Showing posts with label Tugas B07. Show all posts
Showing posts with label Tugas B07. Show all posts
Friday, June 24, 2016
Manajemen Karir
Pengertian Manajemen
Karir :
Manajemen
karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir
individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976).
Sedangkan menurut Greenhouse (1987), manajemen karir adalah proses dimana
individu mengumpulkan informasi mengenai nilai, minat, kelebihan dan kekurangan
skill (career exploration), mengidentifikasikan tujuan karir, dan
penggunaan strategi karir tersebut akan tercapai.
MANAJEMEN KARIER
DASAR-DASAR MANAJEMEN
KARIER
Karier merupakan
posisi pekerjaan yang dimiliki seseorang selama bertahun –tahun.
Manajemen karier merupakan
proses untuk membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih
baik keahlian dan minat karier mereka dan untuk memanfaatkan keahlian dan minat
ini dengan cara yang efektif.
Thursday, June 23, 2016
Wednesday, June 8, 2016
CAREER MANAGEMENT
MENEJEMEN KARIR
A. PENGERTIAN
Manajemen Karir adalah proses untuk membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih baik keahlian dan minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian da minat ini dengan cara yang paling efektif.Manajemen karir individu sebagai manajemen karir yang dilakukan secara individu dengan tujuan menetapkan perencanaan da perkembangan karirnya selanjutnya
Manajemen karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976)
B. TUJUAN KARIR
Tujuan atau sasaran karir adalah “posisi atau jabatan tertentu yang dapat dicapai oleh seorang pegawai bila yang bersangkutan memenuhi semua persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan jabatan tersebut.” Tujuan atau sasaran karir tidak otomatis tercapai bila seorang pegawai memenuhi syarat yang harus dipenuhi karena untuk menduduki suatu karir tertentu, kadang- kadang harus memenuhi syarat- syarat yang seringkali di luar kekuasaannya yaitu ada tidaknya lowongan jabatan yang dituju, ada tidaknya keputusan dan referensi dari pimpinan, dan ada tidaknya kandidat lain yang sama kualitasnya, semua itu dapat membatasi kemajuan karir seorang pegawai.
C. PROSES MANAJEMEN KARIR
TAHAP 1 : Career Exploration
Didasarkan pada tingkat exploration behavior dikembangkan oleh vocational psychologist. Exploraion behavior mental atau fisik aktifitas seseorang. Dalam hal ini diperlukan diperlukan informasi mengenai individu tersebut dalam lingkungan. Informasi digunakan untuk pengembangkan individu dan accupational concept.
TAHAP 2 : Development of Career Goal
Menurut goal setting theory, tujuan aka mempengaruhi perilaku melalui direct attentions, stimulating effort, serta facilitating the development strategies (Loke dan Lartham) kemampuan dan keahlian lewat pengalaman kerja. Jadi kemajuan karir diperoleh dalam pengabdian
TAHAP 3 : Political System
Terutama pada perusahaan yang quasimatrix, seperti perusahaan telekomunikasi, akuntansi dan projek-projek kompleks yang ada dalam organisasi. Oleh James Rosenbaum disebut sebagai metode allokasi turnamen.yakni bersaing untuk memperebutkan kesempatan
D. PERENCANAAN KARIR
Perencanaan karir adalah suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karir dan jalur karir untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk meD. nyesuaikan tujuan karir da kemampuan untuk mengisinya secara sistematis.
Langkah-langkah perencanaan karir
menilai diri sendiri
Menetapkan tujuan karir
menyiapkan rencana-rencana kegiatan untuk mencapai tujuan karir
melaksanakan rencana-rencana
E. MANFAAT PERENCANAAN KARIR
Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.
Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi meumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.
Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi
Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional.
F. PEDOMAN DALAM MANAJEMEN KARIR
Hindarkan Kejutan Realitias
Berikan pekerjaan awal yang menantang
Berikan tinjauan pekerjaan yang realistis dalam perekrutan
bersikap menuntut
adakan rotasi pekerjaan da pelacakan pekerjaan
tingkatka penilaian prestasi yag berorientasi pada karir
dorongan aktifitas perencanaan karir
Daftar Pustaka
(1) 2011. Manajemen karir dalam : http://www.slideshare.net/RismaJayanti/manajemen-karir-makalah-psikologi-sumber-daya-manusia-risma-aip-umb
(2) 2010. Manajemen karier dalam : https://initugasku.wordpress.com/2010/03/19/manajemen-karier/
Saturday, May 28, 2016
Friday, May 27, 2016
Friday, May 13, 2016
Manajemen Karir
Manajemen Karir
Semakin kompleks dan menantang pekerjaan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut menganggap karir bukan sebagai bagian dari hidupnya, tetapi sebagai hidupnya.
Pengertian karir adalah tahap-tahap perkembangan pengalaman kerja seseorang selama masa kerjanya (Greenberg dan Baron, 1995), sedang menurut Cascio (1978), karir adalah suatu rangkaian posisi, tugas atau kesempatan yang dimiliki seseorang selama dia bekerja.
Perencanaan karir (career planning) adalah proses dimana individu menganalisa minat, nilai, personalitas, dan kapabilitasnya serta mencoba untuk menyesuaikan karakteristik personal dengan kesempatan karir yang tersedia.
Pengembangan karir (career development) terdiri dari kumpulan aktivitas dari tujuan karir individual dan membantu untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengertian karir sebagai posisi disebabkan oleh faktor-faktor:
¨ Struktur organisasi .
¨ Sistem reward.
¨ Sistem appraisal mengarah pada pengertian karir adalah posisi.
¨ Budaya, sosialisasi dan proses training.
Manajemen karier.
§ adalah urutan sikap dan perilaku seseorang, dan merupakan proses berkelanjutan dari aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dalam rentang kehidupan orang tersebut.
§ Manajemen karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976). Sedangkan menurut Greenhouse (1987), manajemen karir adalah proses dimana individu mengumpulkan informasi mengenai nilai, minat, kelebihan dan kekurangan skill (career exploration), mengidentifikasikan tujuan karir, dan penggunaan strategi karir tersebut akan tercapai.
Jalur karier:
Pekerjaan yang dikaitkan satu sama lain di sepanjang jalur karier dan adanya tanggung jawab serta wewenang yang semakin besar.
Tersirat dalam jalur karier semacam itu adalah sikap bahwa kegagalan terjadi jika seseorang tidak bergerak ke atas setelah berlalunya waktu. Dalam paradigma lama kompetensi didefinisikan dan dibangun melalui organisasi., sedang dalam paradigma baru kunci kompetensi adalah membangun tim yang multidisiplin serta mengembangkan kompetensiyang ada dalam perusahaan.
Perspektif Tradisional dan Perspektif Baru Manajemen KarirSistem perencanaan karir (career planning system) dalam organisasi merupakan tujuan khusus dari internal human resources, meliputi perencanaan suksesi, training, dan development strategy, job posting, assesment center, mentoring atau teknik-teknik lainnya.
Perencanaan karir selalu berimplikasi dalam pendapatan, kekuasaan dan status. Bahkan dalam restrukturisasi organisasi, traditional career path tetap merupakan sumber informasi yang valid meskipun akan menjadi lebih sulit dalam mendefinisikan stable paths karena posisi karir yang akan datang memiliki tempat yang berubah.
PROSES MANAJEMEN KARIR
TAHAP 1 : Career Exploration
Didasarkan pada tingkat exploration behavior dikembangkan oleh vocational psychologist. Exploraion behavior mental atau fisik aktifitas seseorang. Dalam hal ini diperlukan diperlukan informasi mengenai individu tersebut dalam lingkungan. Informasi digunakan untuk pengembangkan individu dan accupational concept.
TAHAP 2 : Development of Career Goal
Menurut goal setting theory, tujuan aka mempengaruhi perilaku melalui direct attentions, stimulating effort, serta facilitating the development strategies (Loke dan Lartham) kemampuan dan keahlian lewat pengalaman kerja. Jadi kemajuan karir diperoleh dalam pengabdian
TAHAP 3 : Political System
Terutama pada perusahaan yang quasimatrix, seperti perusahaan telekomunikasi, akuntansi dan projek-projek kompleks yang ada dalam organisasi. Oleh James Rosenbaum disebut sebagai metode allokasi turnamen.yakni bersaing untuk memperebutkan kesempatan
MANFAAT PERENCANAAN KARIR
- Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.
- Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi meumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.
- Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi
- Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional.
Daftar Pustaka :
http://belajarmsdm.blogspot.co.id/2010/05/manajemen-karir.html diakses tanggal 13-05-2016
https://irrineayu.wordpress.com/2015/04/17/manajemen-karir-pengertian-tujuan-manfaat-proses-dan-perencanaan-karir/diakses tanggal 13-05-2016
Wednesday, May 11, 2016
Artikel Manajemen Karir
Manajemen
Karir
Oleh:
Renward Panyel Siahaan
41615120093
Manajemen karir merupakan suatu
kegiatan dalam suatu instansi atau organisasi yang memiliki nilai, pilihan
serta hak pemberian tugas sebagai daya upaya mengembangkan karyawan yang
berkualitas untuk kebutuhan organisasi. Dalam manajemen tentu saja ada suatu
kegiatan yang utama yaitu sebuah perencanaan. Perencanaan karir dibuat
sedemikian rupa sebagai acuan untuk penilaian perubahan. Menurut Gutteridge (1976), manajemen karir adalah
proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan
kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan Sedangkan menurut Greenhouse
(1987), manajemen karir adalah proses dimana individu mengumpulkan informasi
mengenai nilai, minat, kelebihan dan kekurangan skill (career exploration),
mengidentifikasikan tujuan karir, dan penggunaan strategi karir tersebut akan
tercapai.
Perencanaan
karir merupakan salah satu faktor penting yang dibuat sebagai suatu penentu
untuk mengembangakan karir di masa depan. Perencanaan karir umumnya ada pada
individu saja, akan tetapi jika ingin sejalan suatu perusahaan tentu juga harus
melihat rencana karir individu tersebut. Sukses karir menjadi perhatian tidak hanya bagi individu tetapi juga untuk organisasi
karena keberhasilan pribadi
karyawan akhirnya dapat berkontribusi
bagi keberhasilan organisasi. Keberhasilan
dapat dilihat dan oleh karena itu
dievaluasi secara objektif oleh orang lain, seperti sebagai pencapaian
gaji dan jumlah promosi dalam karir seseorang
dan cara kedua sukses karir yang dioperasionalkan adalah dengan
variabel yang mengukur subjektif atau sukses karir intrinsik.
Manfaat
dari sistem pengembangan karir menurut Stephen P yaitu menjamin bakat yang
diperlukan tersedia. Dengan program-program pengembangan karir dari organisasi,
individu akan menyesuaikan bakat, minat, keterampilan dan tujuan karir dengan
kebutuhan organisasi, sehingga organisasi memiliki ketersediaan SDM internal. Meningkatkan
kemampuan organisasi untuk menarik dan mempertahankan personil yang memiliki
bakat yang tinggi.
Dengan
adanya tawaran karir, tantangan, tanggung jawab, dan peluang untuk kemajuan,
dari organisasi, perencanaan karir individu akan menjadi lebih realitis dan
individu tersebut akan memperlihatkan kesetiaan yang lebih besar dan
kesanggupan kepada pemberi kerja mereka. Memastikan personil mendapatkan
kesempatan untuk berkembang. Dengan mendapatkan peluang untuk pertumbuhan dan
pengembangan, individu akan mempersiapkan diri mereka untuk tanggung jawab
lebih besar pada organisasi.
Mengurangi
kefrustasian personil. Dengan perencanaan karir yang realistik dan adanya
program-program pengembangan karir dari organisasi, maka perbedaan utama antara
tujuan karir dan peluang nyata menjadi lebih kecil, sehingga kerisauan individu
berkurang. motivasi karyawan didalam perusahaan. Apabila para karyawan
mempunyai motivasi tinggi tentu akan menunjukan totalitas pada perusahaan namun
apabila mereka tidak mempunyai motivasi yang tinggi maka para karyawan akan
setengah-setengah dalam bekerja. Hal ini akan sangat berimbas kepada kualitas
perusahaan itu sendiri.
Begitu
pun pada perusahaan, dimana motivasi karyawan menjadi salah satu hal yang harus
diperhatikan agar tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pengembangan
karir dinyatakan berdasarkan Pendidikan formal, Pengalaman kerja, Prestasi kerja,
Keterampilan kerja, Produktivitas kerja, Penaikan jabatan, Peningkatan karir,
Pelatihan karyawan, Jenjang karir, dan Perencanaan kerja (Sungkono 2013).
Daftar
Pustaka
Dessler, Gary. 2004. Human Resource Management. 2003. New
Jersey: Pretince Hall
Upper Saddle
River.
Fathoni, Abdurrahmat.
2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Sungkono, Puji. 2014.
Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada
PT.Excel
Utama Indonesia Karawang. Jurnal Manajemen Vol.10 No.3
Thursday, April 21, 2016
Manajemen Karir Kekinian
Abstrak
Ekstensi
atau keberlangsungan organisasi di masa depan sangat bergantung pada SDM di
dalamnya. SDM pada sebuah organisasi dapat mengalami kemunduran dan akhirnya
tersisih karena ketidakmampuan menghadapi pesaing.
Saturday, April 16, 2016
Friday, April 15, 2016
Manajemen Karir
Semakin kompleks dan menantang pekerjaan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut menganggap karir bukan sebagai bagian dari hidupnya, tetapi sebagai hidupnya.
Pemahaman Tentang Manajemen Karir
PENGERTIAN
Manajemen Karir adalah proses untuk
membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih baik
keahlian dan minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian da minat
ini dengan cara yang paling efektif.
Subscribe to:
Posts (Atom)












