Sunday, June 25, 2023

Manajemen Sumber Daya Manusia

 

ABSTRAK

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. MSDM yang efektif dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi kinerja organisasi secara keseluruhan. Dalam artikel ini, dibahas tentang strategi MSDM yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pengukuran kinerja MSDM yang efektif untuk memastikan keberhasilan strategi MSDM tersebut. Artikel ini juga membahas tentang sistem pengukuran kinerja MSDM yang dapat digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja MSDM secara teratur.

Kata Kunci: Manajemen sumber daya manusia, kinerja organisasi, strategi MSDM, pengukuran kinerja MSDM.

 

ABSTRCT

Human resource management (HRM) plays a crucial role in enhancing organizational performance. Effective HRM can improve overall productivity, quality, and efficiency of the organization's performance. This article discusses effective HRM strategies to enhance organizational performance and effective HRM performance measurement to ensure the success of the HRM strategies. The article also discusses the HRM performance measurement system that can be used to monitor and evaluate HRM performance regularly.

Keywords: Human resource management, organizational performance, HRM strategies, HRM performance measurement.

 

PENDAHULUAN

Peningkatan kinerja organisasi menjadi tujuan utama dari sebuah perusahaan. Kinerja yang baik dapat meningkatkan daya saing, produktivitas, dan profitabilitas perusahaan. Namun, kinerja organisasi tidak akan bisa mencapai target yang diharapkan tanpa adanya peran yang signifikan dari manajemen sumber daya manusia (MSDM). MSDM memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang efektif, meningkatkan motivasi karyawan, dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. MSDM yang efektif dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam era persaingan global saat ini, kebutuhan akan MSDM yang efektif semakin meningkat. Perusahaan harus mampu mengembangkan strategi MSDM yang efektif untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Dalam hal ini, pengukuran kinerja MSDM menjadi hal yang sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan program MSDM dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Dalam artikel ini, akan dibahas tentang strategi MSDM yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pengukuran kinerja MSDM yang efektif untuk memastikan keberhasilan strategi MSDM tersebut. Artikel ini juga akan membahas tentang sistem pengukuran kinerja MSDM yang dapat digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja MSDM secara teratur.

 

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)?

2.      Apa fungsi dari Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)?

3.      Apa saja strategi dan praktik yang efektif dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan memperkuat daya saing organisasi?

4.      Bagaimana pengukuran kinerja untuk membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan/organisasi?

 

PEMBAHASAN

1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen berasal dari bahasa Inggris management dengan kata kerja to manage, diartikan secara umum sebagai mengurusi. Selanjutnya definisi manajemen berkembang lebih lengkap. Lauren A. Aply dalam (Sulistyorini, 2009) yang dikutip Tanthowi menerjemahkan manajemen sebagai “The art of getting done though people” atau seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Selain manajemen dipandang sebagai ilmu dan seni, manajemen juga dapat dikatakan sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai prestasi manajer yang diikat dengan kode etik dan dituntut untuk bekerja secara profesional.

Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.

 2. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Adapun fungsi manajemen sumber daya manusia dalam (Almasri, 2016) seperti halnya fungsi manajemen umum, yaitu sebagai berikut:   

2.1 Fungsi Manajerial

-       Perencanaan (Planning)

-       Pengorganisasian (Organizing)

-       Pengarahan (Directing)

-       Pengendalian (Controlling)

2.2 Fungsi Operasional

-       Pengadaan Sumber Daya Manusia (recruitment)

-       Pengembangan (development)

-       Kompensasi (compensation)

-       Pengintegrasian (integration)

-       Pemeliharaan (maintenance)

-       Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja (separation)

Semua fungsi dalam manajemen tersebut akan dilaksanakan tergantung dengan kebutuhan, apakah akan dilakukan secara sederhana atau dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan dapat menggunakan hanya beberapa fungsi saja.

3. Strategi Untuk Memaksimalkan Sumber Daya Manusia

Pengembangan sumber daya manusia adalah program yang khusus dirancang oleh suatu organisasi dengan tujuan membantu karyawan dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan sikapnya. Berbagai strategi yang dapat dilakukan oleh suatu organisasi dalam usaha pengembangan untuk memaksimalkan sumber daya manusia, antara lain sebagai berikut:

Pelatihan/Pendidikan 

Manajemen yang efektif melihat latihan atau pendidikan sebagai investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Dengan latihan atau pendidikan diartikan sebagai kegiatan perusahaan yang didesain untuk memperbaiki atau meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mengubah sikap pegawai sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga pegawai yang bersangkutan lebih maju dalam melaksanakan tugas tertentu. 

Rotasi Jabatan 

Dengan rotasi jabatan seorang karyawan ditugaskan memegang jabatan yang berbeda dari satu waktu ke waktu yang lain. Selain agar karyawan memahami pelaksanaan berbagai tugas, juga agar ia memperoleh pengetahuan yang lebih luas mengenai berbagai jabatan.  

Delegasi 

Manajemen adalah mencapai hasil melalui orang lain, karenanya untuk dapat merealisir itu, delegasi oleh manajer mutlak perlu. Salah satu kualifikasi penting dari seorang manajer adalah kesanggupan mendelegasi sebahagian tugas dan wewenangnya kepada bawahannya  

Promosi  

Promosi adalah kegiatan pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi, di mana tugas, wewenang, dan tanggung jawab lebih tinggi dari sebelumnya. Salah satu sasaran tindakan promosi ialah untuk mengembangkan pegawai, sebab pegawai yang cukup berprestasi pada jabatannya harus dikembangkan dengan menugaskan ia untuk menerima tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya.     

Pemindahan 

Efektivitas dan tujuan organisasi akan meningkat bila pegawai dipindahkan ke jabatan yang sesuai dengan perhatian dan kemampuan pegawai dipindahkan ke jabatan yang sesuai dengan perhatian dan kemampuan pegawai yang bersangkutan.  

Konseling 

Dalam setiap organisasi, karyawan dapat dibagi atas dua macam, yaitu penasehat dan yang menesehati. Umumnya para manajer termasuk kepada kelompok penasehat, yakni penasehat bawahan-bawahannya khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan bawahan tersebut demi semakin terampilnya para karyawan yang bersangkutan.  

Penugasan dalam keanggotaan suatu panitia 

Dalam penugasan seorang karyawan menjadi anggota sesuatu panitia, maka dia dapat mengembangkan dirinya dalam hal menghargai orang lain, cara rapat, cara mengambil keputusan dalam rapat, bekerja ama dengan orang lain, dan menambah pengetahuan dalam berbagai seginya. 

Konferensi  

Ikut serta dalam suatu konferensi bagi seseorang akan banyak memberi pengalaman, pengetahuan dalam berbagai bidang serta dapat menambah keterampilan. 

Kompensasi/Tunjangan  

Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenagakerjaan di kemudian hari ataupun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan.  

Pemberhentian Karyawan (Perampingan dan Outsourcing)  

Baik karyawan maupun perusahaan dapat memutuskan untuk menghentikan hubungan kerja. 

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. Strategi MSDM yang efektif dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi kinerja organisasi secara keseluruhan. Pengukuran kinerja MSDM yang efektif juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan strategi MSDM tersebut. Oleh karena itu, sistem pengukuran kinerja MSDM yang tepat harus digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja MSDM secara teratur. Dengan demikian, manajemen sumber daya manusia yang efektif dapat membantu organisasi mencapai tujuannya dengan lebih efisien dan efektif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Almasri, M. N. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia: Imlementasi Dalam Pendidikan Islam. Kutubkhanah19(2), 133-151.

Hernawan, A., Mahmud, A., & Agustina, L. (2014). Pengaruh Total Quality Management (Tqm), Sistem Pengukuran Kinerja Dan Sistem Penghargaan Terhadap Kinerja Manajerial. Accounting Analysis Journal3(1).

Samsuni, S. (2017). Manajemen sumber daya manusia. Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan17(1), 113-124.

Simbolon, F. (2015). Perbandingan sistem pengukuran kinerja perusahaan. Binus Business Review6(1), 91-100.

Sulistyorini. 2009. Manajemen Pendidikan Islam.Yogyakarta: Penerbit Teras. 

 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.