Saturday, June 17, 2023

FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERUSAHAAN

 FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERUSAHAAN


disusun oleh : Rizik Ibnu Thoriq (@AA08-rizik)

ABSTRAK

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah suatu disiplin ilmu dan praktik yang berkaitan dengan pengelolaan tenaga kerja dalam suatu organisasi. MSDM melibatkan proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, penghargaan, kompensasi, dan pemeliharaan karyawan. Tujuan dari MSDM adalah untuk memastikan bahwa organisasi memiliki tenaga kerja yang kompeten, termotivasi, dan berkinerja tinggi. Dalam praktiknya, MSDM melibatkan berbagai kegiatan seperti perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kebijakan dan prosedur SDM, manajemen kinerja, manajemen konflik, serta penilaian dan pengembangan karyawan. Dalam mengelola SDM, MSDM harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk kepatuhan hukum, keragaman dan inklusi, serta keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kebutuhan individu karyawan. Pentingnya MSDM telah diakui sebagai faktor yang memengaruhi keberhasilan organisasi, karena kinerja karyawan yang baik dapat memberikan keunggulan kompetitif.

Kata Kunci: MSDM, Sumber daya manusia, organisasi

ABSTRACT

Human Resource Management (HRM) is a discipline and practice related to labor management in an organization. HRM involves the process of recruitment, selection, training, development, reward, compensation, and maintenance of employees. The purpose of HRM is to ensure that the organization has a competent, motivated, and high-performing workforce. In practice, HRM involves various activities such as workforce needs planning, HR policy and procedure development, performance management, conflict management, and employee assessment and development. In managing HR, HR must pay attention to various aspects, including legal compliance, diversity and inclusion, as well as the balance between organizational needs and individual employee needs. The importance of HRM has been recognized as a factor that influences organizational success, because good employee performance can provide a competitive advantage.

Keywords: HRM, Human resources, organization

LATAR BELAKANG

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan dan sasarannya, karena sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Salah satu yang harus diperhatikan dalam mengelola sumber daya manusia adalah mengenai penempatan kerja karyawan. Menurut Mathis dan Jackson (2006) penempatan adalah menempatkan posisi seseorang ke posisi pekerjaan yang tepat, seberapa baik seorang karyawan cocok dengan pekerjaannya akan mempengaruhi jumlah dan kualitas pekerjaan. Perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, terutama di era globalisasi ini. Semua organisasi bisnis harus siap beradaptasi dan memperkuat diri agar dapat bersaing sehingga mampu menjawab semua tantangan di masa yang akan datang. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah karyawan yang selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi karena manusia sebagai perencana, pelaku serta penentu terwujudnya tujuan.

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat berharga, maka perusahaan bertanggung jawab untuk memelihara kualitas kehidupan kerja dan membina tenaga kerja agar bersedia memberikan kontribusinya secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan (Pruijt, 2003).

Menurut Sumarsono (2003:04) menyatakan bahwa Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyakut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.

Tujuan manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi pegawai terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan. Hal ini dapat dipahami karena semua kegiatan dalam mencapai tujuan, tergantung kepada manusia yang mengelola organisasi tersebut. Oleh sebab itu, sumber daya manusia harus dikelola agar dapat berdaya guna dan berhasil dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan itu sendiri. Menurut Hasibuan (2012) berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dalam bidang sumber daya manusia, persaingan dan tuntutan profesionalitas yang tinggi pada individu akan menimbulkan banyak tekanan-tekanan yang harus dihadapi setiap individu dalam lingkungan kerja.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia?

2. Apa yang dimaksud dengan manajemen sumber daya manusia?

3. Apa saja fungsi dari manajemen sumber daya manusia?

TUJUAN

1. Untuk mengetahui definisi sumber daya manusia

2. Untuk mengetahui definisi manajemen sumber daya manusia

3. Untuk mengetahui fungsi dari manajemen sumber daya manusia

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA MANUSIA

Menurut Yusuf (2015, p. 25), yang dimaksud dengan sumber daya manusia meliputi tiga pengertian yaitu:

a) Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi, disebut juga personel, tenaga kerja, pegawai atau karyawan.

b) Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam me-wujudkan eksistensinya.

c) Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non materiil) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam me-wujudkan eksistensi organisasi.

Menurut Yusuf (2015, p. 25), sumber daya manusia me-rupakan suatu modal dasar yang paling utama dalam setiap organisasi. Tanpa ada-nya sumber daya manusia, dapat dipastikan roda organisasi tidak akan bergerak. Sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai individu yang merancang dan memproduksi keluaran dalam rangka pencapaian strategi dan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Tanpa individu yang memiliki keahlian atau kompeten, maka mustahil bagi organisasi untuk mencapai tujuan. Dari beberapa definisi di atas, disimpulkan bahwa sumber daya manusia merupakan bagian penting yang harus dimiliki oleh organisasi sebagai penggerak operasional untuk mencapai tujuan organisasi.

Sumber daya manusia berkualitas tinggi menurut Ndraha (1999) adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan bukan saja nilai komparatif tetapi juga nilai kompetitif-generatif-inovatif dengan menggunakan energi tertinggi seperti intelligence, creativity, dan imagination: tidak lagi semata-mata menggunakan energi kasar seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot, dan sebagainya. Dengan berpegang pada definisi diatas, kita harus memahami bahwa sumber daya manusia harus diartikan sebagai sumber dari kekuatan yang berasal dari manusia-manusia yang dapat didayagunakan oleh organisasi. Istilah sumber daya manusia adalah manusia bersumber daya dan merupakan kekuatan (power). Pendapat ini relevan dalam kerangka berpikir bahwa sumber daya harus ditingkatkan kualitas dan kompetensi agar menjadi sebuah kekuatan.

B. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Menurut A. A. Anwar Prabu Mangkunegara (2013:2), “Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi”. Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan pula sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (pegawai). Pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan pengembangan individu pegawai.

Selanjutnya menurut A.F Stoner yang dikutip oleh Sondang P. Siagian (2013:6), “Manajemen sumber daya manusia yaitu suatu prosedur berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orangorang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya”. Adapun menurut Hasibuan (2012:10), “MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”.

Menurut Sunyoto (2013: 4) Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu. Menurut Dessler (2015: 2) Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses memperoleh, melatih, menilai dan memberikan kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan. Menurut Mathis & Jackson dan Hasibuan (2012: 23) Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dapat diartikan sebagai ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam penggunaan kemampuan manusia agar dapat mencapai tujuan di setiap perusahaan.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pengintegrasian dan lain sebagainya termasuk memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan agar efektif dan efisien dalam penggunaan kemampuan manusia agar dapat mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu manajer harus menjamin bahwa perusahaan atau suatu organisasi memiliki tenaga kerja yang tepat di tempat yang tepat, dan pada saat yang tepat, yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan menolong perusahaan tersebut mencapai sarana-sarana secara keseluruhan secara efektif dan efisien. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan organisasional. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan besar yang memiliki 10.000 karyawan atau organisasi nirlaba kecil yang memiliki 10 karyawan, tetap saja karyawankaryawan tersebut harus dibayar, yang berarti dibutuhkan sebuah sistem kompensasi yang baik dan sah. (Faustino, 2003:10). Setiap aktivitas MSDM membutuhkan pemikiran dan pemahaman tentang apa yang akan berhasil dengan baik dan apa yang tidak. Dalam sebuah lingkungan dimana tantangan angkatan kerja terus berubah, hukum berubah, dan kebutuhan-kebutuhan dari pemberi kerja juga berubah, maka MSDM harus terus berubah dan berkembang.

C. FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Menurut Cherrington (1995: 11), fungsi-fungsi sumber daya manusia terdiri dari:

a. Staffing/Employment

Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Sebenamya para manajer bertanggung jawab untuk mengantisispasi kebutuhan sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan, para manajer menjadi lebih tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk mengumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat ini. Meskipun penarikan tenaga kerja dilakukan sepenuhnya oleh departemen sumber daya manusia, departemen lain tetap terlibat dengan menyediakan deskripsi dari spesifikasi pekerjaan untuk membantu proses penarikan. Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesempatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.

b. Performance Evaluation

Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan. Departemen sumber daya rnanusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.

c. Compensation

Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang baik. Sistem kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang sejenis, adil, sesuai. dengan hukum yang berlaku (misalnya:UMR), dan memberikan motivasi.

d. Training and Development

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelati han dan pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja Tanggung jawab ini membantu restrukturisasi perusahaan dan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi dalam perusahaan.

e. Employee Relations

Dalam perusahaan yang memiliki serikat pekeja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja. Membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia. Setelah persetujuan disepakati, departemen sumber daya manusia membantu para manajer tentang bagaimana mengurus persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak. Tanggung jawab utama departernen sumber daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek yang tidak sehat (misalnya : mogok kerja, demonstrasi). Dalam perusahaan yang tidak memiliki serikat kerja, departemen sumber daya manusia dibutuhkan untuk terlibat dalam hubungan karyawan. Secara umum, para karyawan tidak bergabung dengan serikat kerja jika gaji mereka cukup memadai dan mereka percaya bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan mereka. Departemen sumber daya manusia dalam hal ini perlu memastikan apakah para karyawan diperlakukan secara baik dan apakah ada cara yang baik dan jelas untuk mengatasi keluhan. Setiap perusahaan, baik yang memiliki serikat pekerja atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.

f. Safety and Health

Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.

g. Personnel Research Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.

KESIMPULAN

Jadi secara sederhana sebenarnya manajemen sumber daya manusia adalah mengelola sumber daya manusia. Dari keseluruhan sumberdaya yang tersedia dalam organisasi, sumber daya manusia lah yang sangat penting dan sangat menentukan. Semua potensi yang dimiliki sumber daya manusia sangat berpengaruh kepada upaya organisasi dalam mencapai tujuan. Manajemen sumber daya manusia mempunyai tiga fungsi yaitu fungsi manajerial, fungsi operasional, dan berfungsi mencapai tujuan organisasi secara terpadu. Sedangkan tugas dari manajemen sumber daya manusia adalah pengadaan staff, pengembangan SDM nya, mengurus kompensasi, mengurus keselamatan dan kesehatan kerja, mengurus hubungan pekrja dan hubungan industrial. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumberdaya manusia (karyawan)terhadap organisasi. Hal ini dapat dipahami bahwa semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya tergantung pada manusia-manusia yang mengeloal organisasi tersebut. Oleh karena itu karyawan harus dikelola dengan baik sehingga dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Untuk mencapai tujuan dari manajemen sumber daya manusia dilakukan oleh manajer SDM, manajer lini dan outsourching.

DAFTAR PUSTAKA

Cherrington, D. J. (1995). The Management of Human Resources ( 4 th edition ). New. Jersey: Prentice Hall Inc.

Anwar Prabu Mangkunegara, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia. Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung

Siagian, Sondang. 2007. Fungsi-Fungsi Manajerial. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Mathis, Robert L dan John H. Jackson2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Buku 1, Alih Bahasa: Jimmy Sadeli dan Bayu. 

Hasibuan2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta. PT. Erlangga

Dessler. Gary. 2015. Human Resources Management (Manajemen Sumber Daya Manusia), Edisi Empat Belas Bahasa Indonesia. Jakarta: Indeks.

Pruijt, Hans. 2003.Performance and Quality of Work Life, Journal of Organizational Change Management, Vol. 13, p.389-400.

Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan. Ketenagakerjaan.Yogyakarta : Graha Ilmu.

Ndraha, Taliziduhu, 1999, Pengantar Teori Pengembangan sumber Daya. Manusia, Jakarta: PT Rineka Cipta. 

Sunyoto, Danang. 2013Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Center for. Academic Publishing Service.

Yusuf, B. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.




PENGENDALIAN MANAJEMEN PERUSAHAAN INDUSTRI

 PENGENDALIAN MANAJEMEN PERUSAHAAN INDUSTRI


disusun oleh : Rizik Ibnu Thoriq (@AA08-rizik)

ABSTRAK

Pengendalian manajemen industri merupakan proses yang kritis dalam mengelola dan memastikan efektivitas operasional perusahaan dalam lingkungan industri yang beragam. Abstrak ini akan memberikan gambaran singkat tentang pengendalian manajemen industri dan perannya dalam mencapai tujuan organisasi, meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas. Pengendalian manajemen industri memiliki peran krusial dalam mencapai keberhasilan operasional dan keunggulan kompetitif dalam industri yang semakin kompleks dan dinamis. Dengan menerapkan pengendalian manajemen yang efektif, perusahaan dapat mengurangi risiko, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan kualitas produk atau layanan, dan mempertahankan keberlanjutan jangka panjang dalam lingkungan industri yang kompetitif.

Kata kunci: manajemen, pengendalian, industri

ABSTRACT

Industrial management control is a critical process in managing and ensuring the effectiveness of company operations in a diverse industrial environment. This abstract will provide a brief overview of industrial management control and its role in achieving organizational goals, improving quality, efficiency, and productivity. Industrial management control plays a crucial role in achieving operational success and competitive advantage in an increasingly complex and dynamic industry. By implementing effective management controls, companies can reduce risk, increase efficiency, optimize resource use, improve product or service quality, and maintain long-term sustainability in a competitive industrial environment.

Keywords: management, control, industry

 

Pendahuluan

Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan masyarakat, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip prinsip manajemen. Baik langsung maupun tidak langsung, baik disadari ataupun tidak disadari manusia menggunakan prinsipprinsip dari manajemen. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industry, yaitu perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragam jenisnya. Sekarang timbul suatu pertanyaan “Siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen ?” Apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah hanya di pemerintah saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang, bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan, dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan (Waluyo, 2010).

Manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolah sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik yang tersusun atas factor-faktor sejara, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak social sehinggamengandung keuunggulan secara komparatif, kopmpetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan prosesnya dapat berjalan efektif dan efesien. Manajemen industri merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembangunan suatu perindustrian. Jika manajemen di industri tersebut berkembang pesat, maka dapat dipastikansuatu prusahaan atau pabrik tersebut adalah prusahaan maju dan pekerja hidup sejahtera.Sebaliknya, jika manajemen di perusahan tersebut tidak berkembang atau mengalami stagnasi,maka tingkat kebangkrutan dan keberlangsungan operasi perusahan tersebut cukup tinggi (Hariandja, 2002).

Dunia usaha, sekarang banyak dimana- mana. Kegiatan manajemen sumber daya manusiakeamanan keselamatan kerja dan pemasaran harus dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaanmemperoleh keuntungan yaitu dengan mengadakan kegiatan promosi yang terarah, terencana danterpadu. Kegiatan promosi harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikanuntuk mengembangkan laju perusahaan.

Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan manajemen industri?

2. Bagaimana pengendalian manajemen industri?

Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi dan konsep manajemen industri

2. Untuk mengetahui pengendalian manajemen industri

 

 

Pembahasan

A. PENGERTIAN MANAJEMEN

Menurut Waluyo (2010) Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengarti dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila dilihat dari literature yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:

1. Manajemen sebagai suatu proses

2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia

3. Manajemen sebagai ilmu dan seni Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu.

Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

3. George R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Waluyo (2010) Manajemen suatu kolektivitas merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang ilmiah yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalanya aktivitas manajemen disebut manajer. Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :

1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bawa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry fayol, alfin brown Harold, koontz Cyril o’donnel dan geroge R. Terry.

2. Marry Parker follett menyatakan bahwa manajeme sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Dikutip dari Accurate.id Pengertian manajemen industri secara umum adalah suatu upaya pengaturan ulang yang dilakukan oleh sebuah industri dalam mencapai tujuan usahanya secara lebih efektif dan juga lebih efisien.

Itu artinya, manajemen industri adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh suatu industri untuk mengembangkan industri dengan menggunakan prinsip planning sampai dengan controlling, pemenuhan fungsi manajerial untuk bisa memperoleh tujuan usaha, sehingga tingkatan manajemen yang didukung keterampilan yang dibutuhkan akan menggerakkan sumber daya manusia hingga pasar yang ada.

Berdasarkan penjelasan terkait manajemen industri tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen industri sangat erat kaitannya dengan upaya memelihara kerjasama dalam suatu organisasi untuk bisa mencapai tujuan yang direncanakan dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Taylor (1981) menyatakan Manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya manusia, keuangan, fisik, dan informasi yang digunakan untuk merancang, mengembangkan, dan memelihara sistem produksi yang efektif. Manajemen industri adalah rangkaian proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan produksi dan operasional guna mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien (Tzu, 1993).

B. PENGENDALIAN MANAJEMEN INDUSTRI

Pengendalian adalah proses untuk membuat sebuah organisasi/ perusahaan industri mencapai tujuan. Sedangkan manajemen didefinisikan sebagai proses perencanaan, penorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi, serta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Definisi manajemen tersebut bukanlah definisi yang secara universal diterima. Ada juga yang mendefinisikan manajemen sebagai sebuah seni untuk mengajak orang lain mencapai tujuan (Waluyo, 2010).

Pengendalian manajemen perusahaan industri adalah semua usaha untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Bila dikaitkan dengan definisi manajemen, maka pengendalian manajemen perusahaan industri dapat didefinisikan sebagai proses untuk mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan agar secara efektif dan efisien mencapai tujuan perusahaan. Penentuan tujuan perusahaan industri dan strategi untuk mencapai dilakukan dalam suatu proses yang disebut perencannaan strategis. Atau dapat dikatakan bahwa perencanaan strategis adalah 1) proses untuk menentukan tujuan perusahaan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut dan 2) reaksi perusahaan terhadap lingkungan. Dimana lingkungan perusahaan industri meliputi karyawan, pemegang saham, pesaing, pelanggan, pemasok, lembaga keuangan, pemerintah dan masyarakat (Weihrichdan, 2005).

Dengan demikian pengendalian manajemen perusahaan industri dilaksanakan dalam suatu organisasi yang mempunyai struktur organisasi dengan tujuan tertentu, dan pelaksana yang memiliki tujuan pribadi. Komponen-komponen tersebut membentuk sebuah lingkungan yang disebut dengan lingkungan pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen terdiri dari :

Struktur pengendalian manajemen Yaitu unsur-unsur yang membentuk pengendalian manajemen yang terdiri dari pusat-pusat pertanggung jawaban dan ukuran prestasi.

Proses pengendalian manajemen Yaitu kegiatan dalam pengendalian manajemen yang terdiri dari penyususnan program, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran serta pelaporan dan analisis.

Telah disebutkan bahwa pengendalian manajemen adalahan sebuah system yang terdiri dari beberapa anak siatem yang saling berkaitan, yaitu penyusunan program, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan penguikuran, pelaporan dan analisis. Pemrograman/ penyususnan program adalah sebuah proses untuk memilih program. Proses tersebut dijalankan dengan tujuan untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan dan melalui strategi yang telah ditetapkan pula. Program tersebut dapat berupa keputusan untuk memproduksi barang tertentu, menciptakan jaringan distribusi baru, menurunkan biaya produksi, meningkatkan kualitas produksi, mengakuisisi perusahaan, meningkatkan kapasitas produksi, dan sebagainya. Dimana dalam penyusunan program akan melibatkan penggunaan sumber daya yang tersedia sekarang dan diharapkan akan menghasilkan sumber daya yang lebih besar di masa yang akan datang (Haiman, 1989).

Sumber daya mendatang yang lebih besar tersebut nantinya akan diperoleh melalui 1) pendapatan yang lebih besar, atau 2) pengurangan biaya. Oleh karena jumlah sumber daya yang terbatas. Maka manajemen harus selektif dalam memilih program. Penganggaran adalah proses pembuatan anggaran. Anggaran sendiri adalah pernyataan resmi oleh manajemen tentang harapan manajemen mengenai pendapatan, biaya, dan transaksi keuangan lain dalam jangka waktu tertentu untuk perusahaan yang menjadi tanggungjawabnya (Handoko, 2001).

Pada awal tahun anggaran, anggaran merupakan harapan bagi manajemen. Pada akhir tahun anggaran, anggaran merupakan standar untuk mengevaluasi kinerja pusat pertanggungjawaban. Oleh karena kegiatan penganggaran dilakukan setelah kegiatan pemrograman, maka anggaran juga dapat berfungsi untuk menguji kelayakan program. Disamping untuk mengadakan perbaikan terhadap program, strategi, sasaran, bahkan tujuan perusahaan, anggaran masih mempunyai fungsi yang lain, yaitu 1) menentukan wewenang dan tanggung jawab pusat pertanggungjawaban, 2) memaksa pusat pertanggungjawaban untuk melakukan koordinasi, dan 3) menjadi dasar untuk menilai kinerja pusat pertanggungjawaban. Tahap terakhir dalam proses pengendalian manajemen adalah melaporkan hasil kerja. Agar dapat mmemantau hasil kerja pusat pertanggungjawaban, diperlukan sebuah sistem pelaporan. Dalam laporan harus ditunjukkan hasil kerja pusat pertanggungjawaban beserta anggarannya, sehingga dapat diketahui penyimpangan terhadap anggaran. Agar lebih bermanfaat, laporan tersebut juga harus disertai dengan analisis tentang penyebab terjadinya penyimpangan (Flippo, 1984).

KESIMPULAN

Dalam pengendalian manajemen industri, dapat disimpulkan bahwa pengendalian merupakan suatu proses yang kritis dalam memastikan kelancaran operasional dan pencapaian tujuan perusahaan. Pengendalian melibatkan pemantauan, evaluasi, dan tindakan perbaikan yang berkelanjutan terhadap semua aspek produksi dan operasional. Melalui pengendalian yang efektif, manajer industri dapat mengidentifikasi permasalahan, mengukur kinerja, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil produksi. Pengendalian juga membantu dalam meminimalkan risiko, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengendalikan biaya, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Dalam era yang terus berubah dengan persaingan yang semakin ketat, pengendalian manajemen industri menjadi suatu keharusan untuk menjaga keberlanjutan dan kesuksesan perusahaan di tengah dinamika pasar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anggi. 2020. Manajemen Industri. Dalam https://accurate.id/marketing-manajemen/manajemen-industri/ (diakses 15 June 2023)

Flippo, E.B. 1984. Personnel Management, McGraw Hill. Singapore.

Haiman, H. & Hoelgert, R.L. 1989. Supervision:Conceptsand Practice Management. Cincinnati. Ohio: South-Westrn Publicing Co.

Handoko, TH. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Edisi2 : BPFE. Yogyakarta.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai:Grasindo, Jakarta.

Taylor, Frederick, dalam M. Manulang, 1981, Manajemen Personalia, Jakarta: Ghalia.

Tzu, Sun. 1993. The Art of Warfare, Translated and Commentary by Roger T. Ames, New York, Balantine Books.

Waluyo, Minto. 2010. Manajemen Perusahaan Industri. Sidoarjo: Dian Samudra

Weihrichdan Koontz. 2005. Management : A Global Prespective. McGraw-Hill Education (Asia).

 

 

 

 

 


Thursday, June 15, 2023

KUIZ 10 : KEPEMIMPINAN WANITA DALAM ORGANISASI

 Oleh : Nopi Febriani (@AA17-Nopi)

ABSTRAK

Kepemimpinan adalah suatu peran yang penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, peran wanita dalam kepemimpinan telah mengalami peningkatan signifikan di berbagai sektor, baik di bidang politik, bisnis, sosial, dan lainnya. Abstrak ini menggambarkan peran dan karakteristik kepemimpinan yang khas pada wanita. Penelitian dan pengalaman praktis menunjukkan bahwa kepemimpinan pada wanita memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari kepemimpinan pada pria. Wanita cenderung lebih terfokus pada kepentingan kolektif, dengan kecenderungan untuk berkolaborasi, membangun tim, dan mengedepankan kerja sama. Mereka juga memiliki kepekaan emosional yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk mengenali dan merespons perasaan dan kebutuhan orang lain dengan lebih baik. Keterampilan komunikasi yang efektif juga menjadi ciri kepemimpinan wanita, dengan kemampuan untuk mendengarkan, menginspirasi, dan mempengaruhi orang lain secara positif. Secara keseluruhan, kepemimpinan pada wanita memiliki keunikan dan kelebihan yang signifikan. Dengan pengembangan lebih lanjut dan dukungan yang tepat, wanita dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kata kunci: kepemimpinan, Wanita, kolektif

Wednesday, June 14, 2023

KUIS 11: PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM SEBUAH ORGANISASI

 Oleh : Nopi Febriani @AA17-Nopi


ABSTRAK

Peran komunikasi organisasi dalam membangun pengembangan organisasi yang lebih baik. Komunikasi organisasi adalah proses penerimaan dan pengiriman pesan dalam jaringan hubungan yang saling tergantung. Dalam menjalankan roda manajemennya, pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar proses komunikasi dalam organisasi dapat berjalan dengan baik, yaitu komunikasi antara manajer dengan bawahannya atau sebaliknya. Dalam perannya, manajer harus menguasai komunikasi yang efektif dan juga membaca dengan cermat situasi dan keadaan terkini agar manajer mengetahui cara menyampaikan informasi dengan benar dan informasi tersebut diterima dengan baik oleh karyawan. 

Kata kunci: Komunikasi, organisasi dan manajemen.

Tuesday, June 13, 2023

KUIS 9 : PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

 





ABSTRAK

Artikel ini dibuat untuk mengetahui seperti apa konsep motivasi dalam kerja. Dimana Motivasi kerja yang tinggi memiliki peranan penting dalam mencapai kinerja yang optimal dan keberhasilan organisasi. Namun, mempertahankan motivasi yang tinggi di tempat kerja merupakan tantangan yang kompleks. Dengan memahami pentingnya motivasi kerja, pengembangan karier, dan kepuasan kerja karyawan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawan dan kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Kata Kunci : motivasi kerja, kinerja karyawan, lingkungan kerja

 

ABSTRACT

This article was created to find out what the concept of motivation is like at work. Where high work motivation has an important role in achieving optimal performance and organizational success. However, maintaining high motivation at work is a complex challenge. By understanding the importance of work motivation, career development, and employee job satisfaction, companies can improve employee performance and overall company success.

Keywords: work motivation, employee performance, work environment

Monday, June 5, 2023

KUIS 11 : PERANAN KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI

 Oleh : Ahmad Haryadi (41619010016)

Abstrak

Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sangatlah penting dalam suatu kehidupan berorganisasi, bahkan menjadi tuntutan. Komunikasi dalam organisasi menjadi titik sentral dalam menciptakan situasi dan lingkungan yang kondusif, menjalin komunikasi berkesinambungan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan citra baik perusahaan/ organisasi bahkan membantu mempromosikan dan meningkatkan pemasaran suatu produk/jasa. Oleh karena itu komunikasi dalam suatu organisasi harus dipahami dengan benar, diaplikasikan serta dikembangkan oleh siapapun baik perorangan, masyarakat dan organisasi. 

Kata Kunci: Komunikasi, organisasi, fungsi, bentuk, media

Abstrack

The ability to communicate and interact is very important in an organizational life, even as an agreement. Communication within the organization becomes the central point in creating a conducive situation and environment, building continuous communication, increasing public trust, increasing the good image of the company/organization and even helping to promote and improve the marketing of a product/service. Therefore, communication within an organization must be properly understood, implemented and developed by someone both personally, society and organization. 

Keywords: Communication, organization, function, form, media

Pendahuluan

Kegiatan komunikasi selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi. Ini berarti tidak ada aktifitas tanpa komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun nonverbal, begitu juga dengan organisasi. Organisasi menempatkan komunikasi sebagai salah satu unsur administrasi, padahal fungsi komunikasi dalam organisasi jauh lebih dari itu dan mempunyai banyak sekali manfaat yang dapat dicapai, dengan demikian sangatlah jelas bahwa dengan kegiatan “komunikasi” sangat penting dalam kehidupan berorganisasi.

Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi?
2. Apa saja teori komunikasi organisasi?
3. Apa saja yang termasuk konsep komunikasi?
4. Apa saja fungsi utama komunikasi organisasi?

Tujuan 

1. Untuk mengetahui pengertian dari komunikasi organisasi
2. Untuk mengetahui teori dari komunikasi organisasi
3. Untuk mengetahui konsep yang ada pada komunikasi
4. Untuk mengetahui fungsi pada komunikasi organisasi

Pembahasan

A. Pengertian Komunikasi Organisasi

Menurut Goldhaber (1986) komunikasi organisasi adalah sebuah proses penciptaan serta saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang bergantung oleh satu sama lain untuk mengatasi lingkungan tidak pasti atau lingkungan yang berubah- ubah.

Menurut pandangan Frank, interaksi antar anggota organisasi atau anggota dengan pemimpin organisasi bukan merupakan komunikasi organisasi, melainkan interaksi antar organisasi tersebut dengan sasaran komunikasi yang bukan bagian dari organisasi tersebut.

B. Teori – Teori dan Jenis Teori Komunikasi Organisasi

1. Teori struktural klasik

Teori pertama ini berkembang sejak tahun 1800-an, dan dapat disebut sebagai teori mesin. Teori ini menjelaskan bahwa organisasi digambarkan sebagai sebuah lembaga yang sentral akan tugas – tugasnya serta memberikan petunjuk mekanis strukturalnya yang bersifat kaku, monoton dan tanpa inovatif. Terdapat empat kondisi pokok dari teori ini, yaitu kekuasaan, saling melayani, doktrin dan disiplin.

2. Teori neoklasik atau hubungan manusia

Teori ini diperkenalkan oleh Elton Mayo dan muncul karena adanya ketidakpuasan dengan teori klasik atau teori mesin. Teori neo klasik mengacu pada pentingnya aspek psikologis serta sosial karyawan sebagai seorang individu atau kelompok kerja. Teori ini telah “difasihkan” melalui percobaan yang dilakukan oleh Elton di pabrik Hawthorne pada tahun 1924. Hasil percobaan tersebut memperoleh kesimpulan bahwa penting memperhatikan upah insentif serta kondisi kerja karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

3. Teori fusi

Teori ini diperkenalkan oleh Bakke dan pada tahun 1957 Argyris menyempurnakan pendapat Bakke. Teori fusi berawal dari kesadaran Bakke pada tahun 1950 mengenai kesadaran mengenai kepuasan minat manusia yang berbeda-beda dalam suatu birokrasi maupun organisasi. Bakke berpendapat bahwa organisasi pada tahap-tahap tertentu akan mempengaruhi seorang individu. Sementara pada saat yang sama pula individu memberikan pengaruh pada organisasi yang diperkenalkan oleh organisasi. Fenomena tersebut menyebabkan pegawai – pegawai menunjukan ciri-ciri membentuk organisasi atau berorganisasi. Setiap jabatan yang dimiliki oleh pegawai menunjukan keunikan serta memiliki ciri khas masing – masing organisasinya, sehingga dapat dimodifikasi sesuai dengan minat dan bakat khusus pegawai atau individu tersebut.

4. Teori peniti penyambung (The Linking Pin Model)

Teori ini dikembangkan oleh Renis Likert yang menggambarkan mengenai struktur organisasi yang saling berkaitan dengan beberapa kelompok, dalam teori ini Likert menjelaskan bahwa terdapat penyelia yaitu anggota dari dua organisasi atau kelompok tersebut ( pemimpin unit rendah serta pemimpin unit tinggi). Penyelia yang disebutkan oleh Likert memiliki fungsi sebagai penyambung atau seseorang yang mengikat kelompok kerja satu dengan lainnya pada tahap atau tingkat berikutnya. Pada teori yang dikembangkan oleh Likert ini proses berkelompok dinilai penting, karena suatu organisasi perlu memiliki seorang penyelia atau penyambung sehingga setiap anggota kelompok dan kelompok itu sendiri dapat bersifat efektif.

5. Teori sistem sosial

Teori satu ini menyatakan bahwa hubungan antara manusia memungkinkan suatu organisasi dapat bertahan lebih lama daripada orang-orang yang ada di dalamnya. Artinya, walaupun seseorang yang ada dalam suatu kelompok (anggota dari kelompok tertentu) sudah meninggal, kelompok tersebut tetap ada hanya saja orang-orang yang ada di dalamnya digantikan dengan anggota-anggota baru. Kats dan Kahn menjelaskan pula bahwa hubungan antar manusia dalam suatu organisasi dinilai lebih penting daripada hubungan antara jabatan formal tertentu.

C. Fungsi Komunikasi Organisasi

Fungsi komunikasi organisasi menurut Sendjaja (1994) adalah sebagai berikut.

1. Fungsi Informatif

Fungsi informatif, fungsi yang pertama ini dijelaskan oleh Sendjaja bahwa organisasi bertindak sebagai suatu sistem yang memproses informasi. Proses informasi yang hadir dalam organisasi tersebut diharapkan mampu memberikan dan menerima informasi dengan baik untuk tercapainya kelancaran dalam organisasi tersebut.

2. Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif, fungsi yang kedua komunikasi organisasi diharapkan dapat memperlancar peraturan serta pedoman yang telah ditetapkan oleh anggota dan pemimpin organisasi tersebut.

3. Fungsi Persuasif

Fungsi persuasif, fungsi ketiga merupakan fungsi untuk memberi perintah. Fungsi ini dilakukan oleh pemimpin organisasi untuk mempersuasi anggotanya daripada memerintah anggotanya untuk melakukan sesuatu. Fungsi persuasi dianggap dapat mempermudah, karena cara yang lebih halus (daripada memerintah) akan lebih dihargai oleh anggota tersebut terhadap tugas yang diberikan.

4. Fungsi Integratif

Fungsi integratif, fungsi keempat atau yang terakhir berkaitan dengan penyediaan saluran atau hal-hal yang dapat mempermudah anggota organisasi untuk melakukan dan melaksanakan tugas tertentu dengan baik.

D. Konsep Komunikasi Organisasi

Goldhaber (1993)  menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses untuk menciptakan serta saling menukar informasi maupun pesan dalam suatu jaringan yang bergantung antara satu sama lain. Goldhaber menjelaskan pula bahwa komunikasi organisasi memiliki tujuan untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah. Ia mengemukakan konsep organisasi menjadi tujuh konsep yang dijelaskan sebagai berikut.

1. Proses

Konsep proses merupakan sistem yang dibutuhkan untuk menciptakan dan saling menukar pesan antar anggota. Hal ini dikarenakan organisasi merupakan sebuah sistem yang terbuka serta dinamis. Konsep ini terjadi secara terus menerus hingga mencapai tujuan dan menciptakan tujuan baru yang dirumuskan oleh organisasi tersebut, oleh karena itu konsep ini disebut sebagai konsep proses (terjadi secara terus menerus).

2. Pesan

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya komunikasi organisasi adalah proses bertukar dan menerima pesan. Oleh karena itu pesan adalah yang penting dalam organisasi. Individu yang hadir dalam organisasi tersebut haruslah memperhatikan bagaimana cara mengirimkan, menerima pesan sehingga pesan atau informasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh individu lain dan tidak menyebabkan kesalah pahaman antar individu.

3. Jaringan

Konsep ketiga merupakan gambaran besar dari organisasi. Organisasi merupakan jaringan di dalamnya ada individu yang membentuk jaringan-jaringan tersebut baik di dalam maupun di luar organisasi. Oleh karena itu setiap jaringan atau individu yang menduduki jabatan tertentu akan menjalankan tugas serta melaksanakan fungsi jabatannya masing-masing dalam organisasi.
  1. Keadaan saling bergantung, konsep keempat merupakan sifat organisasi sebagai sistem yang terbuka. Konsep ini dibutuhkan, karena apabila terdapat satu unit maupun bagian organisasi yang tidak berfungsi atau berjalan dengan baik, maka diperlukan individu atau unit lain untuk membantu hak tersebut agar dapat kembali berjalan dengan baik.
  2. Hubungan, fungsi kelima ada karena organisasi adalah sistem sosial yang dijalankan oleh banyak individu (dua atau lebih) sehingga organisasi tersebut bergantung pada hubungan antar individu yang ada di dalam maupun di luar organisasi tersebut.
  3. Lingkungan, fungsi lingkungan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan internal dan eksternal organisasi yang mempengaruhi keputusan yang diambil di dalamnya.
  4. Ketidakpastian, fungsi ini berguna untuk memenuhi kesediaan informasi maupun pesan yang tersedia dan diharapkan dalam organisasi.

Kesimpulan

Komunikasi dalam organisasi menjadi titik sentral dalam setiap proses dan hubungan kemanusiaan yang menyangkut kepribadian, sikap, dan tingkah laku Komunikasi timbal balik memiliki peranan penting dalam pergaulan manusia, sedangkan komunikasi interpersonal sangat menentukan keberhasilan komunikasi timbal balik. Beberapa jenis komunikasi yang dapat membawa organisasi kearah perbaikan dan pengembangan

Datar Pustaka

Rumanti, Assumpta Maria Sr, ”Dasar- Dasar Public Relations ; Teori dan Praktik”, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta 2002. 

Goldhaber, G.M. (1986) Organizational Communication. Iowa Wm: Brown Publisher 
Ig.

Efendy, Onong Uchana. 2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:Remaja Rosda Karya Gibb, Jack R. (1961)


KUIS 10 : KEPEMIMPINAN DALAM BUDAYA ORGANISASI

 Oleh : Ahmad Haryadi (41619010016)

Abstrak

Kepemimpinan merupakan faktor utama dalam pencapaian tujuan sebuah organiasi. Namun dalam usaha pencapaian tujuan tersebut tetap memperhatikan perilaku para bawahan dimana perilaku tersebut membentuk sebuah budaya dalam organisasi. Perilaku para bawahan tersebut sebagai pertimbangan oleh pemimpinan untuk mengambil keputusan. Dengan memahami perilaku yang berbeda maka pendekatan situasional sangatlah tepat melalui kepemimpinan partisipatif. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun pemimpin memiliki wewenang penuh terhadap kendali organisasi, tetap tidak bisa mengesampingkan peran para bawahan.

Kata kunci: kepemimpinan, budaya organisasi, perilaku individu

Abstrack

Leadership is a major factor in the achievement of the goal of a organiasi. However the achievement of goals in an effort to keep observing the behavior of his subordinates where such behaviour form a culture within the organization. The behavior of such subordinates as consideration by the conduct for a decision. By understanding different behavior then it is entirely circumstantial right approach through participatory leadership. This shows that even though the leader has the full authority against the control of the Organization, still could not rule out the role of the subordinate.

Key word: leadership, organizational culture, individual behavior

Pendahuluan

Kinerja organisasi dijadikan sebagai salah satu ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi, baik organisasi profit maupun organisasi non profit. Organisasi tak lepas dari masalah sumber daya manusia karena sampai saat ini sumber daya manusia menjadi pusat perhatian dan tumpuan bagi organisasi atau perusahaan untuk bertahan dalam persaingan yang semakin ketat di era globalisasi ini. Tuntutan yang semakin ketat tersebut membuat manajemen sumber daya manusia harus dikelola dengan baik dengan memperhatikan segala kebutuhan demi tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dari uraian pendahuluan di atas, antara lain:

  1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?
  2. Apa konsep dari kepemimpinan?
  3. Unsur-unsur apa saja dalam kepemimpinan?
  4. Apa fungsi-fungsi dari kepemimpinan? 

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan pada penulisan ini, antara lain:
  1. Untuk mengetahui pengertian dari kepemimpinan secara umum
  2. Untuk mengetahui apa konsep dari kepemimpinan
  3. Untuk mengetahui unsur apa saja dalam sebuah kepemimpinan
  4. Untuk mengetahui fungsi pada kepemimpinan

Pembahasan

A. Pengertian Pemimpin

Kepemimpinan merupakan salah satu unsur penentu keberhasilan organisasi, terlebih lagi dalam menuju perubahan. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan kepemimpinan (leadership) ada baiknya terlebih dahulu mengetahui arti pemimpin (leader). Hal ini disebabkan kepemimpinan dilakukan oleh seorang pemimpin dan ia mengemban tugas dengan beraktivitas untuk melaksanakan kepemimpinan tersebut.

Menurut Weschler dan Massarik (1961). Pengertian kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu. 

B. Konsep Kepemimpinan 

Beragam definisi dan konsep kepemimpinan yang ditemukan dalam berbagai bahan pustaka, yang masing-masing berbeda dalam penekanan arti. Richard L. Daf (2005: 5) mendefinisikan kepemimpinan (leadership) adalah suatu pengaruh yang berhubungan antara para pemimpin dan pengikut (followers). Kemudian Gibson menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Masih berhubungan dengan pengaruh, Ken Blanchard yang dikutip oleh Marcelene caroselli (2000: 9) menyatakan bahwa kunci untuk kepemimpinan hari ini adalah“pengaruh” bukan “kekuasaan” selanjutnya ia mengatakan para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk suatu tuntutan pekerjaan yang tinggi.

 C. Unsur-unsur Kepemimpinan

Menurut Ariyani (2021) kepemimpinan memiliki beberapa unsur, antara lain sebagai berikut
  1. Adanya seseorang yang memimpin, yang disebut pemimpin (leader). 
  2. Adanya kegiatan mengorganisir atau menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan perasaan, pikiran dan tingkah laku. 
  3. Ada tujuan yang hendak dicapai, baik yang dirumuskan secara sistematis maupun yang bersifat seketika. 
  4. Berlangsung berupa proses didalam kelompok atau organisasi, baik besar dengan banyak maupun kecil dengan sedikit orang yang dipimpin.
  5. Adanya orang yang dipimpin. 

D. Fungsi-fungsi Kepemimpinan

Adapun fungsi-fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi adalah:
  • Fungsi instruktif, yaitu pemimpin sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan, dan melaporkan hasilnya), dan di mana (tempat mengerjakan perintah), sehingga keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Maka dari itu, fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan suatu perintah.
  • Fungsi konsultatif, yaitu pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk usaha menetapkan keputusan yang membutuhkan pertimbangan dan konsultasi pertimbangan dan konsultasi dengan orang yang dipimpinnya.
  • Fungsi partisipasi, yaitu pemimpin dapat mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya.
  • Fungsi delegasi, yaitu pemimpin memberikan pelimpahan wewenang yang membuat atau sampai dengan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi merupakan kepercayaan seorang pemimpin kepada seorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.
  • Fungsi pengendalian, yaitu pemimpin dapat membimbing, mengarahkan, mengoordinasi, dan mengawasi setiap aktivitas anggotanya.
Kesimpulan

Seorang pemimpin merupakan unsur penting dalam menjalankan kehidupan berorganisasi dengan memperhatikan kondisi para bawahannya. Sehingga pemimpin tersebut dalam mengambil keputusan haruslah melibatkan peran serta para bawahannya. Keputusan pelibatan bawahan tersebut sebagai upaya mengakomodir ide-ide yang bersifat membangun demi tercapainya tujuan organisasi. Oleh karena itu patut dicermati bahwa di dalam organisasi terdapat budaya yang telah terbentuk dalam rutinitas kehidupan berorganisasi. Penempatan perilaku kepemimpinan sesuai budaya organisasi sangat penting dalam rangka mengarahkan peilaku bawahan untuk penyelesaian tugas yang berorientasi tujuan organisasi.

Kehidupan berorganisasi juga menuntut pemenuhan kebutuhan individu secara komprehensif agar dapat bekerja secara optimal. Maka dari itu motivasi yang bersifat membangun bagi para bawahan diperlukan oleh seorang pemimpin sebagai wujud pengarahan terhadap individu agar lebih bisa diajak bekerjasama dalam pencapaian tujuan organisasi secara efektif. Tentunya setiap pemimpin tidaklah bisa menggunakan satu gaya kepemimpinan saja atau dengan kata lain kondisi situasional menjadi patokan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan patrisipatif yang situasional memberikan ruang bagi para pemimpin dan bawahan untuk berinteraksi secara dua arah melalui mekanisme dukungan dan arahan. Kondisi tersebut menjadi dasar gaya kepemimpinan partisipatif dengan pendekatan situasional

Daftar Pustaka

Ariyani, Rika. 2021. Kepemimpinan Adalah (Pengertian, Unsur-Unsur, Tugas, Dan Ciri Kepemimpinan Dalam Islam. Manajemen Pendidikan. Dalam https://www.rikaariyani.com/2021/12/kepemimpinan-adalah-pengertian-unsur.html

Daff, Richard L, The Leadership Experience. Canada: Thomson, 2005

Gustomo dan Silvianita. 2009. Pengaruh Nilai-Nilai Personal, Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal Kelompok Keahlian Manajemen Manusia dan Kewirausahaan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung. Vol. 8, No. 1, 1-6.

Hasibuan S.P Malayu. 2006. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah. Cetakan kelima.
Jakarta: bumi aksara.