Showing posts with label TUGAS A08. Show all posts
Showing posts with label TUGAS A08. Show all posts
Wednesday, June 22, 2016
Manajemen Kinerja
MANAJEMEN KINERJA
Riyan Yoga
Sakti
41614010034
Informasi yang didapatkan dari
manajemen kinerja sering kali digunakan untuk administrasi gaji, sebagai alat
untuk umpan balik dari kinerja, serta untuk mengidentifikasi dari kekuatan dan
kelemahan karyawan. Namun, ada 6 tujuan umum dari manajemen kinerja.
Diantaranya adalah tujuan-tujuan yang strategis, administrative, bersifat
informasional serta developmental, untuk pemeliharaan organisasional serta
tujuan dokumentasional.
A.
Tujuan strategis
Yang dimaksud disini adalah untuk
membantu perusahaan mencapai strategi bisnis yang objektif. Dengan mengetahui
tujuan-tujuan dari setiap karyawan, maka perusahaan dapat menghubungkan tujuan
perusahaan dengan tujuan setiap individu. Dengan itu perusahaan dapat
memberikan reinforce yang dapat memicu perilaku kinerja yang konsisten untuk
mencapai tujuan perusahaan.
Sebagai contoh, dalam bidang
marketing, mempercepat penjualan akan memberikan bonus yang semakin besar.
B.
Tujuan administrative
Tujuan administrative adalah untuk
memberi data yang valid dan berguna untuk membuat keputusan administrative bagi
karyawan seperti pemberian gaji, promosi atau bahkan keputusan untuk
mempertahankan ataupun mengeluarkan karyawan. Selain itu juga memberi gambaran
kinerja karyawan, mengidentifikasi dari pekerja yang jelek dan sebagainya.
C.
Tujuan Informasional
Tujuan ini berarti manajemen kinerja
memberi informasi bagaimana pekerja melakukan pekerjaaannya dan memberi
inofrmasi apa saja yang bisa lakukan dan kembangkan. Kedua, terkait
dengan tujuan strategis, ini dapatmemberi informasi berkaitan dengan harpan dan
tujuan perusahaan.
D.
Tujuan Pengembangan
Feedback adalah salah satu komponen
penting dalam manajemen kinerja. Feedback dapat digunakan sebagai pola
pengembangan, seperti halnya manajer dapat melatih anak buahnya dan
meningkatkan kinerja dengan memberi feedback tertentu. feedback dapat mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan pekerja.
Namun perlu diingat, feedback hanya
berguna jika karyawan mau menerima itu. perusahaan perlu mengembangkan budaya
“feedback sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja.
Aspek lain dari tujuan pengembangan
adalah untuk memberikan informasi kepada pekerja sehingga mereka mengetahui
posisi kinerja serta karir mereka.
E.
Tujuan pemeliharaan organisasi
Tujuan pemeliharaan adalah
untuk menyediakan informasi untuk digunakan dalam perencanaan pekerjaan. Perencanaan
kekuatan kerja (workforce planning) merupakan serangkaian sistem yang memberi
antisipasi serta memberi jawaban permasalahan entah dari luar entah dari dalam
entah dari luar perusahaan, untuk menentukan prioritas serta memberi alokasi
bagai sumber daya manusia. salah satu komponen penting adalah inventori
talenta, yang menyediakan informasi mengenai kemampuan, skill serta potensi
apapun dari pekerja. Selain itu, manajemen kinerja memberikan rekomendasi
berkaitan dengan kebutuhan training, evaluasi mengenai pencapaian kinerja.
F.
Tujuan Dokumentasional
Manajemen kinerja akan menyimpan
berbagai informasi apapun berkaitan dengan para pekerja mereka. pertama adalah
data kinerja yang dapat digunakan untuk validasi instrument seleksi. Selain
itu, manajemen kinerja penting untuk memberikan data untuk keputusan
administrative.
Lima area
kunci Manajemen Kinerja adalah perencanaan, pemantuan, pengembangan, penilaian,
dan penghargaan karyawan .
1. Merencanakan
Beban Bisnis
Perencanaan adalah: tidak hanya merencanakan tugas apa yang harus dikerjakan, cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan. Melibatkan karyawan dalam proses ini adalah hal penting , karena dengan melibatkan karyawan, mereka akan merasa sebagai bagian dari proses.
Perencanaan adalah: tidak hanya merencanakan tugas apa yang harus dikerjakan, cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan. Melibatkan karyawan dalam proses ini adalah hal penting , karena dengan melibatkan karyawan, mereka akan merasa sebagai bagian dari proses.
Dengan kata
lain, melibatkan karyawan dalam proses perencanaan meningkatkan moral. Juga
membantu untuk memastikan tidak adanya gap dalam komunikasi dalam penyampaian
rencana. Setelah tahap perencanaan, seluruh karyawan harus memiliki ide yang
jelas terhadap apa yang diharapkan dari mereka.
2.
Memantau Bisnis dan Kinerja Individu
Pemantauan adalah penjelasan pribadi. Pemanatauan melibatkaan pemantauan karyawan oleh manajernya untuk memastikan tugas mereka terselesaikan secara efisien dan mempertimbangkan kemampuan karyawan dalam melakukan fungsinya. .
Pemantauan adalah penjelasan pribadi. Pemanatauan melibatkaan pemantauan karyawan oleh manajernya untuk memastikan tugas mereka terselesaikan secara efisien dan mempertimbangkan kemampuan karyawan dalam melakukan fungsinya. .
Pemantauan memastikan
bahwa harapan yang tidak realistis tidak ditentukan oleh manajemen atau
karyawan dan menyimpan jejak rekam tidak hanya untuk apa yang sudah mereka
selesaikan tapi juga yang sedang mereka kerjakan.
3.
Mengembangkan Kinerja Individu dan Tim
Pengembangan mengacu pada menjaga keterlibatan karyawan untuk memenuhi meningkatnya standard di tempat kerja. Meliputi pengajaran ketrampilan baru, menerapkan prosedur baru agar proses kerja lebih bisa diakses.
Pengembangan mengacu pada menjaga keterlibatan karyawan untuk memenuhi meningkatnya standard di tempat kerja. Meliputi pengajaran ketrampilan baru, menerapkan prosedur baru agar proses kerja lebih bisa diakses.
Terkadang
berarti memberikan tanggung jawab baru pada karyawan. Pengembangan memastikan
pertumbuhan karyawan dan bisnis.
4.
Menilai Kinerja Individu
Penilaian adalah cara dimana kinerja karyawan dievaluasi. Karyawan diberikan “kartu laporan” secara teratur. Penilaian bisa memberikan gambaran area dimana karyawan perlu tumbuh serta area yang menjadi keahliannya.
Penilaian adalah cara dimana kinerja karyawan dievaluasi. Karyawan diberikan “kartu laporan” secara teratur. Penilaian bisa memberikan gambaran area dimana karyawan perlu tumbuh serta area yang menjadi keahliannya.
Ini memberikan
peta yang jelas dimana karyawan mengacu pada tanggal dan waktu yang penting
untuk memastikan bahwa karywan menjaga nilai pengembangan yang baik didalam
bisnis.
5.
Menghargai Kinerja yang Bagus
Penghargaan Karyawan mungkin adalah bagian penting dalam Manajemen Kinerja. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif dan memberikan penghargaan pada karyawan yang pekerjaannya luar biasa adalah faktor kunci untuk memastikan tingkat kerja mereka tidak keropos.
Penghargaan Karyawan mungkin adalah bagian penting dalam Manajemen Kinerja. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif dan memberikan penghargaan pada karyawan yang pekerjaannya luar biasa adalah faktor kunci untuk memastikan tingkat kerja mereka tidak keropos.
Setiap orang
ingin memastikan bahwa dirinya dihargai. Studi menunjukkan bahwa karyawan yang
dihargai atas pekerjaan yang diselesaikan dengan baik jauh lebih termotivasi
untuk melakukan pekerjaannya dengan level yang lebih tinggi daripada mereka
yang kinerjanya kurang atau “dihukum” karena hasil yang diberikan kurang
memuaskan.
Manajemen
Kinerja adalah metode dimana seorang pengusaha bisa memastikan bisnisnya tumbuh
secara konstan dan mencapai level yang diinginkan
Ini merupakan
sistem yang mudah diterapkan dan paling efektif untuk memastikan tercapainya
tujuan bisnis.
References
5 Langkah Mudah Untuk Sukses dalam Manajemen Kinerja. (2013, April 26).
Retrieved Juni 23, 2016, from Our Blog: http://lakubgt.com
Nugroho, D. (2014, Juli 08). Peran
dan Tujuan Sistem Manajemen Kinerja. Dipetik Juni 23, 2016, dari David
Susilo Nugroho's blog: http://david.susilo.blog.ugm.ac.id
Sunday, June 19, 2016
Manajemen Kinerja
Abstrak
Saat ini perusahaan menghadapi
banyak tantangan dari lingkungan. Perubahan-perubahan terjadi begitu cepat dan
kadang-kadang tidak dapat diduga. Perubahan-perubahan ini antara lain dalam
bidang ekonomi, teknologi, pasar dan persaingan. Perubahan ini mengharuskan
perusahaan untuk mengubah semua kebiasaan yang sudah dilakukan selama ini untuk
menghadapi tingkat persaingan yang tinggi dan untuk mencapai sasaran yang
diinginkan. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan baru dalam mengevaluasi
kinerja karyawan yang dikenal dengan Manajemen Kinerja (Performance
Management).
Melaksanakan manajemen kinerja akan memberikan manfaat bagi
organisasi, tim, dan individu. Manajemen kinerja mendukung tujuan menyeluruh
organisasi dengan mengaitkan pekerjaan dari setiap pekerja dan manajer pada
keseluruhan unit kerjanya. Semuanya akan dibahas dalam makalah ini.
Pendahuluan
Pada manajemen kerja terdapat
tahapan dan proses manajemen kinerja yaitu perencanaan kinerja, pengelolaan
kinerja, penilaian kinerja dan penghargaan kinerja. Dengan menerapkan manajemen
kinerja ini diharapkan, kinerja karyawan akan meningkat dan sesuai dengan
diharapkan sehingga perusahaan mampu bersaing diarena global.
Setiap perusahaan pasti mengharapkan agar karyawannya
memiliki kinerja yang baik supaya dapat mendukung pencapaian sasaran
peru-sahaan. Untuk itu perusahaan memer-lukan suatu sistem yang dapat
meng-evaluasi kinerja karyawan, yang dikenal dengan system penilaian karya.
Namun demikian system penilaian karya yang dimiliki oleh perusahaan mempunyai
banyak kendala, yang kerapkali diragukan dapat meningkatkan kinerja karyawan, apalagi
kinerja perusahaan. Karena saat ini terjadi banyak perubahan di dunia bisnis,
perusahaan perlu meru-muskan kembali system untuk meng-evaluasi kinerja
karyawan agar sesuai dengan kondisi saat ini.
Secara mendasar, Manajemen kinerja merupakan rangkaian kegiatan
yang dimulai dari perencanaan kinerja, pemantauan / peninjauan kinerja,
penilaian kinerja dan tindak lanjut berupa pemberian penghargaan dan hukuman.
Rangkaian kegiatan tersebut haruslah dijalankan secara berkelanjutan. Menurut
Baird (1986) definisi Manajemen Kinerja adalah suatu proses kerja dari kumpulan
orang- orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana proses kerja
ini berlangsung secara berkelanjutan dan terus- menerus.
Pembahasan
Kata Manajemen Kinerja merupakan penggabungan dari kata manajemen dan
kinerja. Manajemen berasal dari kata to
manage yang berarti mengatur. Menurut George R Terry dalam bukunya “Principles
of Management”, Manajemen merupakan suatu proses yang menggunakan metode ilmu
dan seni untuk menerapkan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok manusia yang
dilengkapi dengan sumber daya/faktor produksi untuk mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan lebih dahulu, secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut John R Schermerhorn Jr dalam bukunya “Management”,
manajemen adalah proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya yang dimiliki, baik manusiadan
material untuk mencapai tujuan.
Manajemen kinerja (MK) adalah aktivitas untuk memastikan
bahwa sasaran organisasi telah dicapai secara konsisten dalam cara-cara yang
efektif dan efisien. Manajemen kienrja bisa berfokus pada kinerja dari suatu
organisasi, departemen, karyawan, atau bahkan proses untuk menghasilkan produk
atau layanan, dan juga di area yang lain. Baik di tingkatan organisasi ataupun
individu, salah satu fungsi kunci dari manajemen adalah mengukur dan mengelola
kinerja. Antara gagasan, tindakan dan hasil terdapat suatu perjalanan yang
harus ditempuh. Dan barangkali istilah yang paling sering digunakan di
keseharian yang menggambarkan perkembangan dari perjalanan tersebut dan juga
hasilnya adalah "kinerja" (Brudan 2010). Kinerja sendiri adalah suatu
hal yang berorientasi ke masa depan, disesuaikan spesifik berdasarkan kondisi
khusus dari setiap organisasi/individu dan didasarkan atas suatu model kausal
yang menghubungkan antara input dan output (Lebas 1995).
Karakteristik Prioritas Kinerja
Makna dan isi dari istilah kinerja secara komprehensif
didiskusikan oleh Folan et al (2007), yang menegaskan tiga prioritas dari
kinerja:
Ø
Pertama, kinerja butuh dianalisa berdasarkan
setiap entitas di dalam lingkup lingkungan di mana dia beroperasi. Sebagai
contoh kinerja suatu perusahaan harusnya dianalisis di lingkup target pasar di
mana dia beroperasi dan bukannya yang tidak relevan dengan wilayah operasinya.
Ø
Kedua, kinerja selalu terkait dengan satu atau
lebih tujuan organisasi yang ditentukan oleh organisasi yang mana kinerjanya
dianalisa. Oleh karenanya, suatu organisasi mengevaluasi kinerjanya berdasarkan
pada tujuan dan target yang ditentukan dan diterima secara internal dan
bukannya atas target yang digunakan oleh entitas di luar dirinya.
Ø
Ketiga, kinerja disaring menjadi karakteristik
yang relevan dan bisa dikenali.
Paradigma Baru Dalam Me-manajemeni Kinerja
Pendekatan baru yang dikenal
dengan Manajemen Kinerja berlan-daskan pada pendapatyang menyatakan bila
karyawan mengetahui dan mema-hami apa yang diharapkan dari dirinya dan mampu
mengambil bagian dalam mewujudkan harapan-harapan tersebut maka dengan
sendirinya mereka akan dapat dan mau memenuhi harapan kinerja tersebut. Pendekatan
manajemen kinerja ini merupakan pendekatan yang mem-perhatikan lima aspek,
yaitu :
1.
Mengintegrasikan kinerja dari semua pihak yang
terlibat di dalam perusahaan.
2.
Melibatkan semua pihak (tidak hanya atasan)
dalam pengelolaan kinerja.
3.
Mengintegrasikan semua proses dalam manajemen
kinerja dengan fokus pada menjalankan bisnis.
4.
Menggunakan proses yang sistematis, yang dapat
memenuhi kebutuhan administrasi dan kebutuhan bisnis secara keseluruhan.
5.
Memfokuskan pada peningkatan kinerja dimasa yang
akan datang.
Mengapa Manajemen Kinerja Diperlukan?
Suatu organisasi dibentuk untuk
mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi menunjukkan hasil
kerja/prestasi organsisasi dan menunjukkan kinerja organisasi. Hasil kerja
organisasi diperoleh dari serangkaian aktivitas yang dijalankan. Aktivitas
tersebut dapat berupa pengelolaan sumberdaya organisasi maupun proses
pelaksanaan kerja yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk menjamin agar aktivitas tersebut dapat mencapai hasil yang
diharapkan, diperlukan upaya manajemen dalam pelaksanaan aktivitasnya. Dengan
demikian, hakikat manajemen kinerja adalah bagaimana mengelola seluruh kegiatan
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila
pekerja telah memahami tentang apa yang
diharapkan dari mereka dan mendapat dukungan yang diperlukan untuk memberikan
kontribusi pada organisasi secara efisien dan produktif, pemahaman akan tujuan
, harga diri dan motivasinya akan meningkat. Dengan demikian, manajemen kinerja memerlukan
kerja sama, saling pengertian dan komunikasi secara terbuka antara atasan dan
bawahan.
Prinsip Dasar
Terdapat 10 prinsip dasar manajemen kinerja yang dapat
menjadi pondasi yang kuat bagi kinerja organisasi :
1.
Menghargai Kejujuran
2.
Memberikan Pelayanan
3.
Tanggung jawab
4.
seperti
bermain
5.
perasaan
kasihan
6.
perumusan
tujuan
7.
Terdapat konsensus dan kerja sama
8.
berkelanjutan
9.
Terjadi
komunikasi dua arah
10.
umpan
balik
Tahapan Manajemen Kinerja:
Tahapan Manajemen Kinerja Menurut
Williams (1998), terdapat empat tahapan utama dalam pelaksanaan manajemen
kinerja. Tahapan ini menjadi suatu siklus manajemen kinerja yang saling berhubungan
dan menyokong satu dengan yang lain:
1.
Tahap pertama: directing/planning. Tahap pertama
merupakan tahap identifikasi perilaku kerja dan dasar/basis pengukuran kinerja.
Kemudian, dilakukan pengarahan konkret terhadap perilaku kerja dan perencanaan terhadap
target yang akan dicapai, kapan dicapai, dan bantuan yang akan dibutuhkan.
Indikator-indikator target juga didefinisikan di tahap ini. Menurut Khera
(1998), penentuan target/goal akan efektif bila mengadopsi SMART. SMART
merupakan singkatan dari Spesific, Measureable, Achievable, Realistic, dan
Timebound (dalam Ilyas, 2006, p. 28). Sebuah target harus jelas apa yang akan
dicapai dan bagaimana mencapainya (spesific), terukur keberhasilannya
(measureable) dan orang lain dapat memahami/melihat keberhasilannya. Target
harus memungkinkan untuk dicapai, tidak terlalu rendah atau berlebihan
(achievable), masuk akal dan sesuai kondisi/realita (realistic), serta jelas
sasaran waktunya (timebound).
2.
Tahap kedua: managing/supporting. Tahap kedua
merupakan penerapan monitoring pada proses organisasi. Tahap ini berfokus pada
manage, dukungan, dan pengendalian terhadap jalannya proses agar tetap berada
pada jalurnya. Jalur yang dimaksudkan disini adalah kriteria maupun proses
kerja yang sesuai dengan prosedur berlaku dalam suatu organisasi.
3.
Tahap ketiga: review/appraising. Tahap ketiga
mencakup langkah evaluasi.Evaluasi dilakukan dengan flashback/review kinerja
yang telah dilaksanakan. Setelah itu, kinerja dinilai/diukur (appraising).
Tahap ini memerlukan dokumentasi/record data yang berkaitan dengan obyek yang
dievaluasi. Evaluator harus bersifat obyektif dan netral agar didapat hasil
evaluasi yang valid.
4.
Tahap keempat: developing/rewarding. Tahap
keempat berfokus pada pengembangan dan penghargaan. Hasil evaluasi menjadi
pedoman penentu keputusan terhadap action yang dilakukan selanjutnya. Keputusan
dapat berupa langkah perbaikan, pemberian reward/punishment, melanjutkan suatu
kegiatan/prosedur yang telah ada, dan penetapan anggaran.
Aspek Kinerja
Blumenthal (2003) menyatakan
bahwa peningkatan kinerja bisa merupakan hasil perbaikan dari salah satu atau
lebih aspek berikut ini:
a)
Stabilitas organisasi yang terkait apakah
layanannya bisa secara konsisten dihantarkan dan organisasi bisa terus
bertahan.
b)
Stabilitas finansial yang terkait dengan
kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, semisal,
kemampuan untuk membayar tagihan-tagihan. Stabilitas finansial seringkali
kurang dihiraukan sebagai perihal yang penting dalam pembangun kapasitas.
c)
Kualitas program (produk dan layanan) yang
didasarkan pada indikator dampak, termasuk riset memadai tentang bagaimana
program yang efektif serta sistem pengelolaan hasil keluaran.
d)
Pertumbuhan organisasi yang didasarkan pada
kemampuan mendapatkan sumberdaya dan menyediakan lebih banyak layanan. Secara
sendiri, pertumbuhan bukanlan suatu indikator kerja.
Tujuan
Tujuan umum manajemen kinerja adalah membangun suatu budaya
dalam perusahaan yang mendorong individu dan kelompok untuk bertanggung jawab
memperbaiki secara terus menerus kegiatan operasional perusahaan serta kemampuan
dan kontribusi mereka. Tujuan untuk menerapkan manajemen kinerja sebaiknya
ditentukan dan disetujui oleh manajemen puncak. Adapun tujuannya adalah:
1.
Meningkatkan kinerja organisasi, kelompok dan
individu
2.
Mengintegrasikan sasaran orga-nisasi, kelompok
dan individu.
3.
Memperoleh kejelasan akan harapan perusahaan
terhadap kinerja yang harus dicapai oleh individu dan kelompok.
4.
Mengembangkan ketrampilan dan kompetensi
karyawan.
5.
Meningkatkan hubungan kerjasama yang lebih erat
antara bawahan dan atasan.
6.
Menyediakan sarana yang dapat meningkatkan
obyektifitas penilaian kinerja karyawan.
7.
Memberdayakan karyawan agar dapat memanajemeni
kinerja dan proses pembelajaran mandiri.
Kesimpulan
Manajemen kinerja didefenisikan
oleh Bacal (1999) sebagai proses komunikasi yang berkesinambungan yang
dilakukan dalam kemitraan antara seorang karyawan dan atasan.Jadi, kesimpulan
dari manajemen kinerja adalah kegiatan yang mengkaji ulang kinerja secara
berkesinambungan untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja lebih lanjut
Tujuan manajemen kinerja ada 3
macam, yaitu: tujuan strategik, tujuan administratif, dan Tujuan Pengembangan.
Prinsip-prinsp dasar manajemen kinerja adalah kejujuran, Pelayanan, Tanggung
jawab, Bermain, Rasa kasihan, Perumusan tujuan, Konsensus dan kerja sama, Berkelanjutan,
Komunikasi dua arah, Umpan balik. Manajemen kinerja juga memiliki banyak
manfaat sesuai dengan kedudukan masing masing, manajemen kinerja bermanfaat
untuk sang manajer, karyawan dan yang paling utama bermanfaat dalam mencapai
tujuan, visi, misi suatu organisasi.
Daftar Pustaka
5.
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kinerja
Friday, June 17, 2016
Tahap Suksesi
Disusun Oleh: Mutiara Zulul Fadilla
41614010043
Teknik Industri
Suksesi merupakan satu hal penting dari tiga pilar sustainabilitas perusahaan keluarga. Kegagalan dalam suksesi adalah mematikan, tidak perduli seberapa besar dan kokohnya perusahaan.
Dalam perusahaan keluarga suksesi melibatkan interaksi di dalam internal keluarga atau antar anggota keluarga dan interaksi anggota keluarga dengan perusahaan.
41614010043
Teknik Industri
Suksesi merupakan satu hal penting dari tiga pilar sustainabilitas perusahaan keluarga. Kegagalan dalam suksesi adalah mematikan, tidak perduli seberapa besar dan kokohnya perusahaan.
Dalam perusahaan keluarga suksesi melibatkan interaksi di dalam internal keluarga atau antar anggota keluarga dan interaksi anggota keluarga dengan perusahaan.
Hal pertama adalah masalah individu dari suksesor yang sering dikenal dengan istilah suksesor, masalah ini menyangkut beberapa hal seperti: ketidakmampuan dari suksesor untuk menjadi pemimpin, tidak adanya motivasi suksesor untuk melanjutkan dan atau memimpin perusahaan dengan alasan apapun, hilangnya calon suksesor secara mendadak yang disebabkan oleh berbagai hal seperti kematian, cacat, dan lain sebagainya, hal yang sama juga berlaku pada hilangnya orang tua secara mendadak, dan adanya perceraian orang tua atau orang tua menikah lagi.
Hal kedua adalah masalah ketidakharmonisan hubungan antara para pihak, seperti halnya adanya konflik persaingan antara orang tua dan anak, konflik di antara para anggota keluarga, konflik antara suksesor-orang tua-dan para professional di dalam perusahaan, adanya kurangnya kepercaraan terhadap suksesor dari para professional perusahaan, kurangnya dukungan dan atau komitmen dari para professional terhadap calon suksesor, serta ketidak harmonisan lainnya antara suksesor dengan stakeholder lainnya.
Hal ketiga adalah adanya masalah-masalah keuangan, seperti ketidakmampuan membayar pajak-pajak atas kekayaan atau saham yang diwariskan dari orang tua kepada anak (apabila ada), dan yang paling penting adalah keluarga belum menyiapkan perencanaan keuangan yang memadai kepada orang tua setelah dia melepaskan jabatan dan tidak lagi mendapatkan penghasilan rutin dari perusahaan.
Hal keempat adalah masalah-masalah kontekstual, seperti adanya perubahan yang drastis pada kinerja perusahaan, menurunnya skala usaha, adanya kehilangan pemasok dan pelanggan utama perusahaan. Hal-hal ini akan sangat mempengaruhi motivasi dari suksesor untuk meneruskan usaha keluarga.
Hal kelima dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah proses dari suksesi itu sendiri, hal ini menyangkut ketidakjelasan peran dari pimpinan lama dan suksesor, tidak terkomunikasinya dengan baik keputusan-keputusan suksesi kepada para anggota keluarga, kesalahan dalam mengevaluasi kesenjangan antara kemampuan dari suksesor dengan kebutuhan perusahaan, kurang handalnya kriteria dalam pemilihan calon suksesor, kurang terekspose nya calon suksesor kepada para stakeholder dan masalah-maslah proses suksesi lainnya.
http://infocfbs.blogspot.co.id/2011/04/lima-faktor-penting-dalam-suksesi.html
https://www.researchgate.net/publication/277743157_SUKSESI_DALAM_PERUSAHAAN_KELUARGA
http://dokumen.tips/documents/perencanaan-suksesi.html
Wednesday, May 18, 2016
Tujuan dan Manfaat Pengembangan Manajemen Kinerja Yang Efektif
Oleh
: Saiful Munajat
ABSTRAK
Manajemen kinerja
merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan kinerja, pemantauan
/ peninjauan kinerja, penilaian kinerja dan tindak lanjut berupa pemberian
penghargaan dan hukuman.
Sistem Manajemen Kinerja
Untuk dapat memiliki keunggulan
bersaing, organisasi harus mampu mengelola perilaku-perilaku dan hasil-hasil
kinerja dari seluruh karyawan. Untuk itu, diperlukan Sistem Manajemen Kinerja
sebagai sarana yang penting dalam mengelola kinerja karyawan.
SUKSESI BAGI ORGANISASI
Leibman, Bruer, & Maki (1996:18) mengemukakan manfaat
manajemen suksesi bagi organisasi, sebagai berikut:
-Memastikan
kontinuitas kepemimpinan yang disiapkan untuk posisi eksekutif kunci.
-Memanfaat
tim manajemen senior dalam mendisiplinkan proses pemeriksaan bakat kepemimpinan
dalam organisasi.
MANAJEMEN KINERJA ORGANISASI
PENDAHULUAN
Kunci sukses sebuah perubahan ada pada sumber daya
manusianya yaitu sebagai inisiator dan agen perubahan (agent of change) terus
menerus, pembentuk proses serta budaya yang secara bersama meningkatkan
kemampuan perubahan organisasi atau perusahaan.
Langkah mudah untuk sukses dalam manajemen kinerja
Definisi Manajenen Kerja
Manajemen
kinerja (MK) adalah aktivitas untuk memastikan bahwa sasaran organisasi
telah dicapai secara konsisten dalam cara-cara yang efektif dan efisien.
Manajemen kienrja bisa berfokus pada kinerja dari suatu organisasi, departemen,
karyawan,
atau bahkan proses untuk menghasilkan produk atau layanan, dan juga di area
yang lain.
Manajemen Kinerja
Manajemen Kinerja
Oleh: Mutiara Zulul Fadilla
41614010043
Manajemen kinerja merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai
dari perencanaan kinerja, pemantauan / peninjauan kinerja, penilaian kinerja
dan tindak lanjut berupa pemberian penghargaan dan hukuman.
Subscribe to:
Posts (Atom)









