Wednesday, May 18, 2016

Manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja
Oleh: Mutiara Zulul Fadilla
41614010043

Manajemen kinerja merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan kinerja, pemantauan / peninjauan kinerja, penilaian kinerja dan tindak lanjut berupa pemberian penghargaan dan hukuman.
Menurut Baird (1986) definisi Manajemen Kinerja adalah suatu proses kerja dari kumpulan orang- orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana proses kerja ini berlangsung secara berkelanjutan dan terus- menerus.

Menurut Direktorat Jenderal Anggaran (2008), manajemen kinerja merupakan suatu proses strategis dan terpadu yang menunjang keberhasilan organisasi melalui pengembangan performansi aspek-aspek yang menunjang keberadaan suatu organisasi. Pada implementasinya, manajemen kinerja tidak hanya berorientasi pada salah satu aspek, melainkan aspek-aspek terintegrasi dalam mendukung jalannya suatu organisasi.

Menurut Dessler (2003:322) definisi Manajemen Kinerja adalah: Proses mengonsolidasikan penetapan tujuan, penilaian, dan pengembangan kinerja ke dalam satu sistem tunggal bersama, yang bertujuan memastikan kinerja karyawan mendukung tujuan strategis perusahaan.

Menurut Udekusuma (2007) Manajemen kinerja adalah suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi dengan tujuan individu sedemikian rupa, sehingga baik tujuan individu maupun tujuan perusahaan dapat bertemu. Dalam hal ini bagi pekerja bukan hanya tujuan individunya yang tercapai tetapi juga ikut berperan dalam pencapaian tujuan organisasi, yang membuat dirinya termotivasi serta mendapat kepuasan yang lebih besar.

Adapun tujuannya adalah:

·         Meningkatkan kinerja organisasi, kelompok dan individu
·         Mengintegrasikan sasaran orga-nisasi, kelompok dan individu.
·         Memperoleh kejelasan akan harapan perusahaan terhadap kinerja yang harus dicapai oleh individu dan kelompok.
·         Mengembangkan ketrampilan dan kompetensi karyawan.
·         Meningkatkan hubungan kerjasama yang lebih erat antara bawahan dan atasan.
·         Menyediakan sarana yang dapat meningkatkan obyektifitas penilaian kinerja karyawan.
·         Memberdayakan karyawan agar dapat memanajemeni kinerja dan proses pembelajaran mandiri.

Pandangan Dasar Sistem Manajemen Kinerja:

Bacal (1998) mengungkapkan lima pandangan dasar dalam sistem manajemen kinerja. 

1. Model integratif untuk kinerja organisasi.

2. Fokus pada proses dan hasil. 

3. Keterlibatan pihak yang berkaitan dalam pencapaian tujuan.

4. Penilaian kinerja objektif dan mengena pada sasaran.

5. Evaluasi dan pembelajaran antara atasan dan bawahan. 

 Prinsip Dasar

Terdapat 10 prinsip dasar manajemen kinerja yang dapat menjadi pondasi yang kuat bagi kinerja organisasi.

1.       Menghargai Kejujuran
2.       Memberikan Pelayanan
3.       Tanggung jawab
4.       Dirasakan seperti bermain
5.       Adanya perasaan kasihan
6.       Adanya perumusan tujuan
7.       Terdapat konsensus dan kerja sama
8.       Sifatnya berkelanjutan
9.       Terjadi  komunikasi dua arah
10.   Mendapatkan umpan balik


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.