Showing posts with label Z10-Puspita. Show all posts
Showing posts with label Z10-Puspita. Show all posts

Wednesday, June 22, 2016

PELATIHAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI BUDAYA PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN


PENDAHULUAN

Salah satu masalah pokok yang sering dihadapai oleh lembaga atau suatu perusahaan adalah rendahnya produktivitas kerja karyawan atau krisis produktivitas. Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat (Anis dkk, 2007). Dilihat dari segi psikologi, produktivitas adalah suatu tingkah laku sebagai keluaran dari suatu proses berbagai macam komponen kejiwaan yang melatar belakanginya. Pengertian produktivitas kerja adalah jumlah output yang dihasilkan seseorang secara utuh dalam satuan waktu kerja yang dilakukan meliputi kegiatan yang efektif dalam mencapai hasil atau prestasi kerja yang bersumber dari input dan menggunakan bahan secara efisien. Produktivitas ini juga dipengaruhi oleh motivasi dari para karyawan itu sendiri. Jika motivasi kerjanya bagus maka produktivitas yang dihasilkan dari serangkaian kegiatan itu juga bagus.

Pelatihan motivasi kerja adalah solusinya, hal ini karena tanpa adanya motivasi kerja dari karyawan itu sendiri maka produktivitas yang didapat tidak akan maksimal, karena karyawan hanya bekerja bukan karena termotivasi untuk bekerja dan berprestasi di dalam pekerjaannya tetapi hanya mengikuti aturan dari suatu perusahaan itu saja.

Pelatihan motivasi adalah suatu kegiatan yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan memperkembangkan sikap, tingkah laku, ketrampilan dan pengetahuan dari para karyawannya, sesuai keinginan dari perusahaan yang bersangkutan untuk mendorong seseorang melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapainya tujuan tertentu

Wednesday, June 15, 2016

PENERAPAN JOB SYSTEM ANALYSIS (JSA) DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (OHSAS 18001)


PENERAPAN JOB SYSTEM ANALYSIS (JSA) DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (OHSAS 18001)


PENDAHULUAN

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktik K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.

KONSEP DASAR HUBUNGAN INDUSTRIAL


KONSEP DASAR HUBUNGAN INDUSTRIAL


KONSEP DASAR HUBUNGAN INDUSTRIAL

PENDAHULUAN

Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship.
Abdul Khakim (2009) menjelaskan, istilah hubungan industrial merupakan terjemahan dari "labour relation" atau hubungan perburuhan. Istilah ini pada awalnya menganggap bahwa hubungan perburuhan hanya membahas masalah-masalah hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha

Monday, June 6, 2016

CARA MENGEMBANGKAN MANAGEMENT TALENTA

PENDAHULUAN

Talent management atau manajemen bakat adalah suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding). Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan.

Istilah "manajemen bakat" ini biasanya berhubungan dengan manajemen berbasis kompetensi. Keputusan manajemen bakat sering didorong oleh satu set kompetensi inti organisasi serta posisi kompetensi spesifik. Set kompetensi dapat mencakup pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan sifat-sifat pribadi (ditunjukkan melalui perilaku ditentukan). kompetensi model Lama mungkin juga berisi atribut yang jarang memprediksi keberhasilan (misalnya pendidikan, kepemilikan, dan keragaman faktor-faktor yang ilegal untuk dipertimbangkan dalam kaitannya dengan kinerja pekerjaan di banyak negara, dan tidak etis dalam organisasi). Teknik-teknik baru melibatkan membuat Kompetensi arsitektur untuk organisasi yang mencakup kamus Kompetensi untuk memegang kompetensi dalam rangka membangun deskripsi pekerjaan.

CARA MENGEMBANGKAN MANAGEMENT TALENTA


Wednesday, June 1, 2016

Kepuasan Kerja dan Loyalitas Karyawan


Kepuasan Kerja dan Loyalitas Karyawan


PENDAHULUAN
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup, karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja.

Sunday, May 29, 2016

EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN

Journal TN Rini, HS Widiana-HUMANITAS (Journal Psikolog Indonesia), 2012.
HUMANITAS Vol.VIII No.1 Januari 2011

Wednesday, May 25, 2016

Kompensasi dalam MSDM


Kompensasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia


Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Kompensasi juga merupakan salah satu cara yang paling efektif bagi departemen personalia guna meningkatkan prestasi kerja, motivasi serta kepuasan kerja karyawan.

Tuesday, May 24, 2016

Faktor Penting dalam Suksesi Perusahaan Keluarga


Faktor Penting dalam Suksesi Perusahaan Keluarga


Suksesi merupakan satu hal penting dari tiga pilar sustainabilitas perusahaan keluarga. Kegagalan dalam suksesi adalah mematikan, tidak perduli seberapa besar dan kokohnya perusahaan.

Wednesday, May 18, 2016

Langkah mudah untuk sukses dalam manajemen kinerja


Langkah mudah untuk sukses dalam manajemen kinerja


Definisi Manajenen Kerja

Manajemen kinerja (MK) adalah aktivitas untuk memastikan bahwa sasaran organisasi telah dicapai secara konsisten dalam cara-cara yang efektif dan efisien. Manajemen kienrja bisa berfokus pada kinerja dari suatu organisasi, departemen, karyawan, atau bahkan proses untuk menghasilkan produk atau layanan, dan juga di area yang lain.

Tuesday, April 12, 2016

KESUKSESAN KARIR DARI MANAGEMENT KARIR


TUJUAN ANALISIS PEKERJAAN

By : Puspita E.R


KESUKSESAN KARIR DARI MANAGEMENT KARIR

ABSTRAK

   Semakin kompleks dan menantang pekerjaan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut menganggap karir bukan sebagai bagian dari hidupnya, tetapi sebagai hidupnya. Management Karir adalah urutan sikap dan perilaku seseorang, dan merupakan proses berkelanjutan dari aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dalam rentang kehidupan orang tersebut.

 LANDASAN TEORI

Management Karir adalah urutan sikap dan perilaku seseorang, dan merupakan proses berkelanjutan dari aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dalam rentang kehidupan orang tersebut.

Manajemen karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976). Sedangkan menurut Greenhouse (1987), manajemen karir adalah proses dimana individu mengumpulkan informasi mengenai nilai, minat, kelebihan dan kekurangan skill (career exploration), mengidentifikasikan tujuan karir, dan penggunaan strategi karir tersebut akan tercapai.
 

TUJUAN ANALISIS PEKERJAAN

ABSTRAK

Suatu Organisasi akan dapat tetap bertahan dan berkembang menyesuaikan lingkungan manakala didukung oleh ketangguhan manusianya. Untuk mewujudkan ketangguhan manusia dalam organisasi, analisis pekerjaan dan sering disebut alisis jabatan merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan. Melalui analisis pekerjaan akan dapat diperkirakan pekerjaan atau jabatan.

Analisis pekerjaan (job analysis) perlu dilakukan agar dapat mendesain organisasi serta menetapkan uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan. Analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan.

Analisis pekerjaan akan memberikan informasi mengenai uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan bahkan dapat memperkirakanpengayaan atau perluasan pekerjaan dan penyederhanaan pada masa yang akan datang.