Monday, May 1, 2023

PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS STRUKTUR ORGANISASI MANAJEMEN

Nanda Putri Utami (41621010015)


Abstrak

Sistem atau jaringan kerja terhadap tugas–tugas, sistem pelaporan dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dengan kelompok. Yang perlu mendapat perhatian dalam mengisi struktur organisasi adalah manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan jenis tugas dalam bagian-bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut. Kejelasan gambaran struktur organisasi akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mendistribusikan jabatan kepada seseorang yang tepat, sehingga daya guna dan hasil guna dapat terwujud. Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan.

Kata kunci: struktur organisasi manajemen, fungsi struktur, jenis struktur

 

Abstact

System or network of tasks, reporting and communication systems that link together individual work with groups. What needs attention in filling out the organizational structure is the human being who has the competence according to the type of task in the parts of the task or work in the structure. The clarity of the description of the organizational structure will make it easy for leaders to distribute positions to the right person, so that efficiency and effectiveness can be realized. Generally the organizational structure can be classified into three types: Functional, Project, and Matrix Organization. The type of organizational structure influences how communication is made within the company.           

Keywords: management organizational structure, function structure, type of structure

 

Pendahuluan

Kelangsungan hidup sebuah organisasi sebenarnya berkaitan erat dengan proses perilaku manusianya yang dapat memperkuat roh atau jiwa bagi kedinamisan sebuah struktur organisasi. Gibson menyatakan bahwa struktur organisasi merupakan pola formal kegiatan dan hubungan di antara berbagai sub-unit dalam sebuah organisasi. Menurut pandangan Gibson, kita dapat melihat struktur organisasi sebagai : a)bagan dari susunan kotak-kotak yang berarti struktur yang bersifat statis. b)hubungan kegiatan yang merupakan struktur yang besifat dinamis.

Yang perlu mendapat perhatian dalam mengisi struktur organisasi adalah manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan jenis tugas dalam bagian-bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut. Penggolongan aktivitas dalam struktur dapat kita bagi menjadi empat unsure : a)unsur pimpinan; b)unsur pembantu pimpinan; c)unsur pelakasana tugas pokok; dan d)unsur pelaksana tugas-tugas fungsional.

Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai pengertian dari sturktur organisasi maanejemen, fungsi dan kegunaan pada struktur organisasi dalam sebuah organisasi serta jenis struktur dan keuntungan dari tiap struktur.


Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dari uraian pendahuluan di atas, antara lain:

1. Apa yang dimaksud dengan struktur organisasi manajemen?

2. Bagaimana fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi?

3. Apa saja jenis struktur organisasi dan apa keuntungan dari tiap struktur yang ada?

 

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan pada penulisan ini, antara lain:

1. Untuk mengetahui pengertian struktur organisasi manajemen

2. Untuk mengetahui fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi

3. Untuk mengetahui apa saja jenis struktur organisasi dan apa keuntungan dari tiap sturktur yang ada

 

Pembahasan

Menurut Wahjono (2022), Struktur Organisasi adalah Sistem atau jaringan kerja terhadap tugas–tugas, sistem pelaporan dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dengan kelompok.

Struktur Organisasi menetapkan cara bagaimana tugas dan pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinir secara formal. Pernyataan ini mengacu pada enam unsur kunci yang terdiri dari elemen –elemen spesialisasi pekerjaan, departementalisisi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi serta formalisasi).

Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau jaringan kerja terhadap tugas–tugas, sistem pelaporan dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dengan kelompok.

Menurut Nurlia (2019), Struktur organisasi merupakan gambaran dari pembagian wewenang dan tanggung jawab serta hubungan vertikal dan horizontal suatu organisasi dalam melaksanakan aktivitasnya. Perubahan terhadap struktur organisasi merupakan jawaban dari berbagai tekanan baik internal maupun eksternal. Salah satu tuntutan masyarakat saat ini adalah ekfektifitas sistem administrasi publik dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat melalui penataan kembali struktur organisasi yang lebih sehat dan efisien.

Nurlia (2019) juga menambahkan struktur organisasi digambarkan dalam bentuk skema organisasi atau organigram, yaitu suatu lukisan grafis yang menjelaskan berbagai hubungan organisatoris, baik vertikal maupun horizontal, antar bagian maupun antar individu. Dengan kata lain organigram memberikan gambaran tentang struktur personalia, yakni penerapanindividu pada posisi-posisi yang ada dalam suatu organisasi. Hal ini dimaksudkan siapa yang memegang tampuk pimpinan dan kepada siapa tugas, wewenang, tanggung jawab serta posisi diberikan.

 

Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggungjawab dan apa yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
  2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.
  3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
  4. Kejelasan Jalur Hubungan. Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan atau pegawai dalam sebuah organisasi, maka dibutuhka kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling menguntungkan.

 

Jenis struktur organisasi

Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan.

Menurut Tanjung (2017) menjelaskan beberapa jenis antara lain:

1. Struktur Organisasi Fungsional

Proses ini meliputi perincian pekerjaan, pembagian pekerjaan dan koordinasi pekerjaan yang terjadi dalam suatu lingkup dan struktur tertentu. 

Keuntungan dari Functional Organization adalah kesederhanaan dalam komunikasi dan efisiensi proses yang berulang. Kerugiannya bila menghadapi sebuah proyek antar divisi, pergerakan dari tiap anggota tim akan terbatasi oleh sekat-sekat divisi dan manajer proyek dapat merangkap menjadi manajer salah satu divisi yang mengakibatkan keputusannya terpengaruh kedudukannya pada divisi. Kerugian lain dari sistem ini adalah komunikasi menjadi sangat terbatas (umumnya top down) dan kreativitas terbatasi oleh rangkaian persetujuan birokratis. 

 

2. Struktur Organisasi Proyek

Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari organisasi fungsional. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang–orang fungsional yang bekerja pada proyek benar–benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.  

Keuntungan dari tipe organisasi ini adalah kemudahan untuk memasukkan seorang konsultan luar, efisiensi dalam mengerjakan proyek, kemudahan untuk membagikan sumber daya antar proyek, fleksibilitas dan independensi yang besar dari tiap karyawannya. 

Kekurangan yang dapat muncul adalah setiap karyawan harus cukup memiliki motivasi, bertanggung jawab, dan terbiasa untuk mengambil inisiatif. Struktur ini tidak terlalu cocok bila perusahaan memiliki banyak aspek administrasi atau operasi.

 

3. Struktur Organisasi Matriks

Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu. Dalam hal ini dibentuk bagian manajemen proyek secara tersendiri. 

Keuntungan yang diberikan tipe organisasi matrix adalah pemanfaatan sumber daya manusia yang efisien, anggota tim mempunyai pekerjaan operasional tetap setelah proyek selesai, sharing pengetahuan antar divisi yang lebih baik dari pada tipe fungsional, dan adanya keterlibatan stakeholder yang kuat. 

Kekurangan yang dapat muncul adalah dengan adanya dua buah atasan, karyawan bawah harus melapor pada dua atasan dan hal ini dapat membingungkan. Atasan-atasan dapat memperebutkan karyawan sehingga membingungkan mereka dalam membuat prioritas kerja dan memahami perannya. Prosedur komunikasi dan pemanfaatan sumber daya harus ada dan jelas untuk menghindari kekacauan ini.

 

Kesimpulan

            Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau jaringan kerja terhadap tugas–tugas, sistem pelaporan dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dengan kelompok. Setiap anggota organisasi harus bertanggungjawab dan apa yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan. Pada proses organisasi fungsional  meliputi perincian pekerjaan, pembagian pekerjaan dan koordinasi pekerjaan yang terjadi dalam suatu lingkup dan struktur tertentu. Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari organisasi fungsional. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang–orang fungsional yang bekerja pada proyek benar–benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu.

 

Daftar Pustaka

Nurlia. 2019. Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Pengukuran Kualitas Pelayanan (Perbandingan Antara Ekspektasi/Harapan Dengan Hasil Kerja). Meraja Journal. Volume 2 No 2, Juni 2019. Makassar : STIA Al Gazali Barru.

Tanjung, Mansur. 2017. Fungsi Organisasi Dalam Manajemen Proyek. Jurnal Manajemen dan Informatika Komputer Pelita Nusantara. Volume 1 No 1, Juli 2017.  Sumatera Utara : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah.

Wahjono, Sentot Imam. Struktur Organisasi. Bahan Ajar Perilaku Organisasi 2. Surabaya : Universitas Muhammadiyah Surabaya.

MENGENAL PERENCANAAN STRATEGIS DALAM SEBUAH ORGANISASI

 

Oleh : Ahmad Haryadi (41619010016)

Abstrak

Perencanaan merupakan persiapan yang disusun dengan menggunakan segenap kemampuan penalaran bagi suatu tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan proses yang esensial dalam manajemen lembaga pendidikan. Perencanaan mencakup hal yang luas, kompleks, serta memerlukan banyak waktu. Inti dari perencanaan berupa perumusan tujuan dan pengkoordinasian cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.Perencanaan memiliki dua arti penting. Pertama dan yang utama adalah sebagai pijakan (titik awal) dari keseluruhan proses manajemen. Kedua, berfungsi mengarahkan segenap aktivitas dalam organisasi. Secara lebih spesifik, pentingnya perencanaan didasarkan pada kenyataan yaitu Keberhasilan organisasi dan keefektifan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan perencanaan, Perencanaan memfokuskan pada tujuan yang hendak dicapai, Perencanaan membantu menghadapai ketidak pastian dan mengantisipasi permasalahan, Perencanaan memberikan arah bagi pengambilan keputusan, Perencanaan diperlukan sebagai dasar monitoring dan pengawasan.

Kata Kunci : Perencanaan Strategis, Manajemen, Lembaga/ Unit Kerja, organisasi.

Abstract

Planning is a preparation that is prepared using all reasoning abilities for an action to be taken to achieve a goal. Planning is an essential process in the management of educational institutions. Planning covers a broad, complex, and requires a lot of time. The essence of planning is the formulation of goals and coordinating the ways to achieve these goals. Planning has two important meanings. First and foremost, it is the foundation (starting point) of the entire management process. Second, it functions to direct all activities within the organization. More specifically, the importance of planning is based on the fact that organizational success and school effectiveness are largely determined by the success of planning. Planning focuses on the goals to be achieved. Planning helps deal with uncertainty and anticipate problems. Planning provides direction for decision making. Planning is needed as a basis for monitoring. and supervision.

Keywords: Strategic Planning, Management, Institutions/Work Units, organization.

 

I.Pendahuluan

Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dijalankan oleh sebuah organisasi, disamping fungsi lainnya yaitu pengorganisasian, pengarahan dan pengawas- an. Perencanaan dinilai sebagai salah satu fungsi manajemen yang penting dan mempu- nyai keterkaitan yang erat dengan setiap fungsi manajemen lainnya. Hal ini mengingat bahwa perencanaan memuat segala sesuatu yang bersifat menyeluruh sebagai pedoman untuk melaksanakan semua aktivitas organisasi. Perencanaan pun seringkali juga dikatakan seba- gai fungsi manajemen yang utama karena menjadi dasar bagi semua fungsi manajemen lainnya yang dilakukan para manajer. Robbin et al ( (2000 : 247) mengemukakan planning is a process that defining the organisation’s objectives or goals, establishing an overall strategy for achieving those goals, and developing a comprehensive hierarchy of plans to integrate and coordinate activities. Robbin dan Mary Coulter (2004 : 174) menyatakan bahwa perencanaan mencakup mendefinisikan sasaran organisasi, menetapkan strategi me- nyeluruh untuk mencapai sasaran itu, dan menyusun serangkaian rencana yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordi- nasikan pekerjaan organisasi.

Rumusan Masalah

Berdasarkan Uraian Pendahuluan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1.    Bagaimana peran perencanaan strategis terhadap suksesnya suatu organisasi ?

2.    Apa saja langkah-langkah untuk mengetahui perencanaan strategis dalam organisasi?

3.    Apa saja Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perencanaan strategis dalam organisasi?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini ialah sebagai berikut :

1.    Untuk mengetahui peran perencanaan strategis terhadap suksesnya suatu organisasi.

2.    Untuk mengetahui langkah langkah perencanaan strategis.

3.    Untuk mengetahui Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perencanaan strategis.

 

II.Tinjauan Pustaka

Perencanaan strategis merupakan perpaduan antara kata perencanaan dan kata strategis. Menurut Siagian (2008 : 15) istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara popular sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk meme-nangkan suatu peperangan. Dewasa ini istilah strategi sudah digunakan oleh semua jenis organisasi dan ide-ide pokok yang terdapat dalam pengertian semula tetap dipertahankan hanya saja apli- kasinya disesuaikan dengan jenis organisasi yang menerapkannya. Hunger (2001 : 16) menyatakan bahwa strategi perusahaan meru- pakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Kemudian David (2010 : 18) mengemukakan bahwa strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang hendak dicapai.

Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga merupakan suatu proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut. Manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis. Perencanaan strategis ini akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.

 

III.Pembahasan

1.    Pengertian Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis pada dasarnya merupakan salah satu dari sekian banyak konsep perencanaan yang berkembang, di dalam perencanaan ( planning ) merupakan salah satu dari fungsi manajemen. Setiap ahli dalam mengemukakan fungsi-fungsi manajemen tidak luput untuk memasukkan planning sebagai salah satu fungsi dan fungsi ini selalu ditempatkan pada urutan pertama. Bryson (2003:4) memberikan pengertian mengenai perencanaan strategis sebagai berikut :

“Perencanaan strategis sebagai upaya yang didisiplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan memandu bagaimana menjadi organisasi (atau entitas lainnya), apa yang dikerjakan organisasi (atau entitas lainnya), dan mengapa organisasi (atau entitas lainnya) mengerjakan hal seperti itu.

”Dalam modul yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara dinyatakan : “Perencanaan Strategis merupakan proses secara sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang berisiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis”.

 

2.    Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan Strategis

Bryson (2003:55) menentukan 8 langkah dalam penyusunan Perencanaan strategis, yaitu :

1.         Memprakarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis.

2.         Mengidentifikasi mandat organisasi.

3.         Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi.

4.         Menilai lingkungan eksternal, peluang dan ancaman.

5.         Menilai lingkungan internal, kekuatan dan kelemahan.

6.         Mengidentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi.

7.         Merumuskan strategi untuk mengola isu-isu.

8.         Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan.

 

3.    Ciri-ciri Perencanaan Strategis:

1.       Memfokuskan pada pengidentifikasian dan pemecahan isu-isu strategis

2.       Menekankan penilaian terhadap lingkungan baik eksternal dan internal

3.       Memperkirakan hal-hal baru, diskontinuitas, penuh kejutan (Ansoff, 1980)

4.  Berorintasi pada tindakan, bersifat partisipatif, lebih empati terhadap kelemahan, kekuatan, hambatan, peluang suatu komunitas (Kaufman & Jacobs, 1987)

5.       Efektif sebagai penghubung antara kebijakan yang kaku dengan tindakan nyata (Kraemer,1973)

6.       Melibatkan peran-peran penting pembuat kebijakan

7.       Mensyaratkan visi yang komprehensif

8.       Menjawab pertanyaan dasar.

9.       Memberikan kerangka kerja untuk perencanaan yang lebih terinci dan untuk keputusan harian.

10.    Melibatkan kurun waktu yang lebih lama dari pada jenis perencanaan lainnya.

11.  Membantu memfokuskan energy dan sumber daya perusahaan pada kegiatan dengan prioritas utama.

12.    Merupakan kegiatan tingkat puncak dalam arti manajemen puncak harus terlibat secara aktif.

 

4.    Manfaat Dari Perencanaan Strategis

Menurut Lembaga Administrasi Negara dalam Riyadi (2004:306), manfaat perencanaan strategis adalah :

1.       Untuk merencanakan perubahan dalam lingkungan organisasi yang semakin kompleks.

2.       Untuk mengelola keberhasilan dengan berorientasi pada pencapaian hasil.

3.       Memberikan dorongan terhadap aktivitas yang berorientasi pada masa depan.

4.     Mengembangkan sifat adaptif dan fleksibilitas dari suatu perencanaan dengan pendekatan jangka panjang.

5.       Meningkatkan pelayanan prima (services excellence).

6.     Meningkatkan komunikasi baik dalam internal organisasi maupun eksternal organisasi, pada semua level atau tingkatan pihak-pihak yang berkepentingan

Mengacu kepada pendapat para ahli, maka secara umum mengenai manfaat perencanaan strategis dapat dirumuslan sebagai berikut :

1.   Sebagai alat bagi pimpinan dan seluruh jajaran.

2.   Organisasi untuk membangun arah dan tujuan organisasi dalam jangka panjang.

3.   Mendorong sistem kerja yang efektif dan efisien dengan membangun acuan kerja yang jelas melaui sistem proritas dan tahapan-tahapan kerja.

4.  Menciptakan rasa tanggung jawab dan mendorong komitmen dari seluruh anggota organisasi pada semua tingkatan.

5.  Senantiasa mendorong organisasi untuk berorientasi kepada hasil yang harus diraih di masa depan, agar eksistensi organisasi tetap terpelihara melalui strategi yang rasional dan logis.

6.     Menjadi alat komunikasi dan koordinasi kerja yang efektif untuk senantiasa mengarah pada tujuan yang sama

IV.Kesimpulan

Perencanaan strategis merupakan peren- canaan yang bersifat menyeluruh bagi orga- nisasi. Perencanaan strategis menjadi sangat penting dalam organisasi mengingat perenca- naan tersebut dibuat untuk jangka panjang dan mengingat pula luasnya cakupan yang ada dalam perencanaan strategis tersebut. Adanya perencanaan strategis dalam sebuah organi- sasi berarti pula bahwa organisasi itu memiliki kerangka dasar yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk melakukan semua aktivitas. Perencanaan strategis merupakan acuan untuk menjabarkan sasaran-sasaran organisasi dalam jangka pendek.

Perencanaan strategis yang tepat sangat berguna untuk meminimumkan kesalahan karena semua aktivitas organisasi yang dijalan- kan selalu diarahkan untuk menuju arah yang sama. Hal ini berarti pula bahwa setiap ang- gota organisasi akan melakukan aktivitas sesuai dengan apa yang telah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Daftar Pustaka

Bryson, 2003, Perencanaan Strategis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Hadari Nawawi, 2003, Manajemen Strategik, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Riyadi dan Deddy Supriyadi, 2004, Perencanaan Pembangunan Daerah, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Sondang P. Siagian, 1995, Manajemen Stratejik, Bumi Aksara, Jakarta

Stoner, 1994, Manajemen, Intermedia, Jakarta

Zulfikar, W., 2017. Dampak Sosial, Ekonomi dan Politis dalam Pembangunan Bandara Udara Kertajati di Kabupaten Majalengka.Sosiohumaniora, 19(3).

Zulfikar, W., 2012. Implementasi Kebijakan Ekspor Rotan dan Produk Rotan di Kabupaten Cirebon. Sosiohumaniora, 14(2), p.167.

Zulfikar, W., 2017. Formulasi Kebijakan Pendirian Lembaga Peradilan Khusus Hubungan Industrial di Kabupaten Bekasi. Creative Research Journal, 3(01), pp.55-72

TAHAPAN DAN TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

 Oleh Waskito Sandy Utomo (@T01-Waskito)



Abstrak

            Artikel ini di buat untuk mengetahui bagaimana cara kita untuk mengambil keputusan dalam perusahaan ataupun organisasi. Selain cara pengambilan keputusan dalam artikel ini juga akan memberitahu teknik-teknik pengambilan keputusan. Adapun inforamsi yang saya dapatkan dari internet tentang pengambilan keputusan ini. Dalam sumber tersebut dijelaskan bagaimana cara kita dalam mengambil keputusan tersebut.

Kata kunci: artikel,mengambil keputusan,Teknik pengambilan keputusan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PERILAKU ORGANISASI

oleh : Indrik (41621010006) 



ABSTRAK

Setiap organisasi pasti mengalami perkembangan dan perubahan baik itu dari internal maupun eksternal organisasi tersebut, maka untuk menghadapinya diperlukanlah pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar roda organisasi beserta administrasi dapat berjalan terus dengan lancar tanpa mengalami masalah yang berarti sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Keterampilan pribadi meliputi kemampuan untuk memahami perilaku individu dan perilaku kelompok dalam kontribusi untuk membentuk dinamika organisasi, kemampuan memodifikasi perilaku, kemampuan memahami dan memberikan motivasi, kemampuan memahami proses persepsi dan penciptaan yang efektif komunikasi, kemampuan memahami relasi antara konsep kekuasaan-politik kepemimpinan dalam organisasi, kemampuan memahami genealogi konflik dan negosiasi, dan kemampuan untuk membangun budaya organisasi yang ideal.

Kata Kunci : pengambilan keputusan, organisasi,strategi 

ABSTRACT

Every organization must experience development and change, both internal and external to the organization, so to deal with it, it is necessary to make quick and precise decisions. The decision-making process is fast and precise so that the wheels of the organization and administration can run smoothly without experiencing significant problems so that organizational goals can be achieved. Personal skills include the ability to understand individual behavior and group behavior in contributing to shaping organizational dynamics, the ability to modify behavior, the ability to understand and provide motivation, the ability to understand the process of perception and the creation of effective communication, the ability to understand the relationship between the concept of power-political leadership in organizations, the ability to understand the genealogy of conflict and negotiation, and the ability to build an ideal organizational culture.

Keywords: decision making, organization,strategy

Sunday, April 30, 2023

MENGOPTIMALKAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI: STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KEPUTUSAN

 Oleh : Nopi Febriani (41621010013)

Abstrak

Pengambilan keputusan merupakan proses penting dalam organisasi karena mempengaruhi kinerja dan kesuksesan keseluruhan organisasi. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil. Artikel ini membahas pentingnya pengambilan keputusan dalam organisasi dan menjelajahi strategi yang dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan. Kegiatan pengambilan keputusan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, dan keputusan pemilihan alternatif berdasarkan perhitungan dan dampak yang mungkin timbul. Pada tahap implementasi pengambilan keputusan, sebagai pemimpin harus membuat banyak keputusan rutin untuk mengontrol aktivitas sesuai dengan rencana. Sedangkan pada tahap kontrol yang mencakup pemantauan hasil implementasi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan keputusan.

Kata kunci : pengambilan keputusan, strategi, efektivitas keputusan, organisasi.

DASAR DASAR MANAJEMEN


Disusun Oleh : Siti Rahmah Aladawiyah Ainiya (41621010011)

PENGERTIAN DASAR DASAR MANAJEMEN


Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian sumber daya organisasi (seperti tenaga kerja, keuangan, teknologi, dan material) untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam pengelolaan organisasi, manajemen juga melibatkan pembuatan keputusan, pengawasan, dan pengambilan tindakan untuk memastikan bahwa sumber daya organisasi digunakan secara efektif dan efisien. Manajemen juga melibatkan koordinasi dan motivasi tenaga kerja, serta komunikasi yang efektif di antara anggota organisasi. Dalam era modern, manajemen seringkali diterapkan secara ilmiah dengan menggunakan teori, prinsip, dan teknik yang terus berkembang untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih baik dalam pengelolaan organisasi.


Terry (2005:1) memberi pengertian manajemen yaitu suatu proses atau kerangka kerja, uang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan mengatur efektivitas dari usaha-usaha yang telah dilakukan


FUNGSI MANAJEMEN


Pada dasarnya, fungsi manajemen dibagi menjadi tiga, yaitu :


1. Perencanaan (planning)

Perencanaa adalah memikirkan apa yang dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.


2. Pengorganisasian (organizing)


Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil


3. Pengarahan (directing)


Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha agar dapat mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. 


UNSUR UNSUR MANAJEMEN 


1. Human (manusia)

2. Money (uang)

3. Materials (bahan)

4. Machenis (mesin)

5. Methods (metode)

6. Market (pasar)


MACAM MACAM KONSEP MANAJEMEN 


1. Manajemen produksi

2. Manajemen sumber daya manusia

3. Manajemen pemasaran

4. Manajemen keuangan

5. Manajemen informasi

6. Manajemen strategi

7. Manajemen operasi


MANAJEMEN STRATEGI


Manajemen strategi (strategic management) menurut (Hunger, 2003) adalah “serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang}. 


MANFAAT MANAJEMEN STRATEGI 


1. Dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan lebih cepat dan lebih tepat. 


2. Menjadi lebih peka dalam menjawab ancaman yang datang dari luar perusahaan. 


3. Membuat keputusan terbaik dikarenakan interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar. 


4. Kerjasama dalam tim karyawan di dalam perumusan strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka. 


5. Organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil daripada yang tidak menerapkannya.


REFERENSI


Hunger. (2003). Manajemen Strategis Konsep- Konsep. (9th ed.). Jakarta: INDEX.


Sarifudin Saputra. (2019). Makalah Dasar Dasar Manajemen. Universitas ; Instititut Agama Islam Negeri Sas Bangka Belitung. 


Siti Qona’ah S. Sos. MM. (2020). Dasar Dasar Manajemen. Jakarta ; Universitas Bina Sarana Informatika. https://repository.bsi.ac.id/repo/files/237854/download/MODUL-DASAR-DASAR-MANAJEMEN-(ok).pdf






MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF

 


ABSTRAK

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. MSDM yang efektif dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi kinerja organisasi secara keseluruhan. Dalam artikel ini, dibahas tentang strategi MSDM yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pengukuran kinerja MSDM yang efektif untuk memastikan keberhasilan strategi MSDM tersebut. Artikel ini juga membahas tentang sistem pengukuran kinerja MSDM yang dapat digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja MSDM secara teratur.

Kata Kunci: Manajemen sumber daya manusia, kinerja organisasi, strategi MSDM, pengukuran kinerja MSDM.

 

MENGKAJI DASAR-DASAR SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI DAN MANAJEMEN INDUSTRI

Oleh : Winda Setyo Rini (@AA20-Winda)

Gambar : Mind Mapping Konsep Dasar Pengambilan Keputusan


Abstrak

Seiring dengan perkembangan zaman terjadi banyak perubahan yang menghadapkan suatu organisasi atau perusahaan pada berbagai keputusan untuk mempertahankan keberlangsungannya. Pengambilan keputusan menjadi suatu hal yang akan dilakukan organisasi atau perusahaan ketika dihadapkan dengan permasalahan yang memberikan berbagai pilihan alternatif. Dalam menentukan pilihan alternatif terbaik yang akan diambil, maka perlu dilakukan pertimbangan yang matang. Berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar dan dasar-dasar pendekatan lainnya menjadi bahan pertimbangan yang perlu dilakukan ketika ingin membuat suatu keputusan. Proses pengambilan keputusan merupakan langkah penting dalam rangkaian perjalanan suatu organisasi atau perusahaan sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati agar menghasilkan suatu keputusan yang tepat dan efektif.

Kata Kunci: keputusan, pengambilan keputusan, organisasi, alternatif pilihan 

Abstract

Along with the times, there have been many changes that confront an organization or company in making various decisions to maintain its sustainability. Decision making is something that an organization or company will do when faced with a problem that provides various alternative choices. In determining the best alternative choice to be taken, it is necessary to do careful consideration. Various factors, both internal and external, and the basics of other approaches are considered when making a decision. The decision-making process is an important step in the journey of an organization or company, so it needs to be done carefully in order to produce an appropriate and effective decision.

Keywords: decision, decision making, organization, alternative choices

Perencanaan Strategi Organisasi dan Manajemen Industri: Meningkatkan Daya Saing dan Keberlanjutan Bisnis Di Era Globalisasi

ABSTRAK

Dalam lingkungan yang semakin kompleks dan dinamis, perusahaan harus dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas pentingnya perencanaan strategi organisasi dan manajemen industri serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan strategi organisasi dan manajemen industri dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka, meningkatkan daya saing, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan memastikan keberlanjutan bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan perencanaan strategi organisasi dan manajemen industri meliputi keterlibatan manajemen, analisis lingkungan internal dan eksternal, pengembangan tujuan dan strategi, dan pengukuran kinerja. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam merencanakan strategi organisasi dan manajemen industri mereka. Dalam kesimpulannya, perencanaan strategi organisasi dan manajemen industri yang efektif dapat membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini dan meningkatkan keberhasilan bisnis mereka.

Kata kunci: strategi organisasi, manajemen industri, era globalisasi