Showing posts with label 44_Wida. Show all posts
Showing posts with label 44_Wida. Show all posts

Tuesday, June 15, 2021

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Wida Ayu Amidah (widaamidah@gmail.com)

Abstrak

            Pemimpin adalah  figur seseorang yang bijaksana, berani mengambil keputusan dan yang paling penting berwibawa dan bisa memimpin untuk mencapai tujuan bersama. Sekarang  ini, sudah sangat sedikit orang yang mempunyai ciri-ciri seorang pemimpin yang baik didalam organisasi maupun badan-bandan usaha, bisnis, dan pemerintahan. Untuk itu maka sangat penting bagi para remaja-remaja mulai membiasakan diri untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang berani dan bisa memberikan arahan yang baik  didalam organisasi. Salah satunya memberikan pendidikan atau pembelajaran tentang pentingnya kepemimpinan didalam organisasi.

Peran kepemimpinan dalam masyarakat sangat penting dalam menentukan arah pengelolaan terhadap pencapaian suatu organisasi untuk mencapai visi. Dibagikan secara merata oleh para anggota sesuai dengan perencanaan langkah demi langkah sesuai dengan fungsi dan peran kerja anggota bersama-sama menuju pencapaian tujuan.

Dalam kepemimpinan organisasi, seorang pemimpin harus memiliki pemahaman tentang kepemimpinan, teknik atau gaya, peran dan fungsi, serta mengenal watak dan perilaku anggota pasukan untuk bergerak dalam irama untuk mencapai operasional tujuan. Dengan demikian pemimpin akan mendapatkan kepercayaan, menginspirasi, membawa dampak nyata dari suatu tranpormasi positif mencapai visi dan misi organisasi.

Keywords : Pemimpin, peran kepemimpinan, kepemimpinan

Pendahuluan

            Kepemimpinan merupakan salah satu unsur penentu keberhasilan organisasi, terlebih lagi dalam menuju perubahan. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan kepemimpinan (leadership) ada baiknya terlebih dahulu mengetahui arti pemimpin (leader). Hal ini disebabkan kepemimpinan dilakukan oleh seorang pemimpin dan ia mengemban tugas dengan beraktivitas untuk melaksanakan kepemimpinan tersebut. Menurut Robbert D Stuart (2002: 352) bahwa pemimpin adalah seorang yang diharapkan mempunyai kemampuan untuk mempe-ngaruhi, memberi petunjuk dan juga mampu menentukan individu untuk mencapai tujuan organisasi. Seiring dengan itu James P. Spillane (2006: 10) menyatakan bahwa pemimpin itu agen perubahan dengan kegiatan mempengaruhi orang-orang lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya

Keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuan sangat diperlukan adaya pemimpin dan proses kepemimpinan. Hal ini diperlukan karena berbagai kegitan yang hendak dilakukan oleh semua anggota harus dapat seirama dalam arti semua anggota harus bekerja sama.

Dalam menjalankan operasional manajemen sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, perlu dilakukan perancangan, dan persiapan yang meliputi desain struktur dan proses manajemen. Bila suatu organisasi atau perusahaan sedang berjalan, maksud dari perancangan dan persiapan disini adalah ditinjau kembali efektivitas struktur dan proses manajemen yang sudah ada, bila ditemukan hal-hal yang kurang sesuai terhadap pencapaian tujuan perlu diredeasin kembali terhadap hal apa dan bagian apa sesuai dengan visi misinya. Struktur dan Proses manajemen, tidak lain adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen diantaranya meliputi planning, organizing, leading, controlling.

Aktivitas kepemimpinan organisasi atau perusahaan pada umumnya sekalipun telah melalui perancangan dan persiapan yang meliputi penataan struktur dan proses manajemen selalu tidak luput adanya konflik. Konflik pada kenyataannya memang ada yang bersifat positif dan ada dalam memperbaiki kinerja organisasi/perusahaan konflik diciptakan oleh pemimpin.

Permasalahan

Apa fungsi utama kepemimpinan?

Pembahasan

            Beragam definisi dan konsep kepemimpinan yang ditemukan dalam berbagai bahan pustaka, yang masing-masing berbeda dalam penekanan arti. Richard L. Daf (2005: 5) mendefinisikan kepemimpinan (leadership) adalah suatu pengaruh yang berhubungan antara para pemimpin dan pengikut (followers). Kemudian Gibson menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Masih berhubungan dengan pengaruh, Ken Blanchard yang dikutip oleh Marcelene caroselli (2000: 9) menyatakan bahwa kunci untuk kepemimpinan hari ini adalah “pengaruh” bukan “kekuasaan” selanjutnya ia mengatakan para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk suatu tuntutan pekerjaan yang tinggi.

Pemimpin sesuai dengan perannya, memiliki fungsi utama yang harus dipahami secara mendalam terhadap fungsi yang berhubungan dengan tugas atau bahkan memecahkan masalah. Keutuhan dan kekompakan kelompok atau social merupakan fungsi selanjutnya yang pada umunya sering diabaikan. Leadership style (gaya kemimpinan) yang menggambarkan tentang pola tingkah laku pemimpin dalam proses pengarahan juga sebagai salah satu akan mempengaruhi perkerja yang ada. Menurut Kouzes dan Posner, keberhasilan seorang pemimpin harus dapat memenuhi kaidah sebagai berikut : makna, visi atau arah yang jelas, kemampuan memeriksa dan menata pola kerja yang sudah ada, kemampuan mengembangkan orang, dan kemampuan mengangkat hati mereka.

Dalam dinamika operasional manajemen sering muncul pertanyaan mengapa organisasi atau perusahaan perlu adanya pemimpin, menurut Stober secara filasofis dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya diperlukan seseorang yang memiliki kekhasan yang mampu memandang lebih jauh, lebih dalam, dan lebih luas. Tujuannya adalah pemimpin mampu mengenali makna dan merumuskan visi-misi pribadi kemudian potensi itu dimafaatkan secara maksimum; lebih luas, artinya pemimpin mampu mendapatkan trust dan menginspirasi serta menghasilkan dampak nyata berupa transformasi; lebih jauh, artinya pemimpin mampu mencari kontribusi jangka panjang sesuai kenyakinannya bersama-sama dengan orang yang ada dibawahnya. Selain diperlukan unsur pemimpin, juga sering muncul pertanyaan mengapa perlu kepemimpinan, karena pada kenyataannya seseorang menjabat sebagai pemimpin, namun sesungguhnya tidak melaksanakan kepemimpinan. Kepemimpinan pada prinsipnya adalah suatu daya atau pengaruh seorang pemimpin mampu untuk menggali makna, menemukan visi misi, dapat menginspirasi atau menggerakkan orang, menstranformasi orang dan komunitasnya, serta mengangkat harkat timnya sepanjang operasional organisasi atau perusahaan.

Dalam suatu organisasi,"kepemimpinan" merupakan salah satu faktor utama yang mendukung kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuan. Gibson, Iancevich, dan Donnelly (1996:6) mendefinisikan organisasi sebagai “wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri”. 

Memahami teori-teori,"kepemimpinan" sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :

1.   Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory)

Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal “The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain : sifat fisik, mental dan kepribadian.

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :

a.   Kecerdasan

b.    Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial

c.    Motivasi diri dan dorongan berprestasi

d.    Sikap hubungan kemanusiaan

            2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi

Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal, yaitu:

a.       Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.

b.      Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.

Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.

            3. Teori Kewibawaan Pemimpin

Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

4. Teori Kepemimpinan Situasi

Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

5. Teori Kelompok

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.

 

Kesimpulan

Beragam definisi dan konsep kepemimpinan yang ditemukan dalam berbagai bahan pustaka, yang masing-masing berbeda dalam penekanan arti. Richard L. Daf (2005: 5) mendefinisikan kepemimpinan (leadership) adalah suatu pengaruh yang berhubungan antara para pemimpin dan pengikut (followers). Kemudian Gibson menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Masih berhubungan dengan pengaruh, Ken Blanchard yang dikutip oleh Marcelene caroselli (2000: 9) menyatakan bahwa kunci untuk kepemimpinan hari ini adalah “pengaruh” bukan “kekuasaan” selanjutnya ia mengatakan para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk suatu tuntutan pekerjaan yang tinggi.

Pemimpin sesuai dengan perannya, memiliki fungsi utama yang harus dipahami secara mendalam terhadap fungsi yang berhubungan dengan tugas atau bahkan memecahkan masalah. Keutuhan dan kekompakan kelompok atau social merupakan fungsi selanjutnya yang pada umunya sering diabaikan. Menurut Kouzes dan Posner, keberhasilan seorang pemimpin harus dapat memenuhi kaidah sebagai berikut : makna, visi atau arah yang jelas, kemampuan memeriksa dan menata pola kerja yang sudah ada, kemampuan mengembangkan orang, dan kemampuan mengangkat hati mereka.

Dalam suatu organisasi,"kepemimpinan" merupakan salah satu faktor utama yang mendukung kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuan. Gibson, Iancevich, dan Donnelly (1996:6) mendefinisikan organisasi sebagai “wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri”. 

 

Daftar Pustaka

IA Kahar. (2008). Konsep kepemimpinan dalam perubahan organisasi (Organizational Change) pada perpustakaan perguruan tinggi. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi. Universitas Brawijaya. Malang.

Jatmiko. (2013). Pemimpin dan kepemimpinan organisasi. Universitas Esa Unggul. Jakarta Barat. Hal 210.

Modul Perkuliahan organisasi dan manajemen industri. Kepemimpinan dalam organisasi. Universitas Mercu Buana. Jakarta Barat. Hal 6-11.

 

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI

 

 
Wida Ayu Amidah (widaamidah@gmail.com)


Abstrak

Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sangatlah penting dalam suatu kehidupan berorganisasi, bahkan menjadi tuntutan. Komunikasi dalam organisasi menjadi titik sentral dalam menciptakan situasi dan lingkungan yang kondusif, menjalin komunikasi berkesinambungan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan citra baik perusahaan/organisasi bahkan membantu mempromosikan dan meningkatkan pemasaran suatu produk atau jasa. Oleh karena itu komunikasi dalam suatu organisasi harus dipahami dengan benar, diaplikasikan serta dikembangkan oleh siapapun baik perorangan, masyarakat dan organisasi.

Setiap organisasi tentu memiliki visi, misi, budaya organisasi, motivasi serta norma–norma yang sangat menentukan terhadap baik tidaknya suatu organisasi tersebut. Pada umumnya masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses pengorganisasian. Komunikasi mempunyai andil membangun iklim organisasi, yang berdampak kepada membangun iklim organisasi, yaitu berdampak kepada membangun budaya organisasi yaitu nilai dan kepercayaan yang manjadi titik pusat organisasi.

Keywords : Komunikasi, organisasi, fungsi, bentuk, media, budaya organisasi

Pendahuluan

Kegiatan komunikasi selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi. Ini berarti tidak ada aktifitas tanpa komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non-verbal, begitu juga dengan organisasi. Organisasi menempatkan komunikasi sebagai salah satu unsur administrasi, padahal fungsi komunikasi dalam organisasi jauh lebih dari itu dan mempunyai banyak sekali manfaat yang dapat dicapai, dengan demikian sangatlah jelas bahwa dengan kegiatan “komunikasi” sangat penting dalam kehidupan berorganisasi, sebelum kita uraikan teknik-teknik komunikasi, coba kita lihat peran komunikasi dalam organisasi sebagai berikut :

1. Komunikasi dalam perusahaan sebagai titik sentral

2. Dalam setiap proses komunikasi, hubungan kemanusiaan merupakan proses yang menyangkut kepribadian, sikap dan tingkah laku yang terjadi pada orang-orang yang terlibat

3. Organisasi melaksanakan komunikasi persuasif dua arah disemua bidang kegiatan dengan maksud memberikan motivasi kerja, bertanggung jawab dan produktif.

4. Atas dasar pengertian tersebut terlihat bahwa komunikasi timbal balik dalam suatu organisasi meru- pakan proses integrasi antar manusia yang brersifat manusiawi yang menuju perasaan lahir batin.

Komunikasi dalam suatu organisasi selalu merupakan komunikasi timbal balik, demi kepentingan semua pihak. Dalam berkomunikasi kita menciptakan persamaan pengertian, ide, pemikiran, dan sikap tingkah laku kita terhadap orang lain. Jadi komunikator dan komunikan mempunyai kesamaan dan kesepakatan pesan sehingga menimbulkan suatu pengertian. Dalam proses komunikasi melibatkan beberapa komponen yaitu :

1. Komunikator (sumber)

2. Pesan

3. Saluran

4. Komunikan (organisasi/publik)

5. Efek

Bentuk-Bentuk Komunikasi :

1.      Berdasarkan bidang

Yang dimaksud dengan bidang adalah bidang kehidupan manusia, dimana diantara jenis kehidupan yang satu dengan jenis kehidupan yang lain. Berdasarkan bidangnya komunikasi meliputi jenis-jenis sebagai berikut :

a. Komunikasi sosial

b. Komunikasi organisasi/manajemen

c. Komunikasi bisnis

d. Komunikasi politik

e. Komunikasi internasional

2.      Berdasarkan Sifat

Ditinjau dari sifatnya komunikasi diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Komunikasi verbal, diantaranya komunikasi lisan dan komunikasi tulisan

b. Komunikasi non verbal, diantaranya komunikasi tubuh, komunikasi gambar, dan lain lain.

3.      Berdasarkan tujuan

a. Mengubah sikap

b. Mengubah opini/ pendapat/ pandangan

c. Mengubah perilaku

d. Mengubah masyarakat

4.      Berdasarkan fungsi

a. Menginformasikan

b. Mendidik

c. Menghibur

d. Mempengaruhi

5.      Berdasarkan jenisnya

Ada beberapa bentuk komunikasi yang perlu diketahui untuk mendukung kegiatan organisasi, yaitu:

a. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang berlangsung pada diri sendiri

b. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung pada orang lain atau bisa disebut juga dengan komunikasi kelompok

c. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung

 

Permasalahan

Mengapa komunikasi penting dalam organisasi?

Pembahasan

Komunikasi organisasi adalah pengirim dan penerima berbagai pesan organisasi didalam kelompok formal maupun informal di suatu organisasi. bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi kecil yang anggotanya hanya tiga orang, proses komunikasi yang anggotannya seribu orang menjadi komunikasinya sangat kompleks.

Komunikasi merupakan satu hal penting untuk menunjang kesuksesan organisasi baik dalam meningkatkan kinerja organisasi maupun adaptasi organisasi terhadap setiap perubahan lingkungan bisnis yang ada sehingga organisasi bisa tetap survive bahkan meraih keunggulan kompetitifnya. Melalui komunikasi yang baik antar individu dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam organisasi maupun diluar organisasi, organisasi dapat memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan. Untuk mengembangkan komunikasi yang baik ini diperlukan peran aktif manajer maupun bawahan.

Komunikasi  dapat  bersifat  formal  dan  informal.  Komunikasi  formal adalah  komunikasi  yang  disetujui  oleh  organisasi  itu  sendiri  dan  sifatnya berorientasi  kepentingan  organisasi.  isinya  berupacara  kerja  di  dalam organisasi,  produktivitas,  dan  berbagai  pekerjaan  yang  harus  dilakukan dalam organisasi. misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat  resmi.  Adapun  komunikasi  informal  adalah  komunikasi  yang disetujui  secara  sosial.  Orientasinya  bukan  pada  organisasi,  tetapi  lebih kepada anggotannya secara individual.

Komunikasi  organisasi  mempunyai peranan  penting  dalam  memadukan  fungsi-fungsi  manajemen  dalam  suatu perusahaan yaitu :

a. Menetapkan dan menyebarluaskan tujuan perusahaan

b. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

c. Melakukan   pengorganisasian   terhadap   sumber   daya   manusia   dan sumber daya lainnya dengan cara efektif

d.Memimpin,  mengarahkan,  memotivasi  dan  menciptakan  iklim  yang menimbulkan keinginan orang untuk memberikan kontribusi

e.Mengendalikan prestasi.

Ada empat tujuan komunikasi organisasi, yaitu:

1. Menyatakan pikiran, pandangan dan pendapat. Memberi peluang bagi para pemimpin   organisasi   dan   anggotannya   untuk    menyatakan   pikiran, pandangan,  dan  pendapat  sehubungan  dengan  tugas  dan  fungsi  yang mereka lakukan.

2. Membagi informasi (information sharing). Memberi peluang kepadaseluruh aparatur  orgaisasi  untuk  membagi  informasi  dan  memberi  makna  yang sama  atas  visi,  misi,  tugas  pokok,  fungsi  organisasi,  sub  organisasi, individu, maupun kelompok kerja dalam organisasi.

3. Menyatakan  perasaan  dan  emosi.  Memberi  peluang  bagi  para  pemimpin dan  anggota  organisasi  untuk  bertukar  informasi  yang  berkaitan  dengan perasaan dan emosi.

4. Tindakan   koordinasi.   Bertujuan   mengkoordinasi   sebagai   atau   seluruh tindakan  yang  berkaitan  dengan  tugas  dan  fungsi  organisasi  yang  telah dibagi  habis ke dalam  bagian atau subbagian organisasi. Organisasi tanpa koordinasi dan organisasi tanpa komunikasi  sama dengan organisasi  yang menampilkan  aspek  individual  dan  bukan  menggambarkan  aspek  kerja sama.

Komunikasi dalam suatu organisasi berperan penting dalam hubungannya mencapai tujuan. Mengingat komunikasi dapat bersifat makro maupun mikro. Komunikasi antar personal dalam prakteknya memberikan sumbangan yang besar dalam membantu seseorang untuk memahami suatu kondisi. Komunikasi dalam suatu organisasi berperan penting dalam pelaksanaan tugas. Khususnya komunikasi antar individu atau personal dalam organisasi itu sendiri. Upaya-upaya setiap personal di dalam menjaga hubungan antar individu perlu dilakukan agar suasana harmonis dalam organisasi tetap terjaga.

           

Kesimpulan

Komunikasi organisasi adalah pengirim dan penerima berbagai pesan organisasi didalam kelompok formal maupun informal di suatu organisasi. bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses komunikasinya.

Komunikasi  dapat  bersifat  formal  dan  informal.  Komunikasi  formal adalah  komunikasi  yang  disetujui  oleh  organisasi  itu  sendiri  dan  sifatnya berorientasi  kepentingan  organisasi.  isinya  berupacara  kerja  di  dalam organisasi,  produktivitas,  dan  berbagai  pekerjaan  yang  harus  dilakukan dalam organisasi. misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat  resmi.  Adapun  komunikasi  informal  adalah  komunikasi  yang disetujui  secara  sosial.  Orientasinya  bukan  pada  organisasi,  tetapi  lebih kepada anggotannya secara individual.

Komunikasi  organisasi  mempunyai peranan  penting  dalam  memadukan  fungsi-fungsi  manajemen  dalam  suatu perusahaan yaitu :

a. Menetapkan dan menyebarluaskan tujuan perusahaan

b. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

c. Melakukan   pengorganisasian   terhadap   sumber   daya   manusia   dan sumber daya lainnya dengan cara efektif

d.Memimpin,  mengarahkan,  memotivasi  dan  menciptakan  iklim  yang menimbulkan keinginan orang untuk memberikan kontribusi

e.Mengendalikan prestasi.

 

Daftar Pustaka

AF Rahmanto. (2004). Peranan Komunikasi Dalam Suatu Organisasi. Journal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Universitas Esa Unggul. 59-60.

R Yuliana. (2012). Peran Komunikasi Dalam Organisasi. Journal STIE Semarang. STIE Semarang.

H Nurrohim, L Anatan. (2009). Efektivitas Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Manajemen Maranatha. Universitas Kristen Maranatha, Bandung.