah satu komponen penting yang dapat mendukung suatu organisasi/perusahaan dapat bergerak maju kedepan. Menurut Zahara (2018), fungsi komunikasi dalam organisasi meliputi 4 fungsi, yaitu : 

  1. Fungsi Regulatif, yaitu berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. 
  2. Fungsi Integratif, yaitu setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi, seperti saluran komunikasi formal yaitu dengan penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi. Selain itu, juga ada saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi. 
  3. Fungsi Persuasif, yaitu fungsi ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga, banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. karena pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
  4. Fungsi Informatif, yaitu suatu organisasi/perusahaan dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system). Yang dimana seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan untuk setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti, informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.

C. Konsep Komunikasi Dalam Organisasi

Goldhaber (1993)  menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses untuk menciptakan serta saling menukar informasi maupun pesan dalam suatu jaringan yang bergantung antara satu sama lain. Ia mengemukakan konsep organisasi menjadi tujuh konsep yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Umpan Balik: Umpan balik adalah respons atau tanggapan yang diberikan oleh penerima terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik membantu pengirim memahami sejauh mana pesan telah dipahami dan apakah tujuan komunikasi telah tercapai. Umpan balik yang efektif dan konstruktif memungkinkan perbaikan dan penyesuaian dalam proses komunikasi.
  • Gangguan atau Hambatan Komunikasi: Gangguan atau hambatan komunikasi adalah faktor-faktor yang menghalangi atau mengganggu proses komunikasi yang efektif. Hambatan komunikasi dapat berupa kebisingan fisik, perbedaan bahasa, kurangnya kejelasan pesan, perbedaan persepsi, atau ketidakmampuan mendengarkan secara aktif. Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan komunikasi penting untuk memastikan komunikasi yang efektif di dalam organisasi.
  • Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan bahasa, sedangkan komunikasi nonverbal melibatkan ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahasa tubuh, dan kontak mata. Keduanya berperan penting dalam komunikasi organisasi, dan pemahaman terhadap kedua aspek tersebut.
  • Saluran Komunikasi: Saluran komunikasi merujuk pada medium atau cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi dapat berupa komunikasi lisan, tulisan, elektronik, atau kombinasi dari berbagai media. Pemilihan saluran komunikasi yang tepat penting untuk memastikan pesan sampai ke penerima dengan efektif dan efisien.
  • Pengirim dan Penerima: Komunikasi melibatkan pengirim yang mengirim pesan dan penerima yang menerima pesan tersebut. Pengirim adalah orang atau entitas yang ingin menyampaikan informasi, sedangkan penerima adalah pihak yang ditujukan untuk menerima dan memahami pesan tersebut. Kedua belah pihak memiliki peran penting dalam memastikan pesan disampaikan dengan jelas dan dipahami dengan benar.
  • Pesan: Pesan adalah informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat berupa kata-kata lisan, tulisan, gambar, simbol, atau bentuk komunikasi lainnya. Penting untuk menyampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan relevan agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh penerima.
  • Konteks Komunikasi: Konteks komunikasi mencakup kondisi, lingkungan, dan situasi di mana komunikasi terjadi. Konteks organisasi dapat mencakup struktur organisasi, budaya, peran, kekuasaan, dan norma-norma yang ada dalam organisasi. Memahami konteks komunikasi organisasi membantu dalam menyesuaikan gaya dan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan situasi yang ada.

D. Membangun Komunikasi Yang Efektif

Komunikasi efektif adalah keterampilan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan pribadi maupun profesional. Berikut adalah beberapa cara untuk mencapai komunikasi efektif:

  • Beri perhatian pada ekspresi nonverbal: Komunikasi bukan hanya tentang kata-kata. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh dapat memberikan informasi tambahan tentang pesan yang disampaikan.
  • Jadilah pendengar yang aktif: Dengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa gangguan saat berkomunikasi dengan orang lain. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan memahami dengan lebih baik pesan yang disampaikan.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan lugas: Sampaikan pesan dengan cara yang mudah dipahami oleh orang lain. Hindari penggunaan jargon atau istilah teknis yang tidak familiar. Pilih kata-kata yang tepat dan sederhana. 
  • Jaga empati dan pengertian: Cobalah untuk memahami perspektif orang lain dan melihat dari sudut pandang mereka. Tunjukkan empati dan pertimbangkan perasaan dan kebutuhan mereka. 
  • Beri umpan balik secara konstruktif: Jika Anda menerima atau memberikan umpan balik, pastikan untuk melakukannya dengan cara yang konstruktif. Fokuskan pada perilaku atau situasi spesifik yang ingin Anda sampaikan, dan hindari mengkritik pribadi. 

KESIMPULAN

Komunikasi adalah semangat kelangsungan organisasi. Suatu organisasi tidak dapat berfungsi tanpa komunikasi. Komunikasi organisasi sendiri merupakan jaringan komunikasi antara orang-orang yang saling bergantung dalam konteks organisasi. Komunikasi organisasi juga mencakup pengiriman dan penerimaan pesan, yang tujuannya adalah bekerja sama untuk mencapai hasil yang ditentukan oleh organisasi.Komunikasi dalam organisasi menjadi titik sentral dalam setiap proses dan hubungan kemanusiaan yang menyangkut kepribadian, sikap, dan tingkah laku Komunikasi timbal balik memiliki peranan penting dalam pergaulan manusia, sedangkan komunikasi interpersonal sangat menentukan keberhasilan komunikasi timbal balik. Beberapa jenis komunikasi yang dapat membawa organisasi kearah perbaikan dan pengembangan

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, organisasi dapat meningkatkan komunikasi yang efektif antara anggota tim, departemen, dan tingkatan hierarki yang berbeda. Hal ini akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif, produktif, dan positif, serta berkontribusi pada keseluruhan kinerja dan keberhasilan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Asriadi, A. (2020). Komunikasi Efektif Dalam Organisasi. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 36-50.

Mulawarman, K., dan Yeni Rosilawati. 2014. Komunikasi Organisasi Pada Dinas Perijinan Kota Yogyakarta Untuk Meningkatkan Pelayanan. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol. 5, No. 1, Hal. 31 - 38. Semarang : Universitas Islam Sultan Agung.

Goldhaber, G.M. (1993) Organizational Communication. Iowa Wm: Brown Publisher Ig.

Zahara, Evi. 2018. Peranan Komunikasi Organisasi Bagi Pemimpin Organisasi. Jurnal Warta Dharmawangsa Vol. 5, No. 56. Hal. 1-6. Jakarta : Universitas Dharmawangsa.


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.