- Pengertian Pelatihan dan Pengembanga
Showing posts with label Tugas B04. Show all posts
Showing posts with label Tugas B04. Show all posts
Friday, June 24, 2016
Pelatihan dan Pengembangan
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Pelatihan
dan pengembangan sering kita dengar dalam dunia kerja di perusahaan,
organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi pendidikan. Hal ini dapat
diasumsikan bahwa pelatihan dan pengembangan sangat penting bagi tenaga kerja
untuk bekrja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat
atau akan dijabat kedepan. Tidak terlalu jauh dalam instansi pendidikan,
pelatihan dan pengembangan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja
para tenaga kerja pendidikan yang dianggap belum mampu untuk mengemban
pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalarn pendidikan.
Secara deskripsi tertentu potensi para pekerja pendidikan mungkin sudah
memenuhi syarat administarasi pada pekerjaanya, tapi secara aktüal para pekerja
pendidikan harus mengikuti atau mengimbangi perkembangan pendidikan sesuai
dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong
pihak instansi pendidikan untuk memfasilitasi atau memiasililatori pelatihan
dan pengembangan karir para tenaga kerja pendidikan guna mendapatkan hasil
kinerja yang balk, etèktif dan efisien.
Pelatihan Dan Pengembangan
Metode
Pelatihan Kerja:
Menurut Cherrington (1995:358), dikatakan bahwa metode dalam pelatihan dibagi menjadi dua yaitu on the job traming dan ojf the joh training. On the joh training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan offthejob training. Hal ini disebabkan karena metode on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. Sedangkan metode off the joh training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.
Menurut Cherrington (1995:358), dikatakan bahwa metode dalam pelatihan dibagi menjadi dua yaitu on the job traming dan ojf the joh training. On the joh training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan offthejob training. Hal ini disebabkan karena metode on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. Sedangkan metode off the joh training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.
On The Job
Training dibagi menjadi 6 macam yaitu:
1. Job instruclion training
pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanan pekerjaan.
2. Apprenticeship
pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan.
3. Internship dan assistantships
pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Contoh internship training adalah cooperalive education project, maksudnya
adalah pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli.
4. Job rotation dan transfer
adalah proses belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yahu: peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh, yang kedua, banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru.
Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu: jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai peiaksanaan dan praktek dalam pekerjaan.
5. Junior boards dan committee assingments
alternatif pelatihan dengan memindahkan perserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Dan juga menempatkan perserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam bennteraksi dengan eksekutif yang lain.
6. Couching dan counseling
pelatihan ini merupakan aktifitas yang menharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.
Daftar Pustaka ; 2010 All Rights Reserved Jurnal Manajemen, Bahan Kuliah Manajemen .
1. Job instruclion training
pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanan pekerjaan.
2. Apprenticeship
pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan.
3. Internship dan assistantships
pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Contoh internship training adalah cooperalive education project, maksudnya
adalah pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli.
4. Job rotation dan transfer
adalah proses belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yahu: peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh, yang kedua, banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru.
Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu: jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai peiaksanaan dan praktek dalam pekerjaan.
5. Junior boards dan committee assingments
alternatif pelatihan dengan memindahkan perserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Dan juga menempatkan perserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam bennteraksi dengan eksekutif yang lain.
6. Couching dan counseling
pelatihan ini merupakan aktifitas yang menharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.
Daftar Pustaka ; 2010 All Rights Reserved Jurnal Manajemen, Bahan Kuliah Manajemen .
Thursday, June 23, 2016
Thursday, June 16, 2016
Friday, April 15, 2016
Pelatihan dan Pengembangan
Pengelolaan
sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas mulai mendapat sorotan dan perhatian
khusus terutama bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan mendesak akan sumber
daya manusia yang berkualitas.
Abstrak Pelatihan
Training atau pelatihan pengembangan bagi karyawan
perusahaan mempunyai banyak manfaat baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi
perusahaan. Karyawan akan semakin bertambah pengetahuannya, potensinya maupun
skillnya, yang akan berimplikasi positif bagi perusahaan. Perusahaan selalu
membutuhkan tenaga-tenaga yang berkompeten di bidangnya untuk meningkatkan laju
laba perusahaan, sehingga rekruitmen dan pembinaan karyawan yang tepat menjadi
hal penting yang harus diperhatikan. Training sebagai salah satu media untuk
meningkatkan kemampuan karyawan akan menjadi alat efektif juga untuk
meningkatkan laju laba perusahaan.
Banyak sekali manfaat yang dapat dieksplore dari
hasil training atau pelatihan pengembangan. Berikut ini adalah ringkasan
manfaat training dan pelatihan karyawan secara umum, dari sudut pandang
berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.
Manfaat training bagi perusahaan :
- Memiliki tenaga kerja yang ahli dan terampil
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
- Meningkatkan produktivitas kerja
- Mengurangi biaya karena waktu yang terbuang akibat kesalahan-kesalahan
- Meningkatkan mutu hasil kerja
- Meningkatkan sales dan profit
Manfaat training bagi karyawan :
- Mengurangi waktu yang digunakan untuk belajar
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
- Meningkatkan rasa percaya diri
- Meningkatkan kepuasan kerja
Sumber : Livi Consultant
Saturday, April 9, 2016
Friday, April 8, 2016
Pelatihan dan Pengembangan SDM di Era Globalisasi
Oleh : Ilham Noer Satria Aji
Abstrak
Banyaknya sumber
daya alam yang berkualitas, teknologi yang sangat canggih, jika tidak diimbangi
dengan sumber daya manusia yang baik, semua itu tidak akan berarti apa-apa. Sumber
daya manusia adalah unsur yang sangat penting dalam sebuah organisasi.
Thursday, April 7, 2016
Tuesday, April 5, 2016
Saturday, April 2, 2016
Friday, April 1, 2016
Pelatihan dan Pengembangan
Training and developing employee will be success from this 5 points :
Pelatihan dan Pengembangan SDM Kekinian
Abstrak
Seorang tukang kayu sekalipun tidak boleh lupa untuk mengasah kapaknya agar
senantiasa tajam dan siap digunakan untuk menebang pohon. Analogi tersebut
kiranya sama dengan kondisi SDM pada setiap organisasi dimana dituntut agar
selalu produktif dan mampu menjawab tantangan dunia yang dinamis.
Subscribe to:
Posts (Atom)











