Friday, June 10, 2016

Manajemen Talenta




            Talent management atau manajemen bakat adalah suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding).
Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan.
            Perusahaan-perusahaan yang menggunakan talent management sebagai salah satu strategi pengelolaan sumber daya manusia berusaha seoptimal mungkin mengaitkan proser pencarian, pemikatan, pemilihan, pelatihan, pengembangan, pemeliharaan, promosi, dan pemindahan pegawai agar terkait dengan bisnis utama perusahaan.
            Paradigma yang terkandung di balik talent management adalah “perusahaan bersaing di level individual”. Bila kita berhasil mendapatkan individu-inidividu yang secara rata-rata lebih baik dari pemain lainnya, maka kita akan mendapatkan perusahaan yang akan lebih baik dari pemain lainnya.
pertemuan rutin Tinjauan Bakat harus siap untuk berbagai perubahan bisnis, seperti merger, pertumbuhan perusahaan, atau penurunan dalam kebutuhan bakat. Dengan cara yang sama bahwa semua perusahaan memiliki pertemuan rutin dan laporan mengenai status keuangan mereka dan kebutuhan anggaran, pertemuan Tinjauan Bakat dirancang untuk meninjau status saat ini dan kebutuhan bakat penerus masa depan dalam organisasi.
            Pertemuan Tinjauan Bakat merupakan bagian penting dari proses manajemen bakat secara keseluruhan, ia dirancang untuk meninjau kinerja dan potensi karier karyawan, untuk membahas kemungkinan risiko lowongan karyawan saat ini, untuk mengidentifikasi penerus dan bakat atas dalam organisasi, dan menciptakan tindakan untuk mempersiapkan rencana pembangunan karyawan untuk peran masa depan dalam organisasi. "Ini adalah apa bakat manajemen adalah semua tentang - pengumpulan informasi tentang bakat, menganalisis kepentingan karier mereka dan kebutuhan bisnis organisasi, mengidentifikasi bakat atas dan keberhasilan, dan mengembangkan orang-orang ini untuk mengurangi resiko kehilangan orang-orang terbaik dan mengalami kesenjangan kepemimpinan luas ketika omset terjadi.
            Mohammad Asrosri dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan (2008) membagi jenis-jenis bakat menjadi lima antara lain :
1.      Bakat akademis
      Yakni bakat seseorang yang di dalamnya terkumpul potensi di bidang akademis, misalnya bidang matematika, kimia, biologi, geometri, fisika, ekonomi(Secara teorists). Kecenderungannya lebih ke arah berpikir konseptual dan sistematis menurut hokum akademis
2.      Bakat Kreatif/Produktif
      Yakni bakat seseorang yang didalamnya terangkum potensi berbagai kemampuan untuk menangkap ide dari pengamatan untuk kemudian ditindak lanjuti dengan merumuskan, merancang dan membuat sesuatu produk baru yang bernilai produktif bagi kehidupan.
3.      Bakat Seni
      Yaitu bakat sesoerang yang didalamnya ada potensi mudah terlibat dengan sesuatu yang melahirkan keindahan apakah itu menciptakan lukisan, menari, bermain watak, dan sebagainya.
4.      Bakat kinesteik / promotik(gerak Tubuh)
      Yaitu bakat seseorang di dalamnya ada potensi mudah melakukan suatu dengan memaksimalkan gerak tubuh, termasuk di dalam hal ini adalah olahragawan, apakah petinju, pesepak bola, pebulu tangkis, dan sebagainya.
5.      Bakat Sosial
      Yaitu kumpulan potensi seseorang yang erat kaitanya dengan kemampuan membangung komunikasi dengan orang lain. Orang dengan bakat ini akan mudah bergaul, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dan merasa nikmat melakukan  hal ini, Profesi Guru, penyluh lapangan, konselor, sale, da’I, motivator, dan sebagainya adalah karier yang tepat bagi orang-orang yang berbakat di biang ini

            Selain penyebab di atas, faktor lain yang menyebabkan bakat anak tetap terpendam adalah yang berasal dari diri anak sendiri, di antaranya yaitu:
1.      Interest atau minat
      Suatu bakat tidak akan berkembang dengan baik apabila anak yang bersangkutan tidak memiliki inters atau minat terhadap bakatnya. Misalnya saja, anak dengan bakat matematika, bakatnya tidak akan berkembang tanpa adanya ketertarikan atau minat sang anak terhadap hitung-hitungan. Anak dengan bakat musik tidak akan berkembang tanpa ia memiliki ketertarikan terhadap irama dan nada.
      Apabila hal ini terjadi, maka orangtua perlu memberikan dorongan yang lebih pada anak agar bakat anak bisa terasah secara optimal. Kalau tidak mendapat dukungan dari orangtua atau dibangkitkan minatnya, bakat yang dimiliki anak tidak akan berkembang. Bisa saja anak tersebut agak lambat untuk mengembangkan kemampuannya, terutama ketika menyadari bahwa ia mempunyai bakat dalam bidang tertentu.
2.      Motivasi
      Selain minat, bakat juga dipengaruhi oleh motivasi. Bakat anak kurang berkembang atau tidak menonjol apabila ia tidak memiliki motivasi atau dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk mengembangkan bakatnya tersebut.
      Motivasi berhubungan dengan kuatnya daya juang anak untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Jika kurang motivasi untuk menjadi olahragawan, maka seorang anak dengan bakat sepakbola, menghadapi rintangan kecil saja dalam belajar sepakbola akan menghilangkan semangatnya berlatih.
3.      Value atau penilaian
      Value adalah bagaimana seorang anak memberi arti atau penilaian terhadap bidang bakat yang dimilikinya. Meskipun anak mengetahui bahwa ia memiliki suatu bakat di bidang tertentu, jika ia menganggap bakat tersebut kurang bernilai atau bahkan negatif dalam pandangannya, maka hal ini juga akan menghambat perkembangan bakatnya. Misalnya bakat anak dalam olahraga catur, jika anak memberi nilai negatif pada bakat ini atau menganggap bahwa menjadi atlet catur tidak begitu membanggakan, kurang terkenal dibanding bakat menyanyi, dan penilaian negatif lainnya maka bakat anak di bidang catur tersebut akan tetap terpendam.
      Jadi bisa disimpulkan bahwa meskipun bakat adalah suatu berkah yang dibawa seseorang dari lahir, bakat tersebut tidak memberi manfaat besar baginya selama anak yang bersangkutan tidak menghendaki bakat tersebut. Dalam hal ini diperlukan bimbingan, dan dorongan atau dukungan dari lingkungan, baik orangtua secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

Jenis-jenis Bakat
            Ada hubungan yang erat antara kecerdasan dan bakat anak. Hal ini ditunjukkan dengan pengertian bakat itu sendiri yang berarti potensi yang besar di suatu jenis kecerdasan. Sementara kecerdasan itu sendiri terbagi menjadi beberapa aspek, yaitu kecerdasan logika dan matematika, kecerdasan bahasa, kecerdasan visual-spasial atau imajinasi, kecerdasan kinestetik atau fisik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal atau sosial, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan finansial. Ini berarti bahwa bakat seseorang bisa mengarah pada salah satu bagian kecerdasaan tersebut.
            Berdasarkan cara berfungsinya, bakat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Bakat yang berhubungan dengan kemampuan atau kemahiran di bidang pekerjaan tertentu, seperti bakat musik.
2.      Bakat khusus tertentu yang diperlukan sebagai perantara untuk mewujudkan kemampuan tertentu. Misalnya bakat melihat ruang (dimensi) diperlukan untuk mewujudkan bakat insinyur.
3.      Pembagian dua jenis bakat ini selaras dengan pendapat bahwa bakat bukanlah merupakan sifat yang tunggal, melainkan sekelompok sifat yang berkumpul dan membentuk bakat. Misalnya dalam bakat musik, syarat terwujudnya bakat musik tersebut harus didukung oleh kemampuan persepsi musik, yaitu kepekaan akan nada, kepekaan akan keserasian nada, kepekaan akan volume suara, dan kepekaan akan ritme atau irama. Selanjutnya, sifat-sifat tertentu tersebut ada yang saling tergantung dalam membentuk suatu bakat, sehingga tanpa hadirnya suatu sifat, bakat tertentu tidak akan muncul. Tetapi ada pula yang tidak tergantung, misalnya kemampuan bersuara bagus tidak diperlukan bagi bakat mencipta musik pada seseorang.
            Bakat juga digolongkan menurut fungsi dan aspek-aspek yang terlibat dan yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, yaitu:
1.      Bakat psikofisik
      Bakat psikofisik adalah kemampuan yang berakar pada jasmaniah sebagai dasar bakat tersebut. Seperti kemampuan motorik, ketangkasan, kekuatan badan, kelincahan jasmani, keterampilan jari, dan anggota tubuh lainnya.
2.      Bakat kejiwaan yang bersifat umum
      Bakat kejiwaan yang bersifat umum adalah kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan inteligensi.
3.      Bakat kejiwaan yang khas dan majemuk
      Bakat kejiwaan yang khas adalah bakat yang terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis, bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain. Sedangkan bakat majemuk seperti bakat hukum, bakat pendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran, bakat ekonomi, bakat politik, dan lain sebagainya.
4.      Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan
      Bakat yang berdasarkan alam perasaan dan kemauan adalah bakat yang berhubungan dengan watak, seperti kemampuan bersosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan dan menghayati perasaan orang lain, dan sebagainya.

            Untuk mendukung proses manajemen talenta di sebuah perusahaan ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah:
1.      Jika anda ingin karyawan memiliki produktifitas yang tinggi dan berdedikasi pada perusahaan, maka anda harus ikut melibatkan mereka pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
      Setiap karyawan berhak untuk mengetahui peranan mereka sebagai individu maupun sebagai bagian dari sebuah unit usaha/departemen, atau wilayah di perusahaan agarsetiap karyawan memahami dengan jelas tujuan dan sumbangsihnya bagi kemajuan dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini didasari oleh sikap alamiah manusia yang ingin memiliki kebanggaan.
      Dengan menumbuhkan keyakinan pada karyawan bahwa mereka ikut memberikan sumbangan tenaga untuk keberhasilan perusahaan, maka secara otomatis kinerja mereka akan semakin meningkat.
2.      Berikanlah kesempatan bagi setiap karyawan untuk mengembangkan talenta mereka untuk kemajuan perusahaan.
      Oleh karena itu proses seleksi karyawan sebelun seseorang diterima secara resmi menjadi bagian dari perusahaan sangatlah penting untuk menyaring orang-orang yang memang memiliki minat dan bakat di bidang yang digeluti oleh perusahaan.
      Selain kesempatan yang luas untuk mengembangkan talenta bagi kemajuan perusahaan, berikan juga kesempatan bagi para karyawan untuk mengembangkan karier mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
      Dengan terbukanya jenjang karier yang jelas, akan membuat karyawan menjadi lebih bergairah dalam bekerja sehingga secara otomatis akan meningkatkan produktifitas perusahaan.
3.      Untuk mendukung kualitas kerja para karyawan, maka anda harus memberikan penghargaan yang sepantasnya kepada karyawan yang berhasil mencapai prestasi tertentu atau mencapai tingkat kontribusi tertentu pada perusahaan.
      Penghargaan ini sangatlah penting untuk memberikan kesan baik pada para karyawan bahwa hasil kerja keras mereka benar-benar dihargai dengan cara yang setimpal.
      Saat ini hanya sedikit perusahaan yang masih mempraktekkan manajemen talenta. Salah satu alasannya adalah karena alasan biaya. Padahal proses manajeman SDM dalam sebuah perusahaan sangatlah penting untuk dilakukan karena bisa menunjang optimalisasi kinerja semua karyawan di perusahaan tersebut.
      Konsep manajemen SDM ini adalah sebuah konsep baru mengenai modal manusia atau human capital dimana peran setiap individu dalam sebuah organisasi atau perusahaan lebih dihargai dan diperhatikan.


Asrori, Muhammad. 2008. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta; Bumi Aksara.
Blogger: Cara Menyusun Strategi  Manajemen Talenta (Talenta Management) http://rajapresentasi.com/2014/05/cara-menyusun-strategi-manajemen-talenta-talent-management/ di akses pada tanggal 8 Juni 2016
Blogger: Jenis Bakat dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya Bakat  http://jalurilmu.blogspot.co.id/2011/12/jenis-bakat-dan-faktor-faktor-yang.html di akses pada tanggal 8 Juni 2016
Nasahon, Bastin. 2015. Jenis-Jenis Bakat. http://nahason-bastin.blogspot.co.id/2015/06/jenis-jenis-bakat-menurut-mohammad.html di akses pada tanggal 8 Juni 2016
Wikipedia: Manajemen Bakat https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_bakat di akses apda tanggal 8 Juni 2016

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.