Friday, May 26, 2023

Kuis 10 Kepemimpinan dalam Kewirausahaan


oleh : Marisa Rezzy Rachmawati (41621010010)


 Abstrak

Karakteristik seorang pemimpin berkaitan dengan kekuasaan yang dimilikinya, bahkan hingga saat ini para ilmuwan juga menekankan kebutuhan akan konsep kepemimpinan sebagai fenomena kekuasaan. Sementara kewirusahaan merupakan konsep yang mampu menjamin terjadinya proses perbanyakan populasi organisasi, dan sekaligus meletakkan landasan bagi tumbuhnya populasi baru. pertumbuhan populasi baru itu, berdasar kajian sosiologis cukup terkait dengan kewirausahaan yang dapat mempengaruhi terjadinya stratifikasi maupun ketidaksamaan dalam kehidupan masyarakat banyak.

Kata kunci : Pemimpin, Kewirausahaan.


Abstract

The characteristics of a leader are related to the power he has, even today scientists also emphasize the need for the concept of leadership as a phenomenon of power. Meanwhile, entrepreneurship is a concept that is able to guarantee the process of increasing the population of organizations, and at the same time laying the foundation for the growth of a new population. Based on sociological studies, the growth of the new population is quite related to entrepreneurship which can affect the occurrence of stratification and inequality in the lives of many people.

Keywords: Leader, Entrepreneur.


Pendahuluan

Istilah entrepreneurship berasal dari kata entrepreneur yang padanannya dalam bahasa Indonesia disebut wirausaha. ada yang menggunakan istilah wiraswasta. Kareana swasta dalam bahasa indonesia berarti bukan milik pemerintah maka dalam tulisan ini memilih menggunakan istilah wirausaha. Menurut Shefsky (1994) kata entrepreneur berasal dari Bahasa Latin yaitu entre, pre, dan neur: dimana entre artinya masuk, pre artinya sebelum dan neur artinya pusat syaraf. Jika diartikan secara leterlek memang agak membingungkan, tetapi jika dicermati perkataan ini mengandung mAkna pekerjaan syaraf atau dapat dimaknai proses berfikir untuk melakukan sesuatu mengatasi berbagai problematika. dan Kepemimpinan dalam konteks kewirausahaan, harus terlihat dalam tubuh organisasi perusahaan secara umum, khususnya tentang bagaimana sikap kewirausahaan dalam menangani pengelolaan kepemimpinan strategis dalam hubunganya dengan kinerja perusahaan. Dalam hal ini penting untuk menentukan batas-batas atau definisi tentang perushaaan yang diritis dan didirikan oleh kewirausahaan.


Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dari pemaran materi yang telah disampaikan, antara lain:

1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?

2. Apa saja sifat dari kepemimpinan wirausaha?

3. Karakteristik apa saja yang harus dimiliki wirausaha?

4. Apa sifat kepemimpinan yang harus dimiliki?


Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang diambil dari uraian pendahuluan diatas, antara lain:

1. Dapat mengetahui definisi kepemimpinan.

2. Dapat mengetahui sifat kepemimpinan sebagai wirausaha.

3. Dapat memahami karakteristik jiwa wirausaha.

4. Dapat mengetahui sifat kepemimpinan yang harus dimiliki.


Pembahasan

Menurut arti secara harfiah, pimpin berarti bimbing. Memimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi. Seperti manajemen,kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Menurut Stoner, (1996 : 161) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok. Sedangkan kewirausahaan menurut Alma (2003) meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.Kewirausahaan ini didasarkan pada disain produk yang efektif dan keberhasilan komersialisasi. menghasilkan disain dan manufaktur produk yang efektif dan efisien, hal ini dapat menjadi dasar bagi daya saing srategis. Kewirausahaan meliputi komitmen, cara berpikir, dan tindakan untuk mengembangkan dan mengelola inovasi. Kaitannya dengan kepala sekolah sebagai pemimpin yang berjiwa wirausaha Menurut Sagala (2004:176) disebut dengan kepemimpinan wirausaha pemimpin pendidikan seperti kepala sekolah.

Sifat Kepemimpinan Wirausaha sifat benar benar ada pada diri inividu dengan seluruh pribadi manusia yaitu mempunyai eksistensi dalam diri pribadi. Sifat (trait) oleh Allport (1951) adalah system neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresi secara sama. Sedangkan sikap (attitude) berhubungan dengan sesuatu objek yaitu memberikan penilaian menerima atau menolak (tingkah laku) terhadap objek yang dihadapi (Suryabrata,1986:242). Mengacu pada pemahaman tersebut, maka sifat kepemimpinan memang ada dalam diri masing-masing individu yang tampak menurut kodrat kepemimpinannya secara khas.

Kepemimpinan berjiwa wirausaha perlu mempunyai karakteristik sebagai berikut:

a. Pemimpin yang Kreatif

Kreativitas sebagai buah karya dari berpikir yang diujudkan dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat bagi kemajuan manajemen pendidikan.

b. Pemimpin yang Inovatif

selalu dijumpai bahwa dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang kreatif tetapi tidak inovatif.

c. Internal Locus Control

Seorang yang berjiwa wirausaha merupakan orang yang percaya pada Internal locus control artinya nasibnya, kehidupannya, keberhasilannya tergantung pada upaya dan semangatnya untuk berhasil.

d. Pekerja keras.

e. Percaya diri

Alma (2002:40) menegasakan bahwa seseorang yang percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap tidak mudah terombang ambing, emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam, tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orang lain,memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, objektif, dan kritis.

Sifat-sifat Kepemimpinan

berbagai studi perbandingan sifat-sifat pemimpin cenderung lebih tinggi, mempunyai tingkat kecerdasan lebih tinggi, lebih ramah, dan lebih percaya diri dari pada yang lain dan mempunyai kebutuhan akan kekuasaan lebih besar. Tetapi kombinasi sifat-sifat tertentu yang akan membedakan antara pemimpin atau calon pemimpin dari pengikut, belum pernah ditemukan. Sehingga timbul anggapan para peneliti sifat-sifat kepemimpinan bahwa pemimpin dilahirkan, bukan dibuat, atau seseorang itu dilahirkan membawa atau tidak membawa sifat-sifat yang diperlukan bagi seorang pemimpin.


Kesimpulan

Kepemimpinan wirausaha akan tampak menonjol dilihat dari sikap mental seorang pemimpin. Jika orangnya mudah was was atau ragu, maka orang iti tidak akan mampu mengambil keputusan secara tepat, dan orang ini akan gagal dalam wirausaha. Tetapi jika seorang pemimpin itu senantiasa meningkatkan kapasitasnya,maau belajar dari pengalaman dirinya sendiri maupun orang lain, memiliki mental baja, ada dorongan dari dalam dirinya untuk selalu meraih kesuksesan, maka pemimpin ini mempunyai watak wirausaha, dan orang ini akan mencapai kesuksesan yang sampai pada tahap yang spektakuler.


Daftar pustaka

Alma, B. (2004). Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Bygrave, W. D. (1994). The Portable MBA In Entrepreneurship. New York: John Eilley & Son.

Howard E. Aldrich (2005). Entrepreneurship. The Handbook Of Economic Sociology. Editor: Neil J. Smelser and Richard Swedberg. IInd Ed. Princeton University Press, Princeton and Oxford;


Thursday, May 25, 2023

Kuiz 9 - Filosofi motivasi kerja.

 

oleh : Marisa Rezzy Rachmawati (41621010010)


Abstrak

Organisasi adalah sebagai wadah atau tempat sekumpulan orang-orang melaksanakan pekerjaan dalam rangka mencapai satu tujuan organisasi yang senantiasa harus mampu mengikuti perkembangan agar dapat meningkatkan dan mengembangkan daya saing serta produktivitas yang efektif dan efesien. Setiap organisasi dalam upaya meraih tujuan yang ditetapkan dituntut untuk melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan suatu aspek yang sangat penting dari seluruh sumber daya yang tersedia dalam organisasi.

Kata kunci : organisasi, SDM.


Abstract

The organization is a container or place for a group of people to carry out work in order to achieve an organizational goal that must always be able to keep abreast of developments in order to improve and develop competitiveness and productivity in an effective and efficient manner. Every organization in an effort to achieve the set goals is required to manage Human Resources (HR) which is a very important aspect of all available resources within the organization.

Keywords : organization, SDM.


Pendahuluan

Pada dasarnya setiap instansi pemerintah maupun swasta, bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting, mereka mau bekerja giat dan berkeinginan mencapai hasil kerja yang optimal. Untuk itu pimpinan hendaknya berusaha agar karyawan mempunyai motivasi tinggi untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Disinilah peranan motivasi untuk mendorong semangat kerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Motivasi pada suatu organisasi atau lembaga bertujuan untuk mendorong semangat kerja para karyawan agar mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan demi terwujudnya suatu organisasi. Pimpinan yang mengarahkan melalui motivasi akan menciptakan kondisi dimana karyawan merasa mendapat inspirasi untuk bekerja keras. Karyawan yang mempunyai motivasi tinggi sangat penting jika hasil-hasil kinerja yang tinggi ingin dicapai secara konsisten.


Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dari uraian pemaparan materi di atas,antara lain :

1. Apa yang dimaksud dengan motivasi kerja?

2. Apa saja yang menjadi asas dalam motivasi kerja?

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja?

4. Apa saja indikator motivasi kerja?


Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan pada penulisan ini antara lain :

1. Untuk mengetahui definisi motivasi kerja.

2. Untuk mengetahui asas dalam motivasi kerja.

3. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi kerja.

4. Untuk mengetahui indikator motivasi kerja.


Pembahasan

Menurut Samsudin (2015:281), “motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau sekelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang ditetapkan”. Menurut Sunyoto (2015:4), “motivasi kerja adalah sebagai keadaan yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai keinginannya”. Menurut Fahmi (2013:107), “motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan”.Dalam pengertian umum, motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu. Batasan mengenai motivasi sebagai “ The process by which behavior is energized and directed” (suatu proses, dimana tingkah laku tersebut di pupuk dan diarahkan) para ahli psikologi memberikan kesamaan antara motif dengan needs (dorongan, kebutuhan). Dari batasan diatas, dapat disimpulkan bahwa motif adalah yang melatar belakangi individu untuk berbuat mencapai tujuan tertentu. sedangkan pengertian mengenai motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif. Atau dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Jadi motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya.

Asas motivasi kerja :

• Asas Mengikutsertakan

asas mengikutsertakan maksutnya mengajak bawahan untuk Ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan ide-ide, rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan.

• Asas Komunikasi

Asas ini maksutnya menginformasikan secara jelas tentang Tujuan yang ingin di capai, cara mengerjakan, dan kendala yang Dihadapi. Dengan asas komunikasi, motivasi bawahan akan Meningkat.

• Asas Pengakuan

Asas pengakuan maksutnya memberikan penghargaan dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya.

• Asas Wewenang yang didelegasikan

Maksut ini adalah mendelegasikan sebagai wewenang serta kebebasan karyawan untuk mengambil keputusan dan berkreatifitas dan melaksanakan tugas atasan atau manager.

• Asas perhatian timbal balik

asas perhatian timbal balik adalah memotivasi bawahan dengan mengemukakan keinginan atau harapan perusahaan disamping berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan bawahan dari perusahaan.

Faktor motivasi kerja:

Faktor-faktor yang memotivasi karyawan sebagaimana yang di paparkan menurut teori Hezbeg adalah sebagai berikut :

1. Prestasi (achievement)

agar seseorang karyawan dapat berhasil dalam pelaksanaan pekerjaannya, maka pemimpin harus mempelajari bawahannya dan pekerjaannya dengan memberikan kesempatan kepadanya agar bawahan dapat berusaha mencapai hasil. Kesempatan itu harus sedemikian rupa sehingga orang-orang berkembang sendiri.

2. Pengakuan (Recognition)

sebagai lanjutan dari keberhasilan pelaksanaan, pimpinan harus memberi pernyataan pengakuan akan keberhasilan tersebut.

3. Tanggung jawab (Responsibility)

agar Responsibility benar-benar menjadi faktor motivator bagi bawahan, pemimpin harus menghindari supervise yang ketat, dengan membiarkan bawahan bekerja sendiri sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan prinsip partisipasi.

4. Pengembangan (advancement)

advancement merupakan salah satu faktor motivator bagi bawahan. Faktor Advancement ini benar-benar berfungsi sebagai motivator, maka pemimpin dapat memulainya dengan melatih bawahannya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab.

5. Gaji (wages),

pada umumnya masing-masing manejer tidak dapat menentukan sendiri skala yang berlaku dalam unitnya. Namun demikian masing-masing manejer mempunyai kewajiban menilai apakah jabatan-jabatan dibawah pengawasannya mendapat kompensasi sesuai pekerjaan yang mereka lakukan .

Motivasi kerja merupakan dorongan dari dalam diri dan luar diri seseorang, untuk melakukan sesuatu yang terlihat dari dimensi internal dan eksternal. Dengan kata lain motivasi kerja seseorang memiliki dua dimensi, yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal. indikator motivasi kerja dimaksudkan untuk dapat mengukur sejauh mana pegawai bekerja sesuai dengan tuntutan sebagai karyawan.menurut Uno (2010:73) ada dua dimensi dan indikator motivasi kerja, yaitu antara lain :

1. Dimensi Motivasi Internal Indikator :

• Tanggungjawab pegawai dalam melaksanakan tugas.

• Melaksanakan tugas dengan target yang jelas.

• Ada umpan balik atas hasil pekerjaannya.

• Memiliki tujuan yang jelas dan menentang.

• Memiliki perasaan senang dalam bekerja.

• Selalu berusaha untuk mengungguli orang lain.

• Diutamakan prestasi dari apa yang dikerjakannya.

2. Dimensi Motivasi Eksternal Indikator :

• selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan kerjanya.

• Senang memperoleh pujian dari apa yang dikerjakan nya.

• Bekerja dengan harapan ingin memperoleh insentif.

• Bekerja dengan harapan ingin memperoleh perhatian dari teman dan atasan.


Kesimpulan

Motivasi pada suatu organisasi atau lembaga bertujuan untuk mendorong semangat kerja para karyawan agar mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan demi terwujudnya suatu organisasi. Pimpinan yang mengarahkan melalui motivasi akan menciptakan kondisi dimana karyawan merasa mendapat inspirasi untuk bekerja keras.Jadi motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya.


Daftar pustaka

Anoraga, Pandji (2006). Psikologi Kerja. Jakarta : Rineka Cipta

Ardana. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu

Hasibuan. (2007). Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta: PT Bumi Aksara.


Kuis 10 : Jiwa Kepemimpinan Dalam Berorganisasi

 Oleh : Nanda Putri Utami (41621010015)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang pentingnya jiwa kepemimpinan dalam suatu organisasi. Artikel ini menjelaskan tentang pengertian kepemimpinan menurut para ahli, unsur-unsur terkait kepemimpinan, fungsi- fungsi kepemimpinan dan jenis keputusan seorang pemimpin. Dengan membaca artikel ini, diharapkan pembaca dapat memahami arti kepemimpinan secara garis besarnya dan mengerti bahwa kepemimpinan sangat penting dalam suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan bersama

Kata kunci: kepemimpinan, unsur kepemimpinan

 

Abstact

This article discusses the importance of leadership in an organization. This article explains the definition of leadership according to experts, elements related to leadership, leadership functions and types of decisions of a leader. By reading this article, it is hoped that readers can understand the meaning of leadership in general and understand that leadership is very important in an organization to achieve common goals.

Keywords: leadership, elements of leadership

Kuis 11 : Menafsirkan Kedudukan Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Di Organisasi

 Oleh : Mohammad Simar Kurniawan


Abstrak 

Komunikasi organisasi memainkan peran penting dalam keberhasilan dan efektivitas suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif, komunikasi yang baik diperlukan di semua tingkatan, baik antara individu maupun departemen. Namun, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di dalam organisasi, penting untuk memahami kedudukan komunikasi organisasi. Komunikasi Organisasi merupakan arus informasi pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi. Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan di antara anggotanya. Karena gejala menciptakan dan menukar informasi itu berjalan terus-menerus dan tidak ada henti-hentinya maka dikatakan sebagai suatu proses. Dalam Komunikasi organisasi, kita mempelajari ciptaan dan pertukaran pesan dalam seluruh organisasi. Pesan dalam organisasi ini dapat dilihat menurut beberapa klasifikasi, yang berhubungan dengan bahasa, metode difusi, dan arus tujuan dari pesan. Artikel ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran penting kedudukan komunikasi organisasi dalam meningkatkan efektivitas komunikasi di dalam organisasi. Implikasinya adalah pentingnya organisasi memperhatikan dan mengelola komunikasi dengan baik, memastikan adanya saluran komunikasi yang efektif, serta memanfaatkan teknologi komunikasi modern untuk memfasilitasi aliran informasi yang efisien. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki hubungan antar individu, dan mencapai tujuan organisasi secara lebih efektif.

Kata kunci : Komunikasi organisasi, efektif, informasi, kedudukan

Abstract

Organizational communication plays an important role in the success and effectiveness of an organization. To achieve organizational goals effectively, good communication is needed at all levels, both between individuals and departments. However, to increase the effectiveness of communication within the organization, it is important to understand the position of organizational communication. Organizational Communication is the flow of information, the exchange of information and the transfer of meaning within an organization. An organization is a dynamic open system that creates and exchanges messages among its members. Because the phenomenon of creating and exchanging information is continuous and unceasing, it is said to be a process. In Organizational communication, we study the creation and exchange of messages across organizations. Messages in this organization can be viewed according to several classifications, which relate to the language, the method of diffusion, and the flow of purpose of the message. This article provides valuable insights into the critical role organizational communication plays in increasing the effectiveness of communication within organizations. The implication is that it is important for organizations to pay attention to and manage communication properly, ensure that there are effective communication channels, and utilize modern communication technology to facilitate the efficient flow of information. Thus, organizations can increase productivity, improve relationships between individuals, and achieve organizational goals more effectively.

Keywords: Organizational communication, effective, information, position

I. Latar Belakang 

A. Pendahuluan

Menurut Romli (2011), Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat da- lam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana pro- sesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya. Jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk ba- han telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikasi yang efektif merupakan salah satu unsur kunci dalam keberhasilan suatu organisasi. Dalam konteks organisasi, komunikasi berperan penting dalam menghubungkan anggota organisasi, memfasilitasi aliran informasi, dan mencapai tujuan bersama. Namun, terkadang komunikasi di dalam organisasi dapat mengalami hambatan dan kegagalan, yang dapat berdampak negatif pada kinerja organisasi secara keseluruhan.

Menurut Mulawarman dan Rosilawati (2016), Komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju. Proses komunikasi yang efektif merupakan syarat terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. komunikasi organisasi berperan sebagai saluran utama untuk mentransfer informasi di antara anggota organisasi. Dalam struktur hierarkis, komunikasi dapat berjalan secara vertikal (dari atas ke bawah atau sebaliknya) dan secara horizontal (antara anggota tim atau departemen yang setara). Informasi yang disampaikan melalui komunikasi organisasi dapat mencakup arahan, kebijakan, tujuan organisasi, dan berbagai isu yang relevan.

Menurut Haryati (2022), Pada kenyataannya komunikasi itu muncul dalam setiap kehiduan manusia sejak tercipta dan senantiasa merupakan proses dalam organisasi. Sehingga bisa dijelaskan bahwa organisasi tanpa komunikasi ibarat rumah tanpa jendela dan pintu, artinya mereka yang berada di dalam nya tidak dapat melakukan aktivitas apa-apa. Komunikasi organisasi dapat membantu mengatasi hambatan komunikasi yang mungkin timbul dalam organisasi. Hambatan seperti perbedaan budaya, struktur hierarkis yang kompleks, dan bahasa yang ambigu dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Dengan memahami kedudukan komunikasi organisasi, organisasi dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan ini dan mengadopsi strategi yang tepat untuk mengatasi mereka, seperti melalui pelatihan komunikasi, penggunaan teknologi komunikasi yang canggih, atau pengembangan kebijakan komunikasi yang jelas.

Dalam konteks meningkatkan efektivitas komunikasi di organisasi, pemahaman tentang kedudukan komunikasi organisasi menjadi penting. Dengan menafsirkan kedudukan komunikasi organisasi secara holistik, organisasi dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan komunikasi yang ada. Dalam hal ini, mungkin diperlukan penilaian komunikasi, pelatihan, atau perubahan kebijakan untuk memperbaiki aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Dengan memperhatikan peran dan posisi komunikasi dalam struktur dan budaya organisasi, organisasi dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif. Strategi tersebut dapat mencakup penggunaan alat komunikasi yang tepat, pengembangan kebijakan komunikasi yang jelas, pelatihan keterampilan komunikasi bagi anggota organisasi, dan pendekatan komunikasi yang terbuka dan responsif.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apa saja Peran komunikasi dan perilaku dalam organisasi ?

2. Bagaimana Persepsi Mengenai Komunikasi Organisasi ?

3. Apa saja Hambatan dalam Komunikasi Organisasi ?

4. Bagaimana Konsep kunci dari adanya Komunikasi Organisasi ?

5. Apa saja Komponen dalam Komunikasi Organisasi?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan artikel ini ialah sebagai berikut :

1. Untuk Mengetahui Peran komunikasi dan perilaku dalam organisasi 

2. Untuk Mengetahui Bagaimana Persepsi Mengenai Komunikasi Organisasi

3. Untuk Mengetahui Hambatan dalam Komunikasi Organisasi 

4. Untuk Mengetahui Konsep kunci dari adanya Komunikasi Organisasi

5. Untuk Mengetahui Komponen dalam Komunikasi Organisasi

II. Tinjauan Pustaka

Menurut Masmuh (2008), Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward/komunikasi dari atasan ke bawahan, komunikasi upward/komunikasi dari bawahan ke atasan, komunikasi horizontal atau komunikasi dari orang-orang yang sama level/tingkatnya, mendengarkan, menulis, dan komunikasi evaluasi program. Komunikasi organisasi mencakup pertukaran pesan antara anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Ini melibatkan proses pengiriman, penerimaan, dan interpretasi informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, struktur, dan budaya organisasi. Komunikasi organisasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk komunikasi verbal, nonverbal, dan tulisan.

Menurut Ruliana (2014), Komunikasi organisasi berfungsi untuk menyampaikan atau memberikan informasi kepada individu atau kelompok tentang bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan kompetensinya. Komunikasi Organisasi juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan para karyawan agar mereka bisa belajar dari orang lain atau internal belajar tentang apa yang dipikirkan, dirasakan dikerjakan orang lain, tentang apa yang dijual atau yang diceritakan orang lain tentang organisasi. Komunikasi organisasi adalah elemen kritis dalam keberhasilan suatu organisasi. Efektivitas komunikasi organisasi berperan penting dalam memastikan bahwa informasi yang diperlukan dapat mengalir dengan lancar dan tepat antara anggota organisasi. Dalam tinjauan pustaka ini, kita akan mengeksplorasi konsep kedudukan komunikasi organisasi dan bagaimana pemahaman yang tepat tentang kedudukan ini dapat meningkatkan efektivitas komunikasi di dalam organisasi.

Menurut Haryati (2022), Tentunya, semakin besar suatu organisasi, persoalan yang terjadi juga akan semakin kompleks dan itu menyangkut berbagai hal seperti alur informasi, komunikasi, pembuatan keputusan dan sebuah pendelegasian wewenang. Adanya komunikasi suatu keadaan bisa berubah dalam waktu seketika dari waktu ke waktu, sebab hal yang perlu diingat melalui komunikasi tercipta perdamaian, persatuan dan keselarasan dalam berorganisasi. Efektivitas komunikasi di dalam organisasi mengacu pada kemampuan organisasi untuk menyampaikan pesan dengan jelas, tepat waktu, dan dengan pemahaman yang baik. Komunikasi yang efektif membantu menghindari kesalahpahaman, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan kolaborasi, membangun kepercayaan, dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

III. Pembahasan

A. Peran Komunikasi dan Perilaku Dalam Organisasi 

Menurut Romli (2014), Komunikasi organisasi dalam proses penyampaian pesan atau informasi yang dilakukan oleh para pemimpin atau manajer, misalnya yang bertindak sebagai komunikator, memiliki peran yang sangat penting dalam memengaruhi perilaku organisasi. Sebagai komunikator, seorang manajer harus menyesuaikan peran yang sedang dia lakukan. Berikut terdapat beberapa peran komunikasi dan perilaku dalam organisasi di antaranya :

1. Peranan Antarpersona

Dalam kaitannya dengan peranan antarpersona seorang manajer meliputi tiga hal, yaitu:

A. Peran Karakter

Kedudukan sebagai kepala suatu unit organisasi, membuar seorang manajer melakukan tugas yang bersifat keupacaraan Karena ia merupakan seorang tokoh, maka selain memimpin pelbagai upacara di kantornya, ia juga diundang oleh pihak luar untuk menghadiri pelbagai upacara. Dalam peranan ini, seorang manajer berkesempatan untuk memberikan penerangan, penjelasan, imbauan, ajakan, dan sebagainya.

B. Peranan Pimpinan

Sebagai pemimpin, seorang manajer bertanggung jawab atas lancar-tidaknya pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Beberapa kegiatan bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaksanaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Ada juga kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan kepemimpinannya, antara lain memotivasi para karyawan agar giat bekerja. Untuk melaksanakan kepemimpinannya secara efektif, maka ia harus mampu melaksanakan komunikasi secara efektif. Dalam konteks kepemimpinan, seorang manajer berkomunikasi efektif bila ia mampu membuat para karyawan melakukan kegiatan tertentu dengan kesadaran, kegairahan, dan kegembiraan. Dengan suasana kerja seperti itu akan dapat diharapkan hasil yang memuaskan.

C. Peran Penghubung

Dalam peranan sebagai penghubung, seorang manajer melakukan komunikasi dengan orang-orang di luar jalur komando vertikal, baik secara formal maupun secara tidak formal.

2. Peranan Informasi

Dalam organisasinya, seorang manajer berfungsi sebagai pusat informasi. Ia mengembangkan pusat informasi bagi kepentingan organisasinya. Peranan informasional dari seorang manajer meliputi peranan-peranan sebagai berikut:

A. Peran Pemantau

Dalam melakukan peranan monitornya, manajer memandang lingkungan sebagai sumber informasi. Ia mengajukan pelbagai pertanyaan kepada rekan-rekannya atau bawahannya, dan ia menerima informasi pula dari mereka tanpa diminta berkat hubungan pribadinya yang selalu dibinanya.

B. Peran Penyebar

Dalam peranannya sebagai penyebar, seorang manajer menerima dan menghimpun informasi dari luar yang penting artinya dan bermanfaat bagi organisasi, untuk kemudian disebarkan kepada bawahannya.

C. Peranan Juru Bicara

Peranan ini memiliki kesamaan dengan peranan penghubung, yakni dalam hal mengomunikasikan informasi kepada khalayak luar. Perbedaannya ialah dalam hal caranya: jika dalam peranannya sebagai penghubung ia menyampaikan informasi secara antarpribadi dan tidak selalu resmi, namun dalam peranannya sebagai juru bicara tidak selamanya secara kontak pribadi, tetapi selalu resmi. Dalam peranannya sebagai juru bicara itu, ia juga harus mengomunikasikan informasi kepada orang-orang yang berpengaruh yang melakukan pengawasan terhadap organisasinya. Kepada khalayak di luar organisasinya, ia meyakinkan khalayak bahwa organisasi yang dipimpinnya telah melakukan tanggung jawab sosial sebagaimana mestinya. la meyakinkan pula para pejabat pemerintah bahwa organisasinya berjalan sesuai dengan peraturan sebagaimana mestinya.

3. Peranan Memutuskan

Seorang manajer memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pengambilan keputusan di organisasinya. Ada empat peran yang tercakup dalam peran ini, yaitu:

A. Peranan Wiraswasta

Seorang manajer berusaha memajukan organisasinya dan meng adakan penyesuaian atas perubahan kondisi lingkungannya. la senantiasa memandang ke depan untuk mendapatkan gagasan baru. Jika sebuah gagasan muncul, maka ia mengambil prakarsa untuk mengembangkan sebuah proyek yang diawasinya sendiri atau didelegasikannya kepada bawahannya.

B. Peranan Pengendali Gangguan Seorang manajer berusaha sebaik mungkin menanggapi setiap tekanan yang menimpa organisasi, seperti buruh mogok, para pelanggan menghilang, dan sebagainya. Peranan Penentu Sumber

C. Seorang manajer bertanggung jawab untuk memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan, siapa yang akan melaksanakan, dan bagaimana pembagian pekerjaan dilangsungkan. Manajer juga mempunyai kewenangan mengenai pengambilan keputusan penting sebelum implementasi dijalankan. Dengan kewenangan itu, manajer dapat memastikan bahwa keputusan-keputusan yang berkaitan semuanya berjalan melalui pemikiran tunggal.

D. Peran Perunding

Manajer melakukan peranan perunding bukan saja tentang hal- hal yang resmi dan langsung berhubungan dengan organisasi. melainkan juga tentang hal-hal yang tidak resmi dan tidak langsung berkaitan dengan kekayaan. Bagi manajer, perundingan merupakan "gaya hidup" karena hanya dialah yang mempunyai kewenangan untuk menanggapi sumber-sumber organisasional pada waktu yang tepat dan hanya dialah yang merupakan pusat jaringan informasi yang sangat diperlukan bagi perundingan yang penting.

B. Persepsi Mengenai Komunikasi Organisasi

Menuru Romli (2014), Komunikasi Organisasi adalah bidang yang melibatkan pertukaran informasi, gagasan, dan pesan antara individu-individu dalam sebuah organisasi. Persepsi mengenai komunikasi organisasi dapat berbeda-beda antara individu-individu yang berada dalam organisasi. Berikut bebrapa Persepsi mengenai komunikasi organisasi :

1.  Persepsi Redding dan Sanborn

Redding dan Sanborn mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward atau ko- munikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi upuund atau komunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi horizontal atau komunikasi dari orang-orang yang sama level/tingkatnya dalam organisasi, keterampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan komunikasi evaluasi program.

2. Persepsi Katz dan Kahn

Katz dan Kahn mengatakan bahwa komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam guaru organisi. Menurut Katz dan Kahn organicsi adalah sebagai suatu sistem terbuka yang menerima energi dan lingkungannya dan mengubah energi ini menjadi produk atau servis dari sistem dan mengeluarkan produka servis ini kepada lingkung

3. Persepsi Zelko dan Dance

Zelko dan Dance mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suaru sistem yang saling tergantung yang mencakup komunikasi intemal dan komunikasi eksenal. Komunikasi internal adalah komunikasi dalam organisasi itu sendiri seperti komunikasi dari bawahan kepada atasan. komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi sesama karyawan yang sama tingkatnya. Sedangkan komunikasi ekstreetsbah komunikasi yang dilakukan organten terhadap lingkungan fünya, sepati komunikasi dalam penjual hasil produfet pembuatan iklan, dan hubungan dengan masyarakatamtm. 

4. Persepsi Thayer

Thayer menggunakan pendekatan sistem secara umum dalam memandang komunikasi organisasi. Dia mengatakan komunikasi organisasi sebagai arus data yang akan melayani komunikasi organisasi dan proses interkomunikasi dalam beberapa cara. Dia memperkenalkan tiga sistem komunikasi dalam organisasi yaitu: a) berkenaan dengan kerja organisasi; b.)berkenaan dengan pengaturan organisasi seperti perintah-perintah, aturan- aturan dan petunjuk-petunjuk; c) berkenaan dengan pemeliharaan dan pengembangan organisasi. Yang termasuk bagian ini antara lain hubungan dengan personal dan masyarakat, pembuatan iklan dan latihan.

5. Persepsi Greenbaunm

Greenbaunm mengatakan bahwa bidang komunikasi organisasi termasuk arus komunikasi formal dan informal dalam organisasi. Dia membedakan komunikasi internal dengan eksternal dan memandang peranan komunikasi terutama sekali sebagai koordinasi pribadi dan tujuan organisasi dan masalah menggiatkan aktivitas.

C. Hambatan dalam Komunikasi Organisasi  

Dalam komunikasi organisasi, terdapat beberapa hambatan yang dapat menghalangi aliran informasi yang efektif antara anggota organisasi. Berikut terdapat beberapa hamabatan dalam komunikasi organisasi :

1. Management level (tingkatan manajemen)
Dalam organisasi terdapat peringkat manajemen. yaitu top, upper, middle, dan lower management dan dalam tingkatan manajemen tersebut dapat saja terjadi penyampaian pesan/informasi yang tidak sepenuhnya berlangsung dengan lancar, baik ditinjau dari arah atau aliran informasi atau pola komunikasi, baik secara top dawn maupun secara buttom up

2. Number of people supervised (jumlah staf yang berada dalam kendali atau di bawah pengawasan)
Jika staf atau karyawan yang langsung di bawah pengawasan seorang pimpinan kurang dari 12) orang, maka komunikasi mengenai bidang tugas atau pekerjaannya lebih lancar. Sebaliknya, jika staf yang di bawah komandonya lebih 12 orang maka kecenderungannya komunikasi akan terhambat.

3. The rank of position in the Jika jenjang kepangkatan, jabatan, dan status atau organization (jenjang kepang- kedudukan di dalam organisasi
Jika staf atau karyawan yang langsung di bawah pengawasan seorang pimpinan kurang dari 12) orang, maka komunikasi mengenai bidang tugas atau pekerjaannya lebih lancar. Sebaliknya, jika staf yang di bawah komandonya lebih 12 orang maka kecenderungannya komunikasi akan terhambat.

4. Perubahan manajer
Perubahan atau penggantian manajer atau perubahan (pergantian manajer) sikap dari manajer dapat mengakibatkan perubahan dalam pola komunikasi dari atasan ke bawahan

5. Manager interpretation (interpretasi manajer)
Masing-masing manajer memiliki pola pikir, cara- menafsirkan dan pola berhubungan yang berbeda terhadap para karyawan. Misalnya, ada manajer yang suka terhadap karyawan walaupun pekerjaannya kurang baik asalkan karyawan tersebut pandai bersikap Asal Bapak Senang. Tetapi ada juga manajer yang suka terhadap sikap karyawan yang cuek atau urakan tetapi hasil kerjanya bagus dan memuaskan.

D. Konsep kunci dari adanya komunikasi organisasi adalah sebagai berikut :

1. Proses

Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang mencipta- kan dan saling menukar pesan di antara anggotanya. Karena gejala men- ciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus menerus dan tidak ada henti-hentinya maka dikatakan sebagai suatu proses. Misalnya diambil contoh proses pendirian suatu bank desa di suatu daerah.

2. Pesan

Yang dimaksud dengan pesan adalah susunan simbol yang penuh arti ten- tang orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Untuk berkomunikasi seseorang harus sanggup menyusun suatu gambaran mental, memberi gambaran itu nama dan mengembangkan suatu perasaan terhadapnya. Komunikasi tersebut efektif kalau pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim.

3. Jaringan

Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang-orang ini sesamanya terjadi melewati suatu ser jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi, Suatu jaringan komunikasi ini mungkin mencakup hanya dua orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi

4.  Keadaan Saling Tergantung

Konsep kunci komunikasi organisasi keempat adalah keadaan yang saling tergantung satu bagian dengan bagian lainnya. Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh sistem organisasi. Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu organisasi. Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu organisasi saling melengkapi. Implikasinya, bila pimpinan membuat suatu keputusan, dia barus memperhitungkan implikasi keputusan itu terhadap organisasinya secara menyeluruh.

E. Komponen dalam Komunikasi Organisasi

Dalam proses komunikasi organisasi, ada beberapa komponen yang nting untuk diperhatikan. Adapun komponennya adalah sebagai berikut: 

1. Jalur komunikasi internal, eksternal, atas-bawah, bawah-atas horizontal, serta jaringan.

2. Induksi, antara lain orientasi tersembunyi dari para karyawan, kebijakan dan prosedur, serta keuntungan para karyawan.

3. Saluran, antara lain media elektronik (email, internet), media cetak (memo, surat menyurat, bulletin) dan tatap muka.

4. Rapat, antara lain briefing, rapat staf, rapat proyek, dan dengar pendapat umum.

5. Wawancara, antara lain seleksi, tampilan kerja dan promosi karier.

IV. Kesimpulan

Komunikasi organisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan. Komunikasi yang efektif memungkinkan informasi dan ide-ide yang penting untuk mengalir dengan lancar di antara berbagai tingkatan dan departemen organisasi. Kedudukan komunikasi organisasi mencakup struktur hierarkis dan saluran komunikasi yang ditetapkan dalam organisasi. Struktur yang jelas dan saluran komunikasi yang terorganisir membantu mencegah kesalahpahaman dan kebingungan dalam berbagi informasi di dalam organisasi. Komunikasi organisasi yang efektif melibatkan komunikasi vertikal dan horizontal. Komunikasi vertikal terjadi antara tingkatan yang berbeda dalam hierarki organisasi, seperti dari manajer kepada bawahan atau sebaliknya. Komunikasi horizontal terjadi antara anggota tim atau departemen yang setara dalam organisasi. Kedua jenis komunikasi ini saling melengkapi dan berkontribusi pada efektivitas komunikasi organisasi secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA


Haryati, dkk. 2022. Komunikasi Organisasi. Yogyakarta : Nota Media. Dalam Link : 

http://repository.unas.ac.id/5098/1/KOMUNIKASI%20ORGANISASI.pdf

Mulawarman dan Rosilawati. 2016. Komunikasi Organisasi Pada Dinas Perijinan Kota Yogyakarta

Untuk Meningkatkan Pelayanan. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah. Dalam Link : 

http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/makna/article/view/2105

Masmuh, Abdullah. 2008. Komunikasi Organisasi Dalam Perspektif Teori dan Praktek, Malang : UMM press. Dalam Link :

https://ummpress.umm.ac.id/katalog/detail/komunikasiorganisasi.html

Romli, Khomsahrial. 2014. Komunikasi Organisais Lengkap (Edisi Revisi). Jakarta : PT Grasindo

Ruliana, Popy. 2014. Komunikais Organisasi Teori dan Studi Kasus. Depok : PT RajaGrafindo Persada

Tuesday, May 23, 2023

OMPI Kuis 11 - Menggabungkan Komunikasi Formal dan Informal: Menemukan Keseimbangan yang Efektif dalam Organisasi

Oleh : Ika Devi Mayang Sari (@AA10-Ika)

Gambar 1. Mind Mapping Menggabungkan Komunikasi Formal dan Informal: Menemukan Keseimbangan yang Efektif dalam Organisasi

Abstrak

Artikel ini membahas pentingnya menggabungkan komunikasi formal dan informal dalam organisasi untuk mencapai keseimbangan yang optimal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di dalam organisasi dan membangun lingkungan kerja yang seimbang, efisien, dan inovatif. Metodologi yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dan review video. Artikel ini mengemukakan bahwa komunikasi formal dan informal memiliki peran yang penting dalam keberhasilan dan efektivitas organisasi. Namun, memisahkan kedua jenis komunikasi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan hambatan. Dalam artikel ini, juga dibahas faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan komunikasi formal dan informal, seperti struktur organisasi, budaya organisasi, dampak teknologi, dan peran pemimpin. Artikel ini memiliki implikasi praktis dalam meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Kata kunci: komunikasi, formal, informal, integrasi, keseimbangan, efektivitas komunikasi, lingkungan kerja.

Monday, May 22, 2023

Kuis 10 PENTING NYA PERAN KEPEMIMPINAN BAGI KEBERHASILAN SUATU ORGANISASI

 


Disusun Oleh : Siti Rahmah Aladawiyah Ainiya 41621010011

Abstrak


Kepemimpinan yaitu bagian penting dalam proses manajemen dan dibutuhkan pada semua tipe organisasi. Pemimpin merencanakan dan mengorganisasikan sumber daya yang ada dengan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk mencapai kinerja karyawan yang optimal. Selain kepemimpinan, kepuasan bawahan terhadap atasan adalah hal yang harus dicapai untuk meningkatkan kinerja karyawan. Keberhasilan kepemimpinan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan dan kepuasan bawahannya.


Kata kunci : Kepemimpinan, keterampilan skill Kepemimpinan, indikator Kepemimpinan, peran penting kepemimpinan 


Abstrack


Leadership is an important part of the management process and is needed in all types of organizations. Leaders plan and organize existing resources by influencing and directing others to achieve optimal employee performance. In addition to leadership, subordinate satisfaction with superiors is something that must be achieved to improve employee performance. The success of leadership is influenced by the leadership style applied and the satisfaction of its subordinates.


Keywords: Leadership, Leadership skills, Leadership indicators, the important role of leadership


Pendahuluan 


Adanya seorang pemimpin dalam sebuah organisasi, maka ada kegiatan yang disebut memimpin. Kegiatan memimpin merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan dalam menjalankan kegiatan organisasi secara keseluruhan. Kegiatan memimpin tersebut dikenal dengan sebutan kepemimpinan. Kepemimpinan dimaksudkan untuk melakukan koordinasi dari berbagai macam bagian dan sumber daya organisasi yang ada. 


Kepemimpinan dilakukan untuk memberikan perintah maupun pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh pegawai. Pemberian perintah dan pengawasan dimaksudkan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan bahwa “kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain ke arah pencapaian suatu tujuan tertentu” (Wiratmo, 2001: 173).


Berdasarkan pendapat tersebut, maka kepemimpinan ditujukan agar dapat mengarahkan perilaku pegawai sehingga pegawai dapat melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan dapat mencapai tujuan bersama.


Rumusan masalah


1. Apa yang di maksud dengan pengertian kepemimpinan?

2. Apa saja keterampilan atau skill pada Kepemimpinan agar dapat memimpin dengan efektif?

3. Apa saja indikator yang dapat menunjukan bahwa seorang pemimpin tersebut sukses dalam memimpin tim nya?

4. Apa peran penting kepemimpinan dalam suatu organisasi?


Pembahasan


1. Kepemimpinan adalah proses mengarahkan atau mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam suatu organisasi, karena seorang pemimpin dapat mempengaruhi cara timnya bekerja dan berinteraksi satu sama lain. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan memotivasi timnya, serta mampu mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi.


2. Skil kepemimpinan merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat memimpin dengan efektif. Berikut adalah beberapa skil kepemimpinan yang penting:

  1. Komunikasi yang efektif: Kemampuan untuk menyampaikan ide dan tujuan dengan jelas, serta mampu mendengarkan dan memahami kebutuhan anggota tim.
  2. Memotivasi: Kemampuan untuk memotivasi anggota tim untuk bekerja sama dan bekerja keras untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Mengelola perubahan: Kemampuan untuk mengelola perubahan yang terjadi dalam organisasi dengan baik, sehingga anggota tim dapat terbiasa dengan perubahan tersebut dan tetap bekerja dengan efektif.
  4. Menciptakan solusi untuk masalah: Kemampuan untuk menciptakan solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi organisasi, sehingga dapat terus berkembang dan sukses.
  5. Mengelola waktu: Kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik, serta mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.
  6. Membuat keputusan yang tepat: Kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, serta mampu mengelola risiko dengan baik.
  7. Membangun hubungan: Kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan anggota tim, serta mampu bekerja sama dengan orang lain secara efektif.


3. Ada beberapa indikator kepemimpinan yang dapat menunjukkan bahwa seorang pemimpin sukses dalam memimpin timnya, diantaranya:

  1. Tim yang terorganisir dan terkoordinasi dengan baik: Seorang pemimpin yang sukses mampu mengelola timnya dengan baik, sehingga tim tersebut terorganisir dan terkoordinasi dengan baik dalam mencapai tujuan bersama.
  2. Tim yang terlibat dan terikat: Seorang pemimpin yang sukses mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan memotivasi, sehingga timnya terlibat dan terikat dalam pekerjaannya.
  3. Tim yang kompeten: Seorang pemimpin yang sukses mampu mengembangkan kemampuan anggota timnya, sehingga tim tersebut menjadi kompeten dalam bidangnya.
  4. Tim yang produktif: Seorang pemimpin yang sukses mampu meningkatkan produktivitas timnya dengan memberikan dukungan dan mengelola tim dengan baik.
  5. Tim yang sehat: Seorang pemimpin yang sukses mampu menciptakan suasana kerja yang sehat, sehingga timnya terbebas dari stres dan tekanan yang berlebihan.


4. Kepemimpinan merupakan faktor yang penting dalam suatu organisasi, karena memiliki peran yang signifikan dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kepemimpinan penting dalam suatu organisasi :


1. Menyediakan arah dan tujuan

Seorang pemimpin memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi anggota tim, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mencapainya.


2. Memotivasi anggota tim

Seorang pemimpin yang efektif mampu memotivasi anggota tim untuk bekerja sama dan bekerja keras untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


3. Menciptakan lingkungan kerja yang positif

Seorang pemimpin yang efektif mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, yang ditunjukkan dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi dan tingkat turnover yang rendah.


4. Menciptakan solusi untuk masalah

Seorang pemimpin harus mampu menciptakan solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi organisasi, sehingga dapat terus berkembang dan sukses.


5. Mengelola perubahan

Seorang pemimpin harus mampu mengelola perubahan yang terjadi dalam organisasi dengan baik, sehingga anggota tim dapat terbiasa dengan perubahan tersebut dan tetap bekerja dengan efektif.


6. Mengelola sumber daya

Seorang pemimpin harus mampu mengelola sumber daya organisasi dengan efektif, sehingga dapat digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi.


Kesimpulan


Kesimpulan utama adalah bahwa kepemimpinan yang efektif memiliki dampak yang signifikan terhadap kesuksesan organisasi. Seorang pemimpin yang baik mampu menciptakan visi, mempengaruhi orang lain, mengembangkan anggota tim, membangun budaya yang positif, dan mengambil keputusan yang baik. Dengan adanya kepemimpinan yang efektif, organisasi memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan mereka dan meraih keberhasilan jangka panjang.


Dafpus


Adair, John, 2008. Kepemimpinan yang memotivasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.


Siagian, Sondang P, 2015. Teori dan Praktek Kepemimpinan, Jakarta PT Rineka Cipta.


WibowoUdik Budi, 2011. “Teori Kepemimpinan". Makalah pada Pembekalan Ujian Dinas Badan Kepegawaian Daerah Kota Yogyakarta.