Showing posts with label Y57-Fuad. Show all posts
Showing posts with label Y57-Fuad. Show all posts
Friday, June 24, 2016
Motivasi Kinerja Dengan Coaching
Abstrak
Meski semboyannya SDM itu aset, tetapi prakteknya tidak seluruhnya begitu. Banyak SDM yang belum menjadi aset. Kata orang-orang SDM: “Hanya SDM yang bagus yang menjadi aset usaha”. Bagus ini apa penjelasannya? Penjelasan yang umum bisa kita singkat dengan 3 R: right people, right job and right performance.
Persoalan yang kita hadapi adalah bagaimana menemukan 3R ini? Tentu kita sadar bahwa 3R ini bukan sebuah hasil yang final (one-off). Amat sangat jarang kita bisa langsung menemukan orang yang tepat untuk ditempatkan di pekerjaan yang tepat agar bisa mencapai performansi yang tepat (tinggi). Yang sering terjadi, 3R ini ini dicapai melalui proses.
Karena itu, coaching bisa menjadi salah satu jalan untuk menemukan 3R. Kalau pun 3R ini belum bisa diwujudkan ke tingkat yang ideal, tapi setidak-tidaknya coaching yang kita lakukan akan memperluas wilayah “interkoneksi” antara ‘workforce requirement’ dan ‘workforce capabilities’.
Manajemen Talenta Kekinian
Abstrak
Dalam setiap
perusahaan, manusia merupakan sumber daya yang paling penting, begitu pula di
dalam perusahaan. Perusahaan harus selalu mampu mempertahankan SDM terbaik dan
tercerdas yang mereka miliki, yang memiliki kemampuan untuk selalu bekerja
keras, mengembangkan keahliannya, dan mampu bersaing dalam kemajuan teknologi
yang semakin pesat.
Adaptasi
perusahaan melalui talent management diperlukan di era global mengingat arus informasi
dan perubahan yang cepat dan terus menerus. SDM dengan talenta baru bagi organisasi
diperlukan untuk mencapai keberhasilan/kinerja organisasi. Organisasi harus menambah
waktu dan tenaga untuk memperbaiki kinerja dari talenta baru tersebut. Para
talent akan berlomba-lomba untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi apabila
organisasi menghargai pekerjaannya
Hubungan Industrial Yang Harmonis dan Berkeadilan
Abstrak
Dalam ketenagakerjaan, antara pekerja dan pengusaha mempunyai hubungan yang saling menguntungkan.Pekerja memberikan tenaganya untuk produk dan jasa, sedangkan pengusaha membayar upah atas jasa pekerja dalam menciptakan produk, baik berupa barang atau jasa yang dijual pada konsumen.Pemerintah sebagai fasilitator yang menyediakan prasarana mendapatkan keuntungan melalui pajak yang dibayar pengusaha.2 Dengan bertambah besarnya perusahaan maka antara pekerja dengan pengusaha tidak lagi mengenal secara pribadi, sehingga masalah-masalah yang timbul antara pekerja dengan pengusaha sudah tidak mudah lagi untuk diselesaikan sehingga sering menghambat kelancaran jalannya perusahaan.Karena itu perlu adanya aturan yang harus ditaati oleh kedua belah pihak untuk menjaga agar terciptanya ketenangan pada pekerja dan perusahaan. Sistem produksi yang maksimal memerlukan adanya kerjasama yang baik antara sesama pekerja karena pekerjaan yang satu dengan yang lainnya saling terkait.Sejak itu mulailah orang-orang mempelajari dan membahas masalah hubungan antara pekerja dengan pengusaha yang merupakan cikal bakal berkembangnya bidang hubungan industrial yang terbentuk antara para pelaku dalam produksi barang dan jasa yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepribadian bangsa.
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Abstrak
Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlaku pada tahun 2020 mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota, termasuk bangsa Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia, telah ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa depan, yang penduduknya hidup di dalam lingkungan dan perilaku sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Thursday, June 23, 2016
Peningkatan Kepuasan Kerja
Abstrak
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi mempunyai sikap positif terhadap pekerjaanya, dan seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya akan mempunyai sikap negatif terhadap pekerjaan tersebut. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaanya. Hal ini terlihat melalui sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan pekerjaannya. Oleh karena itu, kepuasan dalam bekerja akan membuat karyawan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya, sehingga prestasi kerja dengan mudah dapat tercapai.
Wednesday, June 22, 2016
Manajemen Kompensasi Berkeadilan dan Kekinian
Abstrak
Organisasi bertumbuh dan berkembang dalam memenangi kompetisinya secara dinamis dan dalam mencapai Visi dan Misi-nya. Organisasi tersebut didukung oleh SDM yang kompeten, produktif dan termotivasi sebagai motor penggeraknya. Selain unsur lingkungan kerja yang mendukung, maka faktor lainnya adalah kepuasan bekerja didorong oleh faktor kompensasi yang adil dan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Tidak dapat dipungkiri bahwa manajemen kompensasi merupakan salah satu faktor pendorong organisasi dalam mewujudkan cita-cita Visi dan Misinya.
Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi dan Balanced Scorecards
Abstrak
Organisasi dalam upaya mencapai Visi dan Misinya membutuhkan perencanaan yang matang, komprehensif, efektif dan efisien. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu yang bisa direncanakan akan mudah untuk diukur, sesuatu yang mudah diukur akan lebih mudah dikendalikan dan sesuatu yang mudah dikendalikan akan mudah untuk diselesaikan. Pengukuran hasil pencapaian sangat penting peranannya karena akan menjadi tolok ukur keberhasilan suatu aksi dalam mencapai tujuan serta penyelesaian suatu perencanaan. Perencanaan sebuah organisasi membutuhkan peran serta semua unsur SDM yang ada di dalamnya tanpa terkecuali. Menjadi sebuah hal yang perlu menjadikan perhatian dan pengembangan sebuah manajemen kinerja organisasi.
Friday, June 17, 2016
Thursday, June 16, 2016
Artikel Ilmiah : Rekrutmen dan Seleksi Berbasis Kompetensi: Tantangan Pemenuhan Tenaga Kerja Berkualitas
Rekrutmen dan Seleksi Berbasis Kompetensi: Tantangan
Pemenuhan Tenaga Kerja Berkualitas
Fuad Fatahillah
Universitas Mercu Buana, Jakarta
E-mail : ah.fuadf@gmail.com
Abstract
Every
organization seeks to improve and enhance themselves after AFTA began in
December 2015. The main objective the organization is able to survive and growth
in current competition era. The organization should have competitives advantage
needs to be supported by competent human resources. HR competence appropriate
to the needs of the organization specifications obtained through the
recruitment and selection process based on competencies. The dynamics of the
technology and information development has been a challenge in order to meet
quality workforce focusing on competencies possessed by every employee of the
organization.
Keywords: recruitment, selection, competence, psychological test,
interview
Abstrak
Setiap organisasi berusaha memperbaiki
dan meningkatkan diri setelah AFTA dimulai pada Desember 2015. Tujuan utama
organisasi adalah mampu bertahan dan bertumbuh dalam era kompetisi saat ini.
Agar organisasi memiliki keunggulan kompetitif maka perlu didukung oleh Sumber
Daya Manusia yang berkompeten. SDM berkompetensi yang sesuai dengan kebutuhan
spesifikasi organisasi didapatkan melalui proses rekrutmen dan seleksi berbasis
kompetensi. Dinamika perkembangan teknologi dan informasi menjadi tantangan
tersendiri dalam rangka pemenuhan tenaga kerja berkualitas yang menitikberatkan
pada kompetensi yang dimiliki oleh setiap karyawan organisasi.
Kata kunci: rekrutmen, seleksi, kompetensi, tes pesikologi,
wawancara
Friday, June 10, 2016
Saturday, May 28, 2016
Friday, May 27, 2016
Friday, May 13, 2016
Thursday, April 21, 2016
Manajemen Karir Kekinian
Abstrak
Ekstensi
atau keberlangsungan organisasi di masa depan sangat bergantung pada SDM di
dalamnya. SDM pada sebuah organisasi dapat mengalami kemunduran dan akhirnya
tersisih karena ketidakmampuan menghadapi pesaing.
Friday, April 15, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)










