Showing posts with label Tugas B06. Show all posts
Showing posts with label Tugas B06. Show all posts
Friday, June 24, 2016
ANALISIS PEKERJAAN
ANALISIS PEKERJAAN
A.Pengertian Analisis
Pekerjaan
Analisis pekerjaan menurut Amstrong (2004b) adalah sebuah teknik manajemen yang
amat penting karena analisis pekerjaan akan menghasilkan informasi yang amat
diperlukan untuk mendesain atau mengembangkan organisasi, rekrutmen, manajemen
kinerja, pelatihan dan pengembangan, serta penggajian.[1]
Analisis pekerjaan menurut Umar (2004) merupakan suatu proses untuk menentukan
isi suatu pekerjaan sehingga dapat dijelaskan kepada orang lain untuk tujuan
manajemen.
Dan
menurut Bernandin dan Joyce (1993) Analisis pekerjaan merupakan usaha-usaha
untuk merumuskan hal-hal yang dilakukan oleh seorang pekerja ke dalam
kata-kata. Berdasarkan kedua pengertian tersebut dapat didefinisikan bahwa
analisis pekerjaan merupakan deskripsi pekerjaan untuk memberikan informasi
dalam rangka mendesain atau mengembangkan organisasi, rekrutmen, manajemen
kinerja, pelatihan dan pengembangan, serta penggajian.
Job analysis
A. PENGERTIAN
Analisis
jabatan terdiri atas dua kata, analisis dan jabatan. Analisis merupakan
aktivitas berpikir untuk menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen,
atau unsur, serta kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan jabatan adalah sekumpulan/sekelompok
tugas dan tanggung jawab yang akan, sedang dan telah dikerjakan oleh tenaga
kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian analisis pekerjaan dapat
diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan,
mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara sistematis dan
sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002:127).
Analisis
jabatan merupakan bagian dari perencanaan sumber daya manusia. Menurut Flippo
(1994), “Analisis jabatan adalah proses mempelajari dan mengumpulkan informasi
yang berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaaan tertentu.”
Flippo menekankan bahwasanyaa ada dua kegiatan utama dalam analisis jabatan,
yaitu mengumpulkan informasi tentang operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan
dan mempelajarinya lebih mendalam.
B. MANFAAT ANALISIS PEKERJAAN
Analisis
pekerjaan mempunyai manfaat dalam suatu pengorganisasian, antara lain :
·
Analisis susunan kepegawaian (Informasi
pekerjaan)
·
Desain Organisasi (menganalisis elemen, menyusun
posisi organisasi)
·
Redesain pekerjaan (untuk meningkatkan metode
pekerja, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu, perbaikan kinerja)
C. TAHAPAN ANALISIS PEKERJAAN
Dalam analisis
pekerjaan terdapat dua langkah utama yang harus dilakukan, yaitu (1) penentuan
tugas-tugas utama, kegiatan-kegiatan, perilaku-perilaku atau
kewajiban-kewajibanyang akan dilaksanakan dalam pekerjaan. (2) penetapan
pengetahuan (knowledge), kemampuan-kemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan
(skills), dan beberapa karakteristik lainnya (faktor-faktor kepribadian, sikap,
ketangkasan atau karakteristik fisik dan mental yang di perlukan bagi
pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas.
D. JENIS ANALISIS PEKERJAAN
·
Analisis Pekerjaan Tradisional (Traditional Job
Analysis)
Model
tradisional ini hanya mencari informasi sekitar tiga aspek, antara lain
tanggung jawab yang merinci unit organisasi kepada mana suatu kedudukan harus
bertanggung jawab, harus tunduk kepada pengarahan dan bagian pelaksanaan,
skewajiban-kewajiban umum dari seseorang yang sedang memegang suatu kedudukan,
kualifikasi-kualifikasi minimal yang diterima sebagai kelayakan.
·
Analisis Pekerjaan yang beroreientasi hasil
(Ersult-oriented Jobs Description atau RODs)
Analisis pekerjaan yang
berorientasikan hasil ini merupakan suatu kehidupan kecil di dalam
program-oriented budget yang bermanfaat bagi produktivitas.
E. METODE PENGUMPULAN INFORMASI ANALISIS JABATAN
Untuk memperolah informasi
analisis pekerjaan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode yang umum
digunakan dalam mengumpulkan informasi adalah observasi, wawancara, dan angket.
·
Metode Observasi
Metode observasi adalah metode
yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dengan mengamati individu yang
melakukan pekerjaan itu dan mencatatnya untuk menguraikan tugas dan kewajiban
yang dilakukannya. Metode observasi sangat tepat jika dilakukan pada jenis
pekerjaan yang bersifat pengulangan. Penggunaan metode observasi memungkinkan
analisis dilakukan dekat dengan suasana pekerjaan dilapangan. Walaupun sifatnya
pengamatan, namun tidak seharusnya analis mengamati secara kontinyu
perkembangan dari waktu ke waktu. Penggunaan work sampling dan employee
diary/log.
- Metode Wawancara
Pekerja diseleksi dan diwawancara
secara langsung ditempat pekerjaan meraka atau mereka yang terkait langsung
dengan pekerjaan yang dianalisis. Tiga jenis wawancara dapat digunakan untuk
mengumpulkan data analisis jabatan, yaitu wawancara individual, wawancara
kelompok, dan wawancara penyelia (Dessler : 1997). Dalam beberapa keadaan,
seperti pekerjaan yang diarahkan oleh tim, dapat juga digunakan wawancara
kelompok. Salah satu kelemahan metode wawancara adalah sangat memakan waktu,
khususnya jika pewawancara berbicara dengan dua atau tiga pegawai yang
melakukan setiap pekerjaan
2. Metode Angket
Dengan mengunakan angket, yang
bersangkutan diminta untuk memberikan data-data mengenai jabatannya dangan
kata-kata sendiri. Analis meminta karyawan mengisi kuisioner untuk
menggambarkan tugas-tugas yang berkaitan dengan jabatan dan tanggung jawab
mereka. Keuntungan utama dari metode kuisioner angket adalah informasi atas
sejumlah pekerjaan dapat dikumpulkan secara murah dan dalam waktu yang relative
singkat. Sebaliknya, metode angket memerlukan waktu yang lama untuk menguji
kuisioner tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
1. Inet.
2014. Analisis jabatan dalam : http://makalainet.blogspot.com/2014/01/analisis-jabatan.html
2. .Fanya.
2012. Manajemen sumber daya dalam : http://princessfanya.blogspot.com/2012/10/manajemen-sumber-daya-manusia-bab-3.html
3. Wenang.
2010. Pengertian analisis jabatan dalam : http://pemikirangado-gado.blogspot.com/2010/08/pengertian-analisis-jabatan.html
4. Pasolina.
2010. Analisis pekerjaan dalam : http://pasolina.blog.uns.ac.id/2010/05/10/analisis-pekerjaan/
Tuesday, June 21, 2016
Saturday, June 18, 2016
ANALISIS PEKERJAAN
Sesudah
kebutuhan-kebutuhan sumber daya manusia dipikirkan dan direncanakan, maka
langkah berikutnya adalah melakukan analisis dan klasifikasi pekerjaan.
Analisis pekerjaan adalah usaha yang sistematik dalam mengumpulkan, menilai dan
mengorganisasikan semua jenis pekerjaan yang terdapat dalam suatu organisasi.
Berarti dalam suatu organisasi diperlukan keberadaan sekelompok analis pekerjaan
yang bertugas melakukan analisis terhadap semua pekerjaan yang ada.
Analisis
pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan
tertulis mengenai kewajiban-kewajiban pekerja dan bisa juga mencakup standar
kualifikasi, yang merinci pendidikan dan pengalaman minimal yang diperlukan
bagi seorang pekerja untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dari kedudukannya
secara memuaskan.
Kegiatan
analisis pekerjaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi.
Dikatakan demikian, karena berbagai tindakan dalam pengelolaan sumber daya
manusia tergantung pada informasi tentang analisis pekerjaan yang telah
dilakukan.
Maka
dalam makalah ini akan membahas tentang “analisis pekerjaan” sebagai
kajian untuk mengetahui apa yang dituntut oleh pekerjaan dan tipe orang seperti
apa yang harus mengerjakanya.
Metode Mengumpulkan Analisis Pekerjaan
Melakukan analisis pekerjaan biasanya
melibatkan gabungan dari seorang spesialis SDM, pekerja, dan penyelia pekerja.
Spesialis SDM (manaajer SDM, analis pekerjaan, atau konsultan). Penyelia dan
pekerja bisa mengisi kuesioner yang berisi aktivitas bawahanya. Penyelia dan
pekerja nantinya bisa menelaah dan mengesahkan kesimpulan analis pekerjaan
mengenai aktivitas dan kewajiban pekerjaaan itu.
Metode yang paling populer untuk
mengumpulkan data analisis pekerjaan adalah wawancara, kuosioner, observasi,
dan diary/catatan laporan.
1.
Wawancara
Para manajer menggunakan tiga jenis
wawancara untuk mengumpulkan data analisis pekerjaan, yaitu wawancara
individual dengan setiap karyawan, wawancara kelompok dengan sekelompok
karyawan yang memiliki pekerjaan sama, dan wawancara dengan satu atau banyak
penyelia yang mengetahui pekerjaan tersebut.
Jenis wawancara apapun yang digunakan,
penanya harus yakin bahwa orang yang diwawancarai memahami sepenuhnya alasan
wawancara, karena ada kecenderungan bahwa wawancara adalah bentuk dari
penilaian benar atau salah yang menjadi evaluasi efisiensi.
2.
Kuesioner
Sebelumnya harus menentukan bagaimana
struktur kuesioner dan pertanyaan yang digunakan. Setiap karyawan harus mengisi
satu dari kemungkinan ratusan kewajiban atau tugas khusus. Orang tersebut
diminta untuk menunjukan apakah melaksanakan setiap tugas dan berapa lama waktu
yang digunakanya.
Menggunakan kuesioner adalah cara yang
cepat dan efisien. Namun, mengembangkan dan mengujinya (dengan meyakinkan
pekerja memahami pertanyaanya) bisa menjadi mahal dan memakan waktu.
3.
Observasi
Metode ini berguna untuk pekerjaan yang
terdiri dari aktivitas fisik yang dapat diamati (ex.pekerja perakitan dan
petugas akunting). Namun tidak sesuai untuk pekrjaan yang membutuhkan banyak
aktivitas mental (pengacara, insinyur perancangan) dan bila karyawan hanya
sekali-kali terlibat dalam aktivitas penting (seorang juru rawat yang menangani
gawat darurat). Masalah yang lain adalah reaktivitas, pekerja berubah
perilakunya karena kegiata pengawasan.
Pendekatan yang dilakukan adalah mengamati
pekerjaan selama siklus pekerjaan berlangsung dan mencatatnya. Kemudian
mengakumulasikan informasi dan hasil wawancara dengan pekerja. Lalu memintanya
untuk menjelaskan hal yang tidak dipahami dan aktivitas yang tidak diamati.
Pengamatan dan wawancara juga dapat dilakukan secara simultan (bertanya saat
pekerja melakukan pekerjaanya).
4.
Catatan
Laporan Partisipan
Pendekatan lain adalah dengan menanyakan
kepada pekerja untuk menyimpan sebuah catatan laporan tentang aktivitas yang
mereka lakukan beserta waktunya. Ini dapat menghasilkan gambaran yang lengkap
tentang pekerjaan, khususnya saat ditambahkan wawancara dengan pekerja dan
penyelianya. Meskipun karyawan mungkin membesarkan atau mengurangi aktivitas
lainnya. Namun, sifat yang rinci dan kronologis dari laporan cenderung untuk
mengurangi masalah ini.
Jenis
Analisis Pekerjaan
Terdapat
dua jenis analisis pekerjaan, yakni; analisis pekerjaan tradisional (traditional
job description) dan analisis pekerjaan yang berorientasikan hasil (results-oriented
job description).
1) Analisis
Pekerjaan Tradisional
Model
tradisional ini hanya mencari informasi sekitar tiga aspek, yakni:
a. Tanggungjawab
(responsibilities), merinci unit organisasi kepada mana suatu kedudukan
harus bertanggungjawab, harus tunduk kepada pengarahan dan bagian pengendalain
pelaksanaan.
b. Kewajiban-kewajiban
(duties) umum dari seorang yang sedang memegang suatu kedudukan dan;
c. Kualifikasi-kualifikasi
(qualifications) minimal yang diterima sebagai kelayakan.
2) Analisis
Pekerjaan yang Berorientasikan Hasil
Analisis
pekerjaan jenis ini berasumsi bahwa uraian pekerjaan akan menjadi lebih
bermanfaat jika uraian pekerjaan tersebut memperjelas harapan-harapan
organisasi kepada para pekerja, dan keterkaitan antara tugas-tugas,
standar-standar, kecakapan-kecakapan, dan kualifikasi-kualifikasi minimal. Oleh
karena itu, analisis pekerjaan ini memuat keterangan-keterangan yang berkisar
pada pernyataan-pernyataan, seperti;
a. Task merupakan perilaku-perilaku, kewajiban-kewajiban
atau fungsi yang penting bagi suatu pekerjaan.
b. Conditions merupakan bagaimana sifat dasar pada pekerjaan, atau
syarat-syarat yang diperlukan agar pekerjaan itu terlaksana.
c. Standartds merupakan harapan-harapan performansi obyektif yang
diberikan pada setiap tugas, yang dituangkan menurut ketentuan standar
kuantitas, kualitas, atau ketepatan waktu yang benar-benar dikaitkan dengan
tujuan organisasi.
d. SKAs merupakan kecakapan, pengetahuan, dan kemampuan yang
dibutuhkan untuk melaksanakan setiap tugas pada standar minimal yang diterima.
e. Qualifications merupakan pendidikan dan pengalaman serta
kualifikasi lain yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa para pekerja mempunyai
SKAs yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas.
Faustino
Cordoso Gomes, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, ANDI,
2003.
Sondang
P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, Bumi Aksara,
2006.
Gary
Dessler, ManajemenSumberDayaManusia; Edisi 9,trj. Eli Tanya, INDEKS
kelompok GRAMEDIA, Jakarta, 2004.
Friday, June 17, 2016
Wednesday, June 8, 2016
JOB ANALYSIS
ANALISA PEKERJAAN
A. Pengertian dan tujuan analisis pekerjaan
Yang dimaksud dengan analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja yang dilaksanakan dengan cara mengamati atau mengadakan interview terhadap pekerja dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor.
Analisis pekerjaan ini menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis mengenai kewajiban pekerja yang juga mencakup standar kualifikasi, tingkat pendidikan, pengalaman minimal yang diperlukan serta karakter pekerjaan itu sendiri.
Terdapat 12 macam tujuan diadakannya analisis pekerjaan, diantaranya adalah:
- Job description,
- Job classification,
- Job evaluation,
- Job design restructuring,
- Personnel requirement,
- Performance appraisal,
- Worker training,
- Worker mobility,
- Efficiency,
- Safety,
- Human resource planning,
- Legal requirements.
B. Manfaat Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan mempunyai manfaat dalam suatu pengorganisasian, antara lain :
· Analisis susunan kepegawaian (Informasi pekerjaan)
· Desain Organisasi (menganalisis elemen, menyusun posisi organisasi)
· Redesain pekerjaan (untuk meningkatkan metode pekerja, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu, perbaikan kinerja)
Tahap-tahap analisis
Dalam analisis pekerjaan terdapat dua langkah utama yang harus dilakukan, yaitu
(1) penentuan tugas-tugas utama, kegiatan-kegiatan, perilaku-perilaku atau kewajiban-kewajibanyang akan dilaksanakan dalam pekerjaan.
(2) penetapan pengetahuan (knowledge), kemampuan-kemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan (skills), dan beberapa karakteristik lainnya (faktor-faktor kepribadian, sikap, ketangkasan atau karakteristik fisik dan mental yang di perlukan bagi pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas.
Jenis Analisis Pekerjaan
1. Analisis Pekerjaan Tradisional (Traditional Job Analysis)
Model tradisional ini hanya mencari informasi sekitar tiga aspek, antara lain tanggung jawab yang merinci unit organisasi kepada mana suatu kedudukan harus bertanggung jawab, harus tunduk kepada pengarahan dan bagian pelaksanaan, skewajiban-kewajiban umum dari seseorang yang sedang memegang suatu kedudukan, kualifikasi-kualifikasi minimal yang diterima sebagai kelayakan.
2. Analisis Pekerjaan yang beroreientasi hasil
Analisis pekerjaan yang berorientasikan hasil ini merupakan suatu kehidupan kecil di dalam program-oriented budget yang bermanfaat bagi produktivitas.
Sumber :
1. Analisa pekerjaan dan desain pekerjaan pada CV. X di mojosari http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=194307 diakses pada tanggal 11 April 2016
2. Analisa pekerjaan dan desain pekerjaan pada PT CHANDRA ELC di Sidoarjo http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=193746 diakses pada tanggal 11 Aril 2016
Thursday, May 26, 2016
Friday, April 29, 2016
Artikel Analisis Pekerjaan
Analisis
Pekerjaan di PT LAB IND
Oleh:
Renward Panyel Siahaan
Perusahaan akan berkembang apabila
didukung dengan pekerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang tepat
untuk mengisi pekerjaan tersebut. Pekerja yang tepat dapat diperoleh atau
ditempatkan dengan melakukan analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan (job
analysis) perlu dilakukan agar dapat mendesain organisasi serta menetapkan
uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan.
Analisis pekerjaan adalah
menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana
mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan. Analisis pekerjaan
akan memberikan informasi mengenai uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan
evaluasi pekerjaan bahkan dapat memperkirakan pengayaan atau perluasan
pekerjaan dan penyederhanaan pekerjaan pada masa yang akan datang.
Analisis pekerjaan menurut amstrong adalah
sebuah teknik manajemen yang amat penting karena analisis pekerjaan akan
menghasilkan informasi yang amat diperlukan untuk mendesain atau mengembangkan
organisasi, rekrutmen, manajemen kinerja, pelatihan dan pengembangan, serta
penggajian. Manfaat analisis pekerjaan
yaitu dapat menggolongkan pekerjaan untuk menentukan latihan apa yang diperlukan,
untuk menetapkan upah atau gaji, menetapkan hubungan kerja sehingga mempermudah
dalam menggariskan kebijaksanaan kenaikan pangkat, pemindahan dan pemberian
tugas, mendapatkan fakta-fakta pekerjaan yang berisiko, penilaian pekerjaan,
penetapan alat-alat yang diperlukan, merencanakan penerimaan pegawai. Tujuan
analisis pekerjaan adalah Job
Description, Job Classification, Job Evaluation, Job Design Restructuring,
Personnel Requirement / Sepesification, Performance Appraisal, Worker Training,
Worker Mobility, Efficienci, Safety, Human Resource Planning dan Legal.
1.
Job Description. Berisi informasi identifikasi, riwayat, kewajiban-kewajiban,
pertanggungjawaban, spesifikasi, atau standar-standar pekerjaan.
2.
Job Classification. Pengelompokan, pengkelasan, dan jenis-jenis pekerjaan
berdasar rencana sistematika tertentu.
3.
Job Evaluation. Merupakan prosedur klasifikasi pekerjaan berdasarkan kegunaan
di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.
4.
Job Design Restructuring. Meliputi usaha-usaha untuk merelokasi dan
merestrukturalisasi kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.
5.
Personnel Requirement / Sepesification. Spesifikasi ini adalah kualifikasi
minimal untuk suatu pekerjaan. Penyusunan persyaratan atau spesifikasi tertentu
bagi suatu pekerjaan.
6.
Performance Appraisal. Penilaian sistematis yang dilakukan oleh para supervisor
terhadap performansi pekerjaan dari para pekerja. Tujuan penting dari penilaian
performansi adalah mempengaruhi performansi para pekerja melalui
keputusan-keputusan administrasi.
7.
Worker Training. Dilakukan untuk tujuan-tujuan pelatihan, yaitu mengambangkan
keterampilan-keterampilan tertentu, dan mempengaruhi perilaku dari individu-individu
dalam organisasi sedemikian rupa sehingga perilaku individu-individu tersebut
memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi.
8.
Worker Mobility. Analisis pekerjaan diperlukan untuk mendukung mobilitas
pekerja dalam karir, yang meliputi dinamika posisi-posisi, okupasi-okupasi, dan
pekerjaan-pekerjaan tertentu.
9.
Efficienci. Suatu pekerjaan disebut efesien apabila mencakup integrasi proses
kerja yang optimal dan didukung perencanaan yang baik dalam keamanan peralatan
dari fasilitas fisik lainnya. Proses pengintegrasian pekerjaan perlu
memperhatikan efesiensi tentang prosedur-prosedur kerja, susunan kerja, dan
juga prosedur-prosedur kerja sebagai referensi tertentu pada
aktivitas-aktivitas pekerjaan.
10.
Safety. Fokus perhatian safety lebih dititikberatkan pada penghentian,
mengeliminasi, atau menghindari kondisi-kondisi fisik, kondisi-kondisi
lingkungan, dan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman.
11.
Human Resource Planning. Perencanaan SDM akan selalu meliputi upaya perencanaan
agar memperoleh the right mans in the right places and in the right times untuk
mencapai kemanfaatan yang sebesar-besarnya atas keberadaan SDM dalam suatu
organisasi atau perusahaan.
12.
Legal. Analisis pekerjaan juga diperlukan untuk menyusun regulasi-regulasi dan
berbagai ketentuan organisasional.
Deskripsi pekerjaan merupakan uraian
pekerjaan yang menggambarkan tugas-tugas, tanggung jawab, syarat-syarat kerja
dan kegiatan pekerjaan utama. Informasi yang didapat dari deskripsi pekerjaan
yaitu identifikasi pekerjaan atau jabatan, hubungan tugas dan tanggung jawab,
standar wewenang pekerjaan, syarat kerja diuraikan dengan jelas, ringkasan
pekerjaan atau jabatan, dengan menguraikan bentuk umum pekerjaan dengan hanya
mencantumkan fungsi-fungsi dan aktifitas utamanya, penjelasan jabatan dibawah
dan diatasnya (Gunawan 2014). Deskripsi pekerjaan di PT. Lab IND untuk divisi
RSL pada jabatan Engineer laboratorium berdasarkan analisis pekerjaan yaitu
melakukan preparasi contoh uji, analisa contoh secara kualitatif dan
kuantitatif menggunakan alat instrumen yaitu GC-MS, HPLC-MS, ICP, ICP-OES, XRF,
AAS. Kemudian membuat laporan hasil analisa yang akan dikirimkan kepada buyer. Pekerjaan
tersebut dilakukan oleh pekerja yang mempunyai latar pendidikan di bidang
kimia, dan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan alat instrument. Informasi
mengenai deskripsi pekerjaan untuk semua jabatan terdapat pada tujuan
pekerjaan, wewenang, tugas dan tanggung jawab. Sedangkan informasi mengenai
spesifikasi pekerjaan terdapat pada keahlian yang dibutuhkan, pendidikan yang
dimiliki dan kemampuan dasar yang harus dimiliki.
Daftar
Pustaka
Dessler, Gary. 2004. Human Resource Management. 2003. New
Jersey: Pretince Hall
Upper Saddle
River.
Fathoni, Abdurrahmat.
2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Gunawan, Iwenas J.L.
2014. Analisa Pekerjan Dan Desain Pekerjaan di PTChandra Elc di Sidoarjo. Jurnal Agora Vol.2 No.1
Saturday, April 16, 2016
Friday, April 15, 2016
Analisa Pekerjaan
Analisa Jabatan (Job Analysis)
Jabatan atau pekerjaan merupakan hal yang penting dalam organisasi untuk mencapai tujuannya. MSDM membutuhkan informasi tentang keseluruhan jabatan yang ada di perusahaan dan jabatan perlu didesain agar dapat memotivasi kinerja para anggotanya.
Analisis Jabatan yang Optimal
Abstrak
Mengutip
kata-kata bijak dari Albert Einstein, bahwa “Hidup itu laksana naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, kamu
harus tetap bergerak”.
Analisis Pekerjaan
A. PENGERTIAN
Analisis jabatan terdiri atas dua kata, analisis dan jabatan. Analisis merupakan aktivitas berpikir untuk menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen, atau unsur, serta kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan jabatan adalah sekumpulan/sekelompok tugas dan tanggung jawab yang akan, sedang dan telah dikerjakan oleh tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian analisis pekerjaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002:127).Analisis jabatan merupakan bagian dari perencanaan sumber daya manusia. Menurut Flippo (1994), “Analisis jabatan adalah proses mempelajari dan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaaan tertentu.” Flippo menekankan bahwasanyaa ada dua kegiatan utama dalam analisis jabatan, yaitu mengumpulkan informasi tentang operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan dan mempelajarinya lebih mendalam.
Subscribe to:
Posts (Atom)











